Cinta

Cinta
"aku rasa aku mengenali pria itu"


__ADS_3

setelah beberapa saat speedboat pun sudah sampai besisir yang di tuju, sebuah pulau yang hanya di huni oleh beberapa kepala keluarga.


Niken melihat tempat tersebut tidak sesuai dengan apa yang di lihatnya di gambar laptop waktu itu.


"kenapa tempat ini berbeda banget dengan ngambar pemandangan yang aku lihat di laptopnya? " apa mungkin aku salah! "


"sayaang, kenapa tempat ini sangat berbeda dari aslinya? "


"mungkin hanya perasaan mu saja, kan memang begitu kadang aslinya dan gambar itu jauh berbeda. " jawab Novak tenang.


Niken pun hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti apa yang di jelaskan Novak.


tanpa memikirkan apapun dia pun berjalan mengikuti Novak memasuki sebuah rumah yang berada di pulau tersebut yang tidak jauh dari speedboat itu berhenti, Rumah berlantai 3 di sekeliling rumah tersebut di suguhkan dengan berbagai pemandangan yang indah, salah satunya adalah hamparan laut, pohon bakau, dan kelapa yang menjulang tinggi di sisi belakang rumah tersebut.


tidak ada rumah lain di sekitar situ, hanya ada terlihat beberapa atap rumah warga dari lantai dua rumah tersebut, sepertinya cukup jauh jika harus berjalan ke rumah warga.


"kamu tunggu sini, biar aku bantu Ken bawa barang." ujar Novak setelah membuka pintu dengan memasukan password di pintu tersebut.


Niken mengangguk kecil, dalam hatinya berbicara, "tumben! biasa nya juga di biarkan sendiri. ada angin apa? "


Niken pun berjalan ke samping rumah tersebut, ada sebuah kandang kuda di sana, dan beberapa ekor kuda sedang bermain dalam kandang tersebut. dia pun tertarik untuk mendekati kuda-kuda itu.


di tempat lain, Jeslyn sudah turun dari Boat nya, tidak lupa juga asisten Jeslyn dengan setia membawa koper nya.


dengan perasaan yang penuh percaya diri dia melangkahkan kakinya di pulau tersebut.


bibirnya menyungingkan senyuman yang mengandung arti.


"Jes, apa kau yakin mereka juga di pulau ini? "


"heemmm,, kita lihat saja nanti, ayo kita cari penginapan. "


"kamu mau penginepan atau villa? "


"kita cari hotel saja dulu, lagian kita juga tidak tau mereka di mana?"


"baiklah, ayo kita cari kendaraan untuk menuju hotel di ujung sana. kelihatan nya hanya hotel itu yang terlihat mencolok di pulau ini. "


"heemm, ayo. "


mereka berdua pun mencari kendaraan untuk bisa sampai hotel yang berada di ujung pulau tersebut.


di tempat berbeda Ken pun sudah mendapat laporan dari orang-orang nya, bahwa Jeslyn sudah sampai di pulau.


"dasar wanita ini seperti nya tidak akan menyerah untuk menganggu Nona Niken! " Ken yang berbicara sendiri setelah mendapatkan kabar dari orang-orang terdengar oleh Novak.


"kenapa kau ini? " sepertinya sedang kesal dengan seseorang? " tanya Novak yang baru datang di belakang Ken.


"tuan, anda di sini? "


"heemm, aku mendengar ocehan mu, jangan sampai Niken mengetahui nya." ujar Novak.

__ADS_1


"baik tuan, tenang saja aku sudah memgurusnya! "


"heemmm baiklah. memang seharusnya begitu kan. "


Novak pun meninggalkan Ken yang masih memgambil beberapa barang lain nya, sedangkan dia membawa koper kecil milik Niken istrinya.


setelah Jeslyn sampai di hotel tersebut, dia menyadari sesuatu yang ganjil, dia pun mencoba mengingat perjalanan nya dari dia naek pesawat, terus taxi juga kapal ke pulau itu.


"sepertinya semua ini ada yang aneh? " kenapa dua orang itu seperti memperhatikan kami! " batin Jeslyn yang melihat dua orang pria yang semenjak dia menaiki pesawat mereka berdua selalu bertemu di tempat yang di lewati olehnya.


Jeslyn pun melihat ke sekeliling sambil duduk di lobby hotel tersebut, dia mencoba mencari sesuatu kecurigaannya.


"apa Novak menyuruh dua orang itu mengawasi kami! " aku tidak percaya ini! "


apa! aku seperti tidak asing dengan pria yang satu itu, tapi di mana aku pernah melihatnya? "


Jeslyn yang merasa satu orang pria yang mengikutinya itu terasa tidak asing, diapun mencoba mengingat pria tersebut.


