Cinta

Cinta
"Pak Moriss! "


__ADS_3

"Nike, aku ke sini bukan buang buang waktu untuk mendengarkan mu menceriatakan orang yang sudah tiada! aku hanya ingin melihat kalian baik-baik saja. " ya sudah aku sekarang akan pergi, nanti kalo ada waktu aku datang lagi menjenguk kalian. "


ujar Jeslyn, dia yang merasa bersalah pun tidak ingin berlama-lama menatap mata Niken di sana.


"Jess, ma'af ya, jika aku menganggu waktumu! " jawab Niken dingin.


"aku bicara apa sih! jelas-jelas aku yang salah malah menyalahkan wanita malang ini! " batin Jeslyn.


"tidak Nike, bukan seperti itu, aku hanya! "


"tidak apa-apa Jess, memang aku yang salah, Novak sudah tiada, tapi aku selalu menganggap dirinya masih ada di dunia ini! " jawab Niken sambil mencoba menahan air mata yang sudah hampir tidak terbendung.


seketika itu juga Jeslyn memeluk Niken, "maaf! " maaf! " hanya kata itu yang bisa di ucapkan Jeslyn, sambil memeluk erat badannya Niken.


"maafin aku Nike, aku sudah sangat jahat! " tapi sebentar saja! beri aku waktu, biarkan aku bersama suamimu! " sebentar lagi" lirih batin Jeslyn, ada rasa yang teramat bersalah dalam hatinya, setelah melihat keadaan Niken yang begitu tersiksa atas kehilangan Novak.


diapun melepaskan tubuh Niken, dan menghapus air mata Niken dengan kedua tangannya.


"sudah jangan menangis lagi, kasihan babynya. " aku pergi dulu ya," jaga babynya. " ujar Jeslyn, tanpa menunggu perkataan apapun dari Niken, diapun berlari keluar dengan hati yang tidak karuan.


sesampainya di dalam mobil, Jeslyn berteriak dengan memukul-mukul stir mobilnya, "aaarrggghhh! kenapa aku jahat sekali! " dan kenapa aku tidak berdaya dengan perasaanku ini. " teriak Jeslyn.


Pak Moriis yang memperhatikan sikap Jeslyn pun mulai curiga.


"ada apa dengannya, sepertinya dia merasa sangat bersalah sekali dengan Nona? " seperti ada yang di tutupi? " batin Pak Moriis.


Jeslyn keluar dari halaman rumah mewah itu, sesampainya di pintu gerbang, mobilnya berpapasan dengan mobil yang di kendarai oleh Ken.


"Jeslyn, sudah lama dia tidak berkujung! " kenapa wajahnya begitu kusut sekali! " batin Ken.


"kenapa kamu Ken? tanya Mike yang melihat Ken memperhatikan kaca spionnya dengan mengerutkan kedua alisnya.


" tidak Tuan Muda, saya melihat wajah Jeslyn tidak seperti biasanya? "


"benarkah? , ooh ya, dia sudah cukup lama tidak berkunjung? "


"iyah tuan, mungkin dia ada masalah. "


"heemm, Ken, jenguk lah dia, kamu tau kan di mana tempat tinggalnya? " takutnya dia membutuhkan bantuan, kasihan dia, selama ini juga dia sudah baik dengan kakak ipar kan. "


"baiklah Tuan Muda, nanti saya akan datang ke sana. "


"heemmm." Mike hanya menjawab dengan dehem, diapun menutup Fail yang tadi sedang dia baca nya.


mobil pun berhenti di depan pintu utama, Ken keluar dan membukakan pintu untuk Mike.

__ADS_1


"bawakan barang-barang yang tadi kita beli Ken! " aku ingin memberikannya langsung dengan kakak ipar, Semoga dia suka? "..


sambil senyum-senyum Mike membayangkan jika Niken bukan sekedar kakak ipar.


" baik Tuan, Nona pasti menyukainya. " jawab Ken, dengan penuh percaya diri kalo Niken pasti akan menyukai semua barang yang di belikan Mike tadi bersama dirinya.


Mike pun bergegas masuk, tidak sabar ingin menemui kakak iparnya, "Pak, dimana kakak ipar? " tanya Mike kepada Pak Moriis yang baru saja sampai di hadapannya, bermaksud ingin membantu Ken membawakan barang-barang di dalam mobil.


"seperti biasa Tuan Muda, nona di taman belakang. "


"baiklah Pak, bantu Ken membawa barang-barang itu. "


"baik Tuan Muda. ".


setelah Mike masuk, Pak Moriis bergegas membantu Ken yang sedang kewalahan membawa barang-barang yang di beli Mike.


di taman Niken duduk sambil mengelus perutnya, " sabar yah sayang, walau semua orang menganggap ayahmu tiada, tapi ibu yakin, ayahmu akan kembali suatu saat nanti, dia akan menemui kita sayang. " batin Niken.


