
*prang
suara vas bunga terlempar hampir tepat mengenai wajah seorang suami yang ke dapatan berselingkuh dengan wanita lain* .
Fika kakak dari Fadli marah kepada sang suami yang ternyata berselingkuh darinya . Fadli sudah menjelaskan perihal perselingkuhan suami kakaknya itu , karena sudah merasa geram dengan tingkah sang kakak ipar yang selalu mengencani banyak model baru . Dengan iming iming akan sukses dan terkenal . Sebenarnya Fadli tidak tega jika menyakiti hati sang kakak tapi akan lebih menyakitkan lagi jika kakaknya akan terus di bohongi oleh suaminya .
" Apa seperti ini balasannya ? Aku yang selalu mendukungmu merangkak hingga kamu sampai sesukses ini ? " ucap sang istri lirih , yang merasa sangat kecewa atas perlakuan sang suami itu .
" Maafkan aku sayang , aku khilaf " ucapnya memohon kepada sang istri dan bersimpuh di kaki sang istri .
" Pergilah ! " tegas Fika kakak Fadli .
" Tidak sayang . Aku tidak mau berpisah denganmu . Aku mohon maafkan aku " ucapnya seraya menghentikan langkah kakinya .
" Pergilah . Mulai saat ini hubungan kita sudah selesai . Fatih akan ikut denganku . Aku juga akan mengajukan surat cerai kita " Setelah mengatakan itu Fika lalu berjalan menjauh dari hadapan sang suami . Tanpa menoleh sedikitpun kearah sang suami yang terlampau mengecewakannya .
Suami Fika yang tak lain seorang produser model papan atas itu hanya terdiam kala melihat sang istri menjauh darinya . Dia kala itu sedang berjalan bersama seorang wanita , yang tak lain model baru yang juga terbuai oleh janji janji suami Fika itu . Fika mengikuti suaminya karena mendapatkan berbagai informasi dari temannya juga dari Fadli , sebenarnya Fika tidak percaya begitu saja . Jadi untuk membuktikan semua itu dia mengikuti suaminya dari berbelanja sampai menuju penginapan . Tapi Fika tidak melabraknya dia hanya mengvidio sang suami dan juga meminta setiap rekapan cctv yang di lewati oleh sang suami . Dan saat ini ,ketika suaminya pulang Fika lalu memutar berbagai foto dan Vidio . Dan terjadilah pertengkaran di antara mereka .
" Pergilah . Bukan maksudku untuk ikut campur dalam rumah tangga kalian . Tapi ini menyangkut kebahagiaan kakakku . Kamu sudah terlampaui batas dalam bertindak . Maka saatnya kamu menanggung akibatnya " ucap Fadli yang juga ada di sana .
Fadli lalu menemani kakaknya tidak ingin terjadi apa apa oleh sang kakak . Karena sang kakak begitu percaya kepada sang suami . Hingga pada saat dirinya memberi tahukan jika suaminya selingkuh dengan sikap tenang dan tersenyum menjawab bahwa suaminya tidak mungkin berselingkuh . Karena suaminya sangat mencintainya .
" Kakak harus baik baik saja . Aku tahu kamu wanita yang kuat . Berjuanglah ada aku , mama dan papa juga Dio yang selalu ada untuk kakak " ucap Fadli ketika berada di dekat sang kakak .
Fika lalu menangis di pelukan sang adik . Meluapkan segala kekecewaan yang dia rasakan saat ini .
***
Bella pulang ke kediamannya . Setelah menghabiskan waktu bersama calon mertuanya itu . Yang ternyata tadi juga bertemu dengan teman-teman dari Bunda Hanna itu . Bella lalu mandi dan merebahkan tubuhnya karena lelah berjalan ke sana kemari . Bahkan belanjaannya yang di belikan Bunda Hanna masih dia biar kan begitu saja .
tok tok tok
__ADS_1
Karena sudah waktunya makan malam mbok sum memanggil Bella . Karena sejak pulang Bella tidak keluar dari kamarnya .
" Nona waktunya makan malam " ucap Mbok sum dari balik pintu .
" Hemm iya bi " sahut Bella dari kamarnya dengan suara serak karena baru saja bangun tidur.
