
Sisil berangkat ke kantor dengan penampilan yang sedikit tidak rapi tidak seperti biasanya . Ya meskipun masih terlihat cantik , namun kini Sisil hanya mengenakan celana hitam bahan dan juga blouse putih sederhana dan sepatu hak 5 cm berwarna hitam .Mungkin penampilannya saat ini sedang mengisyaratkan hatinya yang sedang tidak bsik-baik saja . Sebenarnya dia tadi sehabis dari rumah Bella bisa saja langsung berangkat . Akan tetapi Sisil memutuskan untuk ganti baju terlebih dahulu . Bahkan dia juga di tawari oleh Bella menggunakan baju ganti milik Bella namun Sisil menolak . Bella tidak memaksa lagi , karena Sisil terlihat seperti sedang tidak baik-baik saja.
tok tok tok
" Permisi Tuan ,ini berkas akuisisi perusahaan yang anda minta " ucap Sisil yang masih belum menyadari keberadaan Bella yang sedang duduk di sofa ruangan Barra . Tentunya dengan majalah yang berada di tangannya .
Jordan ? Jordan tidak jadi membahas hal penting dengan Barra karena sedang ada Bella saat ini . Dan Jordan sekarang sedang berada di ruangan Reno yang biasa di gunakan Reno untuk bekerja . Jordan di minta untuk membantu Barra mengerjakan beberapa pekerjaan untuk Barra .Tentunya dengan iming-iming bonus yang lumayan jika Jordan bersedia . Tentu dengan senang hati Jordan melakukan semua itu .
" Oke terima kasih " ucap Barra .
" Oh iya , tolong antarkan berkas ini ke ruangan Reno " titah Barra .
Mau menolak ? tentu saja iya . Tapi ini bosnya yang meminta , mana mungkin menolak . Yang ada di pecat .
" Baik Tuan . Saya permisi " ucap Sisil.
" Sil gue di sini " ucap Bella dengan tersenyum .
Bella sengaja menyapa Sisil setelah mereka selesai berbicara . Bella tidak ingin mengganggu pekerjaan suaminya .
" Oke . Gue kerja dulu ya " ucap Sisil seraya menunjukkan berkas di tangannya kepada Bella .
Bella hanya tersenyum dsn mengangguk sebagai jawaban . Tapi matanya masih menatap Sisil sampai menghilang pintu ruangan Barra .
Begitu juga Barra dia memperhatikan istrinya yang sedang memperhatikan sahabatnya yang memang terlihat berbeda . Apa mungkin Reno pergi karena ada masalah yang sedang di hadapi oleh ke dua manusia yang bukan lagi anak kecil itu ? pikir Barra .
Bella lalu berdiri dan duduk di pangkuan Barra begitu saja . Barra tentu saja kaget awalnya , namun dia juga bahagia .
__ADS_1
" Sayang kamu lihat tadi Sisil ? Beda banget ya kan ? Semalem juga nggak kayak gitu . Tapi waktu Reno keluar dan pamit Sisil jadi beda . Kelihatan murung gitu sayang " ucap Bella mengadu kepada suaminya .
Barra memeluk Bella dan mengelus perut yang masih rata milik Bella . Di balik dress bunga-bunga di atas lutut yang membuat ibu hamil itu begitu terlihat cantik .
" Mungkin dia sedang tidak baik-baik saja . Dan mungkin dia ingin berbicara sama kamu tapi belum waktunya . Biarkan saja dulu , dia butuh waktu untuk berpikir " ucap Barra yang tidak ingin membuat istrinya terlalu memikirkan Sisil .
" Tapi kita itu tidak ada yang di tutup-tutupi sayang " ucap Bella .
" Biasanya jika ada sesuatu dia langsung cerita ke aku . Saat itu juga " ucap Bella .
" Sayang . Mungkin dia butuh waktu untuk mengatakan masalahnya sama kamu . Biarkan dulu dia seperri itu . Nanti setelah Sisil sudah merasa lebih baik kamu tanyakan pada Sisil " ucap Barra .
Bella hanya mengangguk patuh dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya . Barra dengan setia menenangkan istrinya karena saat ini Bella bukan lagi seorang diri melainkan ada kehidupan baru di dalam perutnya .
tok tok tok
" Permisi Tuan ..ucap seorang manager yang akan memberikan laporan kepada Barra .
Bella hendak turun dari pangkuan Barra namun Barra justru menahan istrinya . Bella hanya bisa menatap tajam suaminya yang tidak punya malu itu . Yang di tatap justru tersenyum tampan tanpa punya rasa bersalah sedikitpun ...
" Anu .. ini ... Maaf ... Tuan .. Saya
" Sayang awas ihh .. Tuh pak Robi jadi gitu " ucap Bella kekeh ingin turun dari pangkuan Barra .
" Ada apa pak ? Tidak usah gugup " ucap Barra tegas jika bicara dengan karyawannya .
" Ini pak saya mau menyerahkan laporan yang anda minta " ucap Pak Robi .
__ADS_1
" Taruh saja di meja . Terima kasih " ucap Barra .
" Ba baik pak . Saya permisi " pamit pak Robi .
" Hem " jawab Barra hanya dengan deheman .
" Sayang kan aku malu " kesal Bella .
" Sini kalau malu " Barra lalu menggendong Bella ala bridal style dan membawa Bella masuk ke dalam kamar pribadi Barra .
" Aaaa "teriak Bella karena terkejut oleh tindakan Barra .
***
Sisil berjalan menuju ruangan Reno setelah dari ruangan Barra . Sisil berjalan penuh ragu , antara dia harus melakukannya sekaligus menanyakan kepada Reno secara langsung . Atau tidak . Tapi bagaimana dia memberikan berkas yang di berikan oleh Barra , yang kini berada di tangannya . Sisil juga belum siap jika harus bertemu dengan Reno . Meskipun begitu Sisil harus melakukannya .
*tok tok tok
" Permisi Tuan*....
*
*
*
Selamat sore semua .
__ADS_1
Mohon maaf ya mungkin untuk beberapa hari author belum bisa update karena anak othor sedang sakit dan harus menginap . jadi mohon doanya juga untuk teman-teman readers semua . semoga anak saya lekas sehat dan sekolah lagi .. amin
terima kasih