
Di kota jogja , saat ini sedang musim hujan .Ayu yang saat ini sedang berada di dalam mobil dan mengendarainya untuk pulang ke rumah . Tapi tanpa di duga ban mobil Ayu bocor . Dan saat itu jauh dari tempat untuk berteduh .
Bukankah itu Ayu . batin seorang pria yang tak sengaja juga melewati jalan yang sama .
" Kenapa berhenti " pria itu menurunkan kaca jendela mobilnya .
Ayu juga turut menurunkan kaca jendelanya melihat mobil di sampingnya berhenti .
" Kayaknya ban mobil aku kempes " teriak Ayu .
" Mobilnya kamu taruh situ aja . Pulangnya bareng aku " ucap Bisma memberi tawaran .
" Apa enggak papa ?" tanya Ayu ragu-ragu .
" Enggak papa , nanti biar di benerin orang bengkel langganan aku " ucap Bisma .
Ayu lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju . Ayu lalu berlari masuk menuju mobil Bisma , ketika Bisma sudah membukakan mobilnya
" Makasih ya, untung kamu lewat sini . Kalau enggak pasti aku kejebak di dalam mobil dan hujan lebat ini " ucap Ayu.
" Kamu ini bisa aja " ucap Bisma .
" Oma masih di jakarta ?" tanya Bisma lagi .
__ADS_1
" Iya . Oma betah di sana kayaknya " ucap Ayu lalu tersenyum mengingat sang Oma . Oma tidak mau pulang jika tidak ada kepentingan mendesak . Karena dia ingin menunggu sampai Bella mengandung hingga melahirkan cicit untuknya .
Bisma juga ikut tersenyum . Ya memang Oma Rahma sangat menyayangi Bella dan juga cucu-cucunya
" Mau langsung pulang atau pergi kemana dulu ?" tanya Bisma .
" Tadinya mau mampir belanja sekalian , tapi hujan . Besok aja deh gak papa " ucap Ayu takut merepotkan Bisma .
" Biar aku antar sekalian " ucap Bisma menawarkan diri .
" Enggak usah " tolak Ayu spontan .
" Udah nggak papa . Sekalian makan aku lapar " ucap Bisma
Kenapa sih kak sekarang kamu malah baik banget ke aku . Aku takut nanti nggak bisa ngontrol perasaanku lagi ke kamu . batin Ayu .
" Siapa ?" tanya Bella dalam sebuah sambungan ponsel Barra . Karena suaminya saat ini sedang mandi .
sambungan telpun itu lalu di matikan sepihak oleh pemanggil dengan nomor yang tak di kenal itu.
" Aneh " ucap lirih Bella lalu meletakkan ponselnya di atas nakas .
Bella lalu melanjutkan aktifitasnya yaitu menyiapkan pakaian ganti untuk Barra .
__ADS_1
Setelah itu Bella hendak merebahkan tubuhnya tapi lagi-lagi ponsel Barra kembali berbunyi . Bella hendak mengangkatnya ,tapi akhirnya dia urungkan melihat nomor ponsel yang sama dengan yang tadi . Merasa kesal saja setiap di angkat hanya diam saja , seolah mempermainkan dirinya .
" Kenapa tidak di angkat ?" tanya Barra kepada sang istri yang sedang berbaring di atas ranjang empuknya tapi tangannya masih memegang ponsel di tangannya .
" Malas , setiap aku angkat dia hanya diam tidak mau bicara . Mungkin perempuan. " ucap Bella tanpa mengalihkan pandangannya kepada Barra ..
Barra hanya tersenyum melihat tingkah istrinya . Dia lalu berganti baju yang telah di siapkan oleh sang istri tercinta
Barra lalu mengangkat ponselnya ketika kembali berdering .
" Halo " suara bas Barra keluar dan yang berada di seberang sana tersenyum bahagia bisa mendengar suara Barra .
" Iya , bagaimana kabar kamu ?" tanya Anes . Ya dan ternyata Anes yang menghubungi Barra dari tadi . Barra lalu membunyikan loudspekers Supaya Bella juga mendengar pembicaraan mereka . Tapi Barra memberi isyarat agar Bella tidak bicara .
Bella justru mengangkat bahunya acuh .
" Baik . Kenapa ? Jika tidak ada yang penting aku matikan . Kasian istriku sudah menunggu " ucap Barra tanpa rasa malu
Bellla .melototkan matanya tanda tidak terima dengan ucapan suaminya .
" Tunggu , aku mau cari kerjaan do sini apa ada kerjaan di perusahaan mu ?" ucap Anes semangat .
" Sayang sudah belum . Kenapa lama sekali , kalau gitu aku mau tidur saja " ucap Bella dengan gaya centilnya .Bella sengaja mengatakan itu supaya perempuan tidak tahu diri merasa terintimidasi .
__ADS_1
" Ah maaf sepertinya aku mengganggu " ucap Anes sok polos .
" Enggak ada kerjaan di kantor suami saya . Silahkan cari tempat lain " ucap Bella tegas lalu mematikan sambungan ponselnya . Dan setelah itu terjadilah malam penuh keringat oleh ke dua pasangan yang bisa saja membuat orang iri .