Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 105


__ADS_3

Johan keluar dari kontrakannya dengan hati-hati . Dia tidak ingin sampai ada orang suruhan Anes sampai mengetahui keberadaannya . Johan keluar menggunakan angkutan umum yang tidak pernah dia lakukan . Johan menikmati malam hati dengan nyaman meskipun terlihat jauh dari kata mewah yang selama ini melekat pada dirinya . Tapi Johan begitu mudah untuk menyesuaikan diri . Johan turun di sebuah halte , ketika sudah sampai di tengah kota dia berani tampil dengan bebas meskipun bertemu dengan Anes sekalipun . Asal bukan tempat tinggalnya saat ini .


" Saya turun depan pak " ucap Johan meminta turun di dekat halte bus .


Angkutan umum itu berhenti sesuai yang di minta Johan .


Johan berjalan menuju halte bus dan menunggu bus di sana . Tapi di depan Johan ada mobil mewah yang berhenti tepat di depannya . Kaca mobil itu terbuka . Sehingga Johan tahu siapa pemilik mobil itu .


" Kasian banget ya hidup lo , dari bergelimang harta sampai jadi miskin kayak gini . Hidup jangan banyak gaya makanya " ejek Anes .


Johan tidak menanggapi ucapan Anes , yang nanti akan membuatnya jadi kehilangan akal sehat . Wanita satu ini tidak mengenal kata sopan santun .


" Sombong lo . Miskin aja belagu . Ayo masuk sini gue kasih tumpangan geratis , kapan lagi bisa naik mobil mewah , ya kan ?" ucap Anes lagi .


" Gue sudah tidak ada urusan sama lo lagi . Tolong lo jangan ganggu gue lagi " ucap johan tegas .


Anes tersenyum miring mendengar penuturan Johan . Anes lalu melajukan mobilnya meninggalkan Johan . Tapi setelah itu dia menghubungi anak buahnya untuk mengikuti Johan kemanapun dia pergi .


Ckitttttt...


Suara decitan mobil yang tiba-tiba menghadang mobil mewah Anes .Anes yang di hadang oleh orang lalu menghentikan mobilnya .


Siapa mereka . Kenapa menghentikan mobilku .batin Anes .


" Turun lo " ucap Seorang pria dengan wajah yang tertutup oleh penutup kepala .


Anes ketakutan tapi dia berusaha untuk menyembunyikan rasa takutnya

__ADS_1


" Keluar !!!" teriak pria itu lagi .


Anes mengikuti permintaan pria itu dengan membuka pintu secara perlahan . Lalu di mana orang-orang ya selama ini . Kenapa tidak menyelamatkannya?


Anes selalu berputar-putar dengan berbagai pertanyaan siapa yang sudah berani menghentikan mobilnya .


" Mau apa kalian ?" tanya Anes dengan lantang


" Ayo bawa dia " ucap pria itu tidak menjawab pertanyaan Anes .


" Mau apa kalian ? Mau di bawa kemana saya?" teriak Anes memberontak .


" Diam kamu , kalau tidak saya akan memakan mu di sini " ucap pria itu menakut-nakuti .


Apaan sih . Aduh bagaimana ini ? Siapa yang sudah berani melakukan ini kepada saya


Lihat saja nanti kalian skan saya beri pelajaran .batin Anes .


Ini tempat apa ini ? Kenapa mereka membawaku kemari ? pikir Anes ketika dia sudah sampai di markas milik Bella .


" Apa lo cuma beli segini kedondongnya ?" ucap Barra kepada Reno yang juga berada di tempat yang sama .


" Gue mau pulang " kesal Reno yang dari tadi menjadi pesuruh Barra . Dari yang harus mengupaskan kedondong , harus memotong kedondong kecil-kecil , minta di carikan cilok , dan juga jajanan yang lain.


" Tunggu " ucap Barra


" Gue capek bar , bini lo yang hamil . Lo yang minta aneh-aneh . Ini baru ketahuan tadi bini lo hamil . Gimana besok-besok Bar , lebih baik lo suruh gue lembur dari pada lo suruh gue yang aneh-aneh . Atau apa hah ? Lo mau ngancam gue terserah lo Bar .Mau pecat gue terserah . Gue mau balik ke amsterdam " ucap Reno .

__ADS_1


" Oke . Lo balik ke sana nggak papa , Sisil mungkin akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari pada lo . Atau mungkin bisa balik lagi sama mantannya " ucap Barra memanas-manasi Reno .


" Brengsek lo Bar . Arghhhh , sialan . Kenapa sih gue punya sahabat kayak lo " umpat Reno kesal .


Apa ?!! Bella hamil . Dan kok Barra juga ada di sini ?batin Anes


" Permisi Tuan , nona Anes sudah ada di sini " ucap Miko .


" Hueekk ... Hueekkk .." Barra merasa mual ketika melihat Anes .


" Barra " ucap Anes .


" Bawa pergi dari hadapan gue . Perut gue rasanya kayak di aduk-aduk " ucap Barra lalu meminta Reno mengusir Anes .


" Bawa boneka anabel itu pergi " ucap Reno seraya menghempaskan tangannya .


" Barra , kok lo gitu sih sama gue " teriak Anes tidak terima .


" Gila , cuma denger suaranya aja gue mual " ucap Barra .


" Gue mau balik jack . Nanti biar Reno kalau enggak Jordan yang urus " ucap Barra kepada Jack .


" Baik Tuan " ucap Jack .


" Oh iya , bini gue hamil . Buang jauh-jauh perasaan lo " lirih Barra .


" Hahahaha " Jack justru tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Barra .

__ADS_1


Barra menoleh ke arah Jack dengan tatapan yang entah apa artinya .


" Ck .. Sudahlah " ucap Barra yang memang sudah lemas karena sering mual setelah mengetahui Bella hamil .


__ADS_2