Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 27


__ADS_3

Di perusahaan BR kini pagi pagi sudah ada keributan karena ulah Raya . Dia berusaha masuk ke dalam namun di cegah oleh keamanan , jika mereka meloloskan semua akan kena marah Barra. Raya terus memberontak mencoba untuk masuk kedalam gedung itu , bahkan berteriak memanggil nama Barra. Meski petugas keamanan tersebut menjelaskan bahwa Barra tidak ada di kantor .


" Jika tidak ada kemana di hah. Kalian jangan mencoba untuk membodohi ku ya , kalian pegawai rendahan jika saya sudah menjadi istri Barra kalian akan menyesal telah berbuat seperti ini " teriak Raya


" Tapi memang Tuan tidak ada di dalam. Memang pekerjaan kami hanya sebagai security tapi setidaknya kami melakukan pekerjaan halal bukan mengemis seperti apa yang anda lakukan " ucap petugas keamanan itu lalu berlalu dari sana.


" Dasar sok suci kalian " teriak Raya . Dia terus memaki karyawan di sana .


" Ada apa ini ? " tanya Arga , ayah Barra yang baru datang


" Ini Tuan nona ini membuat kerusuhan di sini dan selalu berteriak memanggil nama Tuan Barra " jelas petugas keamanan tersebut


" Sa.. Saya pacar Barra Tuan . Bahkan saya juga mengandung anaknya Tuan . Ini sa .. saya mempunyai hasil usg nya " ucap Raya tergagap


Ayah Arga mengerutkan dahinya heran , anaknya tidak mungkin melakukan kesalahan sedikitpun . Bahkan pada saat dia berjalanpun jika di depannya ada kerikil mungkin dia akan tahu . Jadi tidak mungkin Barra melakukan hal sekeji itu .


" Pergilah " Setelah mengatakan itu Ayah Arga berlalu dari sana. Raya tidak berani lagi berteriak melihat sikap dingin Ayah Arga.


Apa dia kecewa sehingga dia pergi begitu saja. Ini baru awal Barra . batin Raya lalu tersenyum miring dan pergi meninggalkan perusahaan tersebut . Dia sedikit lega setidaknya justru dia malah bertemu dengan Ayahnya Barra .


Ayah Barra kini berada di dalam ruangannya . Dia masih memikirkan ucapan Raya , Apa benar anaknya seperti itu ? Apa benar anak dalam kandungan Raya itu adalah cucunya ? Anak Barra ?


tut tut tut


" Ren , apa kamu kenal dengan wanita yang namanya Raya ? " tanya Ayah Arga


" Iya yah . Kenapa ayah bisa kenal dengan wanita itu ? " tanya Reno heran . Reno juga Jordan sudah dekat sedari kecil dengan Barra jadi keduanya sudah menganggap Ayah Arga seperti ayah mereka . Ayah Arga juga sudah menganggap keduanya sebagai anak , sebab Ayah Arga tahu betul bagaimana dengan kedua anak itu dengan keluarganya .

__ADS_1


" Wanita itu datang ke kantor dan bilang kepada Ayah , kalau dia mengandung anak Barra . Apa itu benar Reno ? " Ayah Arga bukan orang yang akan langsung berburuk sangka atau menilai sebuah masalah secara sepihak . Ayah Arga adalah ayah yang tegas dan berhati hati . Sifat Barra menuruni sifat sang Ayah.


" Apa ayah meragukan Barra ? Ayah tahu betul siapa Barra . Ayah tidak perlu khawatir Reno akan memastikan semua itu tidak benar " jawab Reno meyakinkan


" Baiklah . Ayah percaya kepadamu "


" Ayah tidak usah khawatir . Ayah Reno matikan dulu telponnya jika tidak ada yang penting lagi karena saat ini kami sedang meeting "


" Baiklah , lanjutkan pekerjaan kalian . Ayah serahkan semua ini kepada kalian. Pastikan jangan sampai Bunda kalian tahu , jadi segera selesaikan " titah Ayah Barra dengan tegas . Setelah itu Ayah Arga mematikan sambungan ponselnya .


