Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 49


__ADS_3

kejutan...


Teriak Bianca dari belakang .


" Kamu juga di sini ? " tanya Bella


" Ya main aja . Ayo duduk lapar , baru turun dari pesawat lalu ke sini capek . Mana panas lagi " gerutu Bianca lalu menarik tangan Bella begitu saja tanpa mempedulikan Barra.


Bella lalu berjalan dan ketika dengan Maminya , Bella lalu berhambur memeluk sang Mami karena Rindu .


" Mami Bella kangen "


" Iya anak manja , Mami juga kangen "


Keduanya saling berpelukan hangat . Setelah cukup lama memeluk sang mami Bella juga memeluk Papinya .


" Papi " rengek Bella


" Malu ada calon mertua mu " ucap Papi Efo yang juga membalas pelukan hangat anaknya juga mendaratkan kecupan di kening anaknya .


Kenapa kedua orang tua Barra juga ada di sini batin Bella terheran


Bella tersenyum canggung karena tidak menyadari kehadiran kedua orang tua Barra . Kedua Orang Tua Barra membalas dengan senyum hangat .


Bella menoleh ke arah Barra yang berjalan di belakangnya . Sedangkan yang di toleh hanya acuh . Barra lalu menyapa Oma , kedua orang tua Bella juga kedua orang tua Barra sendiri . Bella juga menyapa semua yang ada di sana menyalami tangan kedua orang tua Barra juga kedua orang tuanya . Bianca juga turut menyodorkan tangannya kepada Bella . Bella juga menyalaminya namun dia menciumkan tangannya kepada Bianca.


" Aihhh " ucap Bianca


" Sini " ucap Barra kepada Bella . Bella hanya menuruti Barra dan duduk di sampingnya .


" Bagaimana kabar kamu Han ?" ucap Oma mencoba mencairkan suasana .


" Alhamdulillah baik Oma . Oma sehatkan ? " tanya Bunda Hanna


" Ya seperti inilah namanya juga orang tua . Semoga saya masih bisa melihat cicit cicit saya nanti dan menggendongnya " ucap Oma seraya melirik Bella dan juga Ayu yang duduk di samping Oma .


" Sebentar lagi Oma " ucap Barra

__ADS_1


" Apa kalian sudah membuatnya ? " tanya Oma


" Omaa.. Yang benar saja kita kan belum menikah " rengek Bella


" Kapan kalian akan menikah ? " tanya Oma lagi


" Secepatnya Oma " jawab Barra tegas. Bella hanya melirik Barra sekilas . Pria di sebelahnya ini selalu membuat keputusan sendiri .


" Baguslah . Itu lebih baik . Bagaimana Tuan Alexander ? " tanya Oma kepada Ayah Barra.


" Kalau saya setuju saja bu . Kapan mereka siap saya juga siap untuk menikahkan " Jawab Ayah Arga


Setelah sedikit berbincang kini keluarga besar itu tengah menikmati makan siang mereka . Terasa sedikit canggung bagi Bella karena Bella tidak tahu jika hari ini akan ada makan bersama keluarga Barra juga.


" Setelah ini mampirlah dulu ke kediaman saya Nak Arga jika tidak ada acara lain " pinta Oma


" Baiklah Oma . Saya akan berkunjung ke rumah Oma jika pekerjaan saya selesai setelah ini " ucap Ayah Arga


" Baiklah " Jawab Oma dengan senyum hangat


" Bella juga mau pulang sama Oma " ucap Bella ketika Oma dan kedua orang tuanya akan pulang .


" Jangan macam macam dulu " ucap Papi Edo sambil menepuk pundak Barra.


Barra hanya mengangguk seraya tersenyum sebagai jawabannya .


" Ayu , kamu mau kemana ? " tanya Bella


" Kerja dong "


" Aku juga mau pulang . Lepasin ihh " kesal Bella kepada Barra yang dari tadi tangannya selalu di genggam . Barra tahu karena Bella pasti mau ikut kabur .


