
" Aku hanya ingin melihat kak Barra . Apa salahnya . Aku juga keluarganya " ucap Anes yang yiba-tiba saja datang .
" Maaf nona , tapi ini permintaan dari pemilik rumah untuk tidak mengganggu . Dan juga tidak menerima tamu yang tidak dikenal " ucap pak Agus Scurity di kediaman Barra .
" Apa kamu tidak dengar tadi aku bilang aku adalah saudaranya juga " kesal Anes .
" Mohon maaf nona . Saya tidak bisa melanggar perintah " tegas pak Agus .
Sedangkan Bianca yang sedang berada di ruang rapat mendengar kebisingan di luar rumah Barra . Karena penasaran Bianca melihat dari atas .
" Wah anaconda . Ngapain dia ke sini " gumam Bianca .
" Aku mau masuk " Anes tetap berusaha untuk masuk ke dalam rumah Barra .
" Jika nona tetap ngotot , saya akan bertindak tegas terhadap nona " ucap Pak Agus
Anes sudah ke habisan tenaga juga karena scurity itu benar-benar tidak ingin membukakan gerbang untuknya .
Anes melihat ke atas ke arah Bianca yang juga sedang menatapnya dari atas .
" Hay bib, aku ingin masuk tapi tidak di ijinkan oleh orang ini . Tolong kasih tahu dia bi kalau kita saling mengenal " teriak Anes .
" Dasar tak tahu malu . Sudah beristri juga kakak gue masih aja gatel " desis Bianca heran dengan perempuan tak tahu malu itu .
" Pak Agus , Saya peringatkan untuk tidak membukakan pintu untuk wanita itu . Jika dia datang lagi langsung laporkan saja ke polisi " teriak Bianca lalu masuk kembali ke ruang meeting .
__ADS_1
" Siapa dia ngaku-ngaku kenal sama gue " kesal Bianca .
Anes sangat tidak menyangka jika Bianca benar-benar tidak menyukainya . Hanya karena sebuah kesalahan .
" Anda dengar sendiri nona . Anda boleh pergi " ucap Pak Agus lalu meninggalkan Anes sendiri .
" Gue akan balas semua ini . Lihat saja nanti " ucap Anes lirih . Anes lalu masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan kediaman Barra .
Anes melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi . Dia berhenti di sebuah rumah tua tapi masih terlihat bagus .
" Apa kalian tidak bisa melakukan pekerjaan sepele saja . Cuma menculik wanita saja kalian kalah . Apa lagi Johan sekarang tertangkap oleh mereka .Bodoh " teriak Anes dengan kesal .
" Kami sudah semaksimal mungkin nona . Tapi ternyata lawan kita bukan orang sembarangan . Dengan mudahnya mereka menemukan kita . Padahal di sana adalah tempat yang jauh dari penduduk . Bahkan hanya ada pepohonan " ucap salah satu orang yang bekerja dengan Anes .
Pria-pria kekar itu hanya bisa pasrah . Karena mereka tidak ingin keluarganya tersakiti oleh wanita iblis itu .
***
" Sayang kamu belum sembuh " ucap Bella karena suaminya itu sudah mulai ke sana dan ke sini .
" Aku tidak apa-apa sayang . Hanya sebentar saja " ucap Barra dengan suara yang mulai serak .Dan terjadilah pertempuran di siang hari .
Jordan yang tadinya ingin mengetuk pintu kamar Barra dia urungkan karena mendengar suara laknat dari dalam kamar itu.
" Apa kalian tidak bisa menyalakan kedap suara . Sungguh menganggu orang saja " teriak Jordan dari luar kamar .
__ADS_1
Sementara di dalam kamar itu Bella mendengar teriakan Jordan ingin menghentikan suaminya . Tapi Barra justru membuat suara Bella semakin terdengar dari luar .Ya Barra memang sengaja melakukannya .
" Wah dasar Barra sialan " teriak Jordan Lagi lalu melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana .
Bianca juga naik ke anak tangga menuju kamar Barra . Jordan yang melihat itu segera lari untuk menahan Bianca supaya tidak naik di mana kamar Barra berada . Jika Bianca mendengar bisa saja akan banyak pertanyaan untuk Jordan nanti .
" Ayo turun , di atas tidak baik untuk kesehatan kita "ucap Jordan lalu menutup telinga Bianca dan mengajaknya turun .
" Ihhh . Kaka apa-apaan sih .Aku itu mau tanya sama Barra Berre . Itu laporannya sudah bener belum. Anggaran yang di ajukan sudah sesuai atau belum " ucap Bianca yang merasa kesal dengan Jordan .
" Nanti saja .Ayo " ucap Jordan tetap menutup telinga Bianca .
" Kakak ini kenapa sih , aneh tau nggak . Aku cuma ingin bertemu dengan kak Barra sebentar . Memangnya dia lagi ngapain sih ? " tanya Bianca .
" Ca lo masih ansk kecil . Udah yang penting lo pengen kan cepet-cepet jadi aunty . Jadi sekarang pulang sana bobok . Atau ke perusahaan kerja cari cuan " ucap Jordan mengusir Bianca .
" Aku gak mau pergi mau ketemu sama Kak Barra ihh . Awas " ngotot Bianca
" Ini . Buat jajan " ucap Jordan seraya memberikan benda pipih yang di dalamnya berisi sejumlah uang .
" Oke aku pergi , dari tadi kan enak " ucap Bianca dengan senyum yang terus mengembang .
" Untuk lo udah gue anggap seperti adek gue kalau enggak , udah gue bejek-bejek lo . Gini amat nasib-nasib jomblo " Ucap Jordan lalu kembali ke kamarnya .
" Gue harus minta ganti rugi ni ke Barra " ucap Jordan .
__ADS_1