
dengan tidak banyak pikir panjang Joy pun menerima kesepakatan yang di berikan oleh Pak Morris dan Ken.
"Ken kau pergilah urus Tuan Muda, dan aku akan di sini mendengarkan rencana Ibram dari orang ini! " ujar Pak Morris.
"baiklah Pak tua, jika semua sudah siap, hubungi aku! " jawab Ken yang langsung meninggalkan keduanya di gudang tersebut.
"sekarang katakan Joy, apa rencana Ibram sebenarnya? " tanya Pak Morris dengan tidak sabar.
"begini Tuan, Ibram menginginkan Putra nya Novak yang mewarisi kekayaan Shinoda Grup, dia merencanakan kematian atau kecelakaan untuk Tuan Muda Mike, setelah itu tidak ada penghalang untuk Putra nya menjadi pewaris satu-satunya keluarga Shinoda. " dan saya di suruh mengatur rencana untuk pembunuh an tersebut jika tidak anak dan istriku akan di lenyapkan oleh nya. "
"baguslah kalo begitu! " sekarang jalan kan rencana mu itu, dengan berpura-pura Tuan muda Mike ada bersama dengan mu sekarang! " ujar Pak Morris.
"baiklah Tuan. "
Joy pun mengatur strategi nya untuk memancing Ibram datang ke tempat itu dengan dalih, Pak Morris sudah mengetahui rencana mereka dan Joy menyekap nya di gudang tersebut bersama Mike.
Ken yang sudah mengumpulkan orang-orang nya dia bergegas ke kediaman Shinoda seperti biasa untuk mendampingi Novak seperti biasa.
dan mereka pun berangkat menyusul Mike ke rumah kediaman Simon Cross sebelum berbicara dengan Mike di kantornya.
*** kembali ke alur cerita***
"tunggu aku sebentar! "
Novak mengingat janjinya tadi kepada Niken yang menyuruhnya untuk menunggu di kantor.
setelah Ibram di tangkap, Novak bergegas kembali ke kantor karena dia meninggalkan Niken sendiri di kantor nya.
Niken yang tiba-tiba di tinggal Novak pun merasa ada yang tidak beres.
"ada masalah apa antara Ken dan Novak,? pertama Ken, terus Novak yang buru-buru pergi, untuk apa dia menyuruh ku tinggal kalo dia akan pergi! " gumam Niken yang kesal karena tiba-tiba Novak pergi setelah dia meminta Niken untuk menemani nya tadi.
"tunggu aku di sini! jangan kemana-mana! " Niken menirukan gaya ucapan Novak sebelum dia meninggalkan dirinya di kantor itu..
"apa sebaiknya aku pulang saja! " kalo aku ke kantor, Rissa pasti sudah menyelesaikan pekerjaan ku saat ini! " Niken yang sudah mulai bosan sendirian berada di dalam kantor kekasihnya itu mulai memikirkan banyak hal.
"apa yang sedang dia lakukan, aku di minta menunggu di sini, apa sebaiknya aku berbicara dengan para stap di depan? " Niken membuka gorden mengintip keluar jendela yang menuju beberapa stap di depan ruangan Novak, terlihat seorang Nancy sedang sibuk mengetik di atas meja nya..
"mereka semua sangat sibuk, tidak baik jika aku menganggu mereka. " huuuhh! "
__ADS_1
Niken mondar-mandir di dalam ruangan tersebut matanya tertuju ke sebuah buku besar yang telah usang tetapi tersimpan dengan rapih di sisi ujung lemari buku.
tangan nya mulai meraih buku tersebut, dan ternyata itu adalah sebuah album photo.
Niken semakin tertarik dengan isi di dalam album tersebut.
dengan berlahan dia membuka album itu, lembaran pertama yang di lihat oleh Niken dua orang anak laki-laki yang duduk berdampingan di samping apitan kedua orang tua mereka.
"ini pasti Novak, imut sekali dia! " hihi. dan yang kecil ini pasti Mike. kenapa mereka begitu mirip! " padahal sekarang wajah merek jauh berbeda. " uuuuhhh lucunya mereka berdua. "
rasa jenuh nya hilang karena isi di dalam album tersebut sangat membuat Niken terhibur..
*** di penjara***
"Aaarrthh!! teriakan dua orang wanita yang sedang bergulat di dalam sell tahanan, membuat beberapa petugas berteriak menghentikan aksi keduanya.
" berhenti kalian! jangan buat ulah di dalam sini! " teriakan seorang sipir wanita sambil mengayunkan tongkat ke dalam jeruji besi.
kedua wanita itu bukan nya berhenti malah semakin menjadi.
beberapa wanita yang berada di dalam tahan an tersebut pun hanya menonton aksi keduanya bukan melerai malah riuh tepuk tangan.
" aaauugg! " rintihan dari wanita yang berbadan ramping pun terdengar.
"nona sarah! " dan kau Anjani! " keluarlah!
beberapa petugas pun akhirnya memisahkan keduanya dengan menahan tangan mereka.
"jika kalian tidak bisa bersikap baik, hukuman buat kalian akan di tambahkan! " ujar salah seorang petugas di sana memperingkatkan keduanya.
dia adalah Sarah Anderson dan seorang wanita yang bernama Anjani. mereka sama-sama napi yang di tuntut atas sebuah pembunuh an.
"bukan saya yang mulai Pak! wanita ini yang memulai duluan, dia begitu sangat angkuh karena merasa bekas model terkenal dulunya! " di sini tidak ada artis atau apapun, merek tetap sama dengan kami! " ujar Anjani yang kesal karena ulah dari Sarah.
Sarah hanya terdiam menahan sakit di bagian pelipisnya dan emosi. dia yang benar-benar merasa putus asa saat itu mencari-cari masalah dengan napi lain nya..
"diamlah kalian, dan berdamailah satu sama lain! " ujar seorang sipir wanita yang memegang tongkat pemukul..
"jika kalian tidak mau berdamai kami akan memasuki kan kalian ke penjara isolasi! " peringatan dari seorang sipir wanita membuat kedua nya terdiam tenang.
__ADS_1
"sekarang berdamai lah kalian! " perintah sipir tersebut yang menyuruh kedua nya mengulur kan tangannya masing-masing untuk berjabatan Perdamaian.
dengan terpaksa keduanya berjabatan tangan.
"ingat lah nona Sarah, kamu bukan berasal dari negara ini, jadi berbuat baiklah dengan napi lain! "
"dan kamu Anjani, besok sidang mu akan di mulai, jadi berusahalah bersikap baik jika hukuman mu ingin mendapatkan keringan an! " ujar sipir wanita itu sambil menutup pintu sell dan meninggalkan para napi di dalam nya.
"aku benar-benar tidak habis pikir, wanita model itu suka sekali cari gara-gara! "
"betul Bu, baru seminggu dia di tahan di sini sudah berapa kali dia bikin ulah dengan napi lain! "
"awasi terus dia Bu Sis! "
"siap Bu! "
begitulah obrolan para sipir di sana, ternyata Sarah Anderson sering sekali membuat masalah di dalam sell tahanan nya.
"selamat siang! " sapa seorang pria yang baru saja datang ke kantor polisi di mana Sarah di tahan sebelum di masukan ke dalam penjara setelah di sidang.
"selamat siang anak muda, ada yang bisa saya bantu? " jawab salah satu polisi di sana.
"apa saya boleh menemui tahanan yang bernama Sarah Anderson? " tanya pria muda itu.
"silahkan isi data diri anda dulu tuan, dan apa hubungan anda dengan tahanan tersebut? "
"nama saya Mike Shinoda, dia adalah mantan teman baik saya! " ujar nya. ternyata pria yang datang itu adalah Mike, dia yang bosan menunggu Rissa meeting akhirnya dia memutuskan untuk mendatangi Sarah Anderson.
"mantan teman, Tuan muda Shinoda? anda! . " salah seorang polisi yang baru saja datang ke tempat tersebut pun langsung mengenali Mike.
"Iyah Pak, selamat siang, saya ingin berbicara dengan Gadis yang bernama Sarah Anderson! "
" baiklah, kamu! ajak Tuan muda menemui napi wanita itu! " tegasnya memerintahkan anak buah nya untuk membawa Sarah kehadapan Mike.
dengan tidak banyak basa basi, polisi tadi mengikuti atasannya, ternyata yang berbicara dengan Mike adalah ketua kepolisian di sana.
"tuan, silahkan anda menunggu di ruangan tunggu! " ujar kepala Kepolisian tersebut dengan sopan menyuruh Mike menunggu di ruangan khusus.
"Terimakasih Pak, " jawab Mike singkat dan mengikuti slaah seorang polisi yang menunjukan ke tempat yang di maksud.
__ADS_1
Bersambung...