
Anes merintih kesakitan ketika merasakan tangannya ngilu akibat dia tertabrak oleh sebuah motor yang tidak sengaja melintas . Anes saat itu juga sedang bermain hp saat menyebrang jalan jadi ini juga salah Anes karena tidak berhati hati ketika berjalan . Tapi pria yang menabrak Anes juga bertanggung jawab dan membawa Anes kerumah sakit .
Anes lalu menghubungi Barra karena dia di sini hanya mengenal Barra dan keluarga Barra . Karena Barra tidak mengangkat telponnya , Anes lalu menelpon Ayahnya dan meminta tolong Ayahnya untuk menghubungi keluarga Barra .Anes berfikir kalau mungkin Barra tidak mau mengangkat telponnya .
Barra dan Bella baru saja sampai di rumah sakit . Reno langsung di sibukkan untuk mengecek di mana Anes di rawat dan juga administrasi Anes . Karena yang menabrak Anes itu orang yang tidak mampu . Barra dan Bella lalu menuju kamar rawat Anes . Dan di situ juga ada pria yang umurnya sudah kepala tiga .
" Bapak kenapa masih ada di sini ? " tanya Reno.
" Maaf tuan saja benar benar tidak sengaja , tadi nona itu juga tidak melihat kejalan . Karena nona itu fokus ke ponselnya " ucap Pria itu .
" Iya tidak apa apa . Kami sudah mengurus semuanya . Bapak boleh pulang " ucap Reno
" Yang benar Tuan ? Saya sungguh minta maaf " ucap pria itu lagi .
" Iya. Bapak boleh pulang . Kami yang akan urus " ucap Reno lagi .
Barra dan Bella duduk di kursi tunggu . Barra benar benar menyuruh Reno untuk menyelesaikan urusan Anes . Dia sama sekali tidak mau ikut campur .
" Gue mau pulang . Lo jaga dia sampai kedua orang tuanya datang " ucap Barra setelah masalah itu selesai .
" Yang benar saja " keluh Reno
" Ya terus gue yang nunggu sini . Gue naikin gaji lo " ucap Barra .
" Itu baru gue suka . Silahkan bos dan nyonya istirahat . Biar saya yang mengurus masalah ini " ucap Reno yang berubah manis .
" Dasar penjilat " ucap Barra lalu pulang bersama Bella.
Reno mengabaikan perkataan Barra . Ya karena sudah ada uang di depan mata jadi sudah tenang .
" Kita tidak masuk melihatnya ? " tanya Bella kepada Barra ketika keduanya berjalan melalui koridor rumah sakit .
__ADS_1
" Itu urusan Reno . Yang terpenting saat ini kita pulang . Aku lapar sayang . Apa kamu tidak kasian , lihat ini cacing di perutku sudah pada protes " ucap Barra memelas .
" Oke . Kita pulang " ucap Bella seraya menyederkan kepalanya di bahu Barra .
Sebenarnya di hati Bella banyak sekali pertanyaan untuk di tanyakan kepada Barra . Tapi Bella mengurungkan niatnya . Mungkin Barra tidak mau membahas masalah ini di sini . Jadi Barra mengalihkan pembicaraan .
Pasangan ini memang saling mengerti satu sama lain . Mungkin karena keduanya sudah lama bersama jadi hal sekecil apapun satu sama lain saling tahu dan pengertian .
***
Di perusahaan BR, Sisil di sibukkan dengan setumpuk pekerjaan yang sangat melelahkan itu . Tapi apalah daya , sisil tidak berani protes jika dengan Barra . Untung masih ada Ayah Arga yang membantu pekerjaan Sisil . Jika dengan Ayah Arga meskipun sifatnya sebelas dua belas dengan Barra tapi Ayah Arga tidak seperti Barra . Dia pasti akan memberikan sedikit kelonggaran dalam mengerjakan pekerjaan . jadi terlihat sedikit santai tapi justru itu membuat Sisil merasa segan . Tapi kalau Barra , selesai dengan cepat dan bagi Barra pekerjaan itu penting . Karena itu menyangkut banyak orang , dan semua itu bergantung kepada Perusahaannya itu .
" Huh , rasanya ingin ku menangis membayangkan . Betapa kejamnya perusahaan pada diriku " ucap Sisil seraya menyanyi
" Sisil nanti ada meeting dengan perusahaan sebelah . Sekitar jam 11 " ucap Ayah Arga seraya melihat jam di tangannya .
