Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 82


__ADS_3

Di sebuah apartemen di pinggir kota , terdapat seorang wanita hamil sedang memadu kasih dengan pria .


" Faster baby " ucap seorang pria.


" Yes baby . As you wish " ucapnya .


Hingga peluh keduanya mulai bercucuran tanda keduanya sudah mencapai apa yang mereka inginkan .


" Kamu yang terhebat baby " ucap pria itu .


" Tentu dong " jawab Raya .


Ya Raya diam diam juga berhubungan dengan pria lain . Karena selama dia bersama dengan Jogan mereka sama sekali tidak saling bersentuhan . Jordan hanya menikahinya secara siri karena dorongan kedua orang tuanya . Kalau tidak mungkin Johan juga tidak akan menjadikan Raya sebagai istrinya .


" Apa yang akan kamu pertahankan hidup bersama pria yang tidak menganggap mu itu . Bahkan dengan teganya dia menyuruhmu bekerja di club malam hanya untuk kebutuhan hidupnya . Dan dia sama sekali tidak merasa bersalah kepada mu padahal kamu sedang hamil anaknya " ucap pria itu .


" Aku mau keluar seperti saat ini saja merasa takut. Jika sampai dia tahu apa yang aku lakukan pasti dia akan membunuh anak ini . Sekarang aku sadar , bahwa anak ini adalah penguat ku . Aku dulu mengejar pria yang bukan ayahnya juga karena Johan yang selalu mengancam ku akan menyakiti ke dua orang tuaku. Tapi aku bersyukur sedikit lepas darinya akhir akhir ini " ucap Raya sendu .


" Kemana dia ? " tanyanya .


" Menemui mantan istrinya . Dan lebih tepatnya aku tidak tahu , dan tidak peduli " ucap raya dengan tersenyum sekilas .


" Kamu tahu , aku menyukaimu sejak awal . Dan aku juga rela bertanggung jawab atas anak yang ada dalam kandungan mu . Ayo aku bantu keluar dari sangkar pria yang tidak bertanggung jawab itu " ucap pria itu tulus.


Raya justru menangis mendengar pria yang berada di sampingnya itu . Dia sedari dulu tulus mencintainya tapi Raya selalu mengabaikannya . Bahkan Raya sekarang berada di titik terendah , dia rela menemani Raya di samping Raya ketika Raya membutuhkannya .


" Aku tidak tahu . Kamu orang baik , kamu terlalu baik untukku . Aku terlalu buruk untukmu " ucap Raya dengan isak tangisnya .


" Jangan bicara seperti itu . Sekarang aku juga bukan pria baik baik . Kita sama , dengarkan aku . Aku sungguh-sungguh ingin menjagamu dan juga anakmu " ucap pria itu tulus . Dan ke duanya kembali bergumul di bawah selimut tebal itu .


***


Pagi hari di kediaman Barra dan Bella . Barra tengah bersiap untuk ke kantor setelah melakukan sarapan bersama istri tercintanya .


" Sayang nanti aku ijin keluar sebentar ya ? " ucap Bella .


" memangnya mau kemana sayang ? " tanya Barra .

__ADS_1


" Mau ke mall sebentar , belanja kebutuhan bulanan . Sekalian ajak mbak Inem , supaya nanti bisa belanja sendiri . Tapi untuk sementara waktu aku dulu yang belanja " ucap Bella .


" Baiklah sayang . Lakukanlah , kamu yang paling tahu apa yang kamu lakukan . Asal jangan pergi sama pria " ucap Barra dengan tegas .


" Kamu yang paling tahu Barra , aku punya temen pria atau tidak " ucap Bella dengan nada kesal .


Dulu sewaktu masih di bangku kuliah , banyak pria yang mencoba mendekati Bella . Namun karena Barra selalu menghalangi pria pria itu , alhasil sampai sekarang Bella tidak pernah dekat dengan pria manapun . Kecuali dengan Dimas ..


" Iya sayang . Kalau tidak seperti itu kamu bakal di ambil sama mereka . Dan juga di gangguin setiap waktu " ucap Barra tak mau di salahkan .


" Ya kamu memang paling benar " ucap Bella yang tak ingin panjang lebar berdebat dengan suaminya itu .


" Sana berangkat " usir Bella .


" Kamu mengusirku " ucap Barra tak habis pikir dengan istrinya itu .


Bella mengangguk mantap . Lalu lebih dulu mencium pipi Barra dan hendak pergi dari sana .


