Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 69


__ADS_3

Bukankah itu pria yang waktu itu batin Ayu .


" Jordan . Kapan lo balik " ucap Bianca .


" Abang atau kakak . Bukannya Jordan Jordan " ucap Jordan seraya menyentil kening Bianca.


" Kakak , ini nih bang jo " adu Bianca kepada Barra .


Barra hanya tersenyum menanggapi Bianca .


" Bang jo lagi . Enak aja . Bang Jordan . Sekate kate lo bocil " ucap Jordan .


" Ye emang gitu . Nih makan nih " Bianca lalu menyuapi Jordan dengan daging panggangan yang masih sedikit panas .


" Panass cil " ucap Jordan .


" Salah sendiri " ucap Bianca lalu hendak memakan daging panggan yang baru saja di angkat oleh Dimas tapi tangannya langsung di pukul ringan oleh Dimas .


" Udah makannya . Abis nanti " ucap Bianca .


" Dasar pelit " kesal Bianca.


" Bukannya pelit ca . Tapi daging yang gue panggang dari tadi tinggal ini doang . Perut lo gak penuh apa ? " ucap Dimas


" Gila lo cil . Badan sekutil doang makan lo rakus bener . Lo gak pernah di kasih makan sama Bunda ? " ucap Reno.


" Enak aja . Bunda kasih makan ya . Emang dasar anaknya aja yang doyan makan " ucap Bunda yang tiba tiba masuk karena tadi hendak mengambil minum tapi mendengar keributan .


Bunda lalu mengambil daging yang ada di tangan Bella mencicipi .


" Enak . Sini Binda minta buat Bunda sama Mamimu " ucap Bunda lalu mengambil piring untuk di bawa masuk .


Semua yang ada di sana terbengong karena Bunda membawa sedikit lebih banyak daging tersebut .


" Udah kita makan seadanya . Yuk " ucap Bella yang menyadari mereka yang masih terdiam .


Semuanya memakan BBQ dengan di selingi canda tawa .


" Sil nanti nginap atau pulang ? " tanya Reno.


Sisil menatap ke arah Bella .


" Nginep saja di sini . Besok baru pulang sudah malam " ucap Bella .


" Tapi besok gue kerja . Kayaknya pulang aja deh " ucap Sisil .


" Kan bisa dari sini berangkatnya " ucap Bella .


" Kalau pulang nanti biar Reno yang antar " ucap Barra yang mengerti sahabatnya itu .


" Oke " ucap Reno.


" Lo emang sahabat yang selalu memahami gue " ucap Reno lirih seraya menepuk pundak Barra .


" Tapi .. ucap Sisil


" Gak papa biar Reno yang antar kalau mau pulang . Kalau gak bareng Reno gak boleh pulang " tegas Bella .


" Iya deh " ucap Sisil pasrah .


Malam semakin larut tapi para anak muda itu masih bercengkrama . Terlihat Bella yang sudah mengantuk dan bersandar di punggung Barra . Jika Bianca sudah tertidur di kursi panjang .


" Sayang pindahlah ke kamar jika sidah mengantuk " ucap Barra .


" Ayu tidurlah ini sudah malam " ucap Barra kepada adik sepupunya itu .

__ADS_1


" Iya kak " jawab Ayu singkat lalu berlalu ke kamar .


Gadis yang waktu itu kayaknya .batin Jordan


" Ren . Antar Sisil pulang sudah malam , kasian kalau terlalu pagi pulangnya . Besok harus bekerja " ucap Barra kepada Reno . Reno lalu menganggukkan kepalanya patuh . Dan Sisil segera mengikuti Reno .


" Bang Jo . Lo antar Bianca ke kamarnya . Awas lo macam macam " tegas Barra .


" Sialan lo . Dia udah kayak adek gue kali " ucap Jordan lalu mengangkat tubuh Bianca.


" Gue juga pamit pulang " ucap Dimas .


" Lo gak nginep aja " ucap Barra .


" Enggaklah . Gue udah beli apart di dekat sini " ucap Dimas.


" Oke hati hati di jalan " ucap Bella dengan mata tertutup .


Barra lalu dengan sigap menggendong istrinya itu .


Sesampainya di kamar Barra lalu meletakkan Bella dengan hati hati . Karena istrinya itu terlihat begitu lelah .


" Selamat malam my wife " ucap Barra lalu mengecup kening Bella.


Barra lalu keluar kamar lagi memastikan adiknya yang sedang tidur . Dan Jordan apakah sudah pulang atau belum .


" Gue balik " ucap Jordan yang hendak menuruni anak tangga.


" Ya hati hati " ucap Barra lalu mengurungkan niatnya untuk keluar kamar . Dia lalu kembali kemarnya lagi dan tidur ganteng .


Sementara di sebuah mobil .Terdapat dua anak muda yang sedang berada dalam ke heningan . Hingga Reno memulai pembicaraan mereka .


" Gue gak main main tentang apa yang gue katakan waktu itu " ucap Reno mengawali pembicaraan mereka .


