
Raya saat ini sedang gelisah karena Johan tertangkap oleh orang-orang dari Bella . Raya merasa khawatir jika dirinya juga akan di kaitkan dengan Johan . Karena dia juga turut membantu kelancaran rencana yang dilakukan oleh Johan . Kekasih Raya juga menghilang beberapa hari ini entah kemana juga tidak memberi tahu Raya .
Berbeda dengan Raya yang merasa gelisah dengan tertangkapnya Johan , Lina sang mantan istri justru merasa tenang karena tidak akan di ganggu oleh pria yang dulu dicintainya itu . Dia juga merasa tenang karena sang putri tidak akan ada yang mengambil darinya .
brak
Suara pintu terbuka begitu keras .
" Kamu dari mana saja selama ini ?" Apa kamu berencana meninggalkan aku . Aku memang bukan wanita baik-baik . Aku juga bukan wanita yang sempurna " Ucap Raya dengan Isak tangisnya .
" Semua lelaki sana saja , tidak ada yang bisa di percaya " ucap Raya lagi .
" Aku bekerja mencari uang untuk kita pindah dari sini . Dan dengar baik-baik , setelah ini jangan pernah berbicara seperti itu lagi . Aku tidak suka . Aku sudah menyiapkan tempat yang akan kita tinggali nanti . Jadi kemasi barang-barangmu , kita pindah dari sini sekarang " ucap kekasih Raya .
" Lalu bagaimana dengan Johan . Dia tertangkap oleh mereka " ucap Raya yang juga merasa kasian dengan pria yang juga pernah mengisi hatinya dan juga memenuhi kebutuhannya .
" Apa kamu mencintainya ? Jika kamu ingin di sini dan terus bersama suamimu maka aku akan pergi dari sini. Aku tidak masalah jika itu membuatmu bahagia " ucap pria itu tulus seraya mengelus lembut pipi Raya .
" Aku yakin kamu adalah calon ibu yang baik untuk anakmu kelak " ucap pria itu hendak berbalik dan meninggalkan Raya .
__ADS_1
" Dave tunggu . Aku minta maaf , bukan seperti itu maksudku . Aku hanya bertanya , apa dia masih hidup atau tidak . Aku .. Aku hanya takut jika aku juga turut di salahkan dalam hal ini " jelas Raya .
" Maka ikutlah denganku dan menikahlah denganku. Kita akan membesarkan anak ini bersama-sama " ucap Dave .
" Baiklah , aku akan ikut denganmu . Terima kasih untuk semuanya yang telah kamu lakukan untuk ku " ucap Raya lalu memeluk Dave .
***
Meeting yang di adakan di kediaman berlangsung dengan lancar . Bella yang menyiapkan begitu banyak hidangan kolega Barra yang dari jepang sampai mau membawa bekal dari masakan Bella .
" Anda harus membuka Restoran nyonya Alexander . Ini sungguh masakan paling enak " puji nobita .
" Terima kasih nyonya . Kalau begitu saya permisi Tuan Barra , semoga semua berjalan dengan lancar dan sukses sesuai harapan kita " ucap Nobita seraya mengulurkan tangannya kepada Barra .
Barra menerima uluran tangan Nobita .
" Saya juga berharap begitu Tuan .Terima kasih anda sudah bersedia berkunjung ke mari " ucap Barra.
" Iya sama-sama " ucap Nobita lalu pamit begitu juga petinggi lainnya .
__ADS_1
Sepulangnya para tamu kolega Barra . Bella segera meminta suaminya untuk istirahat . Bahkan Jordan sampai tertidur di ruang tamu milik Barra .
" Kemana temanmu itu ?" tanya Bella kepada Barra
" Sudahlah sayang aku baik-bsik saja . Apa aku terlihat sakit ? Apa aku akan selemah itu tidak " ucap Barra mencoba bernegosiasi
" Ayo kita istirahat . Mungkin temanmu tidur di bawah " ucap Bella lalu mengajak Barra untuk masuk ke dalam kamarnya . Barra hanya mau berada di ruang rawat di sebelahnya bisa di bilang tidak ada satu hari . Jika Barra tidak membayar mahal Jordan mungkin Barra masih berada di kamar sebelah itu .
" Baiklah , ayo " ucap Barra .
Sementara di lantai bawah Bianca masih mengerjakan sisa-sisa rapat tadi . Barra benar-benar menyerahkan proyek kali ini kepada sang adik . Barra ingin menjadikan Bianca perempuan yang kuat dan bisa di andalkan .
" Arhhhh " teriak Bianca di ruang meeting itu .
" Kenapa ini se rumit ini . Gue gak suka . Kalau bukan gara-gara kakak sakit gak akan aku mau mengerjakan semua ini . Membuat kepalaku pusing " keluhnya lalu meletakkan kepalanya di atas meja .
" Oh iya , Oma . Aku akan meminta bantuan Oma . Aku butuh refreshing dan shopping "ucap Bianca .
Tiba-tiba di liar rumah Barra dan Bella terjadi kebisingan.
__ADS_1