
Setelah mengatakan itu Bianca lari ke kamarnya. Biarkan saja kakaknya itu penasaran dengan pertemuan tadi. Salah siapa kakaknya begitu dingin terhadapnya. Tidak lama sang kakak menggedor pintu kamar Bianca. Bianca pura pura tidak mendengarkan atau lebih tepatnya dia tidak peduli dengan gedoran dan juga teriakan sang kakak. Salah sendiri Barra mengabaikan dirinya pikir Bianca. Cukup lama Barra memanggil Bianca nun sang empunya hanya diam saja seolah tak mendengar teriakan sang kakak.
" Bianca apa yang kalian bicarakan ? Kenapa kalian bisa bertemu? Apa yang dilakukan Dimas dan Bella? Bianca keluar ! "teriak Barra. Sedangkan didalam kamar Bianca malah terkikik bahagia. Karena dia bisa mengerjai kakaknya.
" salah sendiri tadi dingin banget ke gue.. Ditanya ham hem ham hem " ckckckckck
" Bianca kalau lo gak keluar gue dobrak pintu lo " tambah Barra
" Salah sendiri tadi nyuekin gue "
" Bi , lo mau beli apa.. Lo boleh minta apapun yang lo mau. Pulau yang di negara J yang lo idam-idam kan itu ? Ya udah lah paling lo juga udah gak mau lagi kan "tiba - tiba ide Barra muncul . Dia tau apa yang membuat Bianca membukakan pintunya.
" Oke chacha keluar " teriak bianca dari dalam kamar dan disambut senyum smirk sang kakak. Begitu mudahnya memancing ikan ups adik dari sangkarnya burung kali ya.
" Kakak harus janji dulu sama chacha " ucap Bianca
" Oke. Ini gue telpon reno " sahut Barra dengan tegas karena dia cukup penasaran dengan Bella juga Dimas.
tut tut tut
__ADS_1
suara dering telepon reno
" ya hallo. Ada apa ?" jawab reno dari seberang teleponnya
" lo urus pulau yang di negara J . Sekalian atas nama Bianca . Sekarang "
" gu..
tut tut tut
" Sialan . Belum juga jawab udah di matiin. Dasar manusia kutub " umpat reno
" Kenapa bisa Dimas datang ? Apa yang di lakukan mereka berdua ?" Barra memberikan berondong pertanyakan kepada Bianca
" Gak tau tiba- tiba kak Dimas datang gitu aja. Mereka gak ngapain paling peluk doang. Dan kakak gak usah cemburu mereka itu sahabatan dari kecil. Lagian kakak tau sendiri masalah kemarin itu cuma kesalahpahaman saja. Jadi kakak gak usah cemburu. Lagian juga sudah bukan pacar kakak " timpal bianca mengingatkan Barra. Dan ucapan terakhir begitu lirih karena takut Barra marah. Tapi sebenarnya barra mendengarnya. Sedangkan Barra hanya menghela nafasnya dengan kasar. Karena ya benar mereka sudah tidak punya hubungan apapun. Dan yang mengakhiri Barra sendiri karena keegoisannya.
Barra bangkit dari tempat duduknya kemudian menuju kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya yang di rasa cukup lelah. Lelah karena Bella yang tiba tiba bertemu dengan Dimas belum juga masalahnya dengan Bella yang belum menemukan titik terang. Sampai dia tertidur dengan sendirinya.Bianca sebenarnya juga merasa kasian kepada kakaknya. Dan dia berharap semoga yang terbaik untuk keduanya. Bianca merasa keduanya masih saling mencintai. Apapun caranya bianca akan mencoba mempersatukan dua insan yang saling jatuh cinta tapi tidak bisa mengungkapkan.
***
__ADS_1
kring kring kring
Bunyi alarm di kamar seorang gadis cantik. Dia segera beranjak dari tempat tidurnya untuk melakukan ritual cantiknya. Meskipun Bella sudah cantik tapi dia tetap memoles wajahnya supaya lebih fress. Bella juga bukan tipe wanita yang suka berdandan dengan menor dan lebay menurut Bella. Jadi Bella hanya berdandan sekedarnya saja. Dandan seadanya aja sudah banyak yang mengantri apalagi jika dia bersolek dengan sungguh sungguh mungkin lalat pun tak mau pisah. Dirasa cukup dengan penampilannya Bella keluar dari kamarnya. Setelah itu dia memutuskan untuk segera berangkat kekantor setelah melakukan sarapan bersama kedua orang tuanya. Setelah tiba di perusahaan dia mulai berkutat dengan pekerjaan yang menumpuk apalagi kemaren dia tinggal. Bella termasuk pekerja keras dan apapun yang dia kerjakan harus sempurna dan benar benar beres. Dan hari ini mereka ada kunjungan proyek di kota B. Dan Bella harus mengikuti pak Bos yang tak lain adalah Barra sang mantan tercinta. Dikarenakan reno harus pergi ke perusahaan cabang di kota S. Di sana sedang ada masalah karena ada yang kedapatan korupsi uang perusahaan.
Barra juga baru datang tanpa menyapa Bella . Dia terlihat dingin dan tanpa ekspresi. Sedangkan Bella berdiri dan membungkukkan badannya karena bagaimanapun Barra adalah atasannya. Barra melakukan itu sebenarnya hanya ingin sedikit memberikan ruang agar Bella tidak terlalu takut jika didekatnya kalau Barra terlalu memaksakan Bella untuk mendengarkan Barra. Apalagi baru beberapa minggu mereka bertemu itupun tanpa disengaja, mungkin Bella masih merasa canggung juga belum siap bertemu dengan dirinya. Jika Barra terus mendesak Bella untuk mendengar penjelasanya lama lama Bella justru akan semakin menghindar kalau bertemu dengan Barra. Ini saja jika Barra meminta bantuan pasti Bella hanya akan melakukan seperlunya juga menjawab seadanya.
tok tok tok
" Masuk " bariton Barra dari dalam ruangannya
" Permisi pak nanti jam 9 kita harus meninjau proyek yang ada di kota B " ucap Bella
" Hmm " hanya itu jawaban dari Barra tanpa menoleh kepada Bella
ada apa dengannya tumben dingin banget ke gue . Udahlah bodo amat. Amat aja gag bodo hihihi. batin Bella
Sebenarnya Bella heran kenapa Barra berubah menjadi dingin kepadanya, karena biasanya dia akan selalu memintanya untuk mendengarkan penjelasannya. Kalau tidak dia akan meminta ini dan itu supaya dia bisa bertemu dengan Bella. Tapi kini tidak, Barra justru cuek dan berbicara seadanya . Tidak terlalu menyusahkan Bella, Dan Bella sangat senang karena tidak di bikin capek menurutnya. Tapi dalam benak Bella selalu bertanya tanya kenapa dengan Barra. Apa dia kerasukan jin pendiam ? Apa dia lagi PMS ? Upps tapi dia seorang pria tulen. Yah begitulah sebagian kecil dari pemikiran Bella karena masih banyak pertanyaan yang berlalu lalang yang bersliweran di pikiran Bella.
"Kenapa jadi mikirin dia sih. Ya udah sih dia cuek gitu malah jadi bisa kerja dengan tenang. Tapi aneh juga sih dia biasanya nyuruh nyuruh gue ini itu tapi ini irit bicara dingin banget lagi. Lebih parahnya gak liat gue sedikitpun. Arghh . " monolog Bella pada dirinya sendiri yang merasa aneh dengan tingkah Barra yang berubah 180 °
__ADS_1