Cinta

Cinta
BAB 45 KUMPUL DUA KELUARGA


__ADS_3

Tepat jam 12.00, Muh menjemput Cinta.


" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh"


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh."


Cinta mempersilahkan Muh duduk di sofa tamu ruang guru.


" Kita makan siang di luar bisa dek? Sudah lama kita tidak makan bersama di Pondok Pak Karyo."


" Tapi adek baru saja makan siang bersama guru-guru, karena hari ini ada guru yang berulangtahun."


" Temenin abang saja. Abang belum makan siang."


" Abang pesan go food saja, makannya disini. "


" Ya sudah abang makannya di rumah saja nanti. Abang mau bicara penting sama adek. "


" Tapi nanti abang lapar dan sakit, kalu gitu nanti adek ambilkan nasi kotak di dalam. Abang tunggu sebentar."


Cinta menuju ruang rapat, ada beberapa guru yang masih mengerjakan tugas sekolah.


" Bu Dewi, apakah nasi kotaknya masih ada sisa? Kalau masih ada, saya mau minta satu untuk tamu yang di ruang guru."


" Alhamdulillah masih ada sisa 5 kotak bu. Nanti saya ambilkan. "


Bu dewi mengambil satu nasi kotak dan memberikannya kepada Cinta.


" Terimakasih ya bu."


Cinta kembali ke ruang guru, ia mengambil satu teh kotak dan satu botol kecil air mineral di ruangannya.


" Maaf abang lama menunggu, mari bang dimakan dulu. Kalau sudah makan baru kita lanjutkan ngobrolnya."


Cinta menata makanan dan minuma di atas meja.


" Terimakasih ya dek. Kamu tetap baik seperti dulu, tidak ada yang berubah. Abang sangat menyesal."

__ADS_1


Muh menundukkan kepalanya, ia merasa malu.


" Tidak usah diingat lagi bang, sekarang abang makanlah dulu. "


" Ya dek."


Setelah berdo'a Muh menyantap makanan yang telah disiapkan Cinta. Cinta menatap muh, ada rasa sedih dan iba di hati Cinta.


" Alhamdulillah, Terimakasih ya dek."


Muh ingin membereskan meja tempat ia makan. Namun dengan cepat, Cinta membereskannya lebih dulu.


Setelah itu, Muh dan Cinta terlihat berbicara dengan serius.


" Baiklah abang pamit ya."


" Maafkan adek, adek tidak bisa membantu abang."


" Tidak apa-apa dek. Abang bisa mengerti. Assalamu'aalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh"


" Wa' alaikumussalam."


"Maafkan aku bang, aku mencintaimu tapi aku ...." Cinta berbisik lirih sambil menatap Muh yang berjalan menjauh keluar dari sekolahnya.


***


Hari Jum'at pagi di rumah Cinta


" Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumussalam."


" Apa kabar ummi? Rangga kangen sama ummi, abi dan Aul." Rangga menyalami ummi.


" Alhamdulillah kabar ummi baik. Kenapa tidak menelpon kalau mau kemari, jadi ummi bisa masakin gulai ikan kesukaan nak Rangga."


" Mendadak saja ummi. Rangga mau pamit, 1minggu lagi berangkat ke Jakarta selama 2 bulan. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Cinta dan Aul mana ummi? Bakal kangen nih sama calon pengantin, 1 minggu gag ketemu saja rasanya 1 tahun. Gimana kalau 1 bulan, seperti 1 abad nih rasanya. " seloroh Rangga.

__ADS_1


" Cinta ada di taman samping, ia lagi bersihin rumput dan ngerapiin bunga. Aul juga ada disana. " Rangga meminta izin ke ummi dan bunda untuk ke taman belakang, Muh mengikuti dari belakang. Ia merasa cemburu dan marah ketika Rangga mengatakan pengantin wanitanya.


" Mohon maaf ummi dan abi kami datang tanpa memberitahukan terlebih dahulu. Kami ingin meminta izin menjemput Cinta dan Aul. Kami ingin mengajak mereka ke undangan pernikahan adek ayah di Lampung. Sekalian memperkenalkan Cinta dan Aul ke keluarga besar kami. Apalagi pernikahan Muh dan Rangga akan diadakan secara bersamaan, dan waktunya tinggal hitungan bulan saja. "


" Kami sebagai orangtua mengizinkan saja. Tapi lebih baik ditanyakan langsung ke anaknya biar lebih afdol." Jawab ayah.


" Ummi, tolong panggilkan Aul dan Cinta. "


Bunda memanggil Cinta dan Aul.


" Ada apa sih ayah memanggil kita berdua? Kerjaannya lagi nanggung banget." Aul duduk di sebelah abi.


" Begini, ayah sama bunda mengajak kalian berangkat ke Lampung menghadiri undangan pernikahan. Bagaimana, kalian bisa tidak?"


" Kalau Aul bisa saja yah. Aul kan buka usaha sendiri, pegawai kan bisa diawasi oleh mbak Wita selaku wakil Aul"


" Cinta gimana?


" Cinta juga bisa..Hari senin jadwal Cinta kosong. "


" Alhamdulillah, karena anak-anak sudah menjawab bisa. Maka kami juga mengizinkan. Sekarang kalian selesaikanlah pekerjaannya. " Abi meminta anak-anaknya untuk menyelesaikan pekerjaan kebun yang belum diselesaikan.


" Abang, Adek kalian bantu Cinta dan Aul agar cepat selesai. " Bunda meminta Muh dan Rangga untuk membantu Cinta dan Aul.


Kedua orang tua Cinta dan Muh, melanjutkan kembali


" Maaf abi, emang berangkat ke Lampungnya kapan ?" tanya Aul dengan mimik wajah yang menggemaskan.


" Besok pagi nak, nanti kami jemput pukul 7.00 Wib. "


" Hari ini setelah shalat jum'at kami mau mengajak makan bersama diluar. Mohon umi dan abi juga Cinta dan Aul tidak menolak."


" Tapi sebentar lagi shalat jum'at, apakah kalian shalat jum'at di sini?


" Iya abi, kita shalat di sini. Sudah lama kita tidak shalat di Mesjid XXX, kangen dengan suasana asrinya."


Kedua orangtua Cinta dan Muh melanjutkan percakapan mereka. Mereka terlihat sangat serius sekali.

__ADS_1


" Semoga rencana ini akan berjalan dengan lancar, tanpa halangan dan rintangan apapun. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin." Ayah menutup pembicaraan karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.00.


Mereka pun bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah shalat jum'at. Sementara para wanita bersiap-siap untuk melaksanakan shalat dzuhur dan bersiap untuk makan siang bersama setelah selesai shalat jum'at.


__ADS_2