
"kak, ma'af, tadi aku habis latihan bernyanyi di apartemen nya Brayan. " ujar Mike.
Novak mengerinyitkan kedua alisnya heran, cara bicara adiknya sedikit berubah.
"tapi kenapa kamu kembali secara diam-diam? " tanya Novak yang penasaran, jika memang dia pulang kenapa dia tidak langsung ke rumah, dan masuk mengendap-endap di kamar nya sendiri.
"Kak, maafin Mike yah! " selama ini Mike sudah salah mengira tentang Niken, tapi tenanglah kak, aku sudah memperbaiki nya. " ujar Mike yang membuat Novak menggerakan kedua alis dan bibir nya ke atas.
"Bagus lah kalo kamu sadar! " tapi kesalahan apa yang telah kamu lakukan dengan calon kakak ipar mu? " jawab Novak yang tidak paham apa yang di maksud adiknya itu, sekaligus dia melupakan pertanyaan nya tadi.
"aku telah menyalahkan kakak ipar tentang Sarah kak! " imbuh nya.
"heemmm! lain kali jika ingin membela seseorang cari tau dulu agar kamu tidak salah paham, mengerti? " jawab Novak yang sedikit memberi nasehat kepada adiknya.
"Iyah kak. " mulai sekarang aku akan mengikuti perkataan kakak, kamu adalah yang terbaik! " ujar Mike dengan langsung memeluk kakak nya.
"hey! lepaskan apa-apa an kamu ini kaya anak kecil aja! " Novak yang mendapat pelukan mendadak dari adik nya sedikit terkejut.
"apa kamu akan terus perduli dengan kakak tiri mu ini Mike! " bagai mana setelah nanti kamu tau bahwa diriku bukan lah kakak mu! " Novak langsung bengong tanpa bersuara dan bergerak sedikit pun, Mike masih mengencangkan pelukan di badan nya.
"sudah sudah! kakak harus istirahat ini sudah terlalu larut malem. " ujar Novak sambil mencoba melepaskan badannya dari pelukan Mike.
"hey, apa itu? " tanya Novak yang mata nya menatap sebuah benda yang keluar dari balik baju nya Mike yang di simpan di belakang jaket hitam nya.
"bukan apa-apa, ini hanya sebuah topeng wajah kak, sudah lah kaka istirahat sana, nanti besok kesiangan! " imbuh Mike sambil melemparkan badan nya ke atas ranjang, dan melempar topeng tadi ke kursi di samping tempat tidurnya.
"hemm baiklah, besok aku perlu bicara dengan mu! " datanglah ke kantor besok. " ujar Novak.
"selamat malam kakaku! " mimpi indah ungkapnya sambil tersenyum manja.
" anak ini! " jadi teringat dulu sewaktu ibu masih ada! " gumam Novak, sambil berjalan menuju kamar tidur nya, dia mengingat kenangan bersama kedua orang tua nya.
malam semakin larut, kediaman Shinoda pun sudah sangat senyap karena semua penghuni di rumah tersebut sudah terlelap dalam dunia mimpinya mereka.
hanya satu orang yang masih terjaga yaitu Pak Moriis, dia masih terjaga karena mengingat waktunya sudah tiba.
"sudah waktunya ini! " dan saya berharap tuan sendiri yang akan menjelaskan nya. " gunam hati pak Moriis sambil menatap sebuah map di tangannya yang berisikan bermacam-macam wasiat di dalamnya.
flashback...
__ADS_1
"ingat Pak Moriis tanggung jawab mu bukan sekedar rumah ini, tetapi kedua anak-anak ku juga adalah tanggung jawab mu! " jika suatu saat aku mati sebelum melihat kedua anak ku tumbuh dewasa, kamu lah yang akan menjadi orang tua untuk anak-anak ku! " aku tidak bisa mempercayai siapapun kecuali dirimu. "
ujar tuan Shinoda ayah nya Novak Shinoda dan Mike Shinoda.
"dengan jiwa dan raga ku, aku akan menjaga tuan-tuan muda, Tuan. " imbuh Pak Moriis sambil merundukan badan nya di hadapan Shinoda.
"ingatlah Pak Moriis jangan sampai Ayahnya Novak datang dan mengacaukan semuanya! " aku sudah menganggap Novak sebagai putra pertama ku. " tambah Shinoda.
