
Rissa terpaksa mengentikan menginterogasi pegawai yang lain karena mendapat tugas untuk menemani Nona nya meeting bersama, untuk membahas sebuah perjanjian dengan pemilik pabrik kain.
sedangan seseorang sedang menunggu Pak Romi di rumah sakit yang belum sadar, dokter berbicara ada kemungkinan Pak Romi akan mengalami koma karena luka di kepalanya.
" aku menyesal kenapa harus bertengkar dengan mu. " aku mohon sadarlah, dan kita akan memulai semuanya dari awal. " isak tangis seorang gadis di sebelah Pak Romi yang masih terbujur di ranjang rawatnya.
gadis tersebut terus memegang tangan Romi, dia adalah seorang gadis yang bernama Teresa San, merupakan kekasih dari Romi.
di sebuah Gedung di perusahaan Shinoda group Niken sedang membahas sebuah Perjanjian antara pemilik pabrik kain dan perusahaan Fashion Cross yang di bawah naungan Shinoda group.
hari itu jadwal Niken begitu padatnya, dia harus mulai mempekerjakan beberapa pegawai nya lagi yang sempet tertunda karena masalah di gudang kain tempo hari.
setelah selesai meeting bersama pemilik pabrik kain, Niken pun harus mengadakan meeting bersama para pegawai yang memproduksi busana busana yang dia design nya sendiri untuk bisa segera di pasarkan pekan depan.
setelahnya Niken juga harus mengadakan pertemuan dengan para pegawai majalah The Fashion, karena akan membahas sebuah artikel busana busana yang akan di rilis nya di majalah The Fashion tersebut.
setelah selesai dengan pekerjaan nya Niken meminta Rissa untuk mampir ke rumah sakit untuk menjenguk Pak Romi di sana.
"Nona, saya sudah menghubungi dokter yang menangani Pak Romi, beliau berkata ada kemungkinan Pak Romi akan mengalami koma, karena sampai sekarang dia belum sadarkan diri juga. " ujar Rissa sambil membukakan pintu kendaraannya untuk Niken.
tapi sebelum Niken memasuki kendaraannya tersebut seseorang memanggilnya, "Nike! ujar nya.
Rissa membuka kembali pintu mobilnya karena suara orang tersebut.
" Tuan! " sapa Rissa.
"Nike, kenapa tidak ke kantorku? kamu suah berada di gedung ini, tapi tidak menemui ku? " ujar Novak yang heran karena Niken berada di gedung yang sama tetapi tidak menemui nya.
__ADS_1
"aku, akan menjenguk Pak Romi! " jawab Niken sambil keluar dari kendaraannya menyapa kekasihnya itu.
"Riss, sekarang kamu lanjutkan pekerjaan mu, aku yang akan mengantar Nona mu! " ujar Novak yang menyuruh Rissa untuk meninggalkan dirinya bersama Niken.
"baik tuan," jawab Rissa sambil menutup kendaraannya yang tadi Niken keluar.
"tapi," ujar Niken.
"kamu ingin menjenguk Pak Romi kan,? ikutlah dengan ku! " jawab Novak sambil meraih pergelangan tangan Niken menariknya lembut untuk mengikuti diri-Nya.
"tapi sebelum itu, ada hal yang ingin aku sampai kan kepada mu. " ujar Novak yang membawa Niken kembali memasuki gedung Shinoda group.
"apa tidak bisa di tunda? " pinta Niken.
"tidak bisa! " lagian jika kita menjenguk Pak Romi sekarang tidak bisa, karena ini bukan jam besuk." jawab Novak kembali sambil melihatkan jam tangan kepada Niken.
"baiklah, apa sebenarnya yang ingin kamu katakan? " tanya Niken yang menjadi penasaran apa yang ingin di Novak katakan.
"tidak di sini, kita bicarakan ini di kantor ku! " jawab Novak sambil menekan tombol lift di hadapannya.
tidak ada kata yang keluar dari bibir mereka berdua, Novak terus saja mengenggam tangan Niken sambil menunggu pintu lift terbuka, beberapa orang berbisik satu sama lain di Gedung tersebut yang melihat Novak dan Niken bergandengan tangan seperti itu.
Novak yang tidak menyadari menjadi bahan perhatian oleh para pegawainya di gedung itu, tapi berbeda dengan Niken yang menyadari diri-Nya jadi bahan perhatian segera menepis kan genggaman tangan Novak.
"ada apa? " tanya Novak terkejut yang tiba-tiba Niken menepis tangannya dengan tiba-tiba.
"apa kamu tidak menyadarinya, semua orang menatap kita dengan aneh? " bisik Niken kepada Novak.
__ADS_1
Novak melihat kesekelilingnya, tapi orang-orang tersebut malah berpura-pura melihat ke tempat lain karena tidak ingin mencari masalah dengan pemilik Gedung tersebut.
"biarkan saja mereka melihat kita seperti itu, Lama-lama juga mereka akan tau bahwa kamu calon istri ku. " bisik Novak kembali sambil meraih tangan Niken dan menariknya memasuki lift yang sudah terbuka.
"sudah ku duga dia ini memang keras kepala, mana mungkin dia memperdulikan perkataanku! " gumam Niken dalam hatinya.
Novak melepaskan tangan nya dari tangan Niken, sambil menatap tombol tombol nomber di lift tersebut. dia sengaja mengalihkan perhatian Niken, "dasar orang-orang itu! senang sekali melihat kehidupan orang lain! " gumam Novak dalam hatinya, yang merasa kesal dengan orang-orang di gedung itu.
sampailah di lantai yang mereka tuju, pintu lift terbuka Novak berjalan di depan Niken, sekarang dia sengaja tidak memegang tangan Niken, Niken berjalan di belakang Novak Shinoda yang berjalan sambil merunduk mengikuti langkah Novak.
orang-orang yang masih berada di kantor tersebut berdiri merunndukan badannya memberi hormat kepada pimpinannya sambil melirik gadis di belakangnya.
"kenapa kalian masih bekerja? " ini sudah jam pulang bukan? " ujar Novak yang bertanya kepada beberapa orang di depannya.
"hari ini kami lembur Tuan! " jawaban dari para pegawai tersebut.
"baiklah kalo begitu, kamu bawakan aku minuman ke ruangan ku! " ujar Novak kepada salah satu pegawai wanita yang berada dekat dengan ruangan Nya..
"baik tuan".. jawab seorang pegawai wanita tersebut.
Niken diam saja, sambil mencoba tersenyum kepada para pegawai di sana.
" mau berdiri saja di sana kamu? " tanya Novak yang melihat Niken masih berdiri di tempatnya.
"masuk lah! " ujar Novak lagi sambil membuka ruangan nya.
bersambung...
__ADS_1