
Bunda menelpon Muh, tapi tak dijawab. Setelah beberapa kali, akhirnya ada jawaban.
" Assalamu'alaikum"
" Siapa ini?" Ambar menjawab telpon, dan tanpa menjawab salam dari bunda.
" Saya bundanya Muh. Saya mencari anak saya yang bernama Muhammad Agung. Lantas kamu siapa? Mengapa handphone anak saya ada sama kamu ?" Tanya bunda dengan tegas.
" Maaf bunda, saya Ambarwati . Kak Muh masih tidur, nanti kalau kakak bangun saya sampaikan ke kak Muh. " Ambar melembutkan suaranya.
" Bangunkan sekarang, katakan pada Muh Bunda menelponnya.!!!" Teriak bunda.
Ambar menjauhkan jarak handphone dari telinganya. Bunda pun marah besar karena Muh telah berbohong.
Ambar membangunkan Muh yang sedang tertidur.
" Sayaaang ayo banguuun, ini ada telepon dari bunda " Ambar membangunkan Muh, ia sengaja mendekatkan handphone ke dekat mulutnya.
" Apa sih deekkk, kmasih ngantuk. Ayolah jangan ganggu kakak, sayang..." Ambar mendekatkan speaker hp ke telinga Muh.
" MUHAMMAD AGUNG, APA YANG KAMU LAKUKAN DI SANA HAH!!!! KAMU MEMBOHONGI BUNDA MU DEMI SEORANG PEREMPUAN." Bunda berteriak keras, Ambar meloudspeakerkan suara handphone Muh.
Muh terlonjak dari tidurnya, ia langsung mengambil handphonenya dari tangan Ambar. Ia memperkecil volume suaranya.
" Astaghfirullah buuun, kenapa sih pake teriak-teriak. Telinga Muh sakit ini. " Muh masih dalam mode ngantuknya.
" Dengar ya nak, kalau kamu masih ingin menjadi anak ayah dan bunda maka kamu harus pulang sekarang !!!". Jerit bunda.
Muh duduk ditepi tempat tidur, perlahan-lahan ia mulai sadar sepenuhnya.
" Maaf kan Abang bunda. Insya Allah besok pagi abang pulang, karena sekarang sudah malam. "
" Oke, bunda akan tunggu kamu besok. Ingat kalau kamu berbohong, bunda akan meminta ayah menarik semua fasilitas yang kami miliki. Mobil, atm, motor dan lain-lain semuanya kami hentikan. "
Muh terdiam, ia tak mampu untuk melawan bundanya. Muh faham betul, ancaman bunda bukanlah omong kosong saja. Muh pernah jalan kaki ke sekolah karena fasilitas motornya di hentikan itu akibat ia ikut balap liar.
" Kamu dengar perkataan bunda , Muh. Pilihan ada ditangan mu. Bunda tunggu besok. " Bunda menutup percakapannya.
" Ya Allah, lindungi anakku Muh dari segala bahaya. Jagalah ia Ya Allah. Aamiin."
Muh masih duduk di tempat tidurnya. Ambar pun duduk disampingnya.
" Besok pagi jam 9 kakak pulang ke Palembang. Maaf kakak tidak bisa mendampingi ke pesta pernikahan keluarga adek. " Muh beranjak dari duduknya.
" Kak, besok jangan pulang. Dampingi adek dulu, sore kita baru pulang. "
" Maaf dek, kakak gag bisa. "
Muh ke kamar mandi meninggalkan Ambar yang masih duduk di tempat tidur.
__ADS_1
" Aku harus mengatur strategi agar Muh tidak pulang besok. Tapi kalau Muh berkeras pulang, aku bisa menghubungi Roy. Roy juga bisa diandalkan dalam penampilan dan seksi. Aku tidak mau sendiri tanpa pasangan di pesta anak om Alex. " batin Cinta. Ia pun keluar dari kamar Muh.
Muh keluar dari kamar mandi, ia melaksanakan shalat maghrib. Ia merasa sangat bersalah kepada bundanya. Muh berniat menelpon bunda setelah shalat maghrib.
Pukul 19.00, kedua orang tua Ambar telah menunggu di ruang tamu. Mereka telah siap ke rumah om Alex. Setelah berbincang-bincang sebentar, mereka pun berangkat menuju rumah om Alex.
...****************...
Pukul 5 pagi, Muh terbangun dari tidurnya. Muh segera bangun, mandi dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah itu iapun berkemas, dan mempersiapkan diri untuk pulang ke Palembang.
