
kejutan...
Teriak Bianca dari belakang .
" Kamu juga di sini ? " tanya Bella
" Ya main aja . Ayo duduk lapar , baru turun dari pesawat lalu ke sini capek . Mana panas lagi " gerutu Bianca lalu menarik tangan Bella begitu saja tanpa mempedulikan Barra.
Bella lalu berjalan dan ketika dengan Maminya , Bella lalu berhambur memeluk sang Mami karena Rindu .
" Mami Bella kangen "
" Iya anak manja , Mami juga kangen "
Keduanya saling berpelukan hangat . Setelah cukup lama memeluk sang mami Bella juga memeluk Papinya .
" Papi " rengek Bella
" Malu ada calon mertua mu " ucap Papi Efo yang juga membalas pelukan hangat anaknya juga mendaratkan kecupan di kening anaknya .
Kenapa kedua orang tua Barra juga ada di sini batin Bella terheran
Bella tersenyum canggung karena tidak menyadari kehadiran kedua orang tua Barra . Kedua Orang Tua Barra membalas dengan senyum hangat .
Bella menoleh ke arah Barra yang berjalan di belakangnya . Sedangkan yang di toleh hanya acuh . Barra lalu menyapa Oma , kedua orang tua Bella juga kedua orang tua Barra sendiri . Bella juga menyapa semua yang ada di sana menyalami tangan kedua orang tua Barra juga kedua orang tuanya . Bianca juga turut menyodorkan tangannya kepada Bella . Bella juga menyalaminya namun dia menciumkan tangannya kepada Bianca.
" Aihhh " ucap Bianca
" Sini " ucap Barra kepada Bella . Bella hanya menuruti Barra dan duduk di sampingnya .
" Bagaimana kabar kamu Han ?" ucap Oma mencoba mencairkan suasana .
" Alhamdulillah baik Oma . Oma sehatkan ? " tanya Bunda Hanna
" Ya seperti inilah namanya juga orang tua . Semoga saya masih bisa melihat cicit cicit saya nanti dan menggendongnya " ucap Oma seraya melirik Bella dan juga Ayu yang duduk di samping Oma .
" Sebentar lagi Oma " ucap Barra
__ADS_1
" Apa kalian sudah membuatnya ? " tanya Oma
" Omaa.. Yang benar saja kita kan belum menikah " rengek Bella
" Kapan kalian akan menikah ? " tanya Oma lagi
" Secepatnya Oma " jawab Barra tegas. Bella hanya melirik Barra sekilas . Pria di sebelahnya ini selalu membuat keputusan sendiri .
" Baguslah . Itu lebih baik . Bagaimana Tuan Alexander ? " tanya Oma kepada Ayah Barra.
" Kalau saya setuju saja bu . Kapan mereka siap saya juga siap untuk menikahkan " Jawab Ayah Arga
Setelah sedikit berbincang kini keluarga besar itu tengah menikmati makan siang mereka . Terasa sedikit canggung bagi Bella karena Bella tidak tahu jika hari ini akan ada makan bersama keluarga Barra juga.
" Setelah ini mampirlah dulu ke kediaman saya Nak Arga jika tidak ada acara lain " pinta Oma
" Baiklah Oma . Saya akan berkunjung ke rumah Oma jika pekerjaan saya selesai setelah ini " ucap Ayah Arga
" Baiklah " Jawab Oma dengan senyum hangat
" Bella juga mau pulang sama Oma " ucap Bella ketika Oma dan kedua orang tuanya akan pulang .
" Jangan macam macam dulu " ucap Papi Edo sambil menepuk pundak Barra.
Barra hanya mengangguk seraya tersenyum sebagai jawabannya .
" Ayu , kamu mau kemana ? " tanya Bella
" Kerja dong "
" Aku juga mau pulang . Lepasin ihh " kesal Bella kepada Barra yang dari tadi tangannya selalu di genggam . Barra tahu karena Bella pasti mau ikut kabur .
