Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 113


__ADS_3

Bella begitu kesal dengan Barra. Bagaimana tidak , seharusnya Barra bekerja tapi justru malah mengerjainya . Bella tertidur di kamar pribadi Barra hingga waktu jam pulang kerja . Barra masih setia menunggu sampai Bella terbangun . Dia tidak ingin membuat istrinya terbangun , karena Bella terlihat sangat lelah .


Barra menunggu Bella bangun juga mengerjakan pekerjaan yang tertunda dan juga memeriksa beberapa email yang masuk . Sisil juga tidak bisa di minta untuk lembur dengan alasan ada urusan mendadak . Tapi Barra tahu jika itu ada kaitannya dengan Reno . Jordan juga memberitahunya melalui chat di ponselnya .


Bella membuka matanya dengan perlahan . Tubuhnya yang masih polos itu terasa lelah . Hingga untuk bangun saja rasanya malas . Bella masih mengumpulkan tenaganya sebelum bergerak ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


Namun ketika Bella hendak menuju ke kamar mandi dengan selimut yang dia lilitkan , Barra lebih dulu masuk ke dalam kamar . Barra tadinya hanya ingin memastikan kalau istrinya sudah bangun atau belum .


" Sudah bangun sayang ?" tanya Barra


" Sudah tahu nanya " kesal Bella .


" Masih marah ? Sini aku bantuin "


Barra mendekat ke arah Bella hendak menggendong Bella namun Bella menolak . Bella takut jika nanti akan ada season ke dua di antara mereka .


" No . Aku mau mandi sendiri " ucap Bella seraya mengangkat tangannya untuk memberhentikan Barra .

__ADS_1


" Cuma mau bantuin sampai di kamar mandi sayang . Setelah itu aku keluar . Please jangan nething mulu " ucap Barra .


" Bukan nething sayang . Tapi lebih baik berhati-hati " jawab Bella .


Barra hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . Barra memang sering bilang hanya membantu ke kamar mandi . Tapi nanti setelah di dalam sudah beda cerita lagi .


Bella tahu betul bagaimana suaminya itu . Bella lalu melangkahkan kakinya yang masih terasa sedikit lemas akibat pertempuran bersama suaminya .


Barra lalu keluar dari kamar pribadinya setelah menyiapkan pakaian ganti untuk istrinya . Barra kembali mengecek pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi selesai . Ditinggal oleh Reno membuat Barra harus bekerja ekstra . Apalagi akhir-akhir ini pekerjaannya sedang banyak-banyaknya .


Belum lagi masalah Anes yang harus segera dia selesaikan supaya tidak lagi beban dan pengganggu di dalam rumah tangganya . Apalagi sekarang dia harus menjaga istri juga buah hatinya yang baru sebiji kacang itu .


Pintu kamar terbuka , Bella keluar dengan wajah yang lebih fress dan segar . Barra melihat istrinya yang semakin hari semakin cantik menurutnya .


" Sudah ?" tanya Barra lembut lalu mengecup bibir Bella sekilas .


" Hemm . Aku lapar " ucap Bella seraya mengelus perut ratanya .

__ADS_1


" Oke . Kita cari makan dulu sebelum pulang . Kamu mau makan apa ?" tanya Barra lagi .


" Nadi goreng seafood depan kampus " ucap Bella penuh semangat .


" Oke . Kita ke sana sekarang " jawab Barra lalu menggandeng tangan Bella untuk menuju mobil mereka .


Setelah di dalam mobil , Barra lalu mengendarai mobilnya dengan pelan . Menikmati setiap waktu berdua bersama sang istri . Mereka saling mengobrol mengenang masa kuliah mereka .


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai juga di depan tempat makan nasi goreng seafood langganan mereka dulu . Bella begitu antusias seperti ansk kecil yang mendapatkan permen .


" Ayo" ajak Barra .


" Aku mau pesan seperti biasa aja sayang . Masih sama nggak ya rasanya " ucap Bella .


" Jangan terlalu pedas . Sekarang di perut kamu ada penghuninya " Barra mengingatkan Bella . Karena Bella biasanya akan memesan nadi goreng yang begitu pedas . Pada dasarnya Bella penyuka makanan pedas . Tapi saat ini berbeda ,Bella harus lebih mengontrol makanannya . Tidak boleh sembarangan .


" Emm . yaa " ucap Bella lesu .

__ADS_1


" Barra " sapa seseorang ketika melihat Barra yang baru saja mau masuk bersama Bella .


__ADS_2