Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
Bonchap 3 ( Hamil )


__ADS_3

Dimas saat ini Sudah sadarkan diri . Dimas melihat sekeliling ruangan sedikit tersenyum karena ternyata dirinya masih hidup .


" Aww " dessis Dimas merasa ngilu di kakinya .


Mungkin kecelakaan Dimas sedikit keras tapi beruntung Dimas bisa selamat .


" Kakak sudah bangun ? Mana yang sakit ?" tanya Bianca yang menyadari kalau Dimas sudah sadarkan diri .


Barra ikut terbangun bersama Bella . Mereka lalu ikut menghampiri Dimas . Semalam keduanya sudah mengirim pesan kepada kedua orang tuanya . Memberitahu jika mereka kini berada di rumah sakit . Dan tentunya memberitahu jika Dimas yang di sana bukan lagi Bianca seperti perawat itu bilang .


" Aku akan manggil dokter" ucap Barra


Dokter lalu mengecek keadaan Dimas .


" Tidak ada yang perlu di khawatirkan . Mungkin hanya sedikit syok . Bapak istirahat dulu untuk pemulihan lebih lanjut " ucap Dokter


" Tapi kakiku sedikit ngilu dok " ucap Dimas .


" Iya saat kecelakaan kaki bapak terjepit , tapi beruntung kaki bapak tidak apa-apa " ucap Dokter itu lagi


" Baik dok terima kasih" ucap Barra


" Sayang kamu tidak apa-apa ?" tanya Bunda Hanna .


Brian ikut bersama tapi berada dalam gendongan Mami Maya mereka lalu menuju ke rumah sakit ketika mendapat kabar dari Barra .


" Mommy " teriak Brian .


Bella dengan sigap menggendong anak kesayangannya itu .


" Aku tidak apa-apa bun . Tapi kak Dimas " ucap Bianca.


Bunda lalu memeluk anaknya dengan erat . Lalu beralih menatap Dimas yang kini sudah duduk di ranjangnya .


" Kamu tidak apa-apa dim ?" tanya Binda Hanna .

__ADS_1


" Tidak tante " jawabnya .


" Kenapa bisa ?" tanya papi Edo


" Saya mau di rampok ketika melewati jalan sepi . Tapi saya melajukan mobil saya sedikit menambah kecepatan dan mereka mengikuti saya juga dengan kecepatan tinggi . Hingga akhirnya mobil yang saya tumpangi menabrak pohon " jelas Dimas .


" Untung kamu tidak apa-apa . Apa orang tua mu sudah tahu " tanya Mami Maya.


Dimas hanya menunduk dan menggeleng sebagai jawaban kalau orang tuanya belum tahu .


" Apa aku kasih tahu om dan tante dim ?" tanya Bella .


" Sebentar lagi mungkin mereka sampai " ucap Dimas .


" Dimasss" teriak wanita paruh daya yang masih terlihat cantik . Dia berjalan dengan air mata yang mengalir di pipi nya .


Kedua orang tua Dimas kaget ketika asisten Dimas mengatakan kalau Dimas kecelakaan . Dari mana dia tahu , karena dia yang mengurus mobil Dimas dan memenjarakan pelaku . Tapi dia tidak datang mengunjungi Dimas , dia berpikir Bianca kekasih Dimas jadi asisten Dimas tidak masuk . Lalu mengurus masalah yang membuat Dimas celaka .


" Aku tidak papa ma "ucap Dimas tersenyum melihat mama nya menangis terisak.


Bagaimana tidak , Dimas putra tunggal mereka .


Barra dan Bella mrmutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu . Apa lagi si kecil tidak mau makan karena tidak ada Mommy nya .


Brian jalan sendiri tidak mau di gendong lagi. Semenjak bisa jalan sendiri Brian akan memilih jalan dari pada di gendong .


" Ded itu om Reno " ucap Brian yang seperti melihat Reno di rumah sakit juga .


" Iya . Ngapain dia kesini " ucap Barra .


" Ya mana aku tahu " jawab Brian mengangkat bahunya .


Bella tertawa mendengar jawaban putranya . Begitu pula dengan Barra . Padahal Barra bertanya pada dirinya sendiri tapi anaknya justru menjawabnya .


" Broo " sapa Barra ketika sudah dekat dengan Reno.

__ADS_1


" Hlo kalian ngapain di sini ?" tanya Reno .


" Dimas di rawat abis kecelakaan " ucap Barra .


" Lo ngapain ?" tambahnya


" Gue " Reno lalu menggaruk tengkuknya yamg tidak gatal . " Sisil hamil anak ke dua " ucap Reno tampak malu-malu .


" Benarkah ? Dimana dia sekarang ?" tanya Bella antusias.


" Hai aku di sini " teriak Sisil sambil menggendong Sofia .


" Kamu hamil? Wah top cer ya " ucap Bella .


" Makanya sayang kita juga harus giat untuk bikin adik Brian . Kamu nya nggak mau " gerutu Barra .


" Bikin nya gimana Dad ? Brian juga mau adik" tanya Brian polos .


" Bikinnya pake tepung sayang " ucap Bella seraya menatap tajam suaminya . Bisa-bisanya dia mengatakan hal berbau dewasa di depan anaknya . Sudah tahu anaknya itu rasa ingin tahu nya besar


" Ayo mom , dad kita beli tepung sekarang . Kita bikin adek bayi seperti om Reno dan tante Sisil " ucap Brian lalu menarik tangan kedua orang tuanya .


Reno dan Sisil tergelak dengan tingkah Brian . Gara-gara kedua orang tuanya juga yang ngomong sembarangan .


……………………


jangan lupa tinggalkan jejak ya


vote


like


komen


beri hadiah juga dongg please ..

__ADS_1


__ADS_2