Cinta

Cinta
Keluarga Jony!


__ADS_3

yang kedua kalinya Ken masih memperlihatkan semangat nya untuk belajar trik membelah kayu dari bapak tua di sana.


sekarang dia sudah bisa membelah kayu tersebut dengan susah payah. keringat pun mengucur membasahi dua sisi dari wajahnya.


Bapak tua tersebut tersenyum dengan semangat yang di miliki Ken, baru kali ini dia melihat pengunjung yang bersemangat ingin belajar membelah kayu yang biasa dia lakukan setiap hari.


"Pak, untuk apa bapak memotong banyak kayu kayu ini? " ujar Ken sambil membelah kayu berikutnya, si bapak hanya duduk memperhatikan Ken.


"untuk di jual, anak muda. " jawab bapak tua tersebut.


"di jual? " kemana pak? " tanya Ken semakin memberanikan dan mengakrab kan diri dengan si bapak.


si Bapak tidak menjawab dari pertanyaan Ken, dia malah berdiri meninggalkan Ken sendirian di samping rumahnya.


"ada apa dengan si bapak ini? " gumam Ken sambil menghentikan ayunan kapaknya, dia mencoba mengusap keringat yang menguchur dari wajahnya.


"huuuh cape juga! " napas Ken terengah dia mencoba menarik napas mengatur kemabli napasnya yang terengah.


tidak berapa lama bapak tua tersebut keluar dari rumahnya menghampiri Ken yang sedang duduk mengatur napasnya terengah.


"hahahah, ini pekerjaan otot anak muda! " jika kamu tidak terbiasa oleh ini, sekujur tubuhmu akan merasa kesakitan nanti malam! " minumlah ini! " ujar bapak tua tersebut, sambil duduk di sisi Ken dan memberikan sebotol minuman dingin kepada Ken.


perbincangan di antara keduanya pun makin akrab, bapak tua tersebut seolah mendapatkan anak pemudanya yang sudah lama tidak kembali mengunjungi dirinya.


"berapa lama anda berkunjung ke kota ini nak Romi?" tanya bapak tua tersebut.


"saya berkunjung untuk meneliti beberpa hal di kota ini Pak, mungkin saya memerlukan beberapa hari atau Minggu untuk berada di tempat ini. " jawab Ken.


" aku yakin, putramu menyembunyikan sesuatu di rumahnya ini. " gumam Ken dalam hatinya sambil menatap pria tua yang tidak bersalah itu.


"bagus kalo begitu, tinggalah di rumah kami. " ujar bapak tua tersebut menawarkan Ken untuk tinggal di rumahnya tersebut. tentu saja ini kesempatan bagus untuk Ken, memang itu yang dia inginkan.


"saya senang sekali dengan tawaran Bapak, tapi bagai mana dengan yang lain apa mereka tidak akan ada yang keberatan jika saya tinggal di rumah Bapak? " jawab Ken penuh semangat.

__ADS_1


"tidak usah khawatirkan itu, serahkan semuanya sama Bapak, " tambah pria tua itu meyakinkan Ken untuk jangan khawatir dengan yang lain.


"kami hanya tinggal bertiga, istriku dan putri kecilku. " ujarnya lagi.


"pak, bicara dengan siapa? " suara nyonya pemilik rumah terdengar memanggil suaminya.


"iyah Bu, sebentar. " jawab si bapak tua itu, sambil berpamitan kepada Ken untuk menghampiri istrinya di dalam rumah.


entah apa yang di bicarakan kedua nya di dalam, Ken masih tetap fokus dan dia yakin Jony pasti menyimpan bukti tersebut di rumah nya ini.


karena satu-satu nya tempat yang biasa di tinggali Jony di kota, sudah di cek nya oleh yang lain tetapi tidak menemukan barang bukti lainnya.


"kasihan gadis itu, aku harap dia tidak apa-apa sekarang? "


Ken terus saja memikirkan Felicya, wajah nya yang begitu menyedihkan sewaktu terakhir dia bertemu membuat Ken sangat khawatir.


setelah pembicaraan mereka berdua, Ken akhirnya di izinkan tinggal di sana selama waktu penelitian yang dia butuhkan.


nyonya pemilik rumah yang merupakan Ibu dari Jony, dan si bapa tua tersebut adalah Ayah dari Jony si penjaga CCTV itu ternyata mempunyai orang tua yang sangat baik dan ramah.


terlihat oleh Ken Ibu nya Jony keluar membawa nampan yang berisikan makanan ringan dan beberapa potong roti dan dua gelas kopi juga terlihat di dalam nampan tersebut.


