
Aaaaa
Teriak Bella ketika melihat Barra yang tiba tiba masuk ke dalam kamar yang berada di ruangan Barra . Karena saat ini Bella sedang berganti baju . Bella lalu kembali memakai jubah mandinya yang terletak di dekatnya . Tadinya Bella memang mau tidur dan sudah merebahkan diri , di rasa tubuhnya lengket Bella lalu memutuskan untuk mandi supaya lebih segar dan tidur dengan nyaman . Bella juga tidak tahu jika meeting Barra akan secepat ini . Teledor , ya satu kata itu yang kini di rasakan Bella . Akibat tidak mengunci pintu terlebih dulu ya seperti inilah sekarang .
" Apa kamu sengaja menyambutku dengan cara seperti ini sayang ? " Barra berjalan mendekati Bella .
" Kamu kenapa sudah kembali hah . Katanya kamu tadi sedang meeting , kenapa kembali begitu cepat " kesal Bella mundur lalu hendak berlalu ke kamar mandi bersembunyi di sana .
" Tidak perlu malu aku sudah melihat semuanya " Barra lalu mendekat ke arah pintu kamar mandi .
" Sudah pergi dulu sana aku mau ganti baju dulu " teriak Bella dari dalam kamar mandi .
" Aku mau tidur di sini aku mengantuk " ucap Barra lalu berjalan mendekat ke arah ranjang lalu merebahkan tubuhnya .
Bella lalu mengintip dan membuka sedikit pintu kamar mandi memastikan jika Barra sudah tidak ada di depan kamar mandinya . Karena suara Barra sudah terasa jauh darinya . Saat Bella hendak membuka pintu kamar mandi ya Barra sudah tidak ada di sana .
" Bisa tolong ambilkan bajuku dulu " pinta Bella memelas .
" Ambillah . Aku lelah tidak akan macam macam " ucap Barra lalu memejamkan matanya .
Setelah beberapa menit Bella tidak melihat pergerakan dari Barra , yang berarti mungkin saat ini sudah tertidur . Bella lalu berjalan perlahan keluar dari kamar mandi itu dan mengambil pakaian yang baru saja dia beli melalui online .
" Kamu ihh .. Bohong yaa ? Dasar kucing bau ikan asin lalu nyaplok " kesal Bella karena Barra tiba tiba lalu memeluknya dan menciumi wangi Bella .
" Awas aku mau ganti baju " rengek Bella karena Barra masih terus mengendusnya .
" Astaga .. Apa yang kalian lakukan ? Barra kamu ini sebentar lagi juga menikah kenapa tidak sabaran sih " kesal Bunda Hanna yang tadinya ingin mengajak keluar Bella . Karena ia tahu kalau Bella ikut kembali bersama Barra tapi kedua orang tuanya masih tinggal dulu di kediaman Omanya .
" Sayang . Kamu tidak apa apakan ? Mana yang sakit ? " ucap Bunda Hanna lalu mendekati Bella yang masih di peluk oleh Barra . Keduanya masih terbengong kaget karena sang Bunda tiba tiba memergoki mereka . Ya salah sendiri , karena pintu kamar itu masih sedikit terbuka jadi Bunda jadi tahu teriakan Bella .
__ADS_1
" Tante ini tidak seperti tante pikirkan . Saya tadi baru saja mandi dan Barra juga baru saja pulang meeting kok . Tanya saja sama Kak Reno , tante " jelas Bella yang merasa malu karena ulah Barra jadi seperti ini .
" Iya bun " ucap Barra lalu menatap sang Bunda dan juga Bella . " Ini memang seperti yang Bunda pikirkan " ucap Barra tanpa rasa malu .
Bella melototkan matanya , tak percaya dengan ucapan Barra yang tanpa rasa malu mengatakan hal yang di anggap pribadi itu .
Bunda Hanna juga terkejut dengan ucapan anaknya yang di kenal jarang membicarakan hal pribadi dan cenderung diam .
Dia bukan anak saya batin Bunda Hanna tak percaya dengan ucapan anaknya itu .
" Kalian memang harus segera menikah . Bunda tidak mau kalau nanti Bella hamil lebih dulu . Bunda bukan tidak mau Bella hamil tapi Bunda tidak mau ada berita miring tentang kalian , terutama Bella " Ucap Bunda Hanna . yang sebenarnya tahu kalau itu hanya akal akalan Barra saja . Karena Barra tidak mungkin melakukannya terlebih dahulu , apalagi jika sampai menyakiti Bella . Dan juga Barra sangat melindungi Bella juga menghargai setiap keputusan Bella .
