
" Lo cari mati ya " umpat Sisil kesal .
" Gue cuma mau ngomong sama lo , itu doang " ucap Andre yang ternyata mengikuti Sisil .
" Gue udah gak ada urusan sama lo . Dan gue minta sama lo . Jangan pernah muncul lagi di hadapan gue" ucap Sisil . Lalu masuk kedalam mobilnya ,meninggalkan Andre . Andre tidak lagi mengejar karena saat itu orang orang berkerumun melihat perdebatan mereka .
Sisil lalu melajukan mobilnya dengan bibir yang tak hentinya menggerutu .Dila hanya diam mendengarkan gerutuan Sisil .
" Dasar pria brengsek . Kenapa sih harus muncul di hadapan gue sekarang . Kenapa juga harus ketemu juga " Sisil lalu memukul setir mobilnya .
" Maaf saya tidak bisa mengontrol emosi saya . Kamu bisa untuk tidak membicarakan ini nanti di perusahaan . Ini sungguh memalukan " ucap Sisil ketika mulai sadar jika ada orang di sampingnya .
" Ibu tenang saja . Saya tidak akan mengatakan apapun dan menyebar gosip "ucap Dila seraya memperagakan tangannya mengunci mulutnya sendiri .
" Terima kasih " ucap Sisil tulus .
Setelah beberapa saat kini mereka sampai juga di perusahaan . Dan kembali melakukan pekerjaan masing masing .
***
Berbeda lagi dengan pengantin baru ini . Keduanya menghabiskan waktu berdua untuk berjalan jalan sebelum memutuskan untuk pulang ke kediaman Alexander .
" Sayang kita cari rumah sekalian saja . Mumpung masih libur " ucap Bella .
" Aku terserah kamu saja sayang , yang penting kamu tidak lelah " ucap Barra seraya mengelus rambut Bella .
Bella lalu mengangguk sebagai jawaban . Kini keduanya memutuskan untuk mencari rumah yang juga berada di sekitar komplek kedua orang tuanya .
" Sebenarnya aku sudah punya sayang yang di dekat rumah Ayah dan Bunda . Rumah itu ada di gang yang sama dengan rumah Bunda " ucap Barra
" Oke kita ke sana " ucap Bella.
__ADS_1
" Tapi kalau kamu mau yang lain juga gak apa apa " ucap Barra .
" No . Itu saja , nanti kita tinggal mendekor ulang jika tidak sesuai dengan keinginan kita " ucap Bella
" Baiklah permaisuri ku " ucap Barra lalu melajukan mobilnya ke rumah yang sudah siap huni itu . .
" Apa lama jika sedang ada tamu ? Kapan selesainya ? " tanya Barra
"Mungkin sekitar satu minggu , dua minggu , satu bulan " ucap Bella asal . Lalu melirik ke arah suaminya itu .
...itu tamu bulanan atau abis lairan Bel ? batin Author ....
Barra melorotkan matanya syok mendengar ucapan istrinya itu . Sedangkan Bella terlihat menampakkan wajah serius tanpa ada tanda tanda jika saat ini dia hanya bercanda .
" Kenapa ? " tanya Bella tanpa merasa bersalah .
" Kenapa lama sekali ? Apa tidak ada obat yang bisa menghentikannya ? " tanya Barra sungguh sungguh .
" Mana ada . Itu sudah kodrat sayang . Ya gak adalah obatnya . Lagian kalau tidak ada tamu bulanan mana bisa hamil " ucap Bella sekenanya .
Apa selama itu ? Nanti aku harus tanyakan kepada Jordan . batin Barra .
Bella tersenyum senang dalam hati . Sebenarnya tidak tega mengerjai suaminya itu . Tapi Bella berniat untuk memberi kejutan nanti jika sudah saatnya .
Sesampainya di rumah yang ternyata berada tidak jauh dari rumah Ayah Arga . Yaitu di depan rumahnya Ayah Arga .
Bella merasa terkejut yang ternyata rumah itu berada tepat keluarga Alexander .
" Ini ? di sini ? " tanya Bella heran .
Barra menganggukkan kepalanya . Barra mengerti rasa keterkejutan Istrinya itu .
__ADS_1
" Bukannya di sana kemaren seperti ada yang menghuni ya ? " tanya Bella .
" Itu hanya tukang bersih bersih saja . Rumah itu sudah aku buat lama . Dulu aku ingin membuat rumah yang jauh dari rumah Bunda . Tapi Bunda selalu merengek dia tidak mau jauh jauh dari anak anaknya nanti jika sudah menikah . Dia ingin setiap bertemu tidak perlu menggunakan mobil . Cukup jalan kaki . Karena di sini ada yang seperti itu . Makanya Bunda juga ingin " ucap Barra .
" Ayo turun " ajak Barra .
" Emm " ucap Bella .
Keduanya kini turun lalu masuk menyusuri setiap isi rumah. Melihat lihat apa yang ingin di benahi oleh Bella .
" Kenapa semua isi rumah ini barang barang yang aku suka ? " Tanya Bella.
" Karena aku tahu kamu yang akan menjadi istri aku . Makanya aku mendesain rumah ini sesuai kesukaan kamu . Apa masih perlu ada yang di rubah lagi ? Ada tambahan ? Kamu bisa bilang " ucap Barra .
Bella lalu berhambur kedalam pelukan suaminya itu . Pria yang selalu membuatnya tersenyum dan berbuat semaunya dan itu membuat Bella bahagia . Barra membalas pelukan Bella dengan sayang .
" Terima kasih sayang . Kamu selalu menjadikan aku orang yang paling bahagia di dunia ini . I Love you Barra " ucap Bella seraya mendongakkan kepalanya menatap manik Barra dengan tulus .
" I love you too sayang " ucap Barra lalu mencium bibir Bella dengan lembut . Ciuman itu terlihat mesra , karena itu terjadi di lantai atas . Banyak para pekerja yang berlalu lalang yang tidak sengaja menatap ke arah ke duanya .
Bella lalu memukul dada Barra karena terlalu lama dan kehabisan oksigen .
" Jangan seperti ini bagaimana jika ada yang lihat " ucap Bella .
" Ayo kita lanjut di kamar " Barra lalu menggendong tubuh Bella dan membawanya masuk ke dalam kamar yang akan menjadi kamar mereka berdua .
" Aaaaa " teriak Bella ketika Barra tiba tiba mengangkat tubuh Bella .
" Lihat itu yah . Anak kita sudah tidak sabar saja . Menantu kita lalu di gendong .Bunda jadi ingat waktu kita baru jadi pengantin baru " ucap Bunda yang datang ke rumah Barra . Karena waktu di luar rumah Bunda melihat mobil Barra masuk ke rumah yang ada di depannya itu .
" Sudahlah Bun . Ayok kita pulang . Ngapain juga kita ikut ke sini . Itu urusan anak muda " ucap Ayah Arga lalu menarik tangan istrinya itu untuk pulang .
__ADS_1
" Ayah juga ingin ya seperti mereka " ucap Bunda Hanna genit .
" Bunda " ucap Ayah Arga yang terkejut dengan ucapan istrinya . Bisa bisanya istrinya itu mengatakan hal yang tidak seharusnya di katakan untuk orang di usianya .