Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
Bonchap 11 (ngidam pentol )


__ADS_3

Hari ini Bella sudah siap rapi untuk pergi ke pasar sesuai ke inginannya . Dengan di temani Inem dan Totok suami Inem Bella baru di perbolehkan oleh Barra . Tidak masalah bagi Bella asal dia di perbolehkan untuk berbelanja di pasar .


Dari jarak jauh ada sebuah mobil yang senantiasa mengawasi Bella . Yaitu Jun dan Jin . Dua pria itu di minta Barra untuk mengawasi Bella . Dan Brian di awasi oleh Jack dari kejauhan . Barra selalu mengawasi setiap yang di lakukan oleh istri dan anaknya . Tidak ingin jika terjadi sesuatu yang di inginkan .


Tapi Bella tidak tahu jika suaminya memberinya bodyguard untuk menjaga dirinya . Yang dia tahu saat ini hanya pergi bersama Inem dan Totok .


Sebaliknya Inem dan Totok tahu jika ada yang orang yang memang di minta Barra untuk menjaga Bella .


" Aku mau itu dong bi . Yang bulet- bulet di motor itu " ucap Bella menunjuk seorang pedagang


" Owalah nyonya nyidam pentol ? " ucap Inem .


" Iya itu aku mau itu .Ayok " ajak Bella mendekat ke penjual pentol itu .


" Aku mau dong mang 3 porsi " ucap Bella .


" Saya tidak usah nyonya buat nyonya sama adek bayinya saja " ucap Inem .


" Memang ini bukan buat kamu "ucap Bella menoleh ke arah Inem .


" Oh .. Saya pikir untuk saya dan suami saya " ucap Inem tersenyum canggung .


" Haha saya bercanda . Ini untuk kalian " ucap Bella berhasil mengerjai ART nya .


Inem dan penjual siomay itu malah bengong mendengar tawa renyah Bella . Bella terlihat semakin cantik dari mana pun .


" Mang kok bengong " ucap Bella


" Neng nya cantik " ucap penjual pentolnya dengan polos .


" Haha mang bisa aja " ucap Bella dengan tawa nya


Sementara dari kejauhan Jun yang mendapat telpun dari bos nya dan meminta Jun untuk mengarahkan ponsel nya ke arah istrinya merasa kesal . Kenapa istrinya justru berbincang dengan seorang pria . Membuat hati Barra memanas melihat pemandangan yang begitu mengganggu penglihatannya .


" Awasi terus . Congkel matanya jika ada yang jelalatan melihat istri ku " ucap Barra lalu menutup sambungan ponselnya secara sepihak tanpa menunggu jawaban bawahannya .


Jun dan Jin mendengar ucapan Barra menelan ludahnya kasar .


" Apa dia bersungguh-sungguh ? " tanya Jin dengan bulu kuduk merinding .


" Entahlah . Yang terpenting kita saat ini harus mengawasi nyonya kita . Dari pada nyawa kita yang melayang " ucap Jun .


" Jangan bicara sembarangan " kesal Jin yang tahu betul bagaimana sifat Barra jika itu menyangkut Bella dan anaknya .


Apalagi saat ini Bella sedang mengandung anak keduanya .Barra terlihat semakin posesif semakin hari . Jika menyangkut keluarganya Barra akan lebih tegas lagi .


Bella terus menyusuri pasar yang lumayan dekat dengan tempat tinggalnya . Yang tadinya ingin mencari kedondong kini sudah ada beberapa kantong belanjaan di tangan Totok dan Inem . Dari buah , sayur dan lainnya Bella memilih sendiri .

__ADS_1


" Ternyata lebih murah di pasar ya bi daripada di swalayan . Buah dan sayur juga seger-seger " ucap Bella .


" Iya non . Ini kan baru di panen juga langsung di jual " ucap Inem yang memang terbiasa belanja di pasar tradisional .


Bella mengangguk setuju .


" Mang aku mau mangga dong . Tapi itu ada mangga muda nggak ?" tanya Bella kepada penjual buah mangga saja .


" Ada neng . Mau berapa kilo ?" tanya penjualnya .


" 3 kilo aja " ucap Bella .


" Kayak lagi ngidam aja neng beli mangga muda " ucap penjualnya .


