
setelah semua tamu undangan satu persatu pulang, Niken sudah mulai kelelahan Nori pun ikut berpamitan kepada Niken dan Novak.
"Nike, sorry aku pulang dulu ya, aku harus mengantar Nancy pulang, karena takut nya orang tua nya mengkhawatirkan nya! "
"heemm, baiklah terimakasih, kalian hati-hati. "
tertinggal di sana hanya keluarga, tamu undangan sudah kembali ke rumah nya masing-masing, Simon dan Meryssa juga berpamitan kepada putri dan menantunya mereka tidak ingin menganggu malam pertama kedua nya.
Mike dan Rissa yang menginap di hotel tersebut sudah berpamitan ke kamar mereka Masing-masing mereka sengaja meninggalkan pengantin baru untuk berduaan , tersisa bebrapa staf dan Pak Moriis di sana.
"kamu lelah sayang? " mau istirahat sekarang? " ujar Novak kepada Niken.
"heemmm, aku lelah sekali. "
"baiklah, ayo kita istirahat. "
ajak Novak.
mereka pun berlalu menuju lift, Niken yang begitu sangat kelelahan kakinya hampir tidak bisa berjalan, dia pun mencopot sendal slopnya.
"kaki mu sakit? "
"heemmm, rasanya betisku bengkak karena berdiri begitu lama! "
tidak banyak basa basi Novak langsung membopong badan Niken.
"sayang, hentikan ini kan lift aku juga masih bisa berjalan. "
"diamlah, jangan bantah. " ujar Novak
Niken pun menurut dia berpegangan dengan melingkar kan tangan nya di leher Novak.
"semoga saja tidak ada orang di depan lift, jika tidak aku akan malu sekali! " gumam Niken yang takut jika ada orang yang melihatnya.
"tidak usah malu, kenapa musti malu, kamu ini istriku, sudah sepantasnya aku melakukan hal ini. "
Niken langsung terdiam menatap wajah Novak, yang bisa menebak isi hatinya.
"dug, dug, dug, " jantung Niken begitu sangat tidak karuan.
"ting! " pintu lift terbuka.
"kita sudah sampai, tidak ada orang kan? "
Niken tersenyum lega, "syukurlah, tidak akan ada orang lagi yang akan melihat. "
Iyah tentu saja tidak akan ada orang, karena room yang dia pakai mempunyai lift khusus untuk menuju kamar itu.
setelah keduanya berada di pintu kamar Presidential Suite Niken membuka pintu tersebut di atas gendongan Novak.
sesampainya di kamar Novak bukan nya menurunkan Niken malah dia sengaja masih menggendong nya.
"sudah sampai, turunkan aku! " ujar Niken.
Novak tersenyum, dia pun dengan lembut menurunkan badan Niken di ranjang yang di penuhi bunga tulip, di atas ranjang tersebut beberapa kelopak bunga tulip yang di bentuk menyerupai gambar hati.
__ADS_1
begitu pun ruangan tersebut, dinding dan pojok pojok ruangan di penuhi dengan bunga tulip, bunga kesukaan Niken, Novak tau istrinya alergi dengan bunga mawar, makanya di semua dekorasi ruangan tidak di temukan bunga mawar.
"huuuh udaranya panas! " ujar Novak sambil membuka pakaian atasan nya satu persatu, dari mulai jas kemeja, tersisa kaos dalam, Niken dengan sudut matanya melirik badan suaminya yang atletis..
"sayang, apa kamu tidak kegerahan masih memakai gaun itu? " tidak mau ganti baju? " ujar Novak.
"aah, aku pergi ganti baju! " jawab Niken bergegas memasuki ruang ganti, tentu saja ini kesempatan dirinya untuk menghindari Novak yang sudah mulai melucuti pakaian nya satu persatu.
"uuuh! kenapa dia membuka pakaian di depan ku! aku kan jadi malu" bagai mana ini! apa yang harus ku lakukan? aku sangat gugup, ya Tuhan tolonglah aku, Semoga dia lelah dan tertidur. " batin Niken terus saja berbicara sendiri di ruang ganti dia bukan nya menganti pakaiannya malah mondar-mandir tidak jelas.
"sayanggg sudah belum? " aku mau mandi nih, aku masuk ya? " suara Novak dari luar yang sudah tidak sabar ingin buru-buru mandi.
"se-bentaarr, " jawab Niken gugup.
"ini sudha 15mnt sayang, kamu mandi? "
"ii-yah, "
"baguslah, aku lebih baik mandi saja, " pikir Niken untuk mengulur waktu agar lebih lama menghindar dari Novak karena gugup.
Niken pun membuka gaun pengantin nya sayang di sayangkan reseleting nya macet karena dia terburu-buru.
"oooh Tuhan, apa lagi ini! " please jangan begini. " uuhhggrr! Niken kelelahan sendiri karena reseleting itu benar-benar macet tidak bisa di bukanya.
mau tidak mau dia harus meminta bantuan Novak.
"krriiieeettt,, suara pintu dengan pelan dia bukanya.
