
Di kediaman Darmawan sekarang dua keluarga besar itu sudah berkumpul . Di tambah sahabat dari Bella juga Barra . Jordan yang tadinya di Amerika , kini juga sudah berada di tanah air . Barra memberitahu Jordan bahwa dia akan menjadi uncle . Dengan semang hati Jordan lalu pulang ke tanah air setelah memastikan kondisi ayahnya . Dimas yang sebenarnya sibuk karena akan ada perjalanan bisnis ke luar kota , tapi apalah daya . Sang sahabat ingin sekali bertemu dengannya . Dimas tentu tidak bisa menolak , karena Bella mengatakan jika dia sedang hamil . Dan jika Dimas tidak datang maka jika anak Bella menjadi ileran itu semua salah Dimas . Dimas tidak punya pilihan lain selain meminta tolong Ayahnya untuk menggantikannya dulu . Ayah Dimas juga mengenal Bella , dengan tulus Ayah Dimas juga bersedia menggantikan perjalanan bisnis itu . Bagi Ayah Dimas anak Bella juga adalah cucunya . Ayahnya Dimas sudah menganggap Bella begitu juga Sisil sebagai anaknya sendiri .
" Kamu kenapa sih nak ?" tanya Bunda Hanna menghampiri Bella yang sedang berada di teras .
" Bella lagi nunggu .. " belum sempat Bella melanjutkan ucapannya Barra sudah berada di depannya dan memotong ucapannya .
" Kamu nunggu aku sayang ?" tanya Barra .
" Enggak , aku lagi nungguin Dimas sama Sisil katanya mereka barengan " jawab Bella sambil celingukan menatap ke arah gerbang .
Bunda Hanna tersenyum mendengar jawaban menantunya itu . Bunda tahu kalau Bella ngidam ingin bertemu dengan sahabatnya itu . Tapi lebih lucunya lagi , bukan menunggu suaminya malah menunggu sahabatnya .
Bengong. Ya Barra bengong mendengar jawaban istrinya itu tak percaya . Sedangkan Reno lebih dulu tertawa , menertawakan bos sekaligus sahabatnya itu .
" Kok kamu gitu sih sayang . Bukannya nungguin suami malah nungguin cowok lain " ucap Barra drama .
__ADS_1
" Itu sahabat aku sayang .Lagian ya ini bukan keinginan aku , tapi ansk kita . Lagian aku juga lagi nungguin Sisil tadi aku minta dia carikan kedondong . Tadi katanya kamu nyari ya kan " ucap Bella .
" Hemm ya " ucap Barra lali masuk ke dalam meninggalkan istrinya .
" Tungguin sayang , bentar lagi mereka datang kok " ucap Bella manja .
" Ini sambil minum , aku tadi bikin cokelat panas. Tapi sekarang sudah sedikit dingin sih " ucap Bella .
" Hahahahaha... Kasian banget sih lo bro . Udahlah gue mau masuk aja " ucap Reno . Begitu juga dengan Bunda Hanna yang lebih dulu meninggalkan anak muda itu .
Ck sama dia lagi . Udahlah sekarang gue mau jual mahal dulu. batin Reno lalu masuk ke dalam tanpa menyapa Sisil terlebih dahulu .
Sisil yang melihat Reno menjauhinya merasa heran karena biasanya dia akan terus berusaha mendekatinya . Meskipun dengan gaya cueknya .
" Kok lo lama sih " ucap Bella .
__ADS_1
" Sorry tadi macet "jawab Dimas singkat .
" Ayo sayang masuk " ajak Bella lalu menggandeng tangan Barra .
Barra hanya menuruti istrinya . Bella lalu ke kamarnya dan menyiapkan air untuk Barra mandi .Barra merasa aneh ,tadi istrinya ingin sekali bertemu dengan Dimas tapi , setelah melihat Dimas Bella langsung mengajak dirinya dan meninggalkan sahabatnya .
" Sayang aku mau tanya " ucap Barra .
" Mau tanya apa sayang ?" jawab Bella
" Tadi kamu ingin sekali bertemu dengan Dimas sampai rela nungguin di depan rumah . Tapi sekarang biasa aja " ucap Barra .
" Kan tadi udah ketemu sayang , ya udah gitu aja . Airnya udah siap mandi gih " ucap Bella .
" Lain kali tidak usah menyiapkan aku mandi lagi sayang , kamu lagi hamil " ucap Barra seraya memeluk istrinya dengan mesra .
__ADS_1
" Aku hamil bukan sakit sayang . Nggak usah aneh-aneh degh . Sana mandi bentar lagi acaranya di mulai " ucap Bella lalu mendorong pelan tubuh Barra supaya masuk ke dalam kamar mandi . Barra hanya tersenyum dan mengecup sekilas pipi Bella .