" Ikut aku " ajak Barra lalu menggandeng tangan Bella .


Bella menatap ke arah Bianca minta pertolongan namun Bianca justru berjalan menggandeng tangan Oma Bella .


Ya begitulah Bianca , gadis ceria dan mudah akrab dengan siapa saja yang di rasa juga orang terdekatnya . Seperti ini , dengan Oma Bella yang terlihat menyenangkan dan juga menyayanginya seperti cucunya sendiri maka dia juga akan menempel .

__ADS_1


" Dasar adik tidak tahu diri semua " umpat kesal Bella


" Jangan marah marah terus nanti tambah cantik . Akunya jadi pengen ngajak ke kamar " ucap Barra lalu mengedipkan matanya


Bella memincingkan matanya sungguh pria ini sangat menjengkelkan dan tidak tahu malu pikirnya .


Barra mengajak Bella untuk ke sebuah butik ternama di sana . Barra menyuruh Bella untum mencoba gaun yang ada di sana . Jika di tanya oleh Bella untuk apa semua ini . Maka Barra hanya menjawab . Untuk di pakai saja , ya jawaban yang menyebalkan memang .


" Ini gaun ke tujuh yang aku coba jika kamu tidak setuju maka kamu saja yang pakai aku mau pulang " rajuk Bella . Karena lelah bergonta ganti gaun dari tadi . Dari yang terlalu terbuka , terlalu tertutup, terlalu melihatkan punggung ,warnanya terlalu mencolok, terlalu ini dan itu . Padahal semua yang Bella pakai pasti akan terlihat indah .


" Bukan seperti itu sayang . Ini juga untukmu " bela Barra


" Aku mau yang ini saja . Jika kamu tidak setuju ya sudah " ucap Bella kepada Barra . Bella sengaja memilih gaun model V biarkan saja Barra marah . Sudah lelah dia dari tadi di suruh ganti baju berulang kali .


" Mbak ayo tolong bantu saya melepas gaun ini " pinta Bella kepada pelayan di sana.


" Tidak sayang itu terlalu ...


" Ahh .. Dasar wanita " kesal Barra. Belum selesai Barra berbicara Bella sengaja berlalu begitu saja .


Setelah perdebatan sengit antara keduanya di butik keduanya memilih pulang ke rumah Oma . Tadi di dalam mobil juga sempat berdebat karena Barra masih ingin menghabiskan waktu bersama Bella , tapi Bella menolak . Barra beralasan jika di rumah Oma maka dia tidak ada kesempatan untuk bisa berdua bersama Bella .


Kini keduanya telah sampai di kediaman Oma Rahma bersamaan dengan kedua orang tua Barra yang tadi ada acara di luar .


" Kalian juga baru pulang ? " tanya Bunda Hanna setelah mereka turun dari mobil .


Bella lalu berjalan mendekat ke Bunda Hanna . Yang tadinya kesal dengan Barra, Bella mencoba untuk menahannya .


" Iya tante " jawab Bella mencoba memaksakan senyumnya .


" Kamu kenapa hemm ? Cerita sama Bunda , Apa pria itu membuatmu kesal ? " tanya Bunda penuh perhatian .


" Iya bun . Pria itu memang menyebalkan tante " ucap Bella seraya menoleh ke arah Barra .


" Bunda gak usah ngajarin berdrama deh " ucap Barra yang begitu hafal dengan Bundanya itu .


" Ayo sayang kita masuk , nanti kamu ketularan Bunda "

__ADS_1


" Heii .. Dasar anak kurang ajar kamu . Ini semua gara-gara Ayah " teriak Bunda kesal


" Hlo , kok jadi Ayah yang di salahin . Sudahlah Bun , ini di rumah orang . Ayo masuk " ajak Ayah Arga menengahi istrinya supaya tidak jadi panjang masalahnya .


__ADS_2