
" Ya sudah aku mau pulang . Mau shoping aja dari pada gak ada kerjaan " padahal Bella bukan tipe yang suka belanja . Mungkin saat ini dia benar benar penat .
Bella menuju sebuah mall yang terletak di kota Jogja . Bella berjalan ke sana ke mari entah apa yang dia cari . Setelah berjam jam berjalan ke sana ke mari bahkan sudah mengisi perutnya Bella memutuskan untuk pulang .
***
Di kota Jakarta di sebuah apartemen mewah terdapat seorang pria dengan baju yang acak acakan bahkan seperti tidak terawat . Barra , masih berada di apartemen tersebut tidak keluar bahkan untuk ke kantor . Yang menghandle urusan kantor Reno dan Sisil .
Jordan dan Fadli selalu mengecek keberadaan Bella . Tapi hasilnya selalu nihil . Hingga tanpa sengaja mereka bertemu seseorang yang dekat dengan Bella .
" Sampai di sini dulu pak meetingnya ,di pertemuan berikutnya kita sambung lagi " ucap Dimas menutup pertemuannya dengan kliennya .
" Baik pak saya permisi " jawab klien Dimas tersebut
Setelah kepergian klien dari Dimas , Jordan dan Fadli segera menghampiri Dimas yang masih duduk di sana bersama sekretarisnya yang sedang merapikan berkas berkas sisa meeting tadi .
" Hay Bro " sapa Jordan
" Yoii " jawab Dimas seraya melakukan tos ala cowok begitu juga dengan Fadli .
__ADS_1
" Lo sibuk gak ? " tanya Jordan basa basi
" Enggak udah kelar kerjaan gue . Ada perlu ? " jawab Dimas yang seakan tahu maksud Jordan
" Gini gue sebagai sahabat Barra cuma mau tahu tentang Bella " jelas Jordan
" Ada apa nih ? " tanya Dimas seraya mengerutkan dahinya
" Bella sudah hampir satu bulan tidak bisa di hubungi , kira kira lo tahu gak kemana dia ? "
" Mana gue tahu . Coba lo tanya sama bonyok nya " jawab Dimas
" Ya ada sedikit kesalahpahaman di antara Bella dan juga Barra . Kita sebagai sahabat hanya bisa membantu supaya masalah ini tidak berlarut " jawab Jordan
" Apa karena wanita itu mengaku hamil ? " terka Dimas
" Lo pasti tahu tanpa gue jelasin " jawab Jordan
" Lo selesaikan dulu tuh cewek baru lo tahu dimana Bella saat ini . Selebihnya gue gak bisa bantu . Gue harus kembali ke Surabaya karena gue udah pesen tiket . Sorry hanya itu pesan gue . Dan ini untuk Barra , selesaikan masalahnya dengan wanita itu baru pikir bagaimana untuk menemui Bella lagi " setelah mengatakan itu Dimas bangkit dari duduknya dan meninggalkan Jordan dan Fadli .
__ADS_1
Jordan dan Fadli masih duduk di tempatnya seraya memijit pelipisnya merasa pusing .
Di kantor BR , Reno dan Sisil di sibukkan dengan pekerjaan masing masing . Sisil sungguh kesal dengan Reno yang sejak datang di perusahaan selalu bertanya tentang keberadaan Bella . Seperti saat ini meskipun raga berada di dalam pekerjaan tapi pikiran masih bertanya di mana keberadaan Bella ..
" Apa an sih . Berhenti Lo gangguin gue terus " kesal Sisil yang melihat Reno berada di meja kerjanya .
" Gue pecat lo sekarang juga kalau Lo masih juga gak mau kasih tahu " ancam Reno
" Oke , dan gue bakal pecat lo setelah Bella menjadi istri Barra " jawab Sisil tanpa takut
" Lo ngancam gue ? " ucap Reno tak kalah sengit
" Gue gak ngancam . Gue cuma memberi peringatan . Karena apa ? hemmm .. Karena Barra pasti akan menuruti semua kemauan Bella " jawab Sisil penuh percaya diri.
" Ya sudah sesuai perintah Tuan Reno yang terhormat saya permisi dulu ." ucap Sisil seraya merapikan pekerjaannya .
" Tunggu ..Selesaikan dulu pekerjaanmu " Reno lalu pergi dari sana .
" Baiklah sesuai permintaan bapak , jika bapak memaksa saya akan tetap berada di sini " dengan tersenyum penuh kemenangan
__ADS_1