
Johan keluar dari kontrakannya dengan hati-hati . Dia tidak ingin sampai ada orang suruhan Anes sampai mengetahui keberadaannya . Johan keluar menggunakan angkutan umum yang tidak pernah dia lakukan . Johan menikmati malam hati dengan nyaman meskipun terlihat jauh dari kata mewah yang selama ini melekat pada dirinya . Tapi Johan begitu mudah untuk menyesuaikan diri . Johan turun di sebuah halte , ketika sudah sampai di tengah kota dia berani tampil dengan bebas meskipun bertemu dengan Anes sekalipun . Asal bukan tempat tinggalnya saat ini .
" Saya turun depan pak " ucap Johan meminta turun di dekat halte bus .
Angkutan umum itu berhenti sesuai yang di minta Johan .
Johan berjalan menuju halte bus dan menunggu bus di sana . Tapi di depan Johan ada mobil mewah yang berhenti tepat di depannya . Kaca mobil itu terbuka . Sehingga Johan tahu siapa pemilik mobil itu .
" Kasian banget ya hidup lo , dari bergelimang harta sampai jadi miskin kayak gini . Hidup jangan banyak gaya makanya " ejek Anes .
Johan tidak menanggapi ucapan Anes , yang nanti akan membuatnya jadi kehilangan akal sehat . Wanita satu ini tidak mengenal kata sopan santun .
" Sombong lo . Miskin aja belagu . Ayo masuk sini gue kasih tumpangan geratis , kapan lagi bisa naik mobil mewah , ya kan ?" ucap Anes lagi .
" Gue sudah tidak ada urusan sama lo lagi . Tolong lo jangan ganggu gue lagi " ucap johan tegas .
Anes tersenyum miring mendengar penuturan Johan . Anes lalu melajukan mobilnya meninggalkan Johan . Tapi setelah itu dia menghubungi anak buahnya untuk mengikuti Johan kemanapun dia pergi .
Ckitttttt...
Suara decitan mobil yang tiba-tiba menghadang mobil mewah Anes .Anes yang di hadang oleh orang lalu menghentikan mobilnya .
Siapa mereka . Kenapa menghentikan mobilku .batin Anes .
" Turun lo " ucap Seorang pria dengan wajah yang tertutup oleh penutup kepala .
Anes ketakutan tapi dia berusaha untuk menyembunyikan rasa takutnya
__ADS_1
" Keluar !!!" teriak pria itu lagi .
Anes mengikuti permintaan pria itu dengan membuka pintu secara perlahan . Lalu di mana orang-orang ya selama ini . Kenapa tidak menyelamatkannya?
Anes selalu berputar-putar dengan berbagai pertanyaan siapa yang sudah berani menghentikan mobilnya .
" Mau apa kalian ?" tanya Anes dengan lantang
" Ayo bawa dia " ucap pria itu tidak menjawab pertanyaan Anes .
" Mau apa kalian ? Mau di bawa kemana saya?" teriak Anes memberontak .
" Diam kamu , kalau tidak saya akan memakan mu di sini " ucap pria itu menakut-nakuti .
Apaan sih . Aduh bagaimana ini ? Siapa yang sudah berani melakukan ini kepada saya
Lihat saja nanti kalian skan saya beri pelajaran .batin Anes .
Ini tempat apa ini ? Kenapa mereka membawaku kemari ? pikir Anes ketika dia sudah sampai di markas milik Bella .
" Apa lo cuma beli segini kedondongnya ?" ucap Barra kepada Reno yang juga berada di tempat yang sama .
" Gue mau pulang " kesal Reno yang dari tadi menjadi pesuruh Barra . Dari yang harus mengupaskan kedondong , harus memotong kedondong kecil-kecil , minta di carikan cilok , dan juga jajanan yang lain.
" Tunggu " ucap Barra
" Gue capek bar , bini lo yang hamil . Lo yang minta aneh-aneh . Ini baru ketahuan tadi bini lo hamil . Gimana besok-besok Bar , lebih baik lo suruh gue lembur dari pada lo suruh gue yang aneh-aneh . Atau apa hah ? Lo mau ngancam gue terserah lo Bar .Mau pecat gue terserah . Gue mau balik ke amsterdam " ucap Reno .
__ADS_1
" Oke . Lo balik ke sana nggak papa , Sisil mungkin akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari pada lo . Atau mungkin bisa balik lagi sama mantannya " ucap Barra memanas-manasi Reno .
" Brengsek lo Bar . Arghhhh , sialan . Kenapa sih gue punya sahabat kayak lo " umpat Reno kesal .
Apa ?!! Bella hamil . Dan kok Barra juga ada di sini ?batin Anes
" Permisi Tuan , nona Anes sudah ada di sini " ucap Miko .
" Hueekk ... Hueekkk .." Barra merasa mual ketika melihat Anes .
" Barra " ucap Anes .
" Bawa pergi dari hadapan gue . Perut gue rasanya kayak di aduk-aduk " ucap Barra lalu meminta Reno mengusir Anes .
" Bawa boneka anabel itu pergi " ucap Reno seraya menghempaskan tangannya .
" Barra , kok lo gitu sih sama gue " teriak Anes tidak terima .
" Gila , cuma denger suaranya aja gue mual " ucap Barra .
" Gue mau balik jack . Nanti biar Reno kalau enggak Jordan yang urus " ucap Barra kepada Jack .
" Baik Tuan " ucap Jack .
" Oh iya , bini gue hamil . Buang jauh-jauh perasaan lo " lirih Barra .
" Hahahaha " Jack justru tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Barra .
__ADS_1
Barra menoleh ke arah Jack dengan tatapan yang entah apa artinya .
" Ck .. Sudahlah " ucap Barra yang memang sudah lemas karena sering mual setelah mengetahui Bella hamil .