Cinta

Cinta
"dia masih peduli dengan ku"


__ADS_3

"jika Novak masih mengirimkan seseorang untuk mengikuti ku, itu artinya dia masih peduli denganku! " Jeslyn berpikir, Novak masih memperdulikan nya, jika tidak untuk apa dua pria itu menyuruhnya mengawasi dirinya.


"katakan, apa yang menyuruhmu Novak? " tanya Jeslyn kepada pria di hadapannya.


"anda sudah salah nona! yang menyuruh ku Bukan lah Novak! "


"ok, kita bukti kan dengan ponsel mu ini! " jawab Jeslyn sambil membuka ponsel yang di rebutnya dari pria tadi.


dia melihat sebuah no yang tidak asing buatnya.


"ini no ponsel Ken, itu artinya dia mendapat perintah dari Novak untuk mengikuti ku, benar dugaan ku dia menikahi wanita itu hanya karena ingin membuatku cemburu! " pikir nya.


"baiklah, aku mau bertanya, kau pria yang waktu itu mengikuti ku di hotel di Paris! " katakan, apa yang kamu katakan pada Tuan mu? " tanya Jeslyn.


"Jes, Jes, kamu tidak apa apa? " ujar asisten nya yang baru saja sampai ke tempat tersebut.


kesempatan yang baik buat pria di hadapan Jeslyn, dengan secepat kilat dia merebut ponsel di tangan Jeslyn.


"seettt! " sesaat ponsel itu sudah berada di tangan pria itu lagi.


"hey! " teriak Jeslyn, tapi sayang pria itu berhasil meninggalkan Jeslyn dan asisten nya di sana.


"gara-gara kamu, aku kehilangan pria itu! " bentak Jeslyn pada asisten nya itu.


"ma'af in, habis aku khawatir dengan mu, maen lari aja mengejar orang itu! "


"ya sudah lah, lagian aku sudah mendapatkan petunjuk. " ucapnya dengan senyum semberingah di wajahnya.


"tapi jika benar itu pria suruhan Ken, berati dia tau aku dulu bersama Jill, semoga saja dia tidak berbicara yang bukan-bukan kepada Novak, aku masih mempunyai harapan! "


di sisi lain, setelah dia mengantar semua barang milik tuannya Ken berpamitan kepada Novak karena tidak ingin menganggu tuan dan Nona nya di Villa tersebut selama beberapa hari ini.


tidak lupa juga dia berpamitan kepada Niken.


Niken yang sedang asiik memberi rumput kepada kuda-kuda yang berada di samping Villa tersebut pun menghampiri Ken.


"Ken, jangan lupa untuk membawa Pap Simon dan Mama Merryssa ke sini. " uajar Niken yang membuat Ken sedikit menahan tawa di wajahnya untuk Novak.


"Iyah bawa saja semua keluarga ke sini Ken, anggap saja ini reoni keluarga, " ujaar Novak yang kurang begitu senang dengan keinginan istrinya.


"Oowh Iyah, Rissa dan Mike juga jangan lupa mereka harus melihat keindahan di pulau ini! " jawab Niken yang begitu polos dengan pemikirannya.


"dia ini, Pura-pura bodoh apa memang tidak mengerti. " gerutu Novak.


Ken hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya, dia pun menuju speedboat dan pergi meninggalkan pulau tersebut.


"tuan Ken, Jeslyn berpikir yang mengirim ku adalah Tuan Novak! " dan yang lebih mengkhawatirkan bahwa dia berpikir Tuan Novak masih memperdukikannya. " sebuah pesan yang masuk ke ponsel Ken, dengan rasa kesal Ken membaca pesan singkat tersebut.

__ADS_1


"dasar! " kalian berdua tidak becus mengurus wanita ini! "


"baiklah, sekarang kalian berdua di mana! " apa masih di pulau itu? " Ken.


"masih Tuan, tadi saya di kejar-kejar oleh nya! " dan ponsel saya hampir saja di ambilnya! " pria itu.


"tunggu aku di sana! " Ken.


"baik Tuan, " jawaban pesan singkat dari pria itu.


Ken pun tanpa pikir panjang, dia membelokkan speedboat nya ke pulau tersebut.


sedangkan Niken kembali ke perternakan tadi sambil membawa segengam rumput di tangannya.


Novak pun mengikuti istrinya, mereka berdua asiik memberi makan kuda-kuda tersebut.


"apa kamu menyukai nya? " ujar Novak.


"heemmm," jawab Niken dengan menganggukan kepalanya.


"jika kamu menyukai tempat ini, kita akan sering-sering berkunjung kesini. " ujar Novak sambil membelai rambut panjangnya Niken.


"benarkah? " seru Niken senang.


