Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 66


__ADS_3

" Lo cari mati ya " umpat Sisil kesal .


" Gue cuma mau ngomong sama lo , itu doang " ucap Andre yang ternyata mengikuti Sisil .


" Gue udah gak ada urusan sama lo . Dan gue minta sama lo . Jangan pernah muncul lagi di hadapan gue" ucap Sisil . Lalu masuk kedalam mobilnya ,meninggalkan Andre . Andre tidak lagi mengejar karena saat itu orang orang berkerumun melihat perdebatan mereka .


Sisil lalu melajukan mobilnya dengan bibir yang tak hentinya menggerutu .Dila hanya diam mendengarkan gerutuan Sisil .


" Dasar pria brengsek . Kenapa sih harus muncul di hadapan gue sekarang . Kenapa juga harus ketemu juga " Sisil lalu memukul setir mobilnya .


" Maaf saya tidak bisa mengontrol emosi saya . Kamu bisa untuk tidak membicarakan ini nanti di perusahaan . Ini sungguh memalukan " ucap Sisil ketika mulai sadar jika ada orang di sampingnya .


" Ibu tenang saja . Saya tidak akan mengatakan apapun dan menyebar gosip "ucap Dila seraya memperagakan tangannya mengunci mulutnya sendiri .


" Terima kasih " ucap Sisil tulus .


Setelah beberapa saat kini mereka sampai juga di perusahaan . Dan kembali melakukan pekerjaan masing masing .


***


Berbeda lagi dengan pengantin baru ini . Keduanya menghabiskan waktu berdua untuk berjalan jalan sebelum memutuskan untuk pulang ke kediaman Alexander .


" Sayang kita cari rumah sekalian saja . Mumpung masih libur " ucap Bella .


" Aku terserah kamu saja sayang , yang penting kamu tidak lelah " ucap Barra seraya mengelus rambut Bella .


Bella lalu mengangguk sebagai jawaban . Kini keduanya memutuskan untuk mencari rumah yang juga berada di sekitar komplek kedua orang tuanya .


" Sebenarnya aku sudah punya sayang yang di dekat rumah Ayah dan Bunda . Rumah itu ada di gang yang sama dengan rumah Bunda " ucap Barra


" Oke kita ke sana " ucap Bella.

__ADS_1


" Tapi kalau kamu mau yang lain juga gak apa apa " ucap Barra .


" No . Itu saja , nanti kita tinggal mendekor ulang jika tidak sesuai dengan keinginan kita " ucap Bella


" Baiklah permaisuri ku " ucap Barra lalu melajukan mobilnya ke rumah yang sudah siap huni itu . .


" Apa lama jika sedang ada tamu ? Kapan selesainya ? " tanya Barra


"Mungkin sekitar satu minggu , dua minggu , satu bulan " ucap Bella asal . Lalu melirik ke arah suaminya itu .


...itu tamu bulanan atau abis lairan Bel ? batin Author ....


Barra melorotkan matanya syok mendengar ucapan istrinya itu . Sedangkan Bella terlihat menampakkan wajah serius tanpa ada tanda tanda jika saat ini dia hanya bercanda .


" Kenapa ? " tanya Bella tanpa merasa bersalah .


" Kenapa lama sekali ? Apa tidak ada obat yang bisa menghentikannya ? " tanya Barra sungguh sungguh .


" Mana ada . Itu sudah kodrat sayang . Ya gak adalah obatnya . Lagian kalau tidak ada tamu bulanan mana bisa hamil " ucap Bella sekenanya .


Apa selama itu ? Nanti aku harus tanyakan kepada Jordan . batin Barra .


Bella tersenyum senang dalam hati . Sebenarnya tidak tega mengerjai suaminya itu . Tapi Bella berniat untuk memberi kejutan nanti jika sudah saatnya .


Sesampainya di rumah yang ternyata berada tidak jauh dari rumah Ayah Arga . Yaitu di depan rumahnya Ayah Arga .


Bella merasa terkejut yang ternyata rumah itu berada tepat keluarga Alexander .


" Ini ? di sini ? " tanya Bella heran .


Barra menganggukkan kepalanya . Barra mengerti rasa keterkejutan Istrinya itu .

__ADS_1


" Bukannya di sana kemaren seperti ada yang menghuni ya ? " tanya Bella .


" Itu hanya tukang bersih bersih saja . Rumah itu sudah aku buat lama . Dulu aku ingin membuat rumah yang jauh dari rumah Bunda . Tapi Bunda selalu merengek dia tidak mau jauh jauh dari anak anaknya nanti jika sudah menikah . Dia ingin setiap bertemu tidak perlu menggunakan mobil . Cukup jalan kaki . Karena di sini ada yang seperti itu . Makanya Bunda juga ingin " ucap Barra .


" Ayo turun " ajak Barra .


" Emm " ucap Bella .


Keduanya kini turun lalu masuk menyusuri setiap isi rumah. Melihat lihat apa yang ingin di benahi oleh Bella .


" Kenapa semua isi rumah ini barang barang yang aku suka ? " Tanya Bella.


" Karena aku tahu kamu yang akan menjadi istri aku . Makanya aku mendesain rumah ini sesuai kesukaan kamu . Apa masih perlu ada yang di rubah lagi ? Ada tambahan ? Kamu bisa bilang " ucap Barra .


Bella lalu berhambur kedalam pelukan suaminya itu . Pria yang selalu membuatnya tersenyum dan berbuat semaunya dan itu membuat Bella bahagia . Barra membalas pelukan Bella dengan sayang .


" Terima kasih sayang . Kamu selalu menjadikan aku orang yang paling bahagia di dunia ini . I Love you Barra " ucap Bella seraya mendongakkan kepalanya menatap manik Barra dengan tulus .


" I love you too sayang " ucap Barra lalu mencium bibir Bella dengan lembut . Ciuman itu terlihat mesra , karena itu terjadi di lantai atas . Banyak para pekerja yang berlalu lalang yang tidak sengaja menatap ke arah ke duanya .


Bella lalu memukul dada Barra karena terlalu lama dan kehabisan oksigen .


" Jangan seperti ini bagaimana jika ada yang lihat " ucap Bella .


" Ayo kita lanjut di kamar " Barra lalu menggendong tubuh Bella dan membawanya masuk ke dalam kamar yang akan menjadi kamar mereka berdua .


" Aaaaa " teriak Bella ketika Barra tiba tiba mengangkat tubuh Bella .


" Lihat itu yah . Anak kita sudah tidak sabar saja . Menantu kita lalu di gendong .Bunda jadi ingat waktu kita baru jadi pengantin baru " ucap Bunda yang datang ke rumah Barra . Karena waktu di luar rumah Bunda melihat mobil Barra masuk ke rumah yang ada di depannya itu .


" Sudahlah Bun . Ayok kita pulang . Ngapain juga kita ikut ke sini . Itu urusan anak muda " ucap Ayah Arga lalu menarik tangan istrinya itu untuk pulang .

__ADS_1


" Ayah juga ingin ya seperti mereka " ucap Bunda Hanna genit .


" Bunda " ucap Ayah Arga yang terkejut dengan ucapan istrinya . Bisa bisanya istrinya itu mengatakan hal yang tidak seharusnya di katakan untuk orang di usianya .


__ADS_2