Cinta

Cinta
bertemu orang-orang yang salah!


__ADS_3

setelah sekian lama mengudara, pesawat pun mendarat di bandara internasional di negara A dengan selamat, penerbangan yang di pimpin oleh Kim mulus tidak ada kendala.


setelah sekian lama Niken meninggalkan negaranya dan menetap di negara lain pun benar-benar terharu, berbagai kenangan pun bermunculan silih berganti.


dan kebanyakan yang dia rasakan itu kenangan yang sangat pahit, di usianya yang masih muda dia harus berjuang tanpa kedua orang tuannya.


" yooosss akhirnya kita sampai! " Nori menggeluatkan badannya, pinggang nya terasa kaku setelah penerbangan selama 8jam itu.


terlihat Mike sedang berbincang dengan Kim di samping pesawat, mereka menunggu kendara'an yang akan menjemput mereka ke sebuah penginepan terdekat, karena waktu sudah menunjukan hampir tengah malam merek memutuskan untuk menginap di dekat bandara situ.


terlihat sebuah kendara'an khusus melaju mendekati mereka.


"cuuiiittt! " suara rem mobil berdenyit berhenti di hadapan mereka, dua orang pria berbadan kekar memakai setelan jas serba hitam pun mendekati Mike dan niken, merek merundukan badannya memberi hormat.


"selamat malam, selamat datang di negara A. " ujar dua orang pria tersebut.


"ini pasti ulah kakak dan Ken! " dia ini sudah menitipkan kakak ipar pada kami, masih aja menyewa cecurut dua ini! " gumam Mike kesal, karena kakak nya masih belum mempercayai kinerja nya.


"hey kalian cucurut dua! " jaga Nona mu ini! " jika terjadi sesuatu pada nona ini, kamu siap-siap saja kehilangan kepala atau paling tidak mata mu! "


keduanya saling tatap mendengar perkataan Mike sambil memegang leher mereka membayangkan kalo sampai lehernya di tebas. "greeekk" terlihat mereka menelan ludah getir.


"Mike! kau ini, apa apaan! " ujar Niken yang kasihan melihat dua pria tadi ketakutan.


"kalian siapa? " tanya Niken.


"siap nona! kami di tugas kan untuk menjaga kalian selama berada di negara kami. " ujar dua pria itu serentak.


"waaahh! " kalian bodyguard yang di sewa Novak! " ujar Nori ikut nimbrung.


dua orang pria itu melirik tajam ke arah Nori seolah mereka ingin menerkam Nori, membuat Nori bergidik.


"sudah semuanya keburu malam aku sudah terlalu mengantuk ayo kita berangkat! " ujar Niken.


"ayo Pak! "


"siap non. "


mereka semua oun pergi kecuali Kim dan kru nya mereka kembali ke negara B.


di jalan Niken membuka ponselnya begitu banyak pesan yang masuk ke handphone dia, yang tidak lain dari Novak.


"aku sudah menyuruh orang untuk mengantar kalian ke rumah mu Nike, jangan pergi sendiri tanpa pengawal! " bunyi pesan tersebut.


setelah Niken membalas beberapa pesan dari Novak dia pun sangat kelelahan karena perjalanan yang cukup jauh.


akhirnya terlelap dalam balutan selimut, dan Rissa terbaring di ranjang satunya di sebelah Niken.

__ADS_1


Mike dan Nori pun terlelap di kamar yang berbeda, hanya dua orang tadi yang masih terjaga di samping kamar Niken.


pagi menjelang sinar sangat surya sudah mulai menyinari alam semesta, Niken terbangun karena suara dari ponselnya.


"hallo"


"heemm pagi tuan putri, sudah siang masih belum bangun? " bangun dan bersihkan dirimu! "


"heemm, baiklah aku bangun. "


"jangan lupa sarapan! "


"iyah iyah.


" Hati-hati di sana. " I miss you. "


"miss you too. "


begitulah obrolan orang bucin di dalam handphone nya.


Niken pun bergegas bangun dan membersihkan diri-Nya, sedangkan Rissa masih terlelap karen amerasa sangat lelah Niken sengaja tidak membangunkannya.


setelah selesai membersihkan dirinya, Niken membuka pintu hotel sengaja meninggal kan Rissa yang masih terbalut selimut, baru saja dia membuka pintu tersebut dua orang bodyguard sudah siap menunggu dirinya di samping pintu kamar nya.


