
Ken dengan tergesa-gesa dia memasuki gedung Shinoda grup, sedangkan di sisi lain Niken sedang menemui Felicya mereka duduk berhadapan di ruang khusus tamu yang menjenguk para tahanan di sana.
"Felicya aku percaya kamu tidak mungkin melakukan nya! " ujar Niken sambil memegang tangan Felicya di atas meja yang terberogol.
"nona, terimakasih karena anda telah sangat peduli dengan saya. " terlebih anda percaya bahwa bukan aku pelaku nya! " jawab Felicya sambil meneteskan air matanya.
"nona, boleh kah saya percaya dengan anda? " ujar Felicya sambil menyibak air mata di pipinya.
"Felic, ku harap saya bisa membantu Anda, tapi kamu jangan khawatir, kamu boleh percaya dengan saya, aku akan menyuruh seseorang menyelidiki semuanya dari awal. "! jika saja ada petunjuk sedikit saja tentang siapa pelaku yang membuat Romi celaka waktu itu kami akan lebih mudah menyelidiki nya! " jawab Niken sekali lagi dia memegang tangan dari Felicya.
"nona! sebenarnya saya takut untuk berbicara ini, tapi ku harap anda tidak memihak siapapun di sini! " aku hanya ingin keadilan untuk Romi. "ujar Felicya ragu.
" apa yang ingin kamu katakan? katakan lah. aku mendengarkan. " jawab Niken yang penasaran dengan apa yang mau di katakan Felicya.
"Nona sarah teman anda nona! " ungkapan dari Felicya membuat Niken benar-benar kaget.
"maksudmu, dia yang membuat Romi celaka? " jawab Niken membuat nyali Felicya benar-benar ketakutan. karena dia berpikir Sarah adalah satu-satunya temen Niken yang merupakan nona mudanya.
"maafkan aku Nona, aku tidak berani! " jawab Felicya bergegas memotong perkataannya sendiri.
"tunggu, jelaskan dengan se jelas-jelas nya pada saya, jangan takut. " ujar Niken kembali menurunkan nada bicaranya, karena dia sadar saking kagetnya mendengar nama itu Niken langsung meninggikan nada bicaranya.
tapi Nona, dia adalah teman anda. " ujar Felicya terbata.
"tidak! " kamu harus percaya kepada ku, ceritakan yang kamu tau Felic. " potong Niken dengan perkataan Felicya.
"saya tidak yakin Nona, sewaktu kejadian, Nona Sarah berdiri tepat di samping lemari yang menimpa Romi, dan tersenyum sesaat sebelum saya melihat nya, walau dari jauh terlihat oleh mata saya, jelas dia tersenyum kecil setelah lemari menimpa Romi. " walau pada akhirnya dia yang pertama kali mencoba menolong Romi karena posisi dia yang paling dekat denganNya. " penjelasan dari Felicya membuat Niken benar-benar marah.
"anak ini! benar-benar tidak akan pernah berubah! " gumam Niken yang Samar-samar terdengar oleh Felicya.
"baiklah Felicya, kamu tidak usah takut aku akan menyuruh orang untuk menyelidiki ini, dan jika benar dia pelaku nya, aku tidak akan membiarkan kamu di sini! " ujar Niken yang berpamitan kepada Felicya karena waktu menjenguk sudah habis, seorang polisi sudah berdiri di ruangan tersebut karena ingin mengingatkan Niken bahwa waktu mereka sudah habis.
"nona tunggu! " teriakan dari Felicya menghentikan Niken.
__ADS_1
"Iyah, " Niken memalingka wajahnya ke arah Felicya.
"Nona, terimakasih! " semoga anda tidak membiarkan aku di penjara. " ujar Felicya penuh harap kepada Niken.
"baik, percayalah padaku. " jawab Niken memberi harapan kepada Felicya.
terlihat berbeda di mata Niken wajah dari Felicya yang tadi benar-benar tidak memiliki harapan hidup, tapi setelah Niken yang mengunjungi nya Felicya benar-benar seperti mendapatkan amunisi. terlihat sedikit semangat dalam sorot matanya.
kembali ke Ken.
setelah dia cukup yakin kepada Nancy untuk bisa menggantikan menyelesaikan pekerjaannya, Ken kembali ke kota di mana orang tua Jony tinggal.
Ken sengaja tidak berbicara masalah nya kepada Novak Shinoda tuannya, sebelum dia yakin menemukan bukti atas ketidak terlibatan Felicya atas pembunuhan tersebut.
disisi lain setelah Niken mendengar penjelasan dari Felicya dia menyuruh Rissa untuk menyelidiki Sarah dan Jony.
