
"Ken, kamu di sini? "
Ken yang baru saja membelakangi Niken dan Jeslyn, menghentikan langkahnya dan berbalik badan lagi, karena Jeslyn memanggilnya.
dia pun menghampiri keduanya dengan segan.
"Ken, sudah pulang? " ujar Niken dingin.
"iya non, " saya hanya ingin bilang, sebentar lagi jadwan Nona Cek up. "
"ooowh, Nike, kamu mau periksa kandungan mu? " baiklah kalo begitu aku pamit dulu yah. "
ujar Jeslyn yang kebetulan dia pun memang ingin pergi.
tapi Ken malah merasa canggung, "Jess, jika kalian masih ingin berbincang silahkan. " ke dokter bukan saat ini juga kok, Tuan muda Mike juga masih mandi."
"tidak, tidak apa-apa Ken, lagian aku masih ada sedikit urusan kecil, untuk persiapan besok. " ujar Jeslyn yang tau betul, Ken merasa tidak enak hati, karena telah menganggu pembicaraannya dengan Niken.
"baiklah kalo begitu, non saya permisi, mau mengantar Jeslyn ke depan. " jawab Ken, berpanitan kepada Niken.
Niken hanya mengangguk pelan.
setelah Jeslyn dan Ken menghilang.
Niken pun mulai lagi termenung sendirian dengan pikiran yang melayang layang ke berbagai ruang kosong yang terasa hampa.
setelah cukup lama termenung dia pun berdiri bermaksud untuk mengganti pakaian nya, siap-siap untuk pergi ke dokter. Niken yang tidak ingin membuat Mike menunggu terlalu lama, dia berinisiatif menunggu Mike lebih dulu.
setelah Novak tiada, Mike yang selalu menggantikan tugas kakaknya. siap siaga di kala Niken membutuhkanNya, terlebih memang dia mempunyai perasaan yang dia coba sembunyikan selama ini.
"Jess, Terimakasih kamu selalu menemani Nona Niken berbincang. " ujar Ken sambil menundukkan kepala ke arah Jeslyn.
"sudahlah Ken, kenapa sikapmu jadi sungkan gini. " aku pergi dulu ya, aku titip ponakan ku dan Niken. " ujar Jeslyn sambil memegang pundak Ken akrab, membuat Ken tidak percaya ucapan itu keluar dari seorang Jeslyn Aurora.
di tempat lain Rissa yang sedang menjalani study nya, dia harus bisa hidup dengan melupakan masa lalunya.
masa lalu yang penuh cinta walau hanya beberapa saat, tapi masa-masa itu tidak bisa dia lupakan, walau hatinya sudah berusaha sekeras melupakan sa'at sa'at bersama dengan Nona muda nya, Mike, Dan Novak, juga Ken.
mereka semua begitu berarti dalam hidup Rissa, terutama Mike dan Niken, mereka berdua selalu menganggap dirinya bukan sekedar bawahan mereka, tetapi teman mereka.
"*jika kau lebih mencintai nona, aku rela menjauh dari mu Tuan Muda Mike! " maafkan aku bukan berarti aku menjauhi kalian karena membenci kalian, tetapi, untuk tidak menghalangi perasaan mu pada Nona. "
__ADS_1
"aku tau setelah tuan novak tiada, dari caramu menatap dan memperhatikan nona sangat berbeda*. " batin Rissa, yang sekarang sedang duduk di salah satu bangku di kelasnya.
dia memandang jauh keluar, membayangkan masa-masa itu.
______________________________________________
kegiatan pasar malam di tepi pantai xx yang baru di buka pada malam itu begitu sangat meriah, pasar terbesar tradisional yang berada di kota tersebut pun sangat terkenal di kalangan pelancong.
yang menonjol dari pasar tersebut adalah hasil tangkapan ikan yang berkualitas dan banyak pilihan.
restauran seafood pun berjejer di sepanjang pesisir pantai tersebut. banyak anak muda yang sekedar menghabiskan waktu malamnya di Restaurant Restaurant di sana.
hari itu Jeslyn menyumbangkan sebagian dana untuk mereparasi pasar tersebut, dana yang dia berhasil kumpul kan akan di serahkan kepada pengelola lingkungan dan tata usaha di sana.
awalnya pesisir pantai itu kurang terawat, dan sangat membosankan karena penuh dengan sampah dari orang-orang yang kurang bertangungjawab.
berbagai acara satu persatu di atas panggung di alun-alun pasar malam itu pun mulai di gelar.
manusia dari berbagai kalangan pun mulai berdatangan memenuhi tempat itu, salah satu yang mereka tunggu-tunggu adalah pelepasan kembang api.
Jeslyn kala itu menjadi tamu kehormatan oleh pemerintah setempat, dia duduk berbincang dengan salah satu tokoh masyarakat dan adat di atas panggung berbeda dalam acara tersebut.
para tokoh sibuk membicarakan sebuah pulau, yang mereka menyebut pulau itu dengan pulau dewa, karena hanya ada 5 keluarga yang berani tinggal di pulau itu.
Jeslyn yang mendengar cerita itu dari para tokoh di situ pun tertarik atas pulau yang sedang mereka perbincangan.
"lantas apakah orang luar di perbolehkan masuk ke pulau tersebut Pak? " tanya Jeslyn yang tadi hanya mendengarkan, sekarang ikut nimbrung.
"boleh nona, saya dan teman saya pernah datang ke pulau itu, dulu. " tapi tidak ada yang menarik di pulau itu. " jawab salah seorang tokoh masyarakat.
"hanya saja cara penyambutan mereka yang begitu berbeda dengan masyarakat lainnya. "
"ooohh, begitu. "
"lihatlah dari ujung pesisir pantai ini nona, dari sana akan terlihat tumpukan pulau itu. "
ujar Bapak tadi, sambil menunjuk ke pesisir pantai yang berada tidak jauh dari panggung yang mereka dudukin sekarang.
"kita ucapkan banyak terimakasih kepada nama-nama berikut yang ikut berpartisipasi menyumbangkan dana atas berdirinya pasar ini, mari kita sambut mereka ini dia, Bapak, Han dari perusahaan J. Bapak, Hyun dari perusahan YG, juga Bapak Jaky, Dari perusahan HK. Dan ini dia yang terakhir, seorang model cantik yang ikut dalam penggalangan dana ini, beliau adalah tamu istimewa dalam acara ini, mari kita sabut Nona Jeslyn Aurora. " setelah namanya di panggil Jeslyn pun berdiri dari panggung sebelah menuju panggung satunya lagi.
tepuk tangan orang-orang pun riuh terdengar sambil menyebut memanggil nama "Jeslin! " Jeslyn! "
__ADS_1
Jeslyn tersenyum bahagia, karena namanya tidak asing di mata masyarakat. dia pun melambaikan tangannya ke arah warga sambil tersenyum lebar.
sesaat Jeslyn mematung melihat sesosok laki-laki yang berdiri tidak jauh dari panggung yang baru saja ia naikin.
"Dug! " jantung Jeslyn seolah mau loncat keluar dari dalam dadanya. mereka saling tatap.
dia melihat dengan seksama pria itu, panggilan dari suara MC pun seketika mendenging di telinga Jeslyn, karena perhatiannya teralihkan kepada pria itu.
"Nona Jeslyn! " Nona Jeslyn! " silahkan! "
beberapa kali MC dalam acara tersebut memanggil namanya, tapi Jeslyn tidak menghiraukan panggilan tersebut. Orang-orang pun mulai berbisik sambil melihat tingkah Jeslyn.
dia bergegas menuruni tangga, panggung tersebut.
bersamaan dengan seorang gadis yang menarik tangan pria itu, menghilang di kerumunan warga.
"tunggu! " tunggu, Hey! " Jeslyn setengah berlari ingin menyusul pria tadi, "Novak! " apa aku tidak salah lihat! "
"di mana mereka! " siapa gadis itu! " Jeslyn berlari di antara kerumunan warga, Syam yang melihat itu begitu berbahaya dia dengan sigap menyusul Jeslyn dengan kedua orang bodyguard yang di sewanya.
Jeslyn terkulai lesu dengan kedua lututnya di sebuah jembatan kecil, di pesisir pantai dia mencoba menopang tubuhnya.
"Jess, kamu kenapa sayang? " meninggalkan panggung acara begitu saja! " kamu sakit! " Syam yang baru saja sampai di hadapan Jeslyn, diapun membrondong pertanyaan kepadanya.
"Syam, aku, aku, aku. " suara Jeslyn terengah engah, antara tidka percaya dan bahagia, sedih campur aduk di hatinya, air matanya pun mulai membasahi wajahnya.
"Jess, kamu kenapa?, jangan buat aku panik! " apa yang terjadi? " Syam si asisten kemayu itu begitu tidak sabaran.
"Novak, aku melihatnya! dia masih hidup Syam! " ucap Jeslyn sambil langsung memeluk tubuh Syam, yang syok tidak percaya dengan ucapan Jeslyn.
"jangan Ngelantur kamu sayang! Novak sudah tewas tenggelam di dasar lautan! " teriak Syam, yang menyangkal Jeslyn salah melihat.
"Tidak Syam, Niken benar! " Novak Masih hidup. "
"ini nih, makanya! kamu kebanyakan bertemu dengan orang penghayal seperti Niken sih makanya jadi kaya begini! ".
" diam Syam. " aku masih waras, aku melihatnya. " bentak Jeslyn, yang membuat Syam Bungkam sambil memicingkan ujung bibirnya kesal.
Bersambung...
***Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat selalu ya, terimaksih atas dukungan kalian.
__ADS_1
salam dari penulis kacangππ
jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. ππ***