"ya Tuhan! " batin Jeslyn sambil menepuk jidatnya sendiri membuat asisten nya bertanya.


"ada apa dengan mu? " apa ada barang yang tertinggal? " tanya nya.


"aku tidak yakin! " jawabnya.


Jeslyn mengingat kejadian itu baru dia sadar selama ini ternyata Novak mengikuti diri-Nya, "apa jangan-jangan sewaktu aku pergi ke hotel bersamanya juga, dia menyuruh seseorang untuk membuntuti ku! " batin Jeslyn.


dia sekarang baru sadar sikap marah nya Novak bukan karena dia pergi ke negara Paris, melainkan melihatnya pergi dengan pria lain di hotel waktu itu.


***"kejadian beberapa tahun yang lalu, dalam bayangan Jeslyn""***


Jeslyn turun sempoyongan dari mobil sport mewah, di susul oleh seorang pria yang berbadan tinggi dan tegap, mereka berdua memasuki hotel mewah di Paris, seorang pria mengikuti pasangan itu sampai ke lobby.


pria yang bersama Jeslyn berpamitan untuk pergi ke toilet, sedangkan Jeslyn duduk di sofa yang berada di lobby hotel mewah tersebut.


pria yang mengikuti tadi menghampiri Jeslyn.


"nona, belum terlambat jika ingin menghindari pria itu sekarang! " bisik pria misterius yang mengikuti Jeslyn.


Jeslyn yang terpengaruh oleh alkohol pun melirik pria di samping nya yang berdiri berbisik di telinga nya tadi.


"kamu siapa? " tanya Jeslyn sambil tertawa karena pengaruh alkohol.


"aku hanya seseorang yang berasal dari negara yang sama dengan mu! " jawab pria misterius itu.


sekali lagi Jeslyn hanya tertawa, dan menyuruh pria itu untuk pergi dari hadapannya.


"nona, sekarang belum terlambat! " ujar pira itu lagi.


"jangan urus, urusan ku! " siapa kamu! " bentak Jeslyn.


tidak berapa lama kemudian, pria yang bersama Jeslyn tadi pun sudah keluar dari toiletnya.

__ADS_1


sebelum dia sampai menghampiri Jeslyn, pria misterius yang berbisik tadi sudah pergi entah kemana.


**"kembali ke cerita awal""***


..."aku ingat! " teriak Jeslyn yang sadar akan sesuatu sambil berdiri terkejut....


"ingat apa! " tanya asistennya.


"pria itu, dia adalah orang yang mengikuti ku di Paris! "


"benarkah! "


"Iyah, aku harus tau, siapa dia sebenarnya? " ujar Jeslyn sambil pergi menghampiri kedua pria yang duduk di ujung Lobby hotel.


asisten Jeslyn hanya menatap Boss nya pergi.


sedangkan kedua pria itu tau, bahwa Jeslyn berjalan ke arah mereka.


keduanya langsung berhamburan pergi terburu-buru dari tempat duduknya.


"heyyy tunggu! " teriak Jeslyn yang menyusul pria yang satunya.


Jeslyn menyusul pria yang satunya yang dia tidak asing sampai keluar hotel.


"Boss, sepertinya dia sudah curiga kalo kita mengikutinya! " pria itu menghubungi seseorang di ponselnya sambil berlari menghindari Jeslyn.


"berhenti! " teriak Jeslyn yang dia tidak mau mengalah terus mengejar pria tadi.


"maling! " maling! tolong hentikan dia! " teriak Jeslyn sambil menunjuk pria di hadapannya yang terus berlari, tentu saja itu membuat warga di sekitar situ terpancing oleh teriakan Jeslyn.


"bruuukkk! " salah satu warga menghalang pria itu sampai tersungkur jatuh.


beberapa waraga sudah mengepung pria malang tadi.


tidak berapa lama Jeslyn sudah berada di antara kerumunan warga tersebut.


salah satu warga ingin menghajar pria tadi, "hentikan! " teriak Jeslyn.


dia pun merampas handphone milik pria tadi.


"sudah dapat bapak-bapak, terimakasih. biarkan dia pergi! " ujar Jeslyn sambil menyedekapka kedua tangan nya kepada para warga yang berkerumun tadi.


"huuuuhhh!!! " teriak para warga lokal itu sambil gantian meninggalkan pria malang itu.


"kau mau apa? " tanya pria itu yang tidak mengerti maksud dari Jeslyn yang merampas handphone miliknya.


"jangan banyak tanya! " siapa kamu sebenarnya apa Novak yang menyuruh mu mengikuti ku! " tanya Jeslyn.


"siapa Novak,? aku tidak mengenalnya! " jawab pria tersebut...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2