"Nak Romi, itukah namamu? " ujar Ibu Jony.


"salam kenal Ibu, Iyah betul nama saya Romi. " ujar Ken berbohong dengan menggunakan nama Romi mereka tidak akan mengenali diri-Nya. karena nama Ken hampir sama terkenal nya dengan tuan nya Novak Shinoda, Ken terkenal dengan kesetiaannya, dan di mana ada Novak di situ pula ada pengawal sekaligus orang kepercayaan dari seorang Shinoda.


"baiklah nak Romi, silahkan tinggal di kediaman kami, tetapi kami tidak bisa memberikan tempat yang lebih nyaman seperti di hotel. " ujar si ibu merendah di hadapan tamu nya.


"tidak! " tidak! " nyonya. sungguh saya benar-benar lebih suka tinggal di sini dari pada di hotel. " ini sudah lebih dari cukup, terimakasih banyak nyonya, anda telah mengizinkan saya tinggal di sini! " ujar Ken sambil merundukan badannya di hadapan wanita setengah baya di hadapan nya itu.


"sama-sama Nak Romi, selamat menikmati. " jawab Ibunya Jony.


"yoss, mari kita sarapan dulu anak muda. " ucap Ayah nya Jony sambil membawa tikar dan menghamparkannya di teras rumahnya.

__ADS_1


"terimakasih kalian sudah repot-repot menyiapkan semua nya. " ujar Ken sambil menghampiri Ayah nya Jony yang sudah duduk di atas tikar yang dia hamparkan tadi.


"silahkan! " ujar Ibu nya Jony sambil berpamitan kepada keduanya.


"mereka berdua sangat baik, berbeda dengan anaknya, bagai mana jika mereka berdua tau bahwa putranya telah membunuh Romi? " pasti mereka tidak menyangka orang yang bernama Romi bukan lah aku, tetapi orang yang telah di bunuh oleh putra mereka sendiri. " kasihan. gumam Ken dalam hatinya sambil menatap si Bapak.


setelah selesai sarapan, ayah Jony mengajak Ken masuk ke dalam rumahnya, dan dia memberikan kamar untuk Ken.


"anak muda, ini adalah kamar mu selama tinggal di rumah kami anggaplah ini rumah mu. " ujar Ayah nya Jony sambil membuka pintu kamar tamu.


"terimkasih Pak. " jawab Ken sambil melihat ke sekeliling ruangan tersebut.


"sebelumnya saya izin keluar untuk mengambil barang-barang saya di hotel! " ujar Ken kepada Ayah nya Jony.


"heemmmm." jawab pak tua itu dengan dehem.


Ken pun berpamitan kepada keduanya, dia pun berniat untuk memberikan berkas berkas penting kepada Nancy sebelum dia menginap kembali di sana.


atas perintah Novak, sementara tugas Ken di kantor di handle dulu oleh Nancy. dia harus memberi arahan kepada sekertaris cadangan nya itu.


Ken bergegas meninggalkan kota itu, dia harus segera kembali ke rumah tersebut sebelum malam.


dengan kecepatan tinggi Ken mengendarai kendaraannya. jalan raya yang padat membuat nya sedikit kesulitan untuk sampai di kantor Shinoda Grup.


Ken terpaksa menggunakan keluarga Jony, untuk mencari sebuah bukti yang akan membebaskan Felicya dari tuduhan percobaan pembunuhan atas Romi.


"pria ini, benar-benar licik dia! bisa-bisa nya dia melibatkan orang yang tidak bersalah. " andai saja aku bisa menemukan rekaman CCTV itu! "


"semoga saja ada bukti lain yang bisa membuktikan sesuatu, aku yakin aku bisa menemukannya di rumah itu. " gumam Ken dalam hatinya, sambil sesekali dia melewati kendaraan di sampingnya.


*Bersambung...


****"saya menunggu keritik dan sarannya dari kalian pembaca yang saya cintai. ❤❤❤

__ADS_1


dan saya mohon maaf belakangan jarang up, di karena kan ada kesibukan yang tidak bisa di tunda. Terimakasih yang sudah setia mengikuti cerita Novel Cinta dari saya.


__ADS_2