" Iya memang lagi ngidam " jawab Bella dengan tersenyum .


" Neng geulis hamil ? Padahal masih terlihat kaya masih sekolah gitu . Ya kuliah " ucap penjualnya terkejut mendengar jawaban Bella .


" Saya sudah punya anak mang . Ini mau dua " ucap Bella seraya mengelus perut yang masih rata .


" Masa sih . Tapi masih cantik dan nggak kelihatan kalau udah punya anak " ucap penjual itu lalu memberi mangga yang di beli Bella .


" Sayang sudah ?" tanya sosok pria tampan berjas yang tiba-tiba datang ke pasar . Dan membuat gaduh para ibu-ibu di pasar .


Belum Bella yang membuat para penjual di pasar merasa kagum dengan visual Bella . Sekarang di tambah pria tampan yang tiba-tiba datang dan menghampiri Bella .


" Kok kamu di sini " tanya Bella yang merasa aneh .


" Aku nggak mau ibu dan anak aku kecapekan " jawab Barra lalu merangkul bahu Bella .


" Ini buat mamang " ucap Barra memberi dua lembar uang seratus ribuan .


" ini kebanyakan den " ucap penjual mangga tersebut .


" Ambil aja buat istri dan anak mamang " ucap Barra .


" Tapi saya duda den " jawabnya lesu .


" Buat cari pacar kalau gitu " ucap Barra asal .


" Kamu ini . Ada ada aja " ucap Bella mencubit pinggang Barra .


Barra menahan supaya dia tidak berteriak sakit . Bisa hilang kewibawaannya .


" Sudah ayo pulang atau ikut ke kantor ?" tanya Barra


" Ke kantor aja nggak papa . Udah lama nggak ke sana " ucap Bella .

__ADS_1


" Bi nanti anterin rujak buatan bibi ke kantor ya . Sekalian bawa Brian kalau sudah pulang sekolah . Bibi belum tahukan kantor daddy nya Brian . Sekali-kali main " ucap Bella .


" Dengan senang hati nyonya muda " ucap Inem berbinar .


Akhirnya mobil yang di tumpangi Barra terpisah dengan mobil yang di tumpangi oleh Totok . Barra mengemudi dengan hati-hati .


" Kamu ini sudah mau punya anak dua masih juga takut kalau aku lagi hamil pasti pelan-pelan bawa mobilnya " ucap Bella dengan memakan pentol di tangannya .


Dia juga menyuapkan pentol itu ke mulut suaminya .


" Demi kenyamanan sayang " jawab Barra .


" Dih alesan . Kamu ngapain ke pasar ? Nggak ada kerjaan di kantor ?" tanya Bella dengan bibir yang terus mengunyah .


" Ada . Cuma kepikiran terus sama kalian . Kamu sama anak kita yang ada di sini " ucap Barra mengelus perut rata Bella di balik kaos longgar nya .


" Owh " hanya itu jawaban Bella .


" Aku ngantuk . Nanti kalau udah sampai bangunin ya " ucap Bella lalu menutup matanya yang sudah berat .


" Tidurlah " ucap Barra .


Mobil Barra lalu melesat ke perusahaannya .


Bella masih tertidur pulas di jok penumpang . Mau membangunkan tapi Barra merasa kasian . Jadi Barra memilih untuk menggendong tubuh istrinya sampai ke ruangannya .


Para Karyawan yang berpapasan dengan Barra semakin mengagumi bosnya itu . Selain sayang istri dan anak . Barra termasuk hot daddy yang selalu di idamkan banyak karyawan nya sendiri . Bahkan tak jarang karyawannya yang pria juga merasa iri dengan kesempurnaan yang di miliki Barra .


Sudah tampan memiliki istri cantik . Anak juga tampan , apalagi perpaduan daddy dan mommy nya yang memang memiliki paras sempurna .Sukses di usia muda . Dan masih banyak lagi ...


" Hot daddy "


" Suami idaman "


" Gue juga mau di gendong " .


Dan masih banyak lagi yang mereka katakan


*******


Happy new years .. Semoga tahun baru ini akan menjadikan kita manusia lebih baik . Amin .


.Jangan lupa tinggalkan jejak ya .


like


komen

__ADS_1


vote


subscribe


__ADS_2