
" Bar sekarang Raya sudah pergi bersama seorang pria yang di duga itu kekasih Raya selama Raya menikah dengan Johan , ya pria inilah yang menolong Raya dari jeratan Johan . Sepertinya pria ini juga dari kalangan biasa " ucap Jordan ketika mereka sudah berada di ruang kerja Barra .
" Ya semoga dia bisa hidup bahagia " ucap Barra .
" Ya " jawab Jordan .
" Lo sudah rela ? " ucap Barra .
" Gue sudah berusaha merubah dia tapi dia tidak mau berubah " ucap Jordan .
" Tapi dia sebenarnya juga tidak ingin seperti itu " ucap Barra .
" Aku tahu itu . Mamanya yang terlalu berambisi untuk menjadi orang kaya . Jadi dia mencoba untuk menjodohkan dia denganmu ya , seperti waktu itu . Tapi seharusnya mamanya merasa bahagia sekarang sudah mendapatkan papa . Sampai dia rela membuang anaknya " ucap Jordan lalu menyalakan rokoknya menahan kekesalan di dalam hatinya . Luka yang sudah membekas bahkan mungkin sudah menjadi kerak .
" Itu sudah lama . Apa lo tidak ingin menjenguk bokap lo ? " tanya Barra . Barra tahu jika Jordan selama ini selalu mengawasi papanya . Bahkan Jordan tahu jika ibunya Raya hanya ingin menguasai harta Papanya . Jordan khawatir jika sampai terjadi sesuatu oleh sang papa , padahal Jordan sudah pernah mengatakan jika mamanya Raya bukan perempuan baik seperti yang di ketahui sang papa . Tapi justru sang papa lebih memilih perempuan ular itu .
" Dia pernah masuk rumah sakit . Dan kamu tahu yang menyebabkan om bram bisa berada di rumah sakit ?" tanya Barra lagi .
" Apa lo bakal diam saja kali ini . Lo harus berjuang demi papa lo , demi nyokap lo kalau lo memang sudah tidak peduli dengan bokap lo . Tapi gue yakin lo masih peduli sama bokap lo , dan sekarang lo cuma kecewa " jelas Barra .
__ADS_1
" Gue pergi " ucap Jordan .
Barra hanya membiarkan Jordan pergi begitu saja . Barra tahu mungkin Jordan butuh waktu untuk memikirkan cara berbicara dengan papanya dan meyakinkan sang papa yang begitu mempercayai perempuan yang saat ini menjadi istrinya itu .
" Sayang makan malam sudah siap " ucap Bella .
Barra lalu berdiri dan menghampiri sang istri dan mencium keningnya .Pasangan suami istri itu lalu turun dan menuju meja makan .
" Hlo ngapain lo masih di sini ?" tanya Barra .
" Sayang kok ngomongnya gitu sih . Jordan kan juga lapar " ucap Bella .
" Lo kangen sama bini gue " bentak Barra
" Masakan bini lo Barra . Oh iya gue kemaren ngasih kartu kredit ke Bianca . Gila adik lo kalau belanja keterlaluan tahu gak . Lo harus ganti uang gue . Kalau gak lo yang bayar degh tagihannya " ucap Jordan lalu mengambil piring dan mengisinya .
" Itu karena lo yang selalu memanjakan dia . Itu urusan lo berdua ngapain jadi gue yang ganti rugi " ucap Barra lalu mengambil piring yang di berikan oleh Bella .
" Itu juga gara-gara lo . Masih juga sakit udah goyang aja lo . Mana suara bini lo kedengaran sampai di luar lagi . Kedap suara di kamar lo rusak " ucap Jordan kesal .
__ADS_1
" Enggak " jawab Barra sekenanya
" Kenapa gak lo nyalain Borokokok " kesal Jordan
" Biar lo denger " jawab Barra santai .
" Caca juga naik ke sana dan untungnya dia bisa gue bilangin . Dan gue suruh pergi dengan kartu kredit gue . Karena cuma itu yang bisa buat dia pergi " ucap Jordan .
" Syukurlah . Thanks ya " ucap Barra .
" Gue rasa suami lo gila deh bel . Kalau lo mau cari suami buat gantiin suami lo . Datang ke gue " ucap Jordan .
Barra lalu membanting sendoknya di piring .
" Ngajak berantem lo . Pergi lo dari rumah gue " ucap Barra lalu mengambil kembali garpunya.
" Sudah makan dulu , setelah itu mau berantem silahkan . Aku mau makan dengan tenang " ucap Bella .
Akhirnya Mereka bisa menikmati makanan dengan tenang .
__ADS_1
" Gue dapat kabar yang lebih mengejutkan " ucap Reno .