"heemm, lagian tempat ini sudah menjadi milik mu. " jadi kamu bisa datang kapan saja ke sini jika kamu mau. "


"heemm, ini tempat adalah hadiah dari ku karena kamu sudah mau menjadi istriku! " jawaban Novak membuat Niken melongo tidak percaya.


"jadi rumah ini? "


"bukan cuman rumah ini, tapi pulau ini adalah milik mu, " jawab Novak.


Niken benar-benar terharu dan tidak percaya bahwa suaminya membeli pulau itu untuk dirinya.


tadinya Novak membeli pulau itu untuk membuat Resort tempat rekreasi, tetapi setelah di pikir-pikir olehnya hari tadi di kantor bersama Ken, dia langsung terpikirkan untuk menghadiahkan tempat tersebut kepada istrinya.


"kamu jangan bercanda! "


"jika tidak percaya, ayo kamu harus tanda tangan kepemilikan tempat ini. " jadi seluruh pulau ini adalah milik mu, terserah kamu mau jadikan tempat ini apa? " mau kamu bangun tempat ini hotel dan tempat rekreasi untuk umum? atau tempat tinggal apa aja yang kamu suka."


"Oowh Iyah, nanti jika kamu naik ke lantai dua, kamu akan melihat beberapa rumah dari atap sana, mereka adalah yang di tugaskan untuk menjaga dan memelihara pulau ini. "


Niken masih tidak percaya dengan perkataan suaminya, dia melongo memperhatikan perkataan Novak yang tidak masuk akal di pikirnya.


"hey, apa kamu menyukai kuda-kuda ini? "


pertanyaan Novak mengembalikan kesadaran Niken.

__ADS_1


"heeemm", jawab Niken dengan masih tidak percaya dia menjawab pertanyaan Novak dengan dehem.


" mau mencoba berjalan-jalan dengan kuda-kuda itu? "


Niken masih tidak bisa berkata-kata dia menganggukan kepalanya pelan.


"tunggu sebentar. " Novak pun meninggalkan Niken sendiri yang masih sangat terkejut tidak percaya, suaminya membeli pulau ini hanya untuk menghadiahkan kepada diri-Nya.


sekarang Niken Putri, bukan lah Niken yang dulu Cupu dan norak seperti kata teman-temannya, tetapi sekarang dia sudah menjadi Nyonya di keluraga Shinoda Grup, kekuasaan sebagai pengusaha yang super suksess di berbagai bidang siapa yang tidak mengenal perusahaan tersebut di negara-negara maju.


perusahaan raksasa yang suksess tiada tandingannya itu telah terkenal di penjuru dunia.


siapa yang berani melawan Perusahaan tersebut, tidak ada.


perusahaan Shinoda Semaikn terkenal setelah Nama Novak resmi menggantikan Ayah nya di perusaha tersebut.


"Nike," sapa Novak sambil memberikan beberapa peralatan pengaman untuk menunggangi kuda.


Niken pun meraih Helm, sepatu Booth dan rompi pengaman. dia pun memakainya di bantu oleh suaminya, sedangkan Novak sudah memakainya terlebih dulu sebelum datang ke situ tadi.


"apa kamu sudah siap? " ujar nya.


"tapi aku belum pernah berkuda. " jawab Niken.


"baiklah, kalo begitu aku akan mengajari nya terlebih dulu. " yossss, kita mulai. " ujar Novak yang mengambil salah satu kuda yang paling jinak di antara kuda-kuda lainnya.


di hitung sama Niken, ada delapan kuda yang berada di kandang tersebut.


Novak menuntun kuda tersebut, dan menyuruh Niken untuk berkenalan terlebih dulu dengan kudanya itu.


"sayang, kenalkan ini dia si Putih pegang lah dia dengan lembut, dia adalah kuda paling jinak di antara yang lainnya. coba perkenalkan dirimu dia pasti akan membalas mu. " ujar Novak.


Niken pun mengelus wajah kuda putih itu, dan benar saja kuda tersebut membalasnya dengan menjilat telapak tangan Niken.


Niken pun tertawa karena merasa geli dengan jilatan kuda tersebut.


"Putih, bawa aku berjalan jalan di daerah sini yah. " semoga kita bisa cocok" heemm. " ujar Niken sambil mencium wajah kuda tersebut.


"heemmmm, sepertinya dia sudah mulai menyukai mu sayang, lihat tingkahnya yang begitu tenang setelah kamu mengelusnya."


"benarkah! "


"heemm, ayo naiklah, aku akan ajarkan beberala tehnik sebelum kita keluar. "


Niken pun menaiki kuda tersebut, Novak mengajarkan beberapa tehnik sambil berkeliling pelan di area kandang terbuka di samping kandang kandang lainnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2