Cinta

Cinta
Bab 42 Keinginan Muh


__ADS_3

Semua berkumpul di ruang keluarga. Muh nampak bahagia terlihat dari raut wajahnya yang selalu tersenyum.


Cinta yang tadinya hanya diam mulai ikut dalam pembicaraan. Semua kembali seperti dulu, penuh kehangatan dan kebahagiaan.


Menjelang sore, Muh berpmaitan untuk pulang. Setelah berpamitan dengan umi dan abi , Muh juga berpamitan dengan Cinta.bab w^t£


" Cinta, abang pulang dulu ya. Abang minta maaf kalau selama ini abang pernah menyakiti mu. Abang tetap berharap kita akan berjodoh dimasa depan. "


" Cinta sudah memaafkan. Mengenai jodoh, semua kita serahkan saja pada Allah. Hati-hati di jalan bang. "


Muh pun berjalan menuju halaman tempat mobilnya terparkir. Ia masih menatap Cinta yang masih berdiri di depan rumahnya. Muh melambaikan tangan ke arah Cinta, dan Cinta membalasnya dengan senyuman.


****


Dua hari berlalu, Muh menunggu Citra menghubunginya. Muh masih menikmati masa cutinya, ia hanya berbaring di kamar sembari menikmati lagu-lagu romantis. Tanpa terasa ia pun terlelap. Suara dering telpon berkