
Tiga hari berlalu dari kejadian malam itu, Niken yang merasa sudah merasa baikan, pun meminta Novak untuk mengantarnya berjalan-jalan di sekitar Villa.
Ken yang berdiri di jendela kamarnya melihat canda tawa keduanya, dia teringat akan seseorang, tersirat senyum di wajahnya.
"sedang apa dia sekarang? " batinnya.
Niken yang duduk di atas jembatan penyebrangan di atas pesisir pantai, pun memainkan kakinya di riak deburan obak yang sesekali menyapu kakinya.
Novak yang melihat kelakuan istrinya begitu menggemaskan, dia pun yang hanya duduk bersila di belakangnya sesekali membetulkan rambut Niken yang berantakan menutpi wajah terkena hembusan angin laut.
sedangkan para pelayanan di pulau itu yang kebetulan melewati keduanya hanya saling berbisik, membicarakan kemesraan keduanya.
di tempat lain, Fathur yang melihat samar-samar keduanya merunduk, penuh penyesalan dalam hatinya.
atas sikap, dan kebodohnanya dia telah kehilangan wanita yang begitu berharga atas propokasi Sarah Anderson yang merupakan saudari tirinya.
Fathur mengingat kenangan manis bersamanya Niken, sebelum dia mengenal Sarah.
dia yang bekerja sebagai penjual makanan di kantin tempat Niken dan Sarah sekolah waktu itu.
dia mengingat kala itu, dia sering berbincang bersama Niken di kantin, Niken pun sering memberinya hadiah kecil berupa CD yang berisikan lagu-lagu kesukaannya.
di luar sekolah, mereka pun sering bersepeda bareng.
Niken memperlakukan dirinya begitu tulus, begitu pun dirinya, sebelum dia mengenal gadis yang bernama Sarah dan 3 teman lainnya.
tampang Fathur memang cukup tampan, di lihat dari bentuk tubuhnya yang tinggi dan sedikit berotot. di tambah dulu dia begitu ramah dengan siapapun. mungkin itu lah kenapa Niken sempat menganggap Fathur menyukainya.
sampai akhirnya kejadian yang sangat memalukan di hari kelulusan Niken pun terjadi.
atas hasutan, dan kebencian Sarah kepada Niken, Fathur berbelot membenci Niken yang sudah sekian lamanya mereka saling dekat.
Niken yang kala itu benar-benar menganggap pria itu orang yang berbeda, dia dengan mengumpulkan segala keberaniannya untuk mengatakan perasaannya kepada Fathur pun, di permalukannya habis-habisan.
Fathur, menarik napas panjang, sekarang dia benar-benar merasa bersalah dengan Niken, dengan segenap keberanian, dia berjalan menghampiri Niken dan Novak yang sedang duduk di atas jembatan kayu itu.
bermaksud untuk meminta ampunan dari Niken, terlebih dia pernah bekerja sama dengan Sarah di negara B untuk bisa memisahkan Niken dari Novak.
Ken yang melihat kedatangan Fathur menghampiri Tuannya, dia pun bergegas turun dari kamarnya.
maksud ingin menghalangi Fathur, terlambat, setelah Ken sampai di dermaga itu, Fathur sudah berdiri di hadapan Novak.
"cari mati rupanya dia! " batin Ken.
__ADS_1
"tuan! " ujar Ken.
Novak menahan Ken, dengan mengangkat tangan kanan nya, bermaksud menghentikan Ken.
Niken yang sudah berdiri di belakang tubuh suaminya menatap Fathur dengan tatapan berbeda sekarang, karena wajah Fathur sekarang begitu terlihat putus asa.
Niken memegang tangan suaminya yang sudah ingin melayangkan sebuah tamparan di wajah Fathur.
"apa mau mu? " tanya Niken.
"demi persahabatan kita dulu, tolong maafkanlah aku Nike. " hanya dengan itu aku bisa tenang. " ujar Fathur sambil merunduk dengan kedua lututnya di hadapan Niken dan Novak.
"apa dia masih mempunyai perasaan dengan istriku! " batin Novak, yang mendadak merasa sangat terbakar api cemburu di hatinya.
Novak yang tidak tahan ingin menghajar pria di hadapannya pun sudah ingin mengangkat kembali tangannya.
"stop! " teriak Niken, dia pun menyuruh Ken dan Novak pergi dari sana.
"tapi Non. " tolak Ken yang tidak ingin ambil resiko karena meninggalkan Niken dan pria itu berdua di sana.
Niken dengan lembut membujuk Novak, " percayalah tidak akan terjadi sesuatu. " bujuk Niken, akhirnya Novak pun meninggalkan istrinya berdua dengan Fathur di jembatan itu, stelah di bujuk Niken.
"ayo Ken. "
Niken mengangukan kepalanya ke arah Ken, maksudnya untuk meyakinkan Ken, bahwa tidak akan terjadi sesuatu pada diri-Nya.
Ken pun pergi bersama Novak ke dalam Villa, tetapi dengan memantau keduanya dari balik jendela kaca.
"katakan sekarang mau mu apa? " tanya Niken.
"aku tidak ingin apa-apa, aku hanya ingin pengampunan dari mu Nike, sungguh aku menyesal karena sudah! "
"sudahlah, aku sudah memaafkan mu. " potong Niken.
"terimakasih, dan satu permintaan ku lagi Nike, ku mohon jangan pecat Ibu ku. " ujar Fathur dia yang tidak ingin menyusahkan ibunya hanya karena kesalahan dirinya di masa lalu.
"jadi kamu meminta maaf dengan ku hanya karena kamu tidak ingin aku memecat Ibumu? " tanya Niken, suaranya sedikit meninggi.
dia pun membalikan badannya membelakangi Fathur yang masih berlutut dengan kedua lututnya.
"bukan Nike, bukan seperti itu! " aku tulus ingin meminta ma'af padamu, dari semenjak aku menyadari kejahatan yang ayah lakukan kepada keluargamu, aku memang sudah menyesali kesalahanku padamu, tidak seharusnya juga aku terpengaruh karena omongan teman-temannya Sarah waktu itu, tentang dirimu, terlebih aku sudah mengenalmu begitu dekat. "
Niken tidak menjawab sepatan katapun dari pria itu, dia hanya menarik napas panjang matanya menatap jauh di lautan yang terbentang luas di hadapannya.
__ADS_1
deburan ombak sesekali terdengar menghantam bebatuan karang yang berada di hadapannya, air laut yang terkena hantaman pun berhamburan ke atas permukaan.
"apa balasan mu? agar aku tidak memecat Ibumu? " tanya Niken, dia yang hanya ingin menggeretak pria di hadapannya.
"aku mohon, jangan pecat Ibuku, dia sudah banyak menderita. jika kamu mau, aku yang akan keluar dari pulau ini! " ibuku sudah begitu nyaman tinggal di pulau ini. "dengan berat hati, Fathur pun berjanji, untuk tidak berada di pulau itu lagi demi Ibunya.
" itu tidak seimbang! " jawab Niken dingin.
seketika Fathur pun tersungkur lesu, tubuhnya merunduk tak berdaya, pada akhirnya yang dia takutka benar saja akan terjadi pikirnya.
"Nike, kumohon kasihanilah Ibuku. " mendadak Fathur bersinpuh di kakinya Niken, sehingga tangannya menyentuh pergelangan kaki Niken, membuat Niken begitu terkejut.
mata Novak Terbelalak melihat kejadian itu, " kurang ajar! " dia sudah berani menyentuh istriku! " teriak Novak yang seketika dia melangkah keluar dali Villa itu.
"tuan, tahan! " lihatlah. Ken mencoba menghentikan Tuannya, dan menyuruh dia melihat lagi ke arah Niken.
Niken melangkah mundur dari pria itu beberapa langkah, dia berkata, "bangunlah! " jika para pelayan lain melihatmu seperti ini, tidak akan baik untukku! " teriak Niken yang jengkel dengan sikap keras kepala pria di hadapannya.
"semoga saja dia sudah benar-benar berubah! " batin Niken, dia yang memang tadinya hanya ingin menggeretak pria itu pun, akhirnya membiarkan ibu-Nya untuk tetap bekerja.
"baiklah, aku sudah memikirkannya, aku akan memafkan mu, dan kalian boleh tinggal di pulau ini, tetapi hanya ibumu yang di izinkan ke villa kami. " lain kali, jika kamu melihat ku bersembunyi lah dariku, jangan sampai aku melihat wajahmu! " ujar Niken.
Fathur yang mendengar itu pun benar-benar senang, " baiklah! aku tidak akan menampakkan diriku di hadapanmu, aku akan melakukan apa yang kamu mau. " terimakasih Nike, terimakasih. " ujarnya sambil meneteskan air bening dari kelopak matanya karen terharu dengan apa yang barusan di dengarnya.
beberapa kali Fathur merundukan kepalanya di hadapan Niken, suara sebuah Kapal Speedboat terdengar oleh Niken.
"kakak ipar! " teriakan dari orang yang berada di atas Speedboat itu.
"Rissa, Mike! " seru Niken, wajahnya berubah menjadi semberingah melihat kedatangan mereka berdua.
Fathur yang melihat seseorang tidak asing di dalam Speedboat pun langsung bergegas meninggalkan Niken yang asiik melambaikan tangannya ke arah Mike.
"pengacau sudah datang! " gerutu Novak yang melihat juga kedatangan adiknya itu.
Ken hanya tersenyum kecil melihat Tuan Muda nya yang terganggu dengan kedatangan adiknya.
Bersambung....
Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat sehat ya, terinaksih atas dukungan kalian.
salam dari penulis kacangππ
jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. ππ
__ADS_1