"Riss, setalah kamu mengantar ku, kamu selediki semua keterkaitan Sarah dan Jony, aku mau kamu benar-benar mengawasi Sarah! " ujar Niken yang baru saja memasuki kendaraan nya yang di kendaraan oleh Rissa.
"baik Nona, sekarang saya akan mengantar mu ke kantor, setelah itu aku akan menghubungi Ken untuk meminta bantuan. " jawab Rissa.
Rissa yang mendengar itu dia langsung menatap Niken dari kaca spion nya.
"cuti! tidak biasanya dia meminta cuti walau ada urusan pribadi nya yang sangat penting! apa lagi dengan meninggalkan tuan Novak sendiri! "
aneh! "
gumam Rissa dalam hatinya, dia tau betul sifat Kendo, walaupun dia mempunyai masalah pribadi dia tidak akan mungkin meninggalkan tuannya bekerja sendiri apa lagi dengan cuti beberpa hari.
"Rissa! kenapa kamu malah bengong? " tanya Niken.
"oh, tidak Nona. saya hanya heran aja, tumben tumbenan dia meminta cuti, tidak seperti biasanya." jawab Rissa.
"yah sudah, nanti kamu coba saja hubungi Ken, siapa tau dia tau sesuatu tentang keterlibatan Sarah dan Jony. "
__ADS_1
"baik non. "
setelah Rissa mengantar Niken ke kantor Shinoda grup, Rissa langsung meluncur ketempat di mana Ken tinggal, tapi di sayangkan Ken tidak berada di apartemen nya. Rissa pun menghubungi Ken, dan menjelaskan semua yang di perintahkan oleh Niken tadi.
Ken yang mendapat titik terang dari permasalahan Felicya dia pun semakin yakin, Jony menyimpan sesuatu barang bukti di rumah kedua orang tua nya.
"Rissa, kamu awasi Sarah di apartemen nya, dan aku akan mencari bukti di rumah orang tua Jony! " bunyi pesan di ponsel Rissa yang di kirim dari ponsel milik Ken.
sesampainya di rumah tua di sisi pantai, Ken yang di sambut oleh kedua orang tua Jony dia menyimpan barang-barang nya di kamar yang sudah di sediakan oleh orang tua Jony.
Ken melihat sebuah pintu di sisi kamarnya, dia mencoba membuka pintu tersebut tapi ternyata pintu itu terkunci.
"nak Romi, kamar mu di sebelah, itu kamar putraku, dia selalu memguncinya belakangan ini, entah apa yang ada di dalam nya sehingga kami tidak boleh memasuki kamar nya" ujar Ayah nya Jony dengan polos nya dia menjelaskan semua itu kepada Ken.
"oh, maaf Pak, memang sebelumnya tidak seperti itu? " tanya Ken.
"heemm, sebelumnya memang ibunya selalu merapikan kamarnya, tapi belakangan dia tidak izinkan ibunya merapikannya, bilangnya kasihan Ibu cape! " ujar ayah nya Jony.
"dasar licik!" gerutu Ken.
"baiklah Nak Romi, saya tinggal dulu sebntar, kamu istirahat lah di dalam, atau berjalan-jalan lah di sekitar pantai, kami akan menjemput putri kecil kami dulu dari sekolahan, dan membeli beberapa sayuran ke pasar. " ujar Ayah Jony.
"baiklah Pak, terimakasih, mungkin saya akan mengerjakan sesuatu di laptop saya dan tidak kemana-mana. " jawab Ken. dia pikir inilah kesempatan nya untuk mencari tau apa isi di dalam kamar tersebut..
setelah kedua orang pemilik rumah pergi, Ken melancarkan aksinya, dia memasuki kamar Jony dengan membuka kunci dengan cara mencongkelnya dengan sebuah kawat kecil.
betapa terkejutnya Ken setelah melihat dinding kamar milik Jony yang di penuhi poster dan poto poto milik Sarah Anderson sewaktu menjadi model.
"pria ini, memang dia benar yang dia sukai bukan lah Felicya tetapi Sarah! " benar perkataan Rissa tadi, dua orang ini terlibat! ".
gerutu Ken sambil memotret sekeliling ruangan tersebut oleh ponselnya.
" aku masih dalam pencarian bukti tersebut, tapi belum menemukan keterlibatan mereka berdua. " ujar Ken di dalam pesan yang dia tulis untuk Rissa.
__ADS_1
bersambung...