"baik tuan. siapapun yang menganggu kekacauan dalam rumah ini, dia akan berhadapan dengan ku, Tuan tidak perlu khawatir dengan itu. " jawab Pak Moriis, orang kepercayaan keluarga Shinoda itu memang berhutang budi atas kebaikan yang telah keluarga Shinoda lakukan kepada keluarga Pak Moriis. dari semenjak itu, Pak Moriis berjanji dalam hatinya bahwa dia akan selalu mengabdi kan dirinya untuk keluarga Shinoda.
flashback off...
"aku telah gagal menjaga mu Tuan, tapi aku pastikan tidak akan terjadi dengan anak-anak mu. " gumam Pak moriss dalam hatinya.
Pak Moriis teringat sewaktu kecelakaan yang terjadi kepada kedua orang tua Mike, dan Novak.
" dulu kamu sangat kuat teman, sekarang kekuatan mu semakin melemah! " ini waktu ku membalaskan kematian Tuan ku. " gumam Pak Moriis sambil menatap sebuah poto yang di simpan nya dalam selipan baju di dalam lemari.
"butuh waktu yang sangat lama agar kesempatan baik ini bisa terjadi. " kamu sudah tidak berdaya sekarang, pendukung mu sudah mulai berpaling dari mu br**sek! " Pak Moriss terus saja mengutuk seseorang yang merupakan mantan sahabat nya dulu, yang tidak lain adalah Ayah kandung dari Novak Shinoda.
" kehancuran mu sudah menghampiri mu ba**ngan.. "
sinar sangat surya sudah mulai menerangi alam semesta, Novak Shinoda bergegas bangun dan bersiap-siap, karena seperti biasanya dia harus pergi ke kantor pagi-pagi sekali.
sedangkan di lantai bawah, Ken sudah bersiap seperti biasa menunggu Tuannya.
di sebuah meja makan yang sudah tertata rapi beberapa hidangan untuk sarapan penghuni di dalamnya.
"Ken, anda sudah kembali? apa urusan mu sudah selesai? " tanya Pak Moriss.
"heemmm, Sudah selesai dengan sempurna Pak! " jawab Ken.
" baguslah kalo begitu, sekarang waktunya kamu menjaga Tuan Muda jangan tinggalkan dia walau sebentar! " ujar Pak Moriss.
Ken langsung menatap Pak Moriss dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Pak, ! apa ini sudah waktunya? " tanya Ken.
"Iyah, ini waktunya yang paling tepat, Tuan Mike sudah kembali dengan kedewasaannya! "
__ADS_1
dan orang tersebut sudah banyak di tinggalkan oleh orang-orang kepercayaan nya. "
wajah Ken langsung menegang dengan penuh semangat dia menjawab pertanyaan dari Pak Moriss.
"baiklah Pak, aku akan mengerahkan semua orang dari kubu kita. " apa kita akan membuat penyerangan? " tanya Ken dengan penuh semangat.
"tidak! " biarkan saja dia yang masuk perangkap." ada salah satu penghianat yang berhasil masuk ke dalam orang-orang kita. "
cari tau penghianat itu dan bawa dia kepada ku. " jawab Pak Moriss.
"aku sudah tau siapa dia! " ujar Ken.
"baguslah, bawa dia sesegera mungkin ke tempat biasa. " pinta Pak Moriss.
"aku mengerti. "
"Ken.! panggilan dari Novak menghentikan obrolan Pak Moriss dan Ken.
" Tuan", jawab Ken sambil berdiri memberi hormat kepada tuannya.
"urusan mu sudah beres Ken? " kamu membuat sekertaris Nancy kewalahan Ken. " ujar Novak.
" sudah tuan, tapi saya hari ini mohon ijin kembali untuk tidak meninggalkan Tuan dari pengawasan saya. " jawaban Ken membuat Novak langsung mengerti.
"Pak Moriss," tanya Novak sambil menatap Pak Moriss.
"Tuan, ini sudah waktunya. " jawab Pak Moriss
"kalian tau, bukan aku yang seharusnya kalian jaga, tetapi Mike. " ujar Novak dengan nada marah dia berkata seperti itu.
" ingatlah, yang seharusnya kalian lindungi adalah Mike, adik ku. " bukan aku! " imbuh Novak kesal.
"tapi, Tuan. " Anda yang memegang semua tanggung jawab dalam perusahaan jadi saya sudah mencari tau, bahwa dia mengincar anda bukan Tuan Muda Mike.
" aku bisa menjaga diriku! " kalian harus mengawasi adik ku Mike. " hari ini aku akan mengatakan semuanya kepada adik ku! "
dia pasti akan merasa syok, dan pikirannya akan labil. " jangan sampai seseorang memanfaatkan kelemahan nya. mengerti! "
"baik Tuan. kedua nya menjawab serentak.
__ADS_1
Bersambung...