Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 80


__ADS_3

" Kamu harus membantuku menjatuhkan perusahaan milik Barra " ucap Johan


" Tapi kita sudah merusak proyek itu , dan . dan uangnya sudah aku serahkan ke kamu semuanya " ucap Lina yang tak lain janda yang dulu mengejar Reno .


" Baiklah . Kalau tidak aku akan membawa anakmu " ucap Johan .


Ya Johan dulu sebenarnya adalah seorang duda dan Lina itu adalah mantan istri dari Johan . Mereka di karuniai seorang putri. Dan tidak ada yang mengetahui hal itu , jika Johan dulunya seorang duda karena dia seorang pria yang sangat licik .


" Jangan pernah sentuh anakku sedikitpun . Aku tidak akan tinggal diam jika sampai kamu menyentuh anakku " Lina mencoba memperingati Johan .


" Hahaha" suara gelak tawa Johan terdengar di setiap sudut apartemen itu .


" Simpan tenaga mu itu . Lakukan apa yang aku minta " Johan lalu melangkahkan kakinya menuju pintu keluar .


" Sebenarnya ada urusan apa kamu dengan Tuan Barra . Tidak sembarang orang yang bisa mengalahkannya , bahkan tidak ada yang berani . Tapi kamu ada masalah apa dengannnya? " Lina ingin tahu .


" Jangan ikut campur urusanku . Lakukan saja tugasmu " setelah mengatakan itu Johan lalu pergi dari apartemen Lina .


Kalian yang mengakibatkan rumah tanggaku hancur . Jika saja Barra menikahi wanita sialan itu , pasti aku akan tetap bersama Fika dan tidak akan sesulit ini hidupku . batin Johan .


" Kenapa aku harus bertemu lagi dengan pria baj****n itu " kesal Lina .


" Mama akan selalu berjuang untukmu nak " ucap Lina seraya membayangkan wajah sang putri .


Sementara di tempat lain . Barra dan juga sahabatnya itu kini sedang berada di ruangan Barra . Mereka sedang membahas proyek yang juga uang yang di cuci oleh Lina .


" Sekarang kita sudah tahu dengan jelas masalahnya . Kita tinggal menunggu bertemu dengan wanita itu " ucap Barra


" Jika dia masih tidak buka mulut kita akan menggunakan cara lain kalian paham itu " lanjut Barra .


" Oke kita Paham " jawab Reno dan Jordan .


" Dan ternyata mereka seorang mantan suami dan istri . Tapi kenapa mereka bercerai " ucap Reno .

__ADS_1


" Itu karena Johan sudah memiliki mangsa yang lebih , banyak uang dan juga membuatnya sukses . Jadi dia tega meninggalkan anak dan istrinya waktu itu " ucap Jordan .


" Dan lebih jahatnya lagi dia juga menjual Raya di club malam . Tapi salutnya dia tidak membiarkan Raya sampai tidur dengan pria pria hidung belang itu " jelas Jordan lagi .


" Iya kayak lo dulu . Pria hidung belang " ucap Reno .


" Kalau gue beda , Gue itu membantu menghangatkan ranjang mereka yang kedinginan . Tapi itu dulu , karena Jordan yang sekarang sudah menjadi pria sejati " ucapnya bangga .


" Ya terserah lo " ucap Reno .


tok tok tok


" Permisi pak , ada bu Lina yang ingin bertemu dengan bapak " ucap Sisil .


" Pucuk di cinta ulam pun tiba " ucap Jordan .


" Hem " jawab Barra .


Setelah kepergian Sisil .


" Kok lo diem bae , gak lancar acara pdktnya ? " ucap Jordan seraya tersenyum mengejek .


" Bingung gue , dia itu susah banget di deketin . Padahal orang tuanya udah oke . Apalagi lihat wajah rupawan gue . Tapi mantannya itu yang bikin gue gedeg . Setiap gue lagi jalan sama doi , pasti ada dia . Gue yakin dia mata matain gue . Tapi gue udah minta orang buat mastiin dia kagak nyuruh orang buat mata matain gue atau Sisil " ucap Reno frustasi .