Bella ikut terbengong mendengan Bunda Hanna mengatakan hal itu . Apa Bunda percaya pikirnya . Malu , sangat malu itu yang di rasakan Bella .
Berbeda dengan Barra yang tersenyum penuh kemenangan . Barra sangat bahagia karena sebentar lagi tidak akan berjauhan lagi dengan Bella .
" Ayo sayang pakai dulu baju kamu , kita keluar jalan jalan . Kalau kamu di sini akan ada singa yang kehausan " ucap Bunda Hanna yang begitu kesal dengan tingkah anaknya itu .
Apa jalan jalan berdua . Ini aja malunya masih berasa . Dasar Barra batin Bella kesal . Bingung dengan situasi saat ini .
" Sebentar , bunda telpon Ayah dulu " ucap Bunda Hanna lalu menghubungi suaminya saat itu juga .
Punya anak udah berumur tinggal ngomong minta nikah aja kenapa harus drama gini sih . Ngikutin siapa sih nih anak batin Bunda Hanna
" Hallo yah . Kita harus segera menikahkan Barra dan juga Bella . Karena Barra sepertinya sudah ngebet yah , kasian Bella nanti kalau kelamaan deket Barra " jelas Bunda
" Memangnya ada apa sih bun ? " tanya Ayah
Dan perbincangan itu berselang cukup lama . Bella sudah selesai berganti pakaian , sedangkan Barra sudah rapi lagi dengan jasnya tadi yang sempat bercecer di lantai . Barra kembali melanjutkan pekerjaannya . Seakan tidak terjadi apa apa .
__ADS_1
" Kamu sudah siap sayang ? " tanya Bunda Hanna yang melihat Bella sudah rapi .
" Sudah tante " jawab Bella .
" Panggil Bunda dong . Kan sebentar lagi kalian menikah " ucap Bunda
" Baik Tan eh Bun " ucap Bella kikuk .
" Bunda mau bawa Bella kemana ? Hati hati jangan sampai lelah , kasian anak yang ada dalam kandungan Bella " ucap Barra seraya mengelus perut rata Bella .
Sungguh saat ini aku ingin bersembunyi ucap Bella dalam hati
plak
" Dasar pria tidak tahu malu " Bunda Hanna terus saja memukuli Barra , bagaimana bisa dia dengan mudahnya mengatakan hal seperti itu .
" Kamu ini apaan sih . Bayi cacing maksud kamu ? " kesal Bella pada mulut Barra yang tak berfilter itu .
" Sudah cukup . Bunda tidak tahu kamu sebenarnya ikut siapa , jika Ayah kamu itu sangat dingin dan cuek tidak pernah berkata ucapan tak berfilter itu . Bunda akan menghubungi Ayah kamu lagi supaya di percepat kalau perlu hari ini juga " kesal Bunda Hanna ..
" Kalau tidak mirip Ayah y mirip Bundalah . Yang bikin Bunda sama Ayah " ucap Barra tanpa dosa
" Dasar tidak tahu malu " kesal sang Bunda lalu kembali memukul punggung tangan Barra .
" Sayang sepertinya kita harus segera pergi dari sini karena jika lama lama di sini Bunda rasanya akan gila " ucap Bunda frustasi .
" Heran Bunda kok kamu mau sih sama dia . Kok betah gitu hlo " ucap Bunda lalu menarik tangan Bella keluar dari ruangan Barra .
" Bunda gak beres ini . Masa anak sendiri di jatuhin " ucap Barra pada dirinya sendiri ,karena di ruangan itu sudah tidak orang selain dirinya .
__ADS_1
Bunda masih saja mengomel dan mengeluh bagaimana bisa dia memiliki anak seperti Barra . Jika Barra yang dulu akan selalu jadi anak penurut , pendiam dan jarang bicara . Tapi setelah terjadi masalah ini Barra berubah menjadi sosok yang cerewet dan menjengkelkan .
Kalau sama Bella lebih parah lagi bun. Anak Bunda sekarang jadi pria 21+ otaknya batin Bella yang juga merasa kesal dengan tindakan Barra itu .