" Mau kemana , yang ini , ini , dan ini belum " ucap Barra yang menunjuk bibir , kening dan juga pipi sebelahnya .


Dengan patuh Bella melakukannya . Namun ketika dibibir Barra sengaja menekan tengkuk Bella supaya ciuman mereka tidak terlepas .


" Baiklah nyonya Barra , suamimu yang tampan ini bekerja dulu . Jangan rindu , berat kata dilan " ucap Barra lalu mencium kening Bella dan bibirnya dan masuk ke dalam mobilnya .


" Ck " Bella berdecak.


Setelah suaminya pergi , Bella lalu meminta mbak Inem untuk bersiap untuk ke mall belanja bulanan . Dan Bella juga meminta mbak Inem mencatat apa saja yang habis di bantu juga oleh Bella , Karena mbak Inem belum sepenuhnya mengerti kebutuhan apa saja yang harus di beli untuk mengisi dapur mereka .


Bella begitu sabar mengajari mbak Inem juga suaminya yang masih awam dalam hal hal di rumahnya , karena baru pertama kali . Dan Bella memaklumi itu .


" Mang Totok tunggu di rumah gak papa ya . Di sana juga ada mang ujang yang akan membantu mang Totok untuk membersihkan taman " ucap Bella .


" Iya nyonya " ucap totok dengan semangat .


" Jangan panggil saya nyonya . Panggil nama juga gak papa , geli dengernya " ucap Bella


" Ya ndak bisa to nyonya , orang memang nyonya Bella ini majikan kita kok " ucap Totok .

__ADS_1


" Ya ya terserah . Ya sudah ayok berangkat mbak " ucap Bella .


" Baik nyonya . Pak saya berangkat dulu " ucap Inem lalu mencium tangan suaminya .


Bella tersenyum menatap pasangan yang berusia di atasnya itu . Begitu romantis meskipun sudah hampir kepala 4 . Dan juga bersemangat dalam melakukan pekerjaan rumah dengan rajin dan bersih .


" Sudah ayok , jadi iri nih " ucap Bella menggoda pasangan itu .


" Nyonya muda ini , kita itu seperti ini meniru nyonya muda dan juga Tuan " ucap Inem lalu ikut masuk ke dalam mobil Bella .


Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih satu jam , karena jalanan tidak macet .


" Ayo mbak " ajak Bella


" Ya allah , nyonya muda . Gede tenan yo " ucap Inem .


" Iya . Nanti mbak Inem sambil belajar ya . Jadi sekarang belanjanya sama saya dulu . Tapi nanti ada waktunya mbak Inem belanja sendiri atau juga di temani yang lain ya . Jadi Mbak Inem harus mulai terbiasa . Pelan pelan aja gak usah takut salah . Oke " ucap Bella panjang lebar .


" Iya nyonya muda " ucap Inem . Inem selalu memperhatikan cara Bella berbelanja dan juga mulai belajar apa saja yang di butuhkan .


Sudah cantik ,baik , sabar . Wes pokok e paket komplit . Coba anakku bagus sudah besar tak jodohin sama anakku , sayang anakku masih SMP batin Inem seraya tersenyum lucu sendiri .


" Mbak kenapa?" tanya Bella heran .


" Enggak . Nyonya ini cantik , baik , sabar . Kalau saya punya anak cowok tak jodohin sama nyonya . Sayang anak cowok saya masih SMP " ucap Inem lalu cemberut .


" Nanti anak mbak Inem juga dapat yang lebih baik dari saya " ucap Bella tulus


" Amin " ucap Inem lalu tersenyum bahagia bisa mengenal Keluarga Oma Rahma yang terkenal baik dan dermawan


Berjam jam ke dua wanita itu berbelanja . Setelah memastikan barang belanjaannya sudah lengkap semua , Bella memutuskan untuk pulang ke rumah .


" Mbak Inem tolong ini di bawa ke mobil dulu ya saya mau ke toilet sebentar " ucap Bella .


" Baik nyonya "


Dalam tiga puluh menit Inem menunggu tapi Bella juga bekum kembali , empat puluh lima menit , dan satu jam Inem menunggu Bella tapi juga belum kembali .

__ADS_1


" Ya allah pie iki , kok nyonya muda belum kembali " ucap Inem gelisah .


Sedangkan di sisi lain Bella yang baru saja keluar dari kamar mandi , tangannya lalu di tarik seseorang dan mulutnya di bekap oleh seseorang hingga tidak sadarkan diri .


__ADS_2