
" Pak Lurah ? " tanya Bella dan Anna bersamaan lalu saling toleh satu sama lain .
" Iya emang kenapa kalian ini , aneh aneh saja " ucap Oma Rahma lalu berdiri menghampiri tamunya .
Bella dan Anna masih duduk di tempatnya , jika Bella hanya penasaran dengan Pak Lurah yang bertamu apa benar tetangganya dulu . Dan Anna hanya dia yang tau dan pikirannya .
" Selamat siang bu Rahma " sapa pak lurah
" Iya ada yang bisa saya bantu pak Bisma ? " tanya Oma Rahma ramah
" Saya ke sini hanya melakukan sensus penduduk saja kok bu " padahal itu hanya alasan Bisma saja , karena dia tahu kalau Bella akan pulang ke rumah sang nenek .
" Oh . Mari silahkan masuk " ajak Oma
" nggeh bu " ( iya bu ) jawab Bisma sopan
Oma mengajak Bisma ke ruang tamu . Sedangkan Bella memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya . Anna masih duduk di ruang keluarga mereka.
" Lagi apa ya Barra ? " tanya Bella kepada dirinya sendiri setelah merebahkan tubuhnya di atas kasur .
****
" Kenapa dari tadi tidak bisa di hubungi " kesal Barra yang sejak tadi uring uringan karena Bella tidak bisa di hubungi .
" Arghh.... " teriak Barra lalu mengobrak abrik ruangannya .
dugh
" Aduhh ... Ada yang bisa saya bantu Tuan " tanya Reno hati hati . Jika singa mengamuk maka Reno akan lebih baik tidak masuk kandang singa tapi karena sudah terlanjur masuk Reno mencoba memberanikan diri untuk bertanya .
" Cari tahu kemana Bella sekarang " tegas Barra tanpa menoleh ke arah Reno .
" Baik Tuan , saya permisi " pamit Reno lalu segera keluar dari kandang singa dari pada dia yang nantinya kena amuk .
Setelah reno keluar dari ruangan Barra , Reno segera menghubungi orangnya untuk mencari tahu ke mana Bella . Tapi setelah beberapa jam menunggu tidak ada hasil di mana Bella berada .
__ADS_1
" Bagaimana bisa tidak ada ! Dasar tidak becus , cari orang aja gak becus . Lo mau makan gaji buta hah ? !! " ucap Reno lewat sambungan ponselnya kepada orang suruhannya .
" Sialan . Kenapa cuma mencari satu orang saja susah sekali seperti mencari jarum di tumpukan jerami " gerutu Reno .
Di dalam ruangan Barra . Seakan berada di ruangan yang penuh dengan es , dingin .
" Apa kamu tidak bisa bekerja hah .. !! Hanya membuat laporan begini saja semua salah . Keluar ! Perbaiki semua ini set jam harus selesai " tegas Barra
" Ba .. baik Tuan " jawab sang karyawan tergagap . Perasaan dia sudah membuat sebaik mungkin tapi masih juga salah.
Karyawan itu merasa lega saat keluar dari ruangan Barra . Yang terlihat sangat menakutkan ketika marah . Bahkan tidak biasanya Barra akan memarahi karyawannya dengan seperti itu .
" Perasaan saya sudah membuat laporan dengan benar . Biasanya juga seperti itu tapi tidak ada masalah " keluh karyawan tersebut ketika sudah sampai di bilik meja kerjanya .
" Kamu kenapa ? " tanya salah satu temannya di sana.
" Si bos marah marah terus dari tadi . Laporan yang diserahkan oleh wina tadi juga katanya tidak benar , padahal semua poin poin di dalamnya sudah seperti apa yang di minta oleh Bos " jelasnya lagi
" Mungkin lagi PMS " sahut temannya yang lain sambil terus fokus dengan pekerjaannya
" Memangnya dia punya pacar ! " sahut karyawan wanita di sana yang juga mengidolakan Barra .
" Iya gue juga cuma denger doang , soalnya tadi ada karyawan yang mau memberikan laporannya ke Tuan Barra tapi dia denger nama ceweknya siapa gitu gak terlalu kedengaran terus gak bisa di hubungi " jelasnya lagi
" Ada apa ini kenapa kalian ribut ribut . Kerja sana atau kalian mau saya adukan dengan Tuan Barra " ucap Monika yang tadinya lewat untuk ke kamar mandi tapi malah melihat karyawan malah pada sibuk bergunjing .