" Waktu itu gue gak jawab perasaan lo karena gue juga gak mungkin nolak lo di hadapan orang banyak . Sorry " ucap Sisil melanjutkan ucapannya .


" Gak semua cowok seperti itu . Gue bukan tipe cowok yang akan berkata kalau gue gak kayak mantan lo . Tapi gue bakal buktiin kalau gue gak seperti itu . Buktinya waktu janda itu deketin gue . Gue juga minta bantuan lo buat ngusir tuh janda "


" Gimana kalau kita nikah aja " ucap Reno


" Gue bakal bilang ke orang tua lo " ucap Reno.


" Jangan bercanda gue gak suka " ucap Sisil .


" Tunggu saja nanti " ucap Reno lalu tersenyum .


Pagi harinya Sisil di sibukkan dengan pekerjaan seperti biasa . Sisil teringat oleh ucapan Reno semalam . Sisil lalu menghubungi Bella .


tut tut tut


" Lo sibuk gak " tanya Sisil setelah Bella mengangkat ponselnya .


" Enggak . Kenapa ? " tanya Bella .


Sisil lalu menceritakan dirinya dan Reno semalam . Dengan tenang Bella mendengar ucapan Sisil .


" Lo dengerin gue kan " tanya Sisil.


" Iya lah " ucap Bella.


" Kirain tidur , abis lo diam saja " ucap Sisil terkikik geli .


" Sialan lo . Gue matiin nih telponnya " ancam Bella .


" Jangan dong gue cuma bercanda " ucap Sisil cepat .

__ADS_1


" Gue harus gimana ? " ucap Sisil.


" Lo harus buka hati lo untuk orang lain . Reno kelihatannya memang serius kok sama lo . Reno juga jarang dekat sama cewek " ucap Bella .


" Iya sih " ucap Sisil .


" Nah sekarang lo harus belajar membuka hati lo . Lupain cowok itu yang udah nyakitin lo . Gak semua cowok itu sama seperti mantan alay lo itu " ucap Bella .


" Em okey deh . Ya udah gue matiin . Banyak kerjaan gue , mana ngantuk lagi " ucap Sisil.


" Hemm . ya " ucap Bella lalu mematikan ponselnya .


Hari berganti hari . Pernikahan Bella dan Barra sudah berlangsung satu minggu . Barra sudah kembali bekerja seperti biasanya . Dan Bella juga masih membantu perusahaan Papinya . Oma dan Ayu masih tinggal di jakarta karena pabrik di Jogja sudah ada yang mengurusi nya .


Di kantor Barra . Barra sedang mengerjakan pekerjaan yang menumpuk semenjak Barra tidak ke kantor . Di sisi lain Reno dan Sisil semakin dekat . Sejak kejadian malam itu Sisil belajar membuka hatinya untuk Reno . Seperti kata sahabatnya itu .


" Kapan ya tamu Bella pergi . Masa iya sampai satu bulan " tanya Barra pada dirinya sendiri .


" Lebih baik gue telpon jordan . Siapa tahu ada obat yang manjur buat menghentikan datang bulan " ucap Barra lagi .


drt drt drt


" Hallo Jo . Gue mau tanya , biasanya cewek **kalau ada tamu bulanan berapa lama ? " tanya Barra.


" Satu minggu biasanya sudah selesai " jawab Jordan .


" Tapi bisa beda beda di setiap perempuan . Ada yang lebih juga bisa kurang " ucap Jordan .


" Apa bisa sampai satu bulan ? " tanya Barra lagi


" Kalau ada masalah juga ada yang satu bulan tidak berhenti " ucap Jordan .


" Apa Bella sedang ada tamu ? " ucap Jordan .


" Hem. Dia bilang dia bisa satu bulan . Apa itu benar ? " tanya Barra lesu.


" Apa lo terlalu bodoh ? " tanya Jordan .


" Lo ngatain gue " kesal Barra .


" Ya lo pikir aja Bella mengatakan itu hanya bercanda atau benar benar seperti itu " ucap Jordan sedikit kesal dengan sahabatnya itu .


" Wah jadi Bella mengerjai ku . Tunggu pembalasannya " ucap Barra**


Barra lalu mematikan ponselnya sepihak tanpa menunggu jawaban dari Jordan .


Sedangkan Jordan di seberang sana mengumpat kesal . Kebiasaan Barra selalu menutup ponselnya sesuka hati .


Barra lalu memutuskan untuk menghubungi istrinya .


" Sayang bagaimana kalau kita liburan sekalian bulan madu ? " ucap Barra .


" Tapikan aku masih ada tamu sayang " ucap Bella yang sebenarnya sudah selesai datang tamunya . Bella sebenarnya ingin memberikan kejutan mungkin ini saatnya .


" Memangnya kita mau kemana ? " tanya Bella .


" *Kemana saja . Kamu mau kemana ? " tanya Barra .


" Gak tahu juga aku mau kemana " ucap Bella .


" Okey setelah pulang dari kantor kita bahas lagi " ucap Barra .


" Hem baiklah " ucap Bella .


Apa dia sudah tahu kalau aku sudah selesai datang tamunya* . batin Bella

__ADS_1


__ADS_2