
Bukankah itu pria yang waktu itu batin Ayu .
" Jordan . Kapan lo balik " ucap Bianca .
" Abang atau kakak . Bukannya Jordan Jordan " ucap Jordan seraya menyentil kening Bianca.
" Kakak , ini nih bang jo " adu Bianca kepada Barra .
Barra hanya tersenyum menanggapi Bianca .
" Bang jo lagi . Enak aja . Bang Jordan . Sekate kate lo bocil " ucap Jordan .
" Ye emang gitu . Nih makan nih " Bianca lalu menyuapi Jordan dengan daging panggangan yang masih sedikit panas .
" Panass cil " ucap Jordan .
" Salah sendiri " ucap Bianca lalu hendak memakan daging panggan yang baru saja di angkat oleh Dimas tapi tangannya langsung di pukul ringan oleh Dimas .
" Udah makannya . Abis nanti " ucap Bianca .
" Dasar pelit " kesal Bianca.
" Bukannya pelit ca . Tapi daging yang gue panggang dari tadi tinggal ini doang . Perut lo gak penuh apa ? " ucap Dimas
" Gila lo cil . Badan sekutil doang makan lo rakus bener . Lo gak pernah di kasih makan sama Bunda ? " ucap Reno.
" Enak aja . Bunda kasih makan ya . Emang dasar anaknya aja yang doyan makan " ucap Bunda yang tiba tiba masuk karena tadi hendak mengambil minum tapi mendengar keributan .
Bunda lalu mengambil daging yang ada di tangan Bella mencicipi .
" Enak . Sini Binda minta buat Bunda sama Mamimu " ucap Bunda lalu mengambil piring untuk di bawa masuk .
Semua yang ada di sana terbengong karena Bunda membawa sedikit lebih banyak daging tersebut .
" Udah kita makan seadanya . Yuk " ucap Bella yang menyadari mereka yang masih terdiam .
Semuanya memakan BBQ dengan di selingi canda tawa .
" Sil nanti nginap atau pulang ? " tanya Reno.
Sisil menatap ke arah Bella .
" Nginep saja di sini . Besok baru pulang sudah malam " ucap Bella .
" Tapi besok gue kerja . Kayaknya pulang aja deh " ucap Sisil .
" Kan bisa dari sini berangkatnya " ucap Bella .
" Kalau pulang nanti biar Reno yang antar " ucap Barra yang mengerti sahabatnya itu .
" Oke " ucap Reno.
" Lo emang sahabat yang selalu memahami gue " ucap Reno lirih seraya menepuk pundak Barra .
" Tapi .. ucap Sisil
" Gak papa biar Reno yang antar kalau mau pulang . Kalau gak bareng Reno gak boleh pulang " tegas Bella .
" Iya deh " ucap Sisil pasrah .
Malam semakin larut tapi para anak muda itu masih bercengkrama . Terlihat Bella yang sudah mengantuk dan bersandar di punggung Barra . Jika Bianca sudah tertidur di kursi panjang .
" Sayang pindahlah ke kamar jika sidah mengantuk " ucap Barra .
" Ayu tidurlah ini sudah malam " ucap Barra kepada adik sepupunya itu .
__ADS_1
" Iya kak " jawab Ayu singkat lalu berlalu ke kamar .
Gadis yang waktu itu kayaknya .batin Jordan
" Ren . Antar Sisil pulang sudah malam , kasian kalau terlalu pagi pulangnya . Besok harus bekerja " ucap Barra kepada Reno . Reno lalu menganggukkan kepalanya patuh . Dan Sisil segera mengikuti Reno .
" Bang Jo . Lo antar Bianca ke kamarnya . Awas lo macam macam " tegas Barra .
" Sialan lo . Dia udah kayak adek gue kali " ucap Jordan lalu mengangkat tubuh Bianca.
" Gue juga pamit pulang " ucap Dimas .
" Lo gak nginep aja " ucap Barra .
" Enggaklah . Gue udah beli apart di dekat sini " ucap Dimas.
" Oke hati hati di jalan " ucap Bella dengan mata tertutup .
Barra lalu dengan sigap menggendong istrinya itu .
Sesampainya di kamar Barra lalu meletakkan Bella dengan hati hati . Karena istrinya itu terlihat begitu lelah .
" Selamat malam my wife " ucap Barra lalu mengecup kening Bella.
Barra lalu keluar kamar lagi memastikan adiknya yang sedang tidur . Dan Jordan apakah sudah pulang atau belum .
" Gue balik " ucap Jordan yang hendak menuruni anak tangga.
" Ya hati hati " ucap Barra lalu mengurungkan niatnya untuk keluar kamar . Dia lalu kembali kemarnya lagi dan tidur ganteng .
Sementara di sebuah mobil .Terdapat dua anak muda yang sedang berada dalam ke heningan . Hingga Reno memulai pembicaraan mereka .
" Gue gak main main tentang apa yang gue katakan waktu itu " ucap Reno mengawali pembicaraan mereka .