" Sabar mungkin dia bukan jodoh lo " ucap Jordan lalu berdiri dari duduknya .


" Lo sahabat laknat, sahabat lagi kesusahan bukannya di hibur malah bahagia " kesal Reno .


Barra kini sudah bertemu dengan Lina di ruang meeting ya . Di sana juga ada Jordan dan Reno yang turut menghadiri rapat kali ini .


" Hay mas Reno . Lama tidak bertemu tambah ganteng saja " ucap Lina yang masih seperti dirinya sebelumnya .


" Jago akting juga ya lo . Gue gak suka basa basi. Gue tahu apa yang lo lakuin dalam proyek kerjasama peeusahaan kita . Dan lo sudah makan uang itu . Lo ngelakuin itu untuk diri lo sendiri atau orang lain . Kalau untuk lo gue rasa lo cukup mampu dalan keuangan . Atau lo emang suka godain cowok buat bisa nebalin kantong lo " ucap Reno sadis

__ADS_1


" Maaf ya pak saya tidak paham dengan apa yang bapak katakan " ucap Lina masih belum mengakuinya .


" Baiklah kalau lo pura-pura amnesia "ucap Jordan


Jordan lalu memutar sebuah vidio ke sebuah layar yang berada di ruangan itu . Dan juga menampilkan beberapa foto dan juga rekaman suara antara Lina dam seorang pria .


" Saya tahu anda seorang ibu dari seorang putri . Saya yakin anda perempuan baik-baik . Tidak mungkin melakukan hal menjijikan itu untuk makan anak anda " Ucap Barra yang sebenarnya tahu kalau Lina hanya takut anaknya di sakiti oleh Johan .


Lina justru menangis tersedu sedu di sana . Dia justru merasa sudah melakukan hal yang sangat fatal . Mendengar ucapan ketiga pria tampan di depannya ini membuatnya merasa tertampar .


" Jika anda mau jujur , saya akan membantu melindungi anak anda dan anda dengan selamat . Jika tidak anda tahu apa yang akan saya lakukan " Barra cukup tenang dalam menyampaikan ucapannya . Tapi itu justru seperti tikaman yang tajam bagi Lina .


Siapa yang tidak mengenal Barra pebisnis yang terkenal kejam dan tanpa ampun itu .


" Sa . sa .. saya di suruh orang Tuan . Saya tidak ingin anak saya tersakiti apa lagi di bawa oleh pria brengsek itu . Sa.. Saya tudak punya pilihan lain . Saya seorang ibu , saya akan melakukan apapun asal anak saya tidak tersakiti dan selalu aman . Bahkan orang yang saya minta untuk menjaganya tidak mampu mengalahkan pria itu " ucap Lina dengan masih isak tangis .


" Siapa ? " tanya Barra dingin .


" Tapi saya mohon jika saya mengatakan ini . Anda berjanji kepada saya bahwa anak saya akan tetap aman berada di sisi saya dan tidak akan ada yang menyakitinya " ucap Lina sungguh sungguh .


" Apa kami orang yang tidak bisa di percaya . Saya rasa anda lebih paham dari kami " ucap Reno .


" Baiklah yang memberi saya perintah adalah Johan " jawab Lina terbata .


" Saya mohon Tuan ampuni saya . Saya salah , tapi saya melakukan itu demi anak saya Tuan." ucap Lina memohon .


" Pergilah dan tetaplah berakting sementara waktu . Saya pastikan anak anda aman " ucap Barra .


" Terima kasih Tuan " ucap Lina lalu menundukkan kepalanya .


Setelah Lina pergi dari ruangan itu Barra dan juga sahabatnya itu masih berada di sana .


" Hanya tikus kecil " gumam Barra .

__ADS_1


__ADS_2