Bella lalu berjalan keluar dan menuju meja makan setelah mencuci wajahnya . Namun ketika dia sedang berjalan menuju meja makan terkejut karena di sana sudah ada kedua orang tuanya dan sang Oma juga ikut bersama kedua orang tuanya .
" Oma ? " Bella lalu memeluk sang Oma penuh sayang . Oma juga membalas pelukan itu dengan hangat .
" Kok mami sama Papi tidak bilang kalau mau balik . Kan Bella bisa jemput apalagi Oma ikut ke sini " Ucap Bella manja .
" Kamu ini sudah mau menikah juga masih manja . Bagaimana nanti Barra menghadapi " Ucap sang Mami .
" Masih lama mi " ucap Bella
" Kata siapa . Kamu sebentar lagi sudah menjadi seorang istri . Tinggal menghitung hari saja " jelas sang Oma.
" Hanna sudah menelpon mami untuk mempercepat pernikahan kalian . Karena kalian sudah sering bersama jadi ya tidak ada salahnya jika kalian segera menikah . Mami jadi lebih cepet gendong cucu . Iya kan pi " ucap sang Mami dengan senyum sumringah .
" hemm " jawab papi Edo sambil mengunyah makanannya .
Apa tadi Bunda menelgon Mami . Apa Bunda juga bercerita tentang . ahh memalukan batin Bella
" Oma juga ingin segera menimang cicit " ucap Oma Rahma begitu semangat .
" Ya terserah kalian saja " ucap Bella lesu .
" Oh iya Oma , Ayu tidak ikut ke sini ? " tanya Bella
" Nanti dia menyusul karena masih ada pekerjaan yang belum selesai di sana " jelas Oma .
__ADS_1
Bella menganggukkan kepalanya tanda mengerti .
Di sebuah restoran di kota Jogja . Ayu sedang makan malam setelah meeting dengan kliennya . Ayu juga di minta Bella untuk membantunya mengurus hotel yang baru saja di berikan oleh Barra untuknya . Karena Bella akan jarang ke sana . Ayu pun menyetujuinya , dan sekarang Ayu menjadi sedikit sibuk karena sang kakak sepupu itu .
" Aww.. " ucap Ayu
" Sorry sorry " ucap seorang wanita yang tak sengaja menumpahkan minuman hingga membuat baju Ayu sedikit basah .
" Gak papa gak papa " Ayu mencoba mengibaskan bajunya yang sedikit basah itu . Ayu lalu berdiri dan hendak pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya yang kotor itu .
" Saya sungguh minta maaf . Mari saya bantu " ucap wanita itu
" Tidak usah tidak apa apa . Permisi " pamit Ayu lalu membersihkan bajunya meninggalkan wanita itu yang tak lain adalah Anes .
Sepertinya aku pernah melihat wanita itu tapi di mana ya batin Anes yang memperhatikan Ayu yang sudah berlalu dari hadapannya .
Anes lalu berlalu dari sana . Meninggalkan restoran itu . Karena Anes akan menuju Jakarta . Anes lalu menuju bandara yang ada di kota Jogja . Setelah sampai Anes melihat pria yang dia tabrak sewaktu jalan jalan waktu itu .
" Hey kamu pria yang waktu itukan ? " tanya Anes menghampiri pria itu yang tak lain adalah Dimas .
Dimas hanya menoleh sekilas tak menghiraukan ucapan Anes . Dia kembali fokus kepada ponselnya .
" Hay kenalkan nama aku Anes " Anes lalu menyodorkan tangannya menyodorkan tangannya .
Tapi Dimas sama sekali tidak menerima uluran tangan wanita yang berdiri di depannya ini . Dan tiba tiba pesawat tujuan Surabaya tiba . Dimas lalu segera berdiri dan meninggalkan Anes begitu saja .
" Hey tunggu kenalkan dulu namamu " teriak Anes . Tapi ada asisten Dimas yang segera menahan Anes untuk tidak mengikutinya . Anes lalu menghentakkan kakinya kesal karena Dimas sama sekali tidak menghiraukannya .
Dasar belagu , sombong batin Anes kesal .
Oh jadi cowok tadi orang Surabaya . batin Anes lagi .
__ADS_1