
Malam hari di pulau yang ada di jepang . Bella dan Barra setiap saat selalu menggunakan waktu untuk berdua memadu kasih . Seperti saat ini , hari ini adalah malam terakhir keduanya berbulan madu . Keduanya sama sekali tidak keluar kamar , Barra selalu meminta haknya . Makanpun mereka makan di kamar . Bahakan setelah mereka jalan jalan di pantai dan berenang waktu itu , mereka tidak lagi keluar kamar .Barra tidak mengijinkan Bella , karena alasan Bella untuk keluar adalah untuk bertemu jin dan jun . Yang benar saja hal itu tentu saja membuat Barra cemburu .
" Sayang sudah ya aku lelah " rengek Bella .
" Sebentar lagi " ucap Barra .
" Tapi tanganku sudah pegal semua " ucap Bella lagi..
" Baru juga lima belas menit udah capek " ucap Barra
" Tapi aku capek mijit kamu . Jahat banget masa aku gak di kasih istirahat " ucap Bella .
" Ya sudah . Ini yang terakhir kamu minta untuk bertemu jin dan jun . Aku gak suka " tegas Barra .
" Iya " ucap Bella lesu lalu merebahkan tubuhnya hendak tidur .
" Jangan tidur dulu " ucap Barra
" Ngantuk sayang " ucap Bella .
" Sekali saja . Setelah itu kita istirahat karena besok pagi kita harus sudah berangkat "
" No . Kamu itu ya , baru juga kita ituuu .. Sekarang lagi . Sudah ya " pinta Bella memohon .
__ADS_1
" Baiklah , tapi setelah kita sampai di rumah jangan harap kamu bisa tidur nyenyak " ucap Barra
" Dasar tidak punya hati " gumam Bella namun Barra masih bisa mendengarnya .
Barra justru tersenyum mendengar gumaman istrinya . Barra lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping istrinya . Dan keduanya memilih untuk istirahat karena pagi pagi sekali mereka harus kembali . Ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda .
Pagi harinya , Bella lebih dulu bangun dan membersihkan tubuhnya . Setelah itu dia baru membangunkan Barra . Jika Bella lebih dulu membangunkan Barra akan di pastikan Bella tidak bisa istirahat .
" Sayang bangun . kita harus segera berangkat . Sudah di tunggu Reno di bawah " ucap Bella
" Hemm " Barra lalu duduk dengan mata yang masih terpejam .
" Ngapain tuh anak ikut " ucap Barra dan lebih mirip seperti gumaman .
" Entah mungkin ada yang mau di bahas . Sudah mandi dulu " ucap Bella . " Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu " tambahnya .
Bella hanya tersenyum menanggapi suaminya .
Barra lalu masuk ke dalam kamar mandi . Selang beberapa menit Barra sudah terlihat lebih fress . Bella sudah tidak terlihat di kamarnya . Bella memutuskan untuk menyiapkan sarapan untuk mereka . Dan itupun melalui perdebatan yang melelahkan .
Setelah bersiap Barra ikut turun menuju meja makan . Dan di sana sudah ada Reno yang menunggunya dengan tap yang berada di tangannya . Dan juga ada beberapa pengawal .
" Pengantin baru , terlihat lebih segar . Wajah pun berseri , sudah lega sepertinya . Karena sudah bisa ganti oli " ucap Reno seraya fokus kepada tapnya .
__ADS_1
" Apa sekarang pekerjaanmu itu bergosip ? Jika sudah bosan bekerja lo bisa cabut dan beralih profesi jadi tukang gosip " Ucap Barra lalu ikut duduk di meja makan .
" Gue cuma bercanda , ya elah elo kayak prawan aja . Gitu doang di masukin ke hati . Em ngomong ngomong gimana rasanya " ucap Reno seraya menaik turunkan alisnya .
" Manis " ucap Barra .
" Manis ?" Reno memincingkan matanya dan beralih menatap Barra penuh tanda tanya .
" Susunya kan?" ucap Barra
" Punya .B.
Reno tidak lagi melanjutkan ucapannya karena Bella lebih dulu datang dan membawa makanan .
" Kalian lagi ngomongin apa ? " tanya Bella seraya menyiapkan makanan untuk suaminya .
" Gak ada " ucap Barra .
" Lo mau di ambilin juga ren ? " tanya Bella .
" Gak usah sayang . Biar dia ambil sendiri " ucap Barra seraya melirik sekilas ke arah Reno .
Reno yang sudah bersemangat dan mengangkat piringnya lalu dia turunkan lagi dengan lesu .
__ADS_1
" Pelit . Cuma ambilin doang " kesal Reno lalu mengambil sarapannya .
Sarapan berlangsung dengan damai . Hanya terdengar dentingan antara piring dan sendok saja . Lalu mereka segera menaiki jet pribadi milik Barra untuk kembali ke negara sendiri .