Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 90


__ADS_3

" Aku hanya ingin melihat kak Barra . Apa salahnya . Aku juga keluarganya " ucap Anes yang yiba-tiba saja datang .


" Maaf nona , tapi ini permintaan dari pemilik rumah untuk tidak mengganggu . Dan juga tidak menerima tamu yang tidak dikenal " ucap pak Agus Scurity di kediaman Barra .


" Apa kamu tidak dengar tadi aku bilang aku adalah saudaranya juga " kesal Anes .


" Mohon maaf nona . Saya tidak bisa melanggar perintah " tegas pak Agus .


Sedangkan Bianca yang sedang berada di ruang rapat mendengar kebisingan di luar rumah Barra . Karena penasaran Bianca melihat dari atas .


" Wah anaconda . Ngapain dia ke sini " gumam Bianca .


" Aku mau masuk " Anes tetap berusaha untuk masuk ke dalam rumah Barra .


" Jika nona tetap ngotot , saya akan bertindak tegas terhadap nona " ucap Pak Agus


Anes sudah ke habisan tenaga juga karena scurity itu benar-benar tidak ingin membukakan gerbang untuknya .


Anes melihat ke atas ke arah Bianca yang juga sedang menatapnya dari atas .


" Hay bib, aku ingin masuk tapi tidak di ijinkan oleh orang ini . Tolong kasih tahu dia bi kalau kita saling mengenal " teriak Anes .


" Dasar tak tahu malu . Sudah beristri juga kakak gue masih aja gatel " desis Bianca heran dengan perempuan tak tahu malu itu .


" Pak Agus , Saya peringatkan untuk tidak membukakan pintu untuk wanita itu . Jika dia datang lagi langsung laporkan saja ke polisi " teriak Bianca lalu masuk kembali ke ruang meeting .

__ADS_1


" Siapa dia ngaku-ngaku kenal sama gue " kesal Bianca .


Anes sangat tidak menyangka jika Bianca benar-benar tidak menyukainya . Hanya karena sebuah kesalahan .


" Anda dengar sendiri nona . Anda boleh pergi " ucap Pak Agus lalu meninggalkan Anes sendiri .


" Gue akan balas semua ini . Lihat saja nanti " ucap Anes lirih . Anes lalu masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan kediaman Barra .


Anes melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi . Dia berhenti di sebuah rumah tua tapi masih terlihat bagus .


" Apa kalian tidak bisa melakukan pekerjaan sepele saja . Cuma menculik wanita saja kalian kalah . Apa lagi Johan sekarang tertangkap oleh mereka .Bodoh " teriak Anes dengan kesal .


" Kami sudah semaksimal mungkin nona . Tapi ternyata lawan kita bukan orang sembarangan . Dengan mudahnya mereka menemukan kita . Padahal di sana adalah tempat yang jauh dari penduduk . Bahkan hanya ada pepohonan " ucap salah satu orang yang bekerja dengan Anes .


Pria-pria kekar itu hanya bisa pasrah . Karena mereka tidak ingin keluarganya tersakiti oleh wanita iblis itu .


***


" Sayang kamu belum sembuh " ucap Bella karena suaminya itu sudah mulai ke sana dan ke sini .


" Aku tidak apa-apa sayang . Hanya sebentar saja " ucap Barra dengan suara yang mulai serak .Dan terjadilah pertempuran di siang hari .


Jordan yang tadinya ingin mengetuk pintu kamar Barra dia urungkan karena mendengar suara laknat dari dalam kamar itu.


" Apa kalian tidak bisa menyalakan kedap suara . Sungguh menganggu orang saja " teriak Jordan dari luar kamar .

__ADS_1


Sementara di dalam kamar itu Bella mendengar teriakan Jordan ingin menghentikan suaminya . Tapi Barra justru membuat suara Bella semakin terdengar dari luar .Ya Barra memang sengaja melakukannya .


" Wah dasar Barra sialan " teriak Jordan Lagi lalu melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana .


Bianca juga naik ke anak tangga menuju kamar Barra . Jordan yang melihat itu segera lari untuk menahan Bianca supaya tidak naik di mana kamar Barra berada . Jika Bianca mendengar bisa saja akan banyak pertanyaan untuk Jordan nanti .


" Ayo turun , di atas tidak baik untuk kesehatan kita "ucap Jordan lalu menutup telinga Bianca dan mengajaknya turun .


" Ihhh . Kaka apa-apaan sih .Aku itu mau tanya sama Barra Berre . Itu laporannya sudah bener belum. Anggaran yang di ajukan sudah sesuai atau belum " ucap Bianca yang merasa kesal dengan Jordan .


" Nanti saja .Ayo " ucap Jordan tetap menutup telinga Bianca .


" Kakak ini kenapa sih , aneh tau nggak . Aku cuma ingin bertemu dengan kak Barra sebentar . Memangnya dia lagi ngapain sih ? " tanya Bianca .


" Ca lo masih ansk kecil . Udah yang penting lo pengen kan cepet-cepet jadi aunty . Jadi sekarang pulang sana bobok . Atau ke perusahaan kerja cari cuan " ucap Jordan mengusir Bianca .


" Aku gak mau pergi mau ketemu sama Kak Barra ihh . Awas " ngotot Bianca


" Ini . Buat jajan " ucap Jordan seraya memberikan benda pipih yang di dalamnya berisi sejumlah uang .


" Oke aku pergi , dari tadi kan enak " ucap Bianca dengan senyum yang terus mengembang .


" Untuk lo udah gue anggap seperti adek gue kalau enggak , udah gue bejek-bejek lo . Gini amat nasib-nasib jomblo " Ucap Jordan lalu kembali ke kamarnya .


" Gue harus minta ganti rugi ni ke Barra " ucap Jordan .

__ADS_1


__ADS_2