"kalian? "


"heemm selamat pagi, tidak! " aku ingin sarapan di bawah saja, sekalian ingin berjalan-jalan sebentar. "


"baiklah Nona, kami akan mengantar mu! "


"tidak! " jangan mengikuti ku, tidak enak sama orang-orang! " seru Niken yang tidak ingin mencolok karena di ikutin oleh dua bodyguard.


"tidak bisa Nona! " ini perintah dari tuan, kalo kami meninggalkanmu tanpa pengawasan ku, kami bisa di pecat oleh tuan Novak! "


jawabnya, terlihat dari cara mereka berbicara sangat ketakutan, membuat Niken tidak tega.


"baiklah, kalo begitu kamu ikutin dari jauh saja! "


"baik Nona, silahkan. "


"kenapa juga Novak menyewa mereka! " aku kan jadi tidak nyaman di ikutin dua orang ini! " huuuh. gerutu Niken kesal.


Niken pun berjalan menuju lift, dua orang tadi mengikutinya seperti penguntit di belakang Niken.


"ting" lift terbuka di lantai 2, yang bertulisan restauran.


Niken berjalan ke area restauran yang cukup ramai dengan tamu-tamu hotel lain nya.

__ADS_1


mata Niken terkejut setelah tatapan nya tertuju ke sebuah meja pojok restauran, badan nya langsung bergetar setelah melihat dua orang yang dia tidak asing.


"mereka! " gumam nya.


Niken langsung mengingat kejadian-kejadian masa sekolahnya, mereka berdua gadis yang selama ini menindas nya di kelas.


rasa trauma Niken kembali muncul, badan nya merasa kaku, kakinya tergetar tidak bisa melangkah, dia pun duduk di kursi terdekat dari tempat nya berdiri. satu orang pelayan mengahampiri dirinya.


"selamat pagi Nona, apa ada yang bisa saya bantu? " ujar salah seorang pelayan hotel yang bekerja di bagian restauran itu.


"selamat pagi, bisa tolong bawakan aku jus wortel. "


"baiklah nona, kami akan bawakan jus yang anda minta, untuk breakfast nya anda bisa mengambilnya sendiri. " silahkan Nona. "


"baiklah, aku mengerti, terimakasih. " jawab Niken, matanya masih tetap menatap dua gadis di pojokan restauran tersebut.


"seeett," salah satu gadis itu menatap Niken adu pandang pun tidak bisa di hindari, Niken masih belum bisa menghilangkan rasa traomanya karena perlakuan mereka dulu.


terlihat oleh Niken gadis tersebut berbisik ke teman nya.


dan kedua nya menatap Niken dengan seksama.


tidak berapa lama mereka menghampiri Niken, dua orang bodyguard Niken yang duduk tidak jauh dari table Niken mereka memperhatikan gerak gerik gadis tersebut, dua orang bodyguard itu pun berdiri bermaksud ingin menghalangi dua gadis yang ingin menghampiri Niken.


tetapi tangan Niken mengangkat ke atas, menghentikan niat dua orang bodyguard nya untuk tidak ikut campur.


"aku harus berani menghadapi mereka! " kenapa juga aku harus takut, Sarah tidak bersama mereka, dan ini tempat ramai, mana mungkin mereka berani berbuat yang tidak baik padaku! "


gumam Niken sambil tatapan nya tidak lepas dari dua gadis yang menuju ke tempat duduknya.


"Hai Nike, benarkah kamu Niken. " sapa dua gadis itu sambil duduk di hadapan Niken tanpa permisi.


"lihatlah gadis cupu ini, dia sudah naik level sekarang! " ujar salah seorang gadis lainnya.


"apa mau kalian? " jawab Niken berusaha untuk tenang.


"tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menyapa mu, denger-denger kamu mau menikah dengan salah satu pengusaha dunia terkenal itu? " di mana dia sekarang? kenapa dia tidak ikut bersama mu jika memang benar! "


"mungkin itu cuman gosip murahan Lin! jika memang benar dia mau menikah kenapa juga dia sendirian di hotel ini! "


"ooowh mungkin dia sedang melayani tamunya di hotel ini! "


sapaan dua gadis di hadapan nya memang tidak main fisik, tapi kata-kata mereka begitu sangat tajam menghina Niken.


"kalian berdua memang tidak pernah berubah! " smaa dengan teman kalian Sarah! " jawab Niken yang menjawab dengan tenang hinaan dari dua gadis di hadapannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2