" Ikut aku " ajak Barra lalu menggandeng tangan Bella .
Bella menatap ke arah Bianca minta pertolongan namun Bianca justru berjalan menggandeng tangan Oma Bella .
Ya begitulah Bianca , gadis ceria dan mudah akrab dengan siapa saja yang di rasa juga orang terdekatnya . Seperti ini , dengan Oma Bella yang terlihat menyenangkan dan juga menyayanginya seperti cucunya sendiri maka dia juga akan menempel .
__ADS_1
" Dasar adik tidak tahu diri semua " umpat kesal Bella
" Jangan marah marah terus nanti tambah cantik . Akunya jadi pengen ngajak ke kamar " ucap Barra lalu mengedipkan matanya
Bella memincingkan matanya sungguh pria ini sangat menjengkelkan dan tidak tahu malu pikirnya .
Barra mengajak Bella untuk ke sebuah butik ternama di sana . Barra menyuruh Bella untum mencoba gaun yang ada di sana . Jika di tanya oleh Bella untuk apa semua ini . Maka Barra hanya menjawab . Untuk di pakai saja , ya jawaban yang menyebalkan memang .
" Ini gaun ke tujuh yang aku coba jika kamu tidak setuju maka kamu saja yang pakai aku mau pulang " rajuk Bella . Karena lelah bergonta ganti gaun dari tadi . Dari yang terlalu terbuka , terlalu tertutup, terlalu melihatkan punggung ,warnanya terlalu mencolok, terlalu ini dan itu . Padahal semua yang Bella pakai pasti akan terlihat indah .
" Bukan seperti itu sayang . Ini juga untukmu " bela Barra
" Aku mau yang ini saja . Jika kamu tidak setuju ya sudah " ucap Bella kepada Barra . Bella sengaja memilih gaun model V biarkan saja Barra marah . Sudah lelah dia dari tadi di suruh ganti baju berulang kali .
" Mbak ayo tolong bantu saya melepas gaun ini " pinta Bella kepada pelayan di sana.
" Tidak sayang itu terlalu ...
" Ahh .. Dasar wanita " kesal Barra. Belum selesai Barra berbicara Bella sengaja berlalu begitu saja .
Setelah perdebatan sengit antara keduanya di butik keduanya memilih pulang ke rumah Oma . Tadi di dalam mobil juga sempat berdebat karena Barra masih ingin menghabiskan waktu bersama Bella , tapi Bella menolak . Barra beralasan jika di rumah Oma maka dia tidak ada kesempatan untuk bisa berdua bersama Bella .
Kini keduanya telah sampai di kediaman Oma Rahma bersamaan dengan kedua orang tua Barra yang tadi ada acara di luar .
" Kalian juga baru pulang ? " tanya Bunda Hanna setelah mereka turun dari mobil .
Bella lalu berjalan mendekat ke Bunda Hanna . Yang tadinya kesal dengan Barra, Bella mencoba untuk menahannya .
" Iya tante " jawab Bella mencoba memaksakan senyumnya .
" Kamu kenapa hemm ? Cerita sama Bunda , Apa pria itu membuatmu kesal ? " tanya Bunda penuh perhatian .
" Iya bun . Pria itu memang menyebalkan tante " ucap Bella seraya menoleh ke arah Barra .
" Bunda gak usah ngajarin berdrama deh " ucap Barra yang begitu hafal dengan Bundanya itu .
" Ayo sayang kita masuk , nanti kamu ketularan Bunda "
__ADS_1
" Heii .. Dasar anak kurang ajar kamu . Ini semua gara-gara Ayah " teriak Bunda kesal
" Hlo , kok jadi Ayah yang di salahin . Sudahlah Bun , ini di rumah orang . Ayo masuk " ajak Ayah Arga menengahi istrinya supaya tidak jadi panjang masalahnya .