
" Barra " sapa seseorang yang dulu selalu mengagumi Barra . Wanita itu tahu jika Barra saat ini sudah menikah , dan Barra menikah dengan Bella yang dari dulu selalu menjadi penghuni hati Barra .
" Hai Bell " sapanya juga dengan suara yang berbeda tidak sesemangat ketika menyapa Barra .
Barra dan Bella menoleh ke arah wanita tersebut . Bella melirik sekilas ke arah Barra . Barra terlihat biasa saja bahkan terlihat enggan untuk menjawab sapaan dari wanita itu . Bella lali tersenyum sekilas sebagai jawaban . Karena Bella memang juga tidak terlalu mengenal wanita di depannya itu . Hanya mendengar dari teman-temannya di universitas jika memang dia cukup menggila jika tentang Barra .
" Kalian mau makan di sini " tanyanya .
Iyalah makan masa di warung makan mau berenang batin Bella terkikik geli mendengar pertanyaan yang kurang pas dari wanita itu .
Berbeda dengan Barra yang lebih memilih diam meskipun mungkin juga merasa aneh dengan pertanyaan wanita di depannya itu .
" Iya " jawab singkat Bella .
" Ayo sayang nanti baby kita keburu lapar " ucap Barra yang keburu malas .
" Oke . Kita duluan " ucap Bella yang memang juga sudah malas jika harus berlama-lama . Perutnya juga sudah menangis minta untuk di isi . Atau mungkin juga babynya yang sudah minta nasi goreng seafood yang memang cukup terkenal di sana.
Wanita itu hanya tersenyum lalu mengangguk . Dia memutuskan untuk pergi dari sana . Tanpa ada niat untuk tetap menganggu Barra . Apalagi tadi dia mendengar jika Bella sedang mengandung . Ya meskipun itu memang nyata atau hanya sebuah tipuan Barra supaya dirinya tidak mendekati Barra lagi .
__ADS_1
Barra dan Bella segera memesan apa yang sejak tadi menjadi tujuannya .
***
Kini Jordan berada di ruangan gelap di mana Anes berada . Jordan menemui Jack di sana . Jordan juga sudah mengumpulkan bukti yang dia dapat begitu juga Jack .Mereka mengumpulkannya menjadi satu .Ternyata Anes wanita yang kelihatannya diam dan anggun , memiliki hal yang mengejutkan .
Jordan maupun jack masih belum memberi tahu Barra tentang hasilnya . Karena ini sudah larut malam juga . Meskipun Barra tidak mempermasalahkan itu , tapi mereka memikirkan Bella yang saat ini sedang mengandung . Apalagi usia kandungannya masih muda .
" Kita beri tahu Barra besok saja Jack .Ini sudah malam . Kasian Bella jika nanti Bella ikut terganggu" ucap Jordan .
" Baik Tuan ,Saya berharap jika masalah ini segera selesai . Saya juga tidak ingin jika nona Bella sampai terluka lagi karena wanita gila itu " ucap Jack .
" Panggil aku jo atau Jordan saja Jack . Tidak usah terlalu formal " ucap Jordan.
" Gue balik dulu Jack . Awasi dia " ucap Jordan seraya berdiri dari duduknya dan meninggalkan tempat itu .
Jack hanya mengangguk sebagai jawaban . Jack kembali melihat barang bukti yang akan menjadi akhir bagi seorang Anes . Gadis yang sudah tega melakukan kejahatan dengan nona mudanya .
****
__ADS_1
Sisil mendatangi apartemen Reno pagi-pagi sekali . Hati ini hari libur , jadi dia menyempatkan diri untuk melihat Reno . Akhir-akhir ini Reno susah sekali di hubungi dan juga sudah tidak terlihat lagi di kantor . Sisil sangat penasaran apa yang membuat Reno menjauhinya . Sisil ingin segera menanyakannya secara langsung kepada Reno .
Sesampainya di sebuah apartemen elite yang memang biasa di huni oleh kalangan orang kaya . Sisil segera turun dari mobilnya dan menuju lift . Sisil sebenarnya merasa canggung tapi dia harus segera meluruskan hal yang membuatnya mengganjal beberapa hari ini .
ting
Lift terbuka, Sisil melangkahkan kakinya sedikit gugup . Setelah di depan pintu apartemen Reno menekan bel dan juga mengetuk pintu . Tapi sudah beberapa menit belum juga ada tanda-tanda ada penghuni dari dalam yang membukakan pintu .
" Permisi " sapa seseorang yang akan membersihkan apartemen Reno .
" Ya . Emmm .. Mbak apa penghuni apartemen ini ada ?" tanya Sisil kepada petugas kebersihan itu .
" Setau saya penghuni apartemen ini tadi menuju bandara mbak . Dan sekarang saya di minta untuk membersihkan ruangannya " ucapnya
Sisil masih diam mencerna setiap ucapan dari petugas kebersihan itu .
" Kira-kira kemana yang mbak " tanya Sisil berharap bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaannya .
" Wah kalau itu saya tidak tahu mbak" jawab petugas kebersihan tersebut dengan ramah .
__ADS_1
Sisil segera pergi dari sana . Terasa sesak fi dada Sisil . Tega kamu Reno . pikir Sisil yang saat ini terasa kacau .
" Gue harus tanya siapa ?"ucap Sisil pada dirinya sendiri .