" apa dia sudah tidur? " tidak ada suara! Niken mencoba memutarkan penglihatannya ke seluruh ruangan tersebut.
"di mana dia? " Niken melangkahkan kakinya keluar dari ruang ganti yang menyatu dengan kamar mandinya.
"sayaang belum ganti baju! " suara Novak mengejutkan Niken, dia pun berbalik melirik arah suara suaminya..
"seeettt! " terlihat Novak hanya memakai celana boxing membuat mata Niken membulat seketika dia pun memalingkan wajah nya yang memerah.
Novak tersenyum, " kenapa musti malu sih, aku ini suami mu sekarang! " ujar Novak yang malah menghampiri Niken.
Niken pun tersadar benar juga perkataan suaminya itu, dengan memberanikan diri Niken pun meminta Novak untuk membuka reseletingnya.
"rupanya langit memihak ku sekarang! " gumam Novak tersenyum senang.
"sayangggg, apa sekarang kamu menggoda suami mu ini? " ujar Novak malah sengaja memberi pertanyaan konyol.
"tidak! " ini memang benar-benar macet! "
"benarkah, sini aku coba buka. "
dengan lembut Novak pun mencoba membuka reseleting gaun istrinya, " uuurrggrr, ini benar-benar macet! " bagai mana ini? "
"sayangggg ini benar-benar susah! "
sudah hampir setengah jam, mereka berdua berusaha mencoba membuka reseleting gaun tersebut, sampai keduanya kelelahan.
"bagai mana ini! " kalo aku sobek, nanti dia tersinggung ini gaun dia yang Design. " gumam Novak yang putus asa dengan reseleting gaun tersebut.
__ADS_1
akhirnya mereka berdua mau tidak mau tertidur dengan Niken yang masih memakai gaun pengantin.
Novak terpaksa menunda malam pertama nya karena sebuah reseleting.
Niken merasa tidak enak, di tambah wajah masam dari suaminya terlihat begitu jelas walau dia berusaha menutupi nya.
bagai mana tidak, Novak sudah menunggu hal seperti ini sejak berpacaran dengan Niken dia mencoba menjaga hal itu hanya untuk di lakukan di malam pertama mereka.
malam hari pun berlelu, sinar sang surya sudah mulai menerangi alam semesta. Niken terbangun di atas tangan Novak yang menompang kepalanya.
dengan memberanikan diri Niken mengecup wajah Novak dia merasa sangat bersalah dengan reseleting gaun nya.
"cup" selamat pagi sayang. " sapa Niken yang membuat Novak benar-benar senang karena ciuman lembut dari istrinya. tetapi dia malah berpura-pura masih terlelap.
" heemmm, masih mau pura-pura sekarang! " sayanngg bangun," bisik Niken lagi.
Novak hanya menggeliat, mengintip wajah Niken dengan sudut mata kirinya dan kembali tertidur.
"satu, dua," tangan Niken mulai megelitik pinggang suaminya.
"masih marah! " ujar Niken.
Novak pun tertawa geli karena kelikitkan tangan isterinya.
"hentikan! geli. " awwww, hentikan! " teriak Novak.
Niken pun menghentikan nya, " masih marah? " sapanya.
"heemm, kiss lagi! " jawaban Novak yang manja bak anak kecil yang merengek meminta peremen, meminta Niken untuk mencium nya lagi untuk membayar rasa kesalnya gara-gara reseleting yang tidak bisa di buka.
Niken gantian yang kesal, dia baru saja ingin beranjak bangun, tapi Novak menarik tangannya, sehingga sepontan badanya menindih badan Novak.
"aaawwww," seru Niken.
"mau lari kemana? " ini masih terlalu pagi? " ujar Novak.
"mau mandi! " jawab Niken.
"dengan gaun pengantin mu kamu mandi? " seru Novak.
Niken yang melupakan reseleting gaunnya macet sejak semalam pun meringis menahan tawa.
"jangan beranjak sebentar saja, biarkan seperti ini! " peluk Novak kepada Niken yang masih berada di atas badannya. dia memeluk Niken dengan erat, mencium kening Niken dengan penuh kasih sayang.
"terimaksih sudah menjadi istriku! " bisik Novak. membuat hati Niken serasa ingin terbang karena ucapan Novak begitu membuatnya bahagia.
Niken pun membaringkan wajahnya di atas dada suaminya. "terimakasih juga, karena sudah mencintaiku! " gumamnya, sambil memeluk badan suaminya dengan erat.
"ma'af! malam pertama kita gagal karena gaun ku! " Niken tersenyum geli dalam hatinya, juga di sisi lain dia tidak tega pada suaminya.
"aku akan panggil Rissa untuk membuka reseleting ini sayang! " bangun lah. " ujar Niken sambil sepontan duduk di samping Novak.
"heemm baiklah, aku akan berenang sebentar, kamu panggil Rissa dulu aja. " heemmm. " jawab Novak sambil membelai rambut istrinya.
***Bersambung....
__ADS_1
readers yang tercinta, terimakasih atas dukungan kalian, lob you allπππππ
terus dukung ya! agar author semangat untuk menulis lanjutan nya. thank you so much. β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€***