
Di sebuah apartemen di pinggir kota , terdapat seorang wanita hamil sedang memadu kasih dengan pria .
" Faster baby " ucap seorang pria.
" Yes baby . As you wish " ucapnya .
Hingga peluh keduanya mulai bercucuran tanda keduanya sudah mencapai apa yang mereka inginkan .
" Kamu yang terhebat baby " ucap pria itu .
" Tentu dong " jawab Raya .
Ya Raya diam diam juga berhubungan dengan pria lain . Karena selama dia bersama dengan Jogan mereka sama sekali tidak saling bersentuhan . Jordan hanya menikahinya secara siri karena dorongan kedua orang tuanya . Kalau tidak mungkin Johan juga tidak akan menjadikan Raya sebagai istrinya .
" Apa yang akan kamu pertahankan hidup bersama pria yang tidak menganggap mu itu . Bahkan dengan teganya dia menyuruhmu bekerja di club malam hanya untuk kebutuhan hidupnya . Dan dia sama sekali tidak merasa bersalah kepada mu padahal kamu sedang hamil anaknya " ucap pria itu .
" Aku mau keluar seperti saat ini saja merasa takut. Jika sampai dia tahu apa yang aku lakukan pasti dia akan membunuh anak ini . Sekarang aku sadar , bahwa anak ini adalah penguat ku . Aku dulu mengejar pria yang bukan ayahnya juga karena Johan yang selalu mengancam ku akan menyakiti ke dua orang tuaku. Tapi aku bersyukur sedikit lepas darinya akhir akhir ini " ucap Raya sendu .
" Kemana dia ? " tanyanya .
" Menemui mantan istrinya . Dan lebih tepatnya aku tidak tahu , dan tidak peduli " ucap raya dengan tersenyum sekilas .
" Kamu tahu , aku menyukaimu sejak awal . Dan aku juga rela bertanggung jawab atas anak yang ada dalam kandungan mu . Ayo aku bantu keluar dari sangkar pria yang tidak bertanggung jawab itu " ucap pria itu tulus.
Raya justru menangis mendengar pria yang berada di sampingnya itu . Dia sedari dulu tulus mencintainya tapi Raya selalu mengabaikannya . Bahkan Raya sekarang berada di titik terendah , dia rela menemani Raya di samping Raya ketika Raya membutuhkannya .
" Aku tidak tahu . Kamu orang baik , kamu terlalu baik untukku . Aku terlalu buruk untukmu " ucap Raya dengan isak tangisnya .
" Jangan bicara seperti itu . Sekarang aku juga bukan pria baik baik . Kita sama , dengarkan aku . Aku sungguh-sungguh ingin menjagamu dan juga anakmu " ucap pria itu tulus . Dan ke duanya kembali bergumul di bawah selimut tebal itu .
***
Pagi hari di kediaman Barra dan Bella . Barra tengah bersiap untuk ke kantor setelah melakukan sarapan bersama istri tercintanya .
" Sayang nanti aku ijin keluar sebentar ya ? " ucap Bella .
" memangnya mau kemana sayang ? " tanya Barra .
__ADS_1
" Mau ke mall sebentar , belanja kebutuhan bulanan . Sekalian ajak mbak Inem , supaya nanti bisa belanja sendiri . Tapi untuk sementara waktu aku dulu yang belanja " ucap Bella .
" Baiklah sayang . Lakukanlah , kamu yang paling tahu apa yang kamu lakukan . Asal jangan pergi sama pria " ucap Barra dengan tegas .
" Kamu yang paling tahu Barra , aku punya temen pria atau tidak " ucap Bella dengan nada kesal .
Dulu sewaktu masih di bangku kuliah , banyak pria yang mencoba mendekati Bella . Namun karena Barra selalu menghalangi pria pria itu , alhasil sampai sekarang Bella tidak pernah dekat dengan pria manapun . Kecuali dengan Dimas ..
" Iya sayang . Kalau tidak seperti itu kamu bakal di ambil sama mereka . Dan juga di gangguin setiap waktu " ucap Barra tak mau di salahkan .
" Ya kamu memang paling benar " ucap Bella yang tak ingin panjang lebar berdebat dengan suaminya itu .
" Sana berangkat " usir Bella .
" Kamu mengusirku " ucap Barra tak habis pikir dengan istrinya itu .
Bella mengangguk mantap . Lalu lebih dulu mencium pipi Barra dan hendak pergi dari sana .