" Baik Tuan. Saya ke sana sendiri atau dengan Anda Tuan ? " tanya Sisil .Karena jika penting akan bersama Ayah Arga . Jika hanya membahas masalah yang tidak terlalu rumit Sisil pasti akan menghadirinya di temani bagian yang bersangkutan .
" Kamu di temani Dila ya nanti . Mereka meminta bertemu di restoran S " ucap Ayah Arga lalu kembali ke ruangannya .
Sisil lalu segera mempersiapkan dirinya dan juga berkas yang harus dibawanya di meeting nanti .
" Mbak Sisil sudah siap ? " tanya Dila yang menghampiri meja kerja Sisil
" Hemm . Iya sudah . Kita berangkat sekarang " ucap Sisil lalu membawa tas dan juga berkas berkas yang di butuhkan itu ..
Sisil dan Dila lalu masuk kedalam mobil dan menuju restoran yang telah di tentukan untuk meeting dengan perusahaan properti yang mengajukan kerja sana dengan perusahaan BR baru baru ini . Yang waktu itu masih Reno yang menemui .
Ketika sampai di tempat tujuan Sisil dan Dila segera turun dari mobil lalu menuju ruangan yang sudah di pesan oleh perusahaan properti itu .
" Permisi mbak , ini dari perusahaan Br ? " tanya pelayan di sana .
__ADS_1
" Iya mbak " jawab Sisil
" Mari saya antar Nona . Lewat sini " ucap pelayan itu ramah .
Sisil dan Dila segera mengikuti pelayan itu . Dan ketika sampai di ruangan yang sudah di pesan , Sisil dan Dila segera masuk . Di sana sudah terlihat pria berjas bersama seorang wanita yang sedang menunggu kedatangan pihak Peusahaan BR . Kedua orang itu duduk membelakangi Pintu masuk ruangan itu . Jadi Sisil dan Dila tidak bisa melihat keduanya .
" Permisi Tuan , Nona . Kami terlambat " ucap Sisil sopan .
" Iya tidak apa apa . Kami saja yang datangnya terlalu cepat " ucap pria itu lalu berdiri menghadap ke arah Sisil .
Sisil dan pria itu saling terdiam untuk beberapa saat . Keduanya sama sama terkejut karena sudah lama tidak bertemu lalu di pertemukan dengan posisi seperti ini . Sisil sungguh tidak menyangka bisa bertemu dengan pria yang sudah tega menyelingkuhiya itu . Sisil tidak menduga akan secepat ini dia bertemu dengan Andre . Mantan yang dengan teganya berselingkuh dengan wanita lain .
" Sisil " ucap Andre terkejut .
" Selamat siang pak . Kita bisa langsung kepada intinya saja " Sisil lalu duduk di depan Andre dan juga wanita yang juga datang bersama Andre itu . Dila lalu mengikuti Sisil duduk di samping Sisil .
jika bukan karena perusahaan gue udah pulang dari tadi .Muak banget liat wajah sok polos pria itu batin Sisil menggerutu.
Acara meeting berjalan dengan lancar . Sisil segera pamit karena memang sudah tidak ingin berlama lama berbincang dengan pria yang sudah tega menyakitinya itu.
" Tunggu Sisil " ucap Andre mencoba menghentikan langkah Sisil . Tapi Sisil terus melanjutkan langkahnya tidak peduli dengan panggilan Andre .
" Sisil tunggu ada yang perlu kita bicarakan " teriak Andre lagi . Karena Sisil sudah sedikit menjauh .
Sisil segera melanjutkan langkahnya sedikit lebar karena tidak ingin berbicara dengan pria itu lagi . Sisil lalu menuju mobilnya dan melajukannya , meninggalkan restoran itu . Dila hanya diam tanpa ingin bertanya . Baginya itu adalah masalah pribadi ya meskipun banyak pertanyaan di kepalanya .
" Dasar pria brengsek. Kenapa gue harus bertemu dia lagi sih " ucap Sisil .
Sisil lalu menoleh kearah Dila. Baru menyadari jika di mobil itu ada orang lain selain dirinya .
" Sorry " ucap Sisil kikuk.
__ADS_1
" Gak papa mbak " ucap Dila seraya tersenyum .
tin tin tin