" Waktu itu gue gak jawab perasaan lo karena gue juga gak mungkin nolak lo di hadapan orang banyak . Sorry " ucap Sisil melanjutkan ucapannya .
" Gak semua cowok seperti itu . Gue bukan tipe cowok yang akan berkata kalau gue gak kayak mantan lo . Tapi gue bakal buktiin kalau gue gak seperti itu . Buktinya waktu janda itu deketin gue . Gue juga minta bantuan lo buat ngusir tuh janda "
" Gimana kalau kita nikah aja " ucap Reno
" Gue bakal bilang ke orang tua lo " ucap Reno.
" Jangan bercanda gue gak suka " ucap Sisil .
" Tunggu saja nanti " ucap Reno lalu tersenyum .
Pagi harinya Sisil di sibukkan dengan pekerjaan seperti biasa . Sisil teringat oleh ucapan Reno semalam . Sisil lalu menghubungi Bella .
tut tut tut
" Lo sibuk gak " tanya Sisil setelah Bella mengangkat ponselnya .
" Enggak . Kenapa ? " tanya Bella .
Sisil lalu menceritakan dirinya dan Reno semalam . Dengan tenang Bella mendengar ucapan Sisil .
" Lo dengerin gue kan " tanya Sisil.
" Iya lah " ucap Bella.
" Kirain tidur , abis lo diam saja " ucap Sisil terkikik geli .
" Sialan lo . Gue matiin nih telponnya " ancam Bella .
" Jangan dong gue cuma bercanda " ucap Sisil cepat .
__ADS_1
" Gue harus gimana ? " ucap Sisil.
" Lo harus buka hati lo untuk orang lain . Reno kelihatannya memang serius kok sama lo . Reno juga jarang dekat sama cewek " ucap Bella .
" Iya sih " ucap Sisil .
" Nah sekarang lo harus belajar membuka hati lo . Lupain cowok itu yang udah nyakitin lo . Gak semua cowok itu sama seperti mantan alay lo itu " ucap Bella .
" Em okey deh . Ya udah gue matiin . Banyak kerjaan gue , mana ngantuk lagi " ucap Sisil.
" Hemm . ya " ucap Bella lalu mematikan ponselnya .
Hari berganti hari . Pernikahan Bella dan Barra sudah berlangsung satu minggu . Barra sudah kembali bekerja seperti biasanya . Dan Bella juga masih membantu perusahaan Papinya . Oma dan Ayu masih tinggal di jakarta karena pabrik di Jogja sudah ada yang mengurusi nya .
Di kantor Barra . Barra sedang mengerjakan pekerjaan yang menumpuk semenjak Barra tidak ke kantor . Di sisi lain Reno dan Sisil semakin dekat . Sejak kejadian malam itu Sisil belajar membuka hatinya untuk Reno . Seperti kata sahabatnya itu .
" Kapan ya tamu Bella pergi . Masa iya sampai satu bulan " tanya Barra pada dirinya sendiri .
" Lebih baik gue telpon jordan . Siapa tahu ada obat yang manjur buat menghentikan datang bulan " ucap Barra lagi .
drt drt drt
" Hallo Jo . Gue mau tanya , biasanya cewek **kalau ada tamu bulanan berapa lama ? " tanya Barra.
" Satu minggu biasanya sudah selesai " jawab Jordan .
" Tapi bisa beda beda di setiap perempuan . Ada yang lebih juga bisa kurang " ucap Jordan .
" Apa bisa sampai satu bulan ? " tanya Barra lagi
" Kalau ada masalah juga ada yang satu bulan tidak berhenti " ucap Jordan .
" Apa Bella sedang ada tamu ? " ucap Jordan .
" Hem. Dia bilang dia bisa satu bulan . Apa itu benar ? " tanya Barra lesu.
" Apa lo terlalu bodoh ? " tanya Jordan .
" Lo ngatain gue " kesal Barra .
" Ya lo pikir aja Bella mengatakan itu hanya bercanda atau benar benar seperti itu " ucap Jordan sedikit kesal dengan sahabatnya itu .
" Wah jadi Bella mengerjai ku . Tunggu pembalasannya " ucap Barra**
Barra lalu mematikan ponselnya sepihak tanpa menunggu jawaban dari Jordan .
Sedangkan Jordan di seberang sana mengumpat kesal . Kebiasaan Barra selalu menutup ponselnya sesuka hati .
Barra lalu memutuskan untuk menghubungi istrinya .
" Sayang bagaimana kalau kita liburan sekalian bulan madu ? " ucap Barra .
" Tapikan aku masih ada tamu sayang " ucap Bella yang sebenarnya sudah selesai datang tamunya . Bella sebenarnya ingin memberikan kejutan mungkin ini saatnya .
" Memangnya kita mau kemana ? " tanya Bella .
" *Kemana saja . Kamu mau kemana ? " tanya Barra .
" Gak tahu juga aku mau kemana " ucap Bella .
" Okey setelah pulang dari kantor kita bahas lagi " ucap Barra .
" Hem baiklah " ucap Bella .
Apa dia sudah tahu kalau aku sudah selesai datang tamunya* . batin Bella
__ADS_1