Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 110


__ADS_3

Barra sudah berada di kantor bersama Bella .Baru saja di jalan suaminya itu sudah memborong berbagai macam jajanan . Seperri cilok , siomay , cireng dan jajanan lainnya . Bella hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat suaminya itu sekarang banyak makan . Padahal itu semua juga bakalan Bella yang paling banyak makan . Barra hanya memakan sedikit paling sudah .


Kedua pasangan suami istri berjalan berdampingan terlihat sangat cocok dan pasangan yang membuat semua orang iri . Barra membawa paper bag di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan Bella . Para karyawan di BR group menyapa pemilik perusahaan dan istrinya . Jarang sekali mereka bisa bertemu langsung dengan bosnya . Karena jika Barra sendiri dia akan datang tidak melalui depan . Namun melalui jalan yang di khususkan untuk pemilik perusahaan .


Ketika mereka baru membuka pintu ruangan Barra di sana sudah ada Jordan yang sedang menunggu Barra .


" Ngapain lo " ucap Barra.


" Selamat pagi bu bos . Lagi hamil tapi makin cantik aja . Kalau kayak gini aku makin betah di sini "ucap Jordan yang bukannya menjawab Barra justru menyapa istri bosnya .


" Pagi Kak jo " jawab Bella dengan tersenyum ramah .


" Gak usah senyum sayang " Barra tidak suka ." Kegatelan banget sih lo gangguin bini orang . Makanya kalau cari cewek yang bener " ucap Barra lagi .


" Apa salahnya gue menyapa bu bos . Itu ramah . Kalau gue diem bae gue sombing namanyee . Barra berre " ucap Jordan .

__ADS_1


" Sombong " ucap Bella ..


" Iya maksud gue gitu cantik " ucap Jordan .


Barra tidak menanggapi Jordan lagi lalu duduk di kursi kebesarannya .Padahal ingin sekali Barra memukul mulut lemes Jordan . Bella juga duduk di sofa namun bersebrangan dengan Jordan . Bella sudah lebih dulu antisipasi karena suaminya itu sangat pencemburu .


" Kak Jo sudah sarapan ?" tanya Bella mencoba meredakan ketegangan di dalam ruangan Barra.


" Belum Bell , lapar gue " ucap Jordan sekenanya .


" Sayang itu semua punya aku ya " ucap Barra tidak terima .


" Ini banyak sayang kamu juga nggak bakal habis . Paling nanti aku juga yang makan " ucap Bella .


" Ya tapi jangan banyak-banyak . Itu punya gue . Lain kali lo ngerepotin gue mulu gue kirim lo ke Afrika . Biar hidup gue terbebas dari lo " ucap barra .

__ADS_1


" Dih cuma makanan doang pelit lo " ucap Jordan tidak terima.


" Bini gue lagi hamil . Gue nggak mau anak gue ileran kayak lo " ucap Barra .


" Sialan lo . Gue nggak ya " kilah Jordan .


" Sudah . Makan dulu aja . Nanti kalau mau berantem di lanjut lagi " ucap Bella .


Jordan dengan sigap lalu memakan apa yang telah di berikan oleh Bella .


Barra juga segera menuju sofa jika Bella sudah bicara . Barra bukan suami takut istri tapi Barra begitu mencintai Bella . Bagi Barra Bella segalanya . Untuk bersama Bella saja banyak sekali lika-liku yang harus mereka hadapi . Barra sekarang sudah bersama Bella dan sekarang mereka akan memiliki seorang anak yang akan mengisi hari-hari mereka .


" Sayang suapi " ucap Barra seraya melirik ke arah Jordan .


Jordan hanya berdecak kesal melihat kekanak-kanakkan Barra . Jika bukan karena membicarakan hal penting mungkin Jordan sudah pulang dari tadi . Malas sekali harus menjadi obat nyamuk diantara pasangan bucin ini . Mana Sekarang Reno juga akan kembali ke Amsterdam jadi tinggal dirinyalah yang selalu di cari oleh Barra . Apalagi kemaren dia bilang akan pulang ke Amerika hanya untuk berlibur saja dan menghindari beberapa tugas dari Barra . Dan Barra mengetahuinya , tentu saja Barra kesal . Barra mengijinkan Jordan pergi karena Ayahnya sedang sakit . Bukan untuk berlibur . Tapi di sisi lain Jordan sudah memberikan dokter yang tak lain juga sahabatnya di sana untuk selalu menjaga Ayahnya . Dan menggantikan dokter yang di minta oleh Mama mertuanya yang justru itu bukan obat melainkan racun .

__ADS_1


__ADS_2