
" Wah cantik sekali siapa ini ?" tanya salah satu ibu ibu di sana yang bernama Dewi .
" Iya siapa ini " sahut ibu Rahma .
" Ini anak saya ibu ibu . Tadi dia baru selesai meeting dengan kliennya , gak sengaja ketemu jadi sekalian saya ajak kesini " jelas Mami Bella
" Selamat sore tante " sapa Bella kepada ibu ibu arisan itu juga menjabat tangan Bunda Hanna .
" Sepertinya pernah ketemu . Iya kan ? " tanya bunda Hanna. Karena waktu berpacaran dengan Barra keduanya sempat bertemu jika Bunda Barra datang ke tanah air untuk menjenguk sang putra.
" Iya tante saya Bella , temannya Barra " jelas Bella
" Wah kamu semakin cantik sayang " puji Bunda Hanna seraya memeluk Bella. " Apa kabar kamu sayang ? " seraya mengelus surai rambut Bella.
" Saya baik tante. Tante sendiri bagaimana ?"
siapa sih ini sok akrab banget batin Anes yang kesal melihat visual Bella yang begitu sempurna
" Alhamdulillah tante juga baik . Ayo duduk sini " Ajak Bunda Hanna
" Kok sudah kenal jeng dengan anak saya? " tanya Mami Bella
" Iya , dia berteman dengan anak saya . Mereka kuliah di fakultas yang sama iya kan sayang ? " jelas Bunda Hanna dengan senyumannya. Dia tahu jika anaknya dan Bella menjalin hubungan . Tapi dia hanya menjelaskan bahwa keduanya hanya sebatas teman. " Ternyata gadis cantik ini anak kamu Maya, pantas saja kalau melihat Bella seperti tidak asing " tambah Bunda Hanna yang masih menatap kagum Bella.
Apa Barra akhir akhir ini berubah karena sudah bertemu kembali dengan gadis ini . Jika iya aku sangat bersyukur batin Bunda Hanna
" Iya cantiknya menurun dariku Han " canda mami Maya
" Aku punya anak laki laki jeng kalau mau kita besanan " kata ibu Dewi yang sejak awal kagum dengan Bella
" Kalau saya tergantung dengan anak saya. Yang menjalani anak saya, asal pria itu baik menyayangi anak saya , anak saya juga begitu maka saya tidak bisa apa apa. Karena yang menjalani anak saya jeng " jelas Mami Maya dengan halus.
" Anak kamu kan cowok ya kan jeng ? " tanya ibu susi kepada Bunda Hanna
__ADS_1
" Iya anak saya laki laki " jawab Bunda Hanna dengan senyumnya
" Kenapa tidak di jodohkan saja "
" Seperti jeng Maya , saya selalu memberi kebebasan kepada anak saya asal itu yang terbaik . Jika itu Bella maka saya juga akan sangat senang sekali " kata Bunda Hanna seraya mengelus punggung Bella dengan lembut .
Apa apaan sih ini . Kenapa jadi gini sih , batin Anes yang merasa kalah dari Bella.
" Tante terlalu berlebihan " ucap Bella malu malu
" Ya sudah ayok kita mulai arisannya . Kenapa malah anak saya jadi rebutan begini . Anak saya sudah punya pacar " jelas Mami Maya yang ingin mengakhiri obrolan mengenai perjodohan anaknya.
" Siapa ? " tanya Bunda Hanna penasaran
" Ada nanti juga tahu "
Anak tante batin Bella
Acara arisan emak emak itu pun berjalan dengan ramai ya biasalah emak emak kalau kumpul. Dan yang mendapat Arisan ibu Dewi .
Arisan itupun berakhir dan para emak sosialita berpamitan untuk pulang ada juga yang berbelanja kebutuhan rumah .
" Sayang kapan kapan main ke rumah ya " kata Bunda Hanna
" Iya tante , insya allah Bella ke rumah " jawab Bella dengan senyum lembut miliknya
" Saya duluan ya Han " ucap Mami Maya
" Iya saya juga mau pulang. Hati hati di jalan May "
Merekapun memasuki mobil masing masing . Bella juga pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri karena saat meeting Bella memutuskan untuk pulang lebih awal karena tidak ada pertemuan. Ryan awalnya menawarkan diri untuk mengantar Bella tapi Bella menolaknya . Pada saat di kantor Bella merasa tidak enak badan dan wajahnya juga terlihat pucat.
Sedangkan di kota S , tempat Barra berada saat ini .
__ADS_1
" Apa bapak akan memberikan uang haram kepada anak dan istri anda " tanya Barra dingin . Kini Barra tengah duduk di kursi kebesarannya dan di sana ada karyawan yang bekerja sama dengan pak imam untuk melakukan korupsi .
" Ma.. maaf kan saya Tuan . Saya khilaf saya terbujuk oleh rayuan Pak imam . Sa.. saya harus membiayai kuliah anak saya dan membeli mobil baru " jelas Karyawan tersebut
" Apa jika ada yang berbuat curang terhadap keluarga anda , apa anda dengan mudahnya memaafkan ? Keluar dari sini sekarang juga " ucap Barra lalu berdiri ke arah jendela dengan Aura yang sangat dingin.
" Permisi Tuan " Pamit Reno yang keluar dari ruangan itu bersama aparat kepolisian juga karyawan yang kini terduduk dilantai menyesali tindakannya
" Saya minta maaf Tuan " sesal karyawan tersebut seraya menangis
Barra tak menjawab hanya diam tak peduli. Begitulah Barra jika ada yang berbuat salah maka dia akan sangat kejam dan tanpa ampun .
" Sepertinya akan memakan waktu beberapa hari di sini bos " ucap Reno setelah selesai mengurus karyawan tadi. Karena juga harus mencari pengganti untuk menggantikan manager keuangan .
" Apa ada kandidat yang bisa di percaya ? Kita ambil yang masih baru saja anak lulusan kuliah gak apa apa yang penting tahu arti tanggung jawab " jelas Barra kepada Reno
" Baik Tuan . Segera saya laksanakan " Reno segera keluar dari ruangan Barra
dasar bucin pasti gak mau jauh dari Bella . Nasib jomblo batin Reno
💌
Sayang sepertinya aku akan tinggal selama beberapa hari di sini. Jangan rindu ya . Cukup aku saja karena rindu itu berat kata dillan .
isi pesan Barra
💌
Iya sayang semoga lekas selesai urusan di sana .
balas Bella
Rasanya ingin segera pulang batin Barra
__ADS_1
Barra kembali melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk karena ulah karyawan tak tahu diri itu.