***


" Siapa barusan ? " tanya Barra setelah mereka melakukan meeting untuk menggantikan karyawan yang lama. Barra ingin segera menyelesaikan masalah yang di kota S dan kembali ke kota J . Seminggu tidak bertemu rasanya seperti setahun .


" Ayah . Wanita itu datang ke perusahaan untuk menemui mu . Dan saat itu Ayah baru saja tiba di kantor , wanita itu mengatakan jika dia sedang mengandung anakmu " jelas Reno


" Tiket pesawat sudah saya pesankan Tuan . jam 3 sore nanti kita akan berangkat ke kota J " ucap Reno formal merasa takut jika Barra sudah seperti itu.


" Hmm " hanya deheman yang di berikan Barra sebagai jawaban.


Reno lalu pergi dari ruangan Barra . Dia segera menghubungi kedua sahabatnya yang lain untuk segera mengurus wanita gila itu .


" Jo , Tugas lo yang kemaren sudah nemu hasil belum sama Fadli . Wanita itu semakin berulah .Dan tadi sempat bertemu dengan Ayah " jelas Reno kepada Jordan dalam sambungan ponselnya .


" Oke semua sudah beres . Ayah pasti tidak akan mudah percaya gue tahu itu "


" Ya udah gue matiin dulu . Jangan rindu lo sama gue " setelah mengatakan itu Reno lalu matikan sambungan ponselnya seraya tertawa geli dengan ucapannya sendiri .

__ADS_1


Sejak dulu antara Barra , Reno dan Jordan selalu bersama , bahkan candaan mereka yang tak berfaedah itu menjadi pemikiran yang berbeda oleh teman kampusnya . Lebih tepatnya Reno dan Jordan , jika Barra hanya kadang kacang ketularan ketidak warasan sahabatnya .


" Dasar sahabat laknat " umpat Jordan saat Reno mematikan sahabatnya secara sepihak . " Dia pikir gue doyan laki apa . Kalau gue terbukti , kalau gue masih normal tapi mereka berdua . Kan gak pernah dekat sama cewek " pikir Jordan


Barra dan Reno kini sedang berada di pesawat menuju ke kota J . Barra sudah menyiapkan kejutan untuk sang kekasih . Dia tidak mengatakan kepada Bella kalau dia akan pulang hari ini . Bahkan dari tadi panggilan ataupun pesan dari Bella tidak ada yang di balas olehnya . Hanya satu pesan dan mengatakan kalau Barra sedang meeting itu pun tadi pagi .


Setelah sampai di Bandara Kota J , Barra dan Reno di jemput oleh sopir pribadi mereka . Dan menuju di kediaman Alexander .


" Asalamualaikum " sapa keduanya


" Walaikum salam " jawab Anes yang berada di luar saat itu . " Kak Barra baru datang ? Hai kak Reno " tanya Anes ramah


Barra hanya melirik sekilas tanpa menjawab . Sedangkan Reno tersenyum tapi tidak tahu arti dari senyuman itu lalu mengikuti Barra masuk ke dalam rumah .


" Kalian baru pulang ? Istirahat saja dulu nanti kita makan malam bersama " kata Bunda Hanna yang baru keluar dari dalam dapur . Barra dan Reno menghampiri Bunda Hanna dan mencium tangan sang Bunda .


" Barra tidak makan malam di rumah bun . Barra sudah ada janji " ucap Barra lalu baik ke atas menuju kamarnya .


" Mau kencan ya ? Wah anak Bunda sudah besar " goda Bunda Hanna


" Iya bun " jawab Reno lalu mengedipkan sebelah matanya . Dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya . Reno juga memiliki kamar di sana karena sering menginap di rumah Barra.


" Dasar anak nakal " ucap Bunda Hanna yang merasa senang jika anaknya sudah memiliki teman perempuan . Tapi berbeda dengan Anes yang merasa kesal mendengar candaan Reno dan juga sang tante .


Apaan sih . Kak Barra gak boleh jadi milik orang lain selain gue batin Anes dengan kesal.


Anes sudah menyukai Barra dari dulu meski Barra tidak pernah menanggapi semua itu . Anes selalu melakukan hal hal yang berlebihan untuk mendekati Barra . Dan itu sangat membuat Barra tidak menyukainya bahkan sebagai sepupu sekalipun .

__ADS_1


__ADS_2