Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 93


__ADS_3

" Bar sekarang Raya sudah pergi bersama seorang pria yang di duga itu kekasih Raya selama Raya menikah dengan Johan , ya pria inilah yang menolong Raya dari jeratan Johan . Sepertinya pria ini juga dari kalangan biasa " ucap Jordan ketika mereka sudah berada di ruang kerja Barra .


" Ya semoga dia bisa hidup bahagia " ucap Barra .


" Ya " jawab Jordan .


" Lo sudah rela ? " ucap Barra .


" Gue sudah berusaha merubah dia tapi dia tidak mau berubah " ucap Jordan .


" Tapi dia sebenarnya juga tidak ingin seperti itu " ucap Barra .


" Aku tahu itu . Mamanya yang terlalu berambisi untuk menjadi orang kaya . Jadi dia mencoba untuk menjodohkan dia denganmu ya , seperti waktu itu . Tapi seharusnya mamanya merasa bahagia sekarang sudah mendapatkan papa . Sampai dia rela membuang anaknya " ucap Jordan lalu menyalakan rokoknya menahan kekesalan di dalam hatinya . Luka yang sudah membekas bahkan mungkin sudah menjadi kerak .


" Itu sudah lama . Apa lo tidak ingin menjenguk bokap lo ? " tanya Barra . Barra tahu jika Jordan selama ini selalu mengawasi papanya . Bahkan Jordan tahu jika ibunya Raya hanya ingin menguasai harta Papanya . Jordan khawatir jika sampai terjadi sesuatu oleh sang papa , padahal Jordan sudah pernah mengatakan jika mamanya Raya bukan perempuan baik seperti yang di ketahui sang papa . Tapi justru sang papa lebih memilih perempuan ular itu .


" Dia pernah masuk rumah sakit . Dan kamu tahu yang menyebabkan om bram bisa berada di rumah sakit ?" tanya Barra lagi .


" Apa lo bakal diam saja kali ini . Lo harus berjuang demi papa lo , demi nyokap lo kalau lo memang sudah tidak peduli dengan bokap lo . Tapi gue yakin lo masih peduli sama bokap lo , dan sekarang lo cuma kecewa " jelas Barra .

__ADS_1


" Gue pergi " ucap Jordan .


Barra hanya membiarkan Jordan pergi begitu saja . Barra tahu mungkin Jordan butuh waktu untuk memikirkan cara berbicara dengan papanya dan meyakinkan sang papa yang begitu mempercayai perempuan yang saat ini menjadi istrinya itu .


" Sayang makan malam sudah siap " ucap Bella .


Barra lalu berdiri dan menghampiri sang istri dan mencium keningnya .Pasangan suami istri itu lalu turun dan menuju meja makan .


" Hlo ngapain lo masih di sini ?" tanya Barra .


" Sayang kok ngomongnya gitu sih . Jordan kan juga lapar " ucap Bella .


" Lo kangen sama bini gue " bentak Barra


" Masakan bini lo Barra . Oh iya gue kemaren ngasih kartu kredit ke Bianca . Gila adik lo kalau belanja keterlaluan tahu gak . Lo harus ganti uang gue . Kalau gak lo yang bayar degh tagihannya " ucap Jordan lalu mengambil piring dan mengisinya .


" Itu karena lo yang selalu memanjakan dia . Itu urusan lo berdua ngapain jadi gue yang ganti rugi " ucap Barra lalu mengambil piring yang di berikan oleh Bella .


" Itu juga gara-gara lo . Masih juga sakit udah goyang aja lo . Mana suara bini lo kedengaran sampai di luar lagi . Kedap suara di kamar lo rusak " ucap Jordan kesal .

__ADS_1


" Enggak " jawab Barra sekenanya


" Kenapa gak lo nyalain Borokokok " kesal Jordan


" Biar lo denger " jawab Barra santai .


" Caca juga naik ke sana dan untungnya dia bisa gue bilangin . Dan gue suruh pergi dengan kartu kredit gue . Karena cuma itu yang bisa buat dia pergi " ucap Jordan .


" Syukurlah . Thanks ya " ucap Barra .


" Gue rasa suami lo gila deh bel . Kalau lo mau cari suami buat gantiin suami lo . Datang ke gue " ucap Jordan .


Barra lalu membanting sendoknya di piring .


" Ngajak berantem lo . Pergi lo dari rumah gue " ucap Barra lalu mengambil kembali garpunya.


" Sudah makan dulu , setelah itu mau berantem silahkan . Aku mau makan dengan tenang " ucap Bella .


Akhirnya Mereka bisa menikmati makanan dengan tenang .

__ADS_1


" Gue dapat kabar yang lebih mengejutkan " ucap Reno .


__ADS_2