
Dimas saat ini Sudah sadarkan diri . Dimas melihat sekeliling ruangan sedikit tersenyum karena ternyata dirinya masih hidup .
" Aww " dessis Dimas merasa ngilu di kakinya .
Mungkin kecelakaan Dimas sedikit keras tapi beruntung Dimas bisa selamat .
" Kakak sudah bangun ? Mana yang sakit ?" tanya Bianca yang menyadari kalau Dimas sudah sadarkan diri .
Barra ikut terbangun bersama Bella . Mereka lalu ikut menghampiri Dimas . Semalam keduanya sudah mengirim pesan kepada kedua orang tuanya . Memberitahu jika mereka kini berada di rumah sakit . Dan tentunya memberitahu jika Dimas yang di sana bukan lagi Bianca seperti perawat itu bilang .
" Aku akan manggil dokter" ucap Barra
Dokter lalu mengecek keadaan Dimas .
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan . Mungkin hanya sedikit syok . Bapak istirahat dulu untuk pemulihan lebih lanjut " ucap Dokter
" Tapi kakiku sedikit ngilu dok " ucap Dimas .
" Iya saat kecelakaan kaki bapak terjepit , tapi beruntung kaki bapak tidak apa-apa " ucap Dokter itu lagi
" Baik dok terima kasih" ucap Barra
" Sayang kamu tidak apa-apa ?" tanya Bunda Hanna .
Brian ikut bersama tapi berada dalam gendongan Mami Maya mereka lalu menuju ke rumah sakit ketika mendapat kabar dari Barra .
" Mommy " teriak Brian .
Bella dengan sigap menggendong anak kesayangannya itu .
" Aku tidak apa-apa bun . Tapi kak Dimas " ucap Bianca.
Bunda lalu memeluk anaknya dengan erat . Lalu beralih menatap Dimas yang kini sudah duduk di ranjangnya .
" Kamu tidak apa-apa dim ?" tanya Binda Hanna .
__ADS_1
" Tidak tante " jawabnya .
" Kenapa bisa ?" tanya papi Edo
" Saya mau di rampok ketika melewati jalan sepi . Tapi saya melajukan mobil saya sedikit menambah kecepatan dan mereka mengikuti saya juga dengan kecepatan tinggi . Hingga akhirnya mobil yang saya tumpangi menabrak pohon " jelas Dimas .
" Untung kamu tidak apa-apa . Apa orang tua mu sudah tahu " tanya Mami Maya.
Dimas hanya menunduk dan menggeleng sebagai jawaban kalau orang tuanya belum tahu .
" Apa aku kasih tahu om dan tante dim ?" tanya Bella .
" Sebentar lagi mungkin mereka sampai " ucap Dimas .
" Dimasss" teriak wanita paruh daya yang masih terlihat cantik . Dia berjalan dengan air mata yang mengalir di pipi nya .
Kedua orang tua Dimas kaget ketika asisten Dimas mengatakan kalau Dimas kecelakaan . Dari mana dia tahu , karena dia yang mengurus mobil Dimas dan memenjarakan pelaku . Tapi dia tidak datang mengunjungi Dimas , dia berpikir Bianca kekasih Dimas jadi asisten Dimas tidak masuk . Lalu mengurus masalah yang membuat Dimas celaka .
" Aku tidak papa ma "ucap Dimas tersenyum melihat mama nya menangis terisak.
Bagaimana tidak , Dimas putra tunggal mereka .
Barra dan Bella mrmutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu . Apa lagi si kecil tidak mau makan karena tidak ada Mommy nya .
Brian jalan sendiri tidak mau di gendong lagi. Semenjak bisa jalan sendiri Brian akan memilih jalan dari pada di gendong .
" Ded itu om Reno " ucap Brian yang seperti melihat Reno di rumah sakit juga .
" Iya . Ngapain dia kesini " ucap Barra .
" Ya mana aku tahu " jawab Brian mengangkat bahunya .
Bella tertawa mendengar jawaban putranya . Begitu pula dengan Barra . Padahal Barra bertanya pada dirinya sendiri tapi anaknya justru menjawabnya .
" Broo " sapa Barra ketika sudah dekat dengan Reno.
__ADS_1
" Hlo kalian ngapain di sini ?" tanya Reno .
" Dimas di rawat abis kecelakaan " ucap Barra .
" Lo ngapain ?" tambahnya
" Gue " Reno lalu menggaruk tengkuknya yamg tidak gatal . " Sisil hamil anak ke dua " ucap Reno tampak malu-malu .
" Benarkah ? Dimana dia sekarang ?" tanya Bella antusias.
" Hai aku di sini " teriak Sisil sambil menggendong Sofia .
" Kamu hamil? Wah top cer ya " ucap Bella .
" Makanya sayang kita juga harus giat untuk bikin adik Brian . Kamu nya nggak mau " gerutu Barra .
" Bikin nya gimana Dad ? Brian juga mau adik" tanya Brian polos .
" Bikinnya pake tepung sayang " ucap Bella seraya menatap tajam suaminya . Bisa-bisanya dia mengatakan hal berbau dewasa di depan anaknya . Sudah tahu anaknya itu rasa ingin tahu nya besar
" Ayo mom , dad kita beli tepung sekarang . Kita bikin adek bayi seperti om Reno dan tante Sisil " ucap Brian lalu menarik tangan kedua orang tuanya .
Reno dan Sisil tergelak dengan tingkah Brian . Gara-gara kedua orang tuanya juga yang ngomong sembarangan .
……………………
jangan lupa tinggalkan jejak ya
vote
like
komen
beri hadiah juga dongg please ..
__ADS_1