" Mau kemana , yang ini , ini , dan ini belum " ucap Barra yang menunjuk bibir , kening dan juga pipi sebelahnya .
Dengan patuh Bella melakukannya . Namun ketika dibibir Barra sengaja menekan tengkuk Bella supaya ciuman mereka tidak terlepas .
" Baiklah nyonya Barra , suamimu yang tampan ini bekerja dulu . Jangan rindu , berat kata dilan " ucap Barra lalu mencium kening Bella dan bibirnya dan masuk ke dalam mobilnya .
" Ck " Bella berdecak.
Setelah suaminya pergi , Bella lalu meminta mbak Inem untuk bersiap untuk ke mall belanja bulanan . Dan Bella juga meminta mbak Inem mencatat apa saja yang habis di bantu juga oleh Bella , Karena mbak Inem belum sepenuhnya mengerti kebutuhan apa saja yang harus di beli untuk mengisi dapur mereka .
Bella begitu sabar mengajari mbak Inem juga suaminya yang masih awam dalam hal hal di rumahnya , karena baru pertama kali . Dan Bella memaklumi itu .
" Mang Totok tunggu di rumah gak papa ya . Di sana juga ada mang ujang yang akan membantu mang Totok untuk membersihkan taman " ucap Bella .
" Iya nyonya " ucap totok dengan semangat .
" Jangan panggil saya nyonya . Panggil nama juga gak papa , geli dengernya " ucap Bella
" Ya ndak bisa to nyonya , orang memang nyonya Bella ini majikan kita kok " ucap Totok .
__ADS_1
" Ya ya terserah . Ya sudah ayok berangkat mbak " ucap Bella .
" Baik nyonya . Pak saya berangkat dulu " ucap Inem lalu mencium tangan suaminya .
Bella tersenyum menatap pasangan yang berusia di atasnya itu . Begitu romantis meskipun sudah hampir kepala 4 . Dan juga bersemangat dalam melakukan pekerjaan rumah dengan rajin dan bersih .
" Sudah ayok , jadi iri nih " ucap Bella menggoda pasangan itu .
" Nyonya muda ini , kita itu seperti ini meniru nyonya muda dan juga Tuan " ucap Inem lalu ikut masuk ke dalam mobil Bella .
Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih satu jam , karena jalanan tidak macet .
" Ayo mbak " ajak Bella
" Ya allah , nyonya muda . Gede tenan yo " ucap Inem .
" Iya . Nanti mbak Inem sambil belajar ya . Jadi sekarang belanjanya sama saya dulu . Tapi nanti ada waktunya mbak Inem belanja sendiri atau juga di temani yang lain ya . Jadi Mbak Inem harus mulai terbiasa . Pelan pelan aja gak usah takut salah . Oke " ucap Bella panjang lebar .
" Iya nyonya muda " ucap Inem . Inem selalu memperhatikan cara Bella berbelanja dan juga mulai belajar apa saja yang di butuhkan .
Sudah cantik ,baik , sabar . Wes pokok e paket komplit . Coba anakku bagus sudah besar tak jodohin sama anakku , sayang anakku masih SMP batin Inem seraya tersenyum lucu sendiri .
" Mbak kenapa?" tanya Bella heran .
" Enggak . Nyonya ini cantik , baik , sabar . Kalau saya punya anak cowok tak jodohin sama nyonya . Sayang anak cowok saya masih SMP " ucap Inem lalu cemberut .
" Nanti anak mbak Inem juga dapat yang lebih baik dari saya " ucap Bella tulus
" Amin " ucap Inem lalu tersenyum bahagia bisa mengenal Keluarga Oma Rahma yang terkenal baik dan dermawan
Berjam jam ke dua wanita itu berbelanja . Setelah memastikan barang belanjaannya sudah lengkap semua , Bella memutuskan untuk pulang ke rumah .
" Mbak Inem tolong ini di bawa ke mobil dulu ya saya mau ke toilet sebentar " ucap Bella .
" Baik nyonya "
Dalam tiga puluh menit Inem menunggu tapi Bella juga bekum kembali , empat puluh lima menit , dan satu jam Inem menunggu Bella tapi juga belum kembali .
__ADS_1
" Ya allah pie iki , kok nyonya muda belum kembali " ucap Inem gelisah .
Sedangkan di sisi lain Bella yang baru saja keluar dari kamar mandi , tangannya lalu di tarik seseorang dan mulutnya di bekap oleh seseorang hingga tidak sadarkan diri .