Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 85


__ADS_3

" Lo hidup Bar " teriak Jordan yang terkejut Barra mendadak batuk .


" Awas lo jack sampai godain istri gue . Gue kebiri lo saat itu juga " ucap Barra yang tiba-tiba sadar lalu memperingati Jack . Tapi lucunya dia kembali tak sadarkan diri setelah memberi peringatan kepada Jack .


" Hahaha " gelak tawa terdengar . Jack dan Jordan sungguh merasa heran kepada Barra yang justru sadar hanya karena Jack menyukai Bella


" Kalau lo tidak sadar dan tidak segera sembuh gue bakal rebut Bella dari lo " ucap Jack .


" Gue juga , gue juga siap menerima jandanya Bella " ucap Jordan ikut memberi usul .


" Kalian ya , bener-bener jahat tahu gak . Lagian ya , gue juga gak mau sama kalian " tolak Bella mentah-mentah .


Akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit terdekat di sana . Para perawat segera menangani Barra . Jack yang tadi sudah di keluarkan pelurunya oleh Jun tinggal membersihkannya saja .


" Dok tolong lakukan yang terbaik untuk suami saya " ucap Bella .


" Saya pasti akan melakukan tugas saya semaksimal mungkin nona . Bersabarlah , suami nona pasti suami yang kuat " jawab dokter nury menenangkan .


" Terima kasih " ucap Bella lemah .


" Barra pasti kuat . Lo liat tadi dia aja sadar . Gitu doang " ucap Jordan mencoba menghibur Bella .


Bella hanya menoleh sekilas lalu tersenyum sekilas .


Sementara Reno dan Sisil yang mendapat kabar jika Bella di culik dan juga Barra terluka segera menyusul dimana Barra berada . Tadinya Sisil hanya berniat menemui Reno dan meminta persetujuan karena Barra tidak ada tapi , ketika Sisil masuk . Reno sedang berbicara dengan seseorang mungkin itu dari Jordan . Dan dari sambungan telpon itu mengatakan jika Bella di culik dan Barra terkena tembakan . Setelah mendengar sahabatnya di culik Sisil segera meminta Reno untuk mengantarnya ke sana . Jika tidak Sisil bertekat akan menyusul sendiri . Reno bersedia mengantar tapi dengan syarat supaya Sisil jangan dulu memberi tahu kedua orang tua mereka , Bella maupun Barra . Jika kedua Orang tua Bella dan Barra tahu masalahnya pasti akan lebih rumit lagi . Ya mungkin mereka sendiri sudah tahu sebenarnya tanpa di beri tahu .


" Bella " teriak Sisil lalu memeluk sahabatnya .


Sisil lalu menghampiri Bella lalu memeluk ya . Bella menangis di dalam pelukan Sisil . Air mata yang dia tahan sedari tadi akhirnya tumpah juga .


" Lo sabar ya , Barra pasti bisa melalui ini" ucap Sisil menenangkan .


" Tapi lo nggak papa kan ? " tanya Sisil seraya memperhatikan setiap sisi pada tubuh Bella .

__ADS_1


Bella hanya menggelengkan kepalanya . Meskipun pipinya masih terasa ngilu karena di tampar oleh Johan tadi .


" Lo di tampar y sama pria brengsek itu . Kurang ajar , gue nggak akan biarin dia bebas begitu saja setah ini " kesal Sisil lalu menyentuh pipi Bella .


" Udah nggak papa . Sekaran dia sudah aman , gue minta Jack untuk di sembunyikan fi tempat biasa " ucap Bella lirih takut Jordan dan Reno mendengar .


" Oke . Tapi lo harus di obatin dulu " ucap Sisil


" Enggak gue nggak mau . Gue mau nungguin Barra di dini " tolak Bella .


" Nggak usah ngebantah deh . Bentar doang . Gini aja gue panggil dokternya ke sini " ucap Sisil .


" Biar gue panggilin " ucap Reno .


" Dokter yang bagus " ucap Sisil .


