
Di bandara keluarga besar Darmawan dan Alexander sudah berada di sana untuk menjemput anak mereka itu . Kecuali Papi Edo dan juga Ayah Arga . Mereka berada di kantor karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda. Begitu juga Oma yang masih berada di jakarta begitu antusias untuk menjemput cucunya itu . Karena dia begitu ingin segera memiliki cicit .
" Kenapa mereka belum juga sampai ? " tanya Oma .
" Sebentar lagi bu " ucap Mami maya meyakinkan .
Dan tak berselang lama Barra dan Bella sampai. Mereka segera menghampiri keluarga mereka .
" Kakak ipar " teriak Bianca ketika menatap Bella dari ke jauhan .dan menghampiri Bella .
" Jangan peluk peluk . Istriku sedang lelah " tolak Barra .
" Pelit " deses Bianca .
" Posesif " gumam Reno yang berada di belakang mereka .
" Sudah sana " usir Barra kepada Bianca .
" Sayang kamu ini . Ayo ca " ucap Bella lalu menggandeng adik iparnya itu .
" Kakak . Seandainya Kakak aku tuh kak Bella , pasti aku beruntung banget . Sayang kenapa aku harus memiliki kakak yang seperti suami kakak " ucap Bianca mengadu kepada Bella
__ADS_1
Bella hanya tersenyum melihat kakak beradik itu selalu saja berdebat . Tapi di balik semua itu Barra maupun Bianca saking perhatian satu sama lain . Mungkin dengan cara itu mereka menunjukkan kasih sayang nya satu sama lain .
" Kalian pasti lelah Ayo segera masuk mobil " ucap Bunda yang mengendarai mobilnya bersama Bianca sedangkan mami Maya dan Oma memilih membawa supir pribadi .
" Baik bun " jawab Bella karena suaminya itu pasti hanya diam saja . Mereka menggunakan mobil mereka sendiri . Dengan Reno yang menjadi supir pribadi mereka .
" Sayang apa aku masih bisa bertemu jin dan jun " tanya Bella
" Jangan harap " hawab Barra sedikit kesal .
" Aku hanya ingin berteman dengan mereka , lagian mereka terlihat lucu itu saja " ucap Bella lalu menatap ke arah keluar jendela .
" Jin dan jun si kembar itu ? " tanya Reno
" Mereka memang selalu bisa mencairkan suasana . Dan juga pandai di bidan IT " ucap Reno .
" Iya waktu itu dia menciptakan pesawat yang ada remotnya , dan mereka mengambilkan kelapa muda untukku menggunakan itu " ucap Bella antusias
" Cuma gitu doang " lirih Barra .
Bella yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya . Bagaimana bisa dengan seorang pengawal dia cemburu .
__ADS_1
" Ren , mana tap gue " ucap Barra .
Bella yang menatap ke arah luar jendela tertidur . Karena terlalu lelah berada di perjalanan .
" Bar di perusahaan punya janda itu bikin masalah . Ternyata mereka melakukan pencucian uang yang mengakibatkan proyek kita juga terbengkalai " ucap Reno.
" Kecilkan suaramu sedikit . Istriku tidur " ucap barra namun matanya masih fokus ke tapnya .
" Kita bahas nanti setelah di rumah " ucap Barra lagi .
" Baiklah bos " ucap Reno yang menatapnya ke spion mobilnya .
Setelah menempuh perjalanan yang cukup akhirnya mereka sampai di kediaman Barra dan Bella . Keluarga mereka mampir sebentar sebelum memutuskan untuk pulang karena sudah malam dan tidak ingin menganggu Barra dan Bella karena Bella sudah tertidur .
Barra langsung menidurkan Bella ke dalam kamarnya . Setelah itu Barra kembali keluar dan Reno sudah menunggunya untuk membahas pekerjaan yang tertunda .
" Kita lihat dulu sampai di mana mereka melakukan tindakan kebohongannya itu . Tapi tetap pantau jangan sampai lengah . Dan juga kumpulkan bukti buktinya dulu baru kita bertindak . Siapa yang ikut dalam penipuan itu . Dan siapa dalangnya " ucap Barra .
" Oke . Kita sudah mendapatkan beberapa bukti . Tinggal menyelidiki siapa saja yang ikut dan dalang di balik ini " ucap Reno.
" Gue udah tau siapa dalangnya . Dan ini akan agak sedikit rumit " ucap Jordan
__ADS_1
" Lo bisa gak kalau masuk ngomong dulu . Kayak tuyul lo " kesal Reno seraya melempar kertas yang ada di tangannya .