Karyawan yang berada di sana acuh tak menggubris omongan Monika , karena merasa tidak suka selain sok bossy dia juga suka membuat ulah dan sok berkuasa . Mungkin karena moonika menjabat menjadi HRD di sana .
" Lagian kenapa kalian ngomongin Tuan Barra ? Ada masalah apa ? " lanjutnya lagi
" Pacarnya kabur " jawab karyawan pria yang tadi mengatakan Barra PMS , tapi masih fokus dengan pekerjaannya meski pendengarannya berada di antara teman temannya .
" Pacar ? Memangnya Tuan Barra punya pacar . Kok saya tidak tahu " gerutu monika
" Apa jika Tuan Barra punya pasangan harus lapor ke kamu " ucap pria itu lagi tapi kini menoleh ke arah monika . Dia adalah karyawan yang tidak takut dengan siapapun kecuali dengan Barra . Baginya mereka semua sama hanya seorang karyawan bedanya mereka punya jabatan yang di atasnya . Jika suka menindas seperti monika seperti ini jadi wajib di tentang kalau tidak pasti akan banyak korban.
__ADS_1
Monika yang merasa di cibir lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang sempat tertunda . Karyawan yang berada di sana acuh , tak peduli dengan wanita satu itu .
" Ada apa ini ? Kenapa malah berkumpul ? Apa pekerjaan kalian sudah selesai ? " kini bukan monika tapi Bianca yang melihat karyawannya malah asik mengobrol .
" Ini .. emm .. anu .. itu .. " ucap pria yang tadi paling berani
" Apa ? Ini itu anu apa ? " tanya Bianca seraya memincingkan matanya
Seluruh karyawan tau jika Bianca adalah adik dari Barra . Bianca juga termasuk tegas dan berwibawa dalam memimpin .
" Begini Nona , tadi saya menyerahkan laporan kepada kakaknya Nona ehh Tuan Barra tapi di tolak padahal sudah 2 kali dan ini juga sudah sesuai dengan poin poin yang sudah di jelaskan Tuan Barra . Tapi Tuan Barra menganggap ini salah , dan tadi marah marah terus " jelasnya karyawan yang menyerahkan laporan tadi ke pada Barra.
" Coba saya lihat " minta Bianca.
Bianca menerima laporan tersebut dan membaca secara teliti , tapi laporan itu sudah sesuai . Lalu kenapa Barra masih marah marah . Karena karyawan di BR group ini adalah karyawan pilihan dan terbaik . Tidak sembarang orang bisa masuk bekerja di BR group .
" Biar saya bawa ini " ucap Bianca lalu berlalu dari sana
Karyawan tersebut merasa senang dan lega karena ada Bianca yang membantunya . Dia sudah merasa takut jika nanti salah lagi .
Di depan lobby kantor Barra terjadi keributan lagi karena ulah Raya yang tiba tiba datang dan mencoba untuk masuk . Tapi selalu di cegah oleh keamanan di sana
" Jangan coba coba mendorong ku . Atau kalian akan menyesal . Didalam perut ku ini ada anak Bos kalian , Kalau nanti aku menjadi istri Barra akan ku pastikan kalian semua akan saya pecat " teriak Raya
" Wahh .. Menakutkan sekali manusia halu satu ini " Cibir Jordan yang baru datang karena tadi Reno menghubunginya .
" Ka.. kamu .. Ngapain kamu di sini " Raya takut jika nanti Jordan berbuat kasar padanya . Karena Jordan paling benci dengan wanita satu ini .
" Pergi " ucap Jordan tanpa menatap Raya .
Raya yang merasa takut dengan Jordan lalu pergi dari sana . Sebenarnya bukan takut tapi lebih baik tidak menganggu Jordan .
Jordan menghela nafasnya kasar , sungguh sangat benci dengan wanita ular tersebut . Dan hanya Barra dan Reno yang tahu bagaimana Jordan dan Raya .
Jordan lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangan Barra . Saat akan keluar dari lift .
__ADS_1
bruk..