
awan di langit begitu hitam pekat pertanda akan turunnya hujan. di sebuah persiapan pesta seorang tetua melihat ke atas langit.
"ini pertanda apa! alam tidak mengizinkan penyatuan ini! " batin ayahnya Keylla. dia mulai was-was untuk menikahkan putrinya dengan Zen.
diapun bergegas memasuki aula pernikahan, dan berbisik dengan istrinya.
"kita harus membatalkan penyatuan ini, alam tidak mengizinkan putri kita menikahi Zen! " bisiknya.
Ibunya Keylla mulai merasa takut, terlebih mereka selalu mempercayai pertanda yang di berikan alam dalam kehidupan merek sehari-hari.
"lalu bagaimana ini Yah? " pesta penyatuan sudah akan di mulai beberapa menit lagi? " jawabnya.
"tidak! pernikahan ini tidak boleh dilaksanakan sekarang ini! " bawa dulu putri kita ke sini! " perintahnya.
"baiklah Yah, tunggu sebentar, ibu akan mencoba memberi tau Key. " jawabnya sambil beranjak dari duduknya dan mulai mendekati Keylla yang sudah berdiri di atas altar pernikahan.
"Key, ayahmu ingin berbicara sebentar, tolong tunda perjanjian ini sebenatar. " bisik Ibunya Keylla.
"tapi ibunda? "
"sudah jangan banyak tanya. " ikuti ibundamu ini.
"baiklah." dengan manut Keylla pun mengikuti Ibunya.
di sisi pulau sebuah Speedboat bersandar, Jeslyn turun dari Speedboat tersebut, melihat kesekeliling pulau.
dia melihat sebuah dekorasi yang di penuhi beberapa orang penghuni dari pulau tersebut, terlihat hanya ada 17orang saja, salah satu warga pulau melihat kedatangan Jeslyn dan yang lainnya.
dia pun menghampiri Jeslyn, "apa ada yang bisa kami bantu Nona dan tuan-tuan? " ujarnya.
"selamat siang tuan, maksud dan kedatangan kami ke sini, untuk mencari saudara kami! " jawab Jeslyn.
"saudara? " seru orang tersebut sambil mengerinyitkan kedua alisnya heran, karena di pulau tersebut tidak ada yang mempunyai kerabat yang tinggal di luar pulau.
"bapak, bisa lihat poto ini! " ujar Jeslyn sambil mengeluarkan sebuah poto dari saku tasnya.
"Sizen! " serunya kaget.
"bapak tau orang ini! " balas Jeslyn senang.
"Nona, lihatlah di atas altar penyatuan itu? "
"penyatuan? " Jeslyn yang tidak paham dengan kata penyatuan pun berbalik bertanya.
" penyatuan dalam arti, pernikahan! " jawab si Bapak.
"menikah! " tidak! " aku harus menghentikannya. " ujarnya sambil berlari ke arah Zen yang masih berdiri di atas altar.
bersamaan dengan itu, hujan turun dengan derasnya.
"Novak! " teriak Jeslyn, Syam yang khawatir dengan Jeslyn pyn mengejar Jeslyn.
Zen menatap gadis yang memanggil namanya dengan sebutan Novak, Keylla yang sedang berbicara dengan ayahnya ingin menghampiri Zen, karena melihat Jeslyn datang dengan berteriak di acara penyatuan dirinya.
"berhenti Key! " seru ayahnya.
__ADS_1
"tapi!
" hentikan! " ucap Ayahnya sambil menatap ke arah Jeslyn.
"sadarlah Nov, kamu tidak boleh menikah! " ucap Jeslyn yang terdengar samar karena air hujan yang mengguyur atap altar yang membuat suara bising.
Zen yang tidak mengenal Jeslyn pun hanya menatapnya dengan tatapan yang dingin.
"Siapa anda ini nona? " tanya Zen.
"aku Jeslyn! "
"aku tidak mengenalmu! " jawab Zen.
"Tuhan, ada apa denganmu! " kamu Novak bukan? " tanya Jeslyn heran, karena Novak yang dia lihat sekarang begitu sangat berbeda.
sorot matanya kosong, dan tidak mengenali dirinya.
"aku tidak kenal denganmu nona! dan siapa yang kau sebut Novak tadi? " jawab Zen, suara mereka bersautan dengan cahaya kilat dan suara petir.
angin ****** beliung pun mulai memporak porandakan tempat itu, beberapa orang berlarian mencoba mencari perlindungan dari hantaman ****** beliung tersebut.
tetapi Jeslyn dan Zen yang masih berdiri di sana tanpa beranjak sedikitpun, jeslyn memegang tangan pria di hadapannya sambil berteriak.
"sadarlah Nov! " kamu harus ingat, istirmu sedang mengandung anakmu! " teriak Jeslyn.
Zen yang tadinya ingin berlari dari altar tersebut pun terhenti, "istri! "
"Iyah istrimu, Niken! " kamu ingat dia! " dia sedang mengandung anakmu Nov! "
"duaaarrr! " sekali lagi petir pun mengeluarkan suara yang sangat keras, seperi akan menghancurkan pulau itu. cahaya kilat yang begitu menyilaukan membuat semua orang ketakutan.
"Jess, berlindunglah! " teriak Syam.
Keylla yang melihat Zen begitu kesakitanpun dia berlari menghampiri Zen dengan menghindari badai, dan mendorong badan Jeslyn yang sedang memegang tangan Zen.
"jangan sentuh dia! " ujar nya.
Zen meringis kesakitan, sedangan di kediaman Shinoda, Niken terus-menerus memanggil nama suaminya.
"tunggu aku di sini, aku akan kembali besok! " kamu baik-baiklah di sini, aku tidak akan lama! " beberapa kilas bayangan yang seperti klise pun, bermunculan di benak Zen.
membuatnya merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya, sehingga dia jatuh tidak sadarkan diri!
"Zen! " teriakan Keylla, membuat Jeslyn benar-benar bingung.
"apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Jeslyn kepada gadis itu.
tetapi Keylla tidak menjawab pertanyaan Jeslyn, dia hanya memeluk badan Zen yang tidak berdaya di pangkuannya sambil menangis.
"Zen bangunlah! " sadarlah! " ucapnya serak.
"Jess, ayo! lihatlah semua orang menatap mu! " Jangan-jangan mereka akan menyalahkan mu" atas kejadian ini. " kita harus kembali. " ujar Syam.
tapi Jeslyn menepis tangan Syam, " dasar pengecut kamu! " aku tidak akan pergi sebelum aku yakin, kalo dia bukanlah Novak! "
__ADS_1
"tapi Jes, jelas-jelas dia tadi tidak mengenali kamu! " itu artinya dia bukan Novak! " jelas Syam.
Jeslyn berpikir sebentar, tapi rasa penasarannya mengalahkan rasa takut akan orang-orang di sana, yang akan pasti menyalahkan dirinya atas kejadian itu.
"hey nona! " kamu pembawa bencanda dengan datang ke pulau ini! " teriak salah satu warga.
hujan pun mulai reda, bersamaan dengan berhentinya ****** beliung.
Zen di bawa oleh beberapa warga ke rumah Keylla. meninggalkan Jeslyn dan orang-orangnya di tempat itu.
"Jes, kita sekarang harus bagaimana? " penyambutan mereka di sini sepertinya akan kurang baik kepada kita. " ujar Syam. yang khawatir karena warga di sana begitu berbeda dengan warga di ibu kota.
Jeslyn duduk di atas salah satu kursi yang terbuat dari kayu, yang masih sedikit utuh karena hantaman ****** beliung tadi.
"aku tidak mengerti, jika dia bukan Novak, kenapa wajahnya begitu sama persis dengan Novak, seperti pinang di belah dua! " batin Jeslyn sambil memegang keningnya tang terasa berat.
sedangkan di rumah tetua di pulau itu, Zen masih terbaring tidak sadarkan diri, Keylla dengan setia dia memberi kompresan di kening calon suaminya.
"Ayah, sepertinya orang orang yang datang ke pulau ini, mereka para pendosa, makanya alam memberi tada kepada kita! " ujar Keylla yang secara tidak langsung dia merasa kesal dengan kedatangan Jeslyn.
Ayah Keylla hanya menarik napas panjang, walaupun dia tadi diam, tetapi dia memperhatikan semuanya.
"bukan karena gadis itu Key, tetapi karena kita! " jawab ayahnya.
"maksud ayahhanda?"
"kamu tidak boleh melakukan penyatuan dengan Zen, Key! "
"apa? " ayah tidak salah kan? " jawab Keylla yang langsung pergi meninggalkan Ayahnya, dia berlari keluar dari kediamannya.
"Key, Keylla! " berhenti. " ibunya Keylla berteriak menyuruh Keylla kembali, tapi gadis itu tidak menghiraukan suara ibunya.
"ini semua gara-gara gadis itu! " batin Keylla sambil terus berlari ke arah tempat acara tadi di gelar.
terlihat olehnya, Jeslyn yang sedang duduk dengan memegang keningnya.
Keylla menghentikan langkah kakinya menatap Jeslyn, perlahan dia menghampiri Jeslyn.
"ini semua karena kamu! " kamu adalah pembawa bencana di pulau kami! " teriak Keylla.
sikapnya yang lembut berubah menjadi agresif di hadapan Jeslyn.
"hey Nona! " jangan bicara sembarangan kamu! " bentak Syam, dia yang tidak rela gadis di hadapannya menghina Jeslyn.
"nona! " jaga bicara mu! " kami ke sini hanya ingin memastikan orang yang kalian bawa tadi itu, saudara kami atau bukan! " ujar seorang pria yang ikut dengan Jeslyn ke situ, dia merupakan salah satu pejabat di kota.
Jeslyn tidak menjawab sepatah katapun, dia masih memikirkan sikap Novak tadi.
sedangkan di kediaman ayahnya Keylla, Zen mulai tersadar, dia bangun dengan berteriak memanggil nama Niken.
Bersambung..
***Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat selalu ya, terimaksih atas dukungan kalian.
salam dari penulis kacangππ
__ADS_1
jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. ππ