Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 40


__ADS_3

" Ya sudah aku mau pulang . Mau shoping aja dari pada gak ada kerjaan " padahal Bella bukan tipe yang suka belanja . Mungkin saat ini dia benar benar penat .


Bella menuju sebuah mall yang terletak di kota Jogja . Bella berjalan ke sana ke mari entah apa yang dia cari . Setelah berjam jam berjalan ke sana ke mari bahkan sudah mengisi perutnya Bella memutuskan untuk pulang .


***


Di kota Jakarta di sebuah apartemen mewah terdapat seorang pria dengan baju yang acak acakan bahkan seperti tidak terawat . Barra , masih berada di apartemen tersebut tidak keluar bahkan untuk ke kantor . Yang menghandle urusan kantor Reno dan Sisil .


Jordan dan Fadli selalu mengecek keberadaan Bella . Tapi hasilnya selalu nihil . Hingga tanpa sengaja mereka bertemu seseorang yang dekat dengan Bella .


" Sampai di sini dulu pak meetingnya ,di pertemuan berikutnya kita sambung lagi " ucap Dimas menutup pertemuannya dengan kliennya .


" Baik pak saya permisi " jawab klien Dimas tersebut


Setelah kepergian klien dari Dimas , Jordan dan Fadli segera menghampiri Dimas yang masih duduk di sana bersama sekretarisnya yang sedang merapikan berkas berkas sisa meeting tadi .


" Hay Bro " sapa Jordan


" Yoii " jawab Dimas seraya melakukan tos ala cowok begitu juga dengan Fadli .

__ADS_1


" Lo sibuk gak ? " tanya Jordan basa basi


" Enggak udah kelar kerjaan gue . Ada perlu ? " jawab Dimas yang seakan tahu maksud Jordan


" Gini gue sebagai sahabat Barra cuma mau tahu tentang Bella " jelas Jordan


" Ada apa nih ? " tanya Dimas seraya mengerutkan dahinya


" Bella sudah hampir satu bulan tidak bisa di hubungi , kira kira lo tahu gak kemana dia ? "


" Mana gue tahu . Coba lo tanya sama bonyok nya " jawab Dimas


" Ya ada sedikit kesalahpahaman di antara Bella dan juga Barra . Kita sebagai sahabat hanya bisa membantu supaya masalah ini tidak berlarut " jawab Jordan


" Apa karena wanita itu mengaku hamil ? " terka Dimas


" Lo pasti tahu tanpa gue jelasin " jawab Jordan


" Lo selesaikan dulu tuh cewek baru lo tahu dimana Bella saat ini . Selebihnya gue gak bisa bantu . Gue harus kembali ke Surabaya karena gue udah pesen tiket . Sorry hanya itu pesan gue . Dan ini untuk Barra , selesaikan masalahnya dengan wanita itu baru pikir bagaimana untuk menemui Bella lagi " setelah mengatakan itu Dimas bangkit dari duduknya dan meninggalkan Jordan dan Fadli .

__ADS_1


Jordan dan Fadli masih duduk di tempatnya seraya memijit pelipisnya merasa pusing .


Di kantor BR , Reno dan Sisil di sibukkan dengan pekerjaan masing masing . Sisil sungguh kesal dengan Reno yang sejak datang di perusahaan selalu bertanya tentang keberadaan Bella . Seperti saat ini meskipun raga berada di dalam pekerjaan tapi pikiran masih bertanya di mana keberadaan Bella ..


" Apa an sih . Berhenti Lo gangguin gue terus " kesal Sisil yang melihat Reno berada di meja kerjanya .


" Gue pecat lo sekarang juga kalau Lo masih juga gak mau kasih tahu " ancam Reno


" Oke , dan gue bakal pecat lo setelah Bella menjadi istri Barra " jawab Sisil tanpa takut


" Lo ngancam gue ? " ucap Reno tak kalah sengit


" Gue gak ngancam . Gue cuma memberi peringatan . Karena apa ? hemmm .. Karena Barra pasti akan menuruti semua kemauan Bella " jawab Sisil penuh percaya diri.


" Ya sudah sesuai perintah Tuan Reno yang terhormat saya permisi dulu ." ucap Sisil seraya merapikan pekerjaannya .


" Tunggu ..Selesaikan dulu pekerjaanmu " Reno lalu pergi dari sana .


" Baiklah sesuai permintaan bapak , jika bapak memaksa saya akan tetap berada di sini " dengan tersenyum penuh kemenangan

__ADS_1


__ADS_2