Reno tidak menjawab lalu berlalu begitu saja dan mencari dokter yang di butuhkan oleh Bella .


" Tsk " Sisil berdecak .


" Nona " ucap Jack .


Bella yang tahu jika Jack sudah bicara formal pasti ada sesuatu . Bella hanya menoleh ke arah Jack seakan menjawab 'apa'


" Tuan Darmawan menanyakan keadaan nona " ucap Jack .


" Papi pasti tahu kalau aku baik-baik saja " dengan linangan air matanya . Sisil segera menarik Bella ke dalam pelukannya . Bagaimanapun Bella saat ini butuh kekuatan dan juga kedua orang tuanya . Dan juga Bella begitu dekat dengan kedua orang tuanya , apalagi sang Papi yang akan bersedia melakukan dan menuruti setiap keinginan Bella . Putri semata wayangnya . Tapi Bella tetap berusaha tegar dan kuat .


" Tadi Tuan dan Nyonya sebenarnya ingin menyusul ke sini .Karena ini sudah larut saya meminta mereka agar tenang dan ke sini besok pagi saja . Apalagi di sini cuacanya dingin dan kadang jalanan berkabut . Bahaya jika di gunakan untuk berkendara " ucap Jack .


" Tidak papa Jack " Jawab Bella lirih .


Tidak lama pandangan Bella semakin kabur dan tak sadarkan diri di pelukan Sisil .

__ADS_1


" Bell . Bella .. Bella bangun Bel " teriak Sisil dengan air mata yang membasahi wajah ayunya .


" Biar gue angkat " ucap Jordan lalu membawa Bella ke ruangan yang berisi seorang dokter juga perawat .


" Bella pasti kelelahan . Dan bagaimanapun kejadian tadi pasti membuatnya tertekan juga takut . Itu hal wajar . Tugasmu hanya membuat dia tenang supaya tidak terlalu memikirkan kejadian tadi " ucap Reno lalu memeluk Sisil .


Jack masih berada di ruangan tempat Barra berada . Jika di minta pasti Jack akan ikut bersama nona mudanya itu yang sudah di anggap oleh adiknya sendiri itu . Tapi karena tidak ada yang menunggu Barra Jack memilih tinggal .


" Jika ingin melihat Bella ke sana saja tidak apa . Ada gue " ucap Jordan yang kembali menunggu Di ruangan Barra . Meskipun di sana juga ada beberapa pengawal yang mengawasi ruangan Barra .


Barra begitu berarti bagi Jordan maupun Reno . Sikap tegas Barra ya meskipun cenderung pendiam tanpa kata . Tapi jika sudah berkata pasti yang di ajak bicara akan mengikuti seperti terhipnotis . Ya itulah keunggulan Barra .


" Bagaimana dengan sahabat saya dok " tanya Sisil ketika dokter sudah selesai memeriksa Bella .


" Nona tenang saja , Teman anda hanya sedikit trauma dan juga kelelahan . Sebentar lagi sahabat nona juga akan sadar" jelas dokter ambar .


" Dia wanita yang kuat , kamu tahu itu " ucap Jack yang baru sampai di ruangan Bella .


" Gue tahu , dia yang terbaik . Wanita hebat , mungkin kalau gue udah panik dari tadi " ucap Sisil .


" Apa tadi kata dokter ?"tanya Jack yang pandangan matanya menatap ke arah Belka .


" Dia sedikit trauma dan kelelahan " ucap Sisil


Setelah beberapa saat Akhirnya Bella juga sadar .


" Dimana aku " tanya Bella seraya memegang kepalanya .


" Lo tadi pingsan .Udah lo tiduran dulu tubuh lo masih belum baik-baik aja " ucap Sisil memperingati .


" Gue mau ke sana " pinta Bella


" Tapi kata dokter kamu di minta istirahat duli bel " ucap Sisil .

__ADS_1


" Dia tidak akan menurut . Panggikan dokter dan minta satu kursi roda untuk Bella "


__ADS_2