Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 42


__ADS_3

" Gimana kalau kita keluar berempat saja " putus Ayu


" Kok kamu baru pulang ? " tanya Bella yang baru saja turun dengan pakaian yang sudah rapi .


" Iya , kamu mau pergi ? "


" Iya Dimas ngajak keluar , Kamu mau ikut ? "


" Oke ayok . Kak Bisma juga mau ikut ? "


" Sudah malam , pekerjaan saya juga masih banyak " jawab Bisma .


Karena Bisma tadi juga sudah berpamitan kepada Oma Rahma jadi tidak enak jika ikut . Dan Bismapun memutuskan untuk pulang ke rumah .


" Ya sudah buruan kita ke pasar malam aja " ucap Ayu antusias.


" Setuju " teriak Bella tak kalah antusias .


Kini Bella telah sampai di pasar malam tujuan mereka . Bella dan Ayu bermain ke sana ke mari seakan tak ada habisnya .


Berbeda dengan Barra yang selalu di paksa oleh Bunda Hanna untuk bertemu dengan Raya . Supaya masalah ini segera terselesaikan .


" Bunda hanya ingin masalah ini selesai . Jika memang yang di kandung anak kamu maka kamu harus tanggung jawab " ucap Bunda Hanna , yang kini berada di apart Barra bersama Ayah Arga tapi beliau lebih memilih diam .


" Bun, sudah berapa kali Barra bilang . Bukan anak Barra , lagian ya bun Barra masih murni tersegel belum pernah terpakai " jelas Barra dengan menggebu gebu


" Pokoknya turuti Bunda , ayok cepat segera ganti baju . Atau Bunda sendiri yang menggantikan kamu baju ? " Bunda memberi pilihan karena jika tidak Barra tidak akan menurutinya .


" Iyaaa " Barra lalu segera bangkit dan mengganti pakaiannya .


Barra dan juga kedua orang tuanya berada di sebuah restoran yang sudah lebih dulu di pesan oleh Bunda Hanna. Mereka lalu menuju meja yang telah di pesan .


" Barra ? " sapa seorang wanita


" Tante maya ? " tanya Barra dengan mimik yang sedikit terkejut . Apalagi melihat ekspresi Papi Edo yang tegas dan terlihat galak .


" Hlo kalian sudah kenal ? " timpal Bunda Hanna


" Kenal ? Bunda juga kenal dengan tante Maya ? " Barra terheran

__ADS_1


" Jadi ini anak kamu ? " tanya mami Maya dengan kening tang berkerut .


" Iya may , ini anak saya . Anak kamu tidak ikut ? " tanya Bunda Hanna


" Tidak dia sedang pergi . Ya sudah kami permisi dulu , karena sedang ada undangan " ucap mami maya lembut .


Ya sebenarnya masih belum ingin bertemu Barra . Dan yang lebih mengejutkan ternyata Barra anak sahabatnya sendiri .


Pantas saja Bella dan Hanna sudah saling kenal .batin Mami Maya


" Iya " jawab Bunda Hanna yang merasa sedikit heran dengan perubahan sikap sahabatnya itu. Biasanya mereka akan mengobrol hingga lupa waktu .


Apa ada yang salah , ku tak tahu . batin Bunda Hanna ( kayak lagu 😁)


Setelah kepergian keluarga Darmawan , Keluarga Alexander kembali melanjutkan langkahnya menuju meja yang sudah mereka pesan .Barra masih dalam pikirannya sendiri begitu juga dengan kedua orang tua Barra.


" Selamat malam calon mertua , mari sini " Raya tanpa rasa malu lalu berdiri menarik kursi untuk kedua orang tua Barra . Bunda Hanna tak menanggapinya . Sedangkan Ayah Arga lebih dulu duduk di kursi yang dia pilih sendiri , karena muak dengan kelakuan wanita jadi jadian ini .


" Saya juga baru datang kok " dengan tersenyum canggung karena sebenarnya juga tidak ada yang tanya .


Tak jauh dari mereka Mami Maya melihat keluarga Alexander . Dan yang menjadi pertanyaan kenapa mereka makan malam bersama wanita yang ada dalam foto itu . Apa mereka akan menikahkan Barra dengan wanita itu dan juga apa yang di dalam kandungan wanita itu benar anak Barra . Setiap pertanyaan melintas begitu saja dalam benak Mami Maya .


" Ada apa" tanya sang suami, Papi Edo yang melihat istrinya diam saya .


" Maaf terlambat " Jordan juga Fadli datang di acara makan malam ini .


" Bunda juga baru sampai " jawab Bunda


Barra terheran kenapa kedua ajudannya ini juga berada di sini . Tapi Barra hanya diam tak ingin bertanya . Membiarkan berbagai pertanyaan berlalu lalang di dalam pikirannya .


Raya terkejut melihat kedua lelaki tampan itu juga berada di sini .


Bukannya ini hanya makan malam untuk dirinya juga keluarga Barra .pikir Raya


" Mari makan dulu " ajak Bunda Hanna .


Kini semuanya menyantap makanan mereka masing masing . Hening hanya ada dentuman sendok dan garpu yang saling beradu .


" Apa pekerjaan kamu ? " tanya Bunda Hanna kepada Raya

__ADS_1


" Saya dulu model tante , tapi semenjak saya hamil saya sudah tidak bisa berkarir lagi " ucap Raya sedikit sendu


" Tapi saya bahagia karena anak yang saya kandung ini anak Barra , lelaki yang saya cintai " tambahnya lagi


Bunda Hanna hanya mengangguk sebagai jawaban . Barra enggan menanggapi karena dari tadi Ayahnya enggan untuk menyapanya atau menatapnya saja tidak . Yang ada di pikiran Barra apakah Ayahnya akan mempercayai wanita ini .


" Apa benar ini memang anak Barra ? " tanya Jordan


" Ini memang anak Barra . Aku punya bukti buktinya " ucap Raya sedikit teriak tak terima .


" Apa cuma selembar foto dapat di jadikan bukti ? " tanya Jordan lagi


" Apa anda mencurigai saya ? Saya bisa menjamin ini anak dari Barra " Raya kukuh dengan pendiriannya.


" Baik jika selembar foto bisa di jadikan bukti apa ini juga bisa di jadikan bukti ? "Jordan melempar lembaran foto Raya yang sedang tidur dengan berbagai pria . Di sana juga ada seorang produser yang menjadikan Raya sebagai model .


Raya memelototkan matanya shok dengan apa yang ada di depan matanya itu .


" Bukan ini bukan saya ? " teriak Raya histeris lalu mengambil semua foto itu lalu merobek satu persatu foto itu .


" Silahkan rusak semua foto foto ini , karena saya masih punya banyak " ucap Jordan santai sambil menyantap makanannya.


" Apa kalian sengaja menjebak ku ? Ini memang anak Barra " teriaknya lagi tak terima


" Lakukan tes DNA ! " ucap Ayah Arga yang dari tadi diam Saja namun tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya . Ia hanya fokus terhadap makanannya .


" Tapi ini masih kecil jadi berbahaya jika di lakukan tes DNA " belanya


" Saya yang akan melakukannya , Saya seorang dokter apa kamu lupa " Jordan melirik Raya sekilas dengan senyum mengejeknya .


" Saya tidak mau , ini namanya pembunuhan . Saya tidak mau jika anak saya kenapa napa "


" Jika tidak , kami akan menuntutmu dalam pencemaran nama baik dan juga fitnah , penipuan . Karena apa ? Karena anak yang ada dalam kandungan mu itu belum tentu anak Barra " Ucap Bunda Hanna yang dari tadi sangat geram .


" Baik saya akan melakukan tes DNA " ucap Raya sendu melirik ke arah pria yang dari tadi diam saja . Yang dilirik hanya diam tanpa merespon


" Baik kita akan melakukannya besok pagi jam 9 . Dan hari ini kamu bisa tinggal di apartemen yang sudah saya siapkan . Di sana juga ada yang akan mengawasi mu nantinya " jelas Jordan .


" Baiklah sudahkan , Kami permisi dulu " pamit Jordan juga Fadli .

__ADS_1


Kedua pria itu juga membawa Raya , Raya hanya pasrah begitu saja mengikuti ke dua pria tampan di depannya ini .


Kini keluarga Alexander sedang berada di dalam mobil kecuali Barra , dia lebih memilih pulang ke apartemennya .


__ADS_2