Mike yang melihat keadaan Niken yang begitu menyedihkan pun dia menarik napas panjang.


"Nike, izinkan aku menyayangi kalian berdua, bukan sebagai adik ipar, tetapi sebagai ayah dari anak mu. kenapa kamu tidak bisa melihat ku?" kakak dia sudah tiada, sadarlah Nike! " batin Mike, dia yang tidak tega melihat wanita yang dia sayanginya selalu memikirkan kakaknya yang sudah tiada.


Mikepun sudah lama melupakan Rissa, yang memang dari awal dia mencoba membuka hati untuk wanita lain, hanya ingin melupakan Niken yang sudah menjadi milik kakaknya.


dalam hati yang terdalam, Mike berharap dia bisa menggantikan posisi kakaknya di hati Niken.


"Tuan." suara Ken membangunkan Mike dari lamunannya.


"i'iyah! " jawabnya gugup.


Niken yang mendengar suara Ken dan yang lain datang dia tersenyum ke arah semuanya.


Mike pun berjalan menghampiri Niken, "kalian sudah pulang? " tanya Niken.


"apa yang di bawa itu Pak, banyak sekali? " tanya Niken kembali kepada Pak Moriis, yang tangannya penuh dengan barang-barang.


"Kakak ipar, bukan apa-apa ini hanya hadiah kecil untuk kalian berdua? " jawab Mike.


"nona, boleh Bapak letakan ini di kamar? " tanya Pak Moriis. meminta izin dulu kepada nona nya.


" apa ini Mike? kamu sudah repot-repot, tapi terimakasih! " ujar Niken.


setelah mendapat izin Ken dan Pak Moriis pun berjalan ke arah kamar Niken, yang posisinya memang tidak jauh dari taman tersebut, ada pintu kedua yang bisa dilaluinya dari sana menuju lantai dua.


Mike duduk di hadapan Niken, dia pun berbasa-basi menanyakan keadaan bayi yang di kandungnya.

__ADS_1


"bagaimana keadan dedenya Nike? apa kamu masih suka merasakan mual? " tanya Mike.


" sudah tidak mual, dan babynya dia baik-baik saja Mike" jawabnya.


"syukurlah, jangan nakal di dalam sana yah jagoan paman. " ujar Mike sambil mendekatkan wajahnya di perut Niken.


Niken tersenyum geli, " Mike kamu kan belum tau dia laki-laki atau perempuan? " ujar Niken.


"aku berharap sih dia laki-laki, dan sikapnya seperti kakak, yang tegas, penuh perhatian dan berwibawa. " jawab Mike.


"kalo dia perempuan bagaimana? " tanya Niken.


"jika dia perempuan, pastinya dia harus seperti ibunya, cantik, lembut, pemaaf. " he. ujarnya sambil menatap Niken dengan tatapan yang begitu lembut. membuat Niken sedikit tidak nyaman dengan sikap adik ipar nya.


"ohh Iyah, apa kamu tidak ingin melihat barang-barang mu tadi? " tanya Mike mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin membuat Niken merasa tidak nyaman dengan sikapnya barusan.


"nanti saja, kamu istirahat dulu sana, pasti cape seharian di kantor, terus belanja barang-barang itu. " ujar Niken.


"benar? apa kamu tidak penasaran apa yang barusan aku beli? " bujuk Mike lagi.


"heemmm, baiklah, ayo kita lihat dan buka, apa yang telah pamanmu belikan untuk kita! " ujar Niken sambil sekali lagi mengelus perutnya.


Mike pun tersenyum bahagia, sekarang Niken sudah tidak menjaga jarak dengannya lagi, dia sudah mulai bisa di ajak bicara oleh semua orang.


"ayo, aku bantu! " ujar Mike sambil memegang tangan Niken untuk membantunya berdiri.


Niken dengan terpaksa menerima tangan Mike yang sudah memegang tangannya.


"hamil ku belum besar Mike, aku bisa jalan sendiri. " ujarnya.


tapi Mike tidak menghiraukan perkataan Niken, mereka berjalan menuju pintu lift yang mengarah langsung ke kamar Niken.


sesampainya di kamar, Niken begitu terkejut karena senang setelah melihat barang-barang yang di buka dari dus oleh Pak Moriis dan Ken, mereka berdua menata kamarnya peralalatan Bayinya dengan rapih.


"terimaksih Mike. " aku suka sekali dengan warna-warna ini. " ujar Niken,.


Mike tersenyum bahagia, dia seolah merasakan bahwa Niken adalah istrinya.


Bersambung....


***Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat selalu ya, terimaksih atas dukungan kalian.


salam dari penulis kacangπŸ˜ƒπŸ˜ƒ


jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. 😘😘***

__ADS_1


__ADS_2