Orang tua Ambar menginap di rumah Om Alex. Semalam Muh sudah pamit kepada orangtua dan abangnya Ambar.
Tepat pukul 6.30 Muh keluar kamar, suasana sepi. Muh mengetuk pintu kamar Ambar tapi tak ada suara. Muh bermaksud membuka pintu kamar Ambar, tapi pintunya terkunci.
" Tidak biasanya Ambar mengunci pintu kamarnya. " Batin Muh.
Muh berjalan menuju dapur, ia melihat bibi Darmi sedang memasak nasi goreng.
" Selamat pagi bik." sapa Muh
" Pagi den. Aden mau makan apa?nanti bibi siapin. "
" Gag usah bi, saya mau pulang pukul 7.00 ini. Ambar belum.bnagun ya bi. ?" Muh bertanya ke bi Darmi.
" Tadi pagi bibi lihat non Ambar di jemput tuan Roy. Tapi bibi kurang faham pergi kemana. " Jawab bi Darmi.
" Kenapa gag nunggu non Ambar dulu den? Nanti non Ambar marah."
" Semalam sudah bilang kok bi."
" Roy itu siapa bi?"
" Roy itu temen kecilnya Non Ambar den ."
" Oooh, saya pamit ya bi. Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumussalam."
***
Muh pulang ke Palembang sendiri. Ia merasa bersalah kepada kedua orangtuanya. Muh mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Muh berhenti di warung makan untuk sarapan pagi. Ia memesan teh manis hangat dan satu porsi lontong sayur. Seketika ia menghentikan sarapan paginya, ia melihat Ambar masuk ke salon di seberang jalan. Muh melihat Ambar di rangkul seorang pria, dan Ambar bergelayut manja layaknya seorang kekasih.
Muh mengambil hpnya, ia memfoto Ambar dan laki- laki tersebut. Muh berniat menyusul Ambar, namun ia membatalkan niatnya.
Saat ini ia ingin fokus ke orangtuanya di Palembang. Mengenai Ambar ia bisa menanyakannya nanti.
Muh menelpon Ambar.
__ADS_1
Drrrtt drrrtt drttt
" Assalamu'alaikum, kamu dimana dek? Kakak cariin kemana-mana kamu gag ada. Kakak mau pulang ini. "
" Adek ada di rumah Om Alex. Maaf tadi tidak sempat bilang ke kakak.
"Ooooooh,.kirain adek ada di kamar. Kakak pamit ya. Wassalamu'alaikum."
" Mengapa Ambar berbohong ? " batin Muh."
Ia melajukan mobilnya menuju Palembang. Sebelum melanjutkan perjalanan ia mengisi bensin terlebih dahulu.
Drrrrtttty drtttt drrttttt
Bunda calling
Muh segera menjawab telpon bundanya.
" Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam, Muh kamu dimana? "
" Muh dalam perjalanan menuju Palembang bun, sekarang lagi mengisi bensin."
" Baguslah kalau begitu, hati-hati dijalan. Ayah sama bunda menunggu penjelasan mu. " Bunda menutup teleponnya.
" Semogalah ayah sama bunda tidak marah. Aamiin "
Muh melanjutkan perjalanannya, beberapa kali ia beristirahat untuk melepaskan lelah sebentar.
Sementara itu Ambar tengah bernyanyi dan bergoyang di acara pesta anak om Alex.
Ia bernyanyi dan bergoyang diatas panggung, Roy berjoget bersama Ambar. Pakaian yang seksi membuat banyak mata pria yang nanar dan nakal melihat ke tubuh Ambar.
Orangtua Ambar nampak biasa-biasa saja melihat penampilan anaknya. Malah mereka terlihat bangga.
Orang tua Roy mendekati kesua orangtua Ambar.
" Aku tak menyangka anak mu Ambar sekarang sangat cantik. Anakku Roy sampai tak berkutik melihat penampilannya."
" Anak mu Roy juga sangat gagah. Aku senang melihat mereka berdua."
" Bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka berdua. Apalagi Roy juga kuliah di universitas yang sama jadi Roy bisa menjaga Ambar disana."
" Aku mau saja, tapi kemarin Ambar membawa kekasihnya. Kita lihat nanti bagaimana mereka saja." Jawab Ayah Ambar menanggapi pembicaraan Ayah Roy
" Alaaaaah... Cowok kere seperti itu gag usah diambil pusing. Coba kau bicarakanlah dulu sama Ambar. Nanti aku bicara juga sama Roy." Ayah Roy sedikit memaksa.
" Iya nanti kalau ada waktu yang tepat aku coba bicarakan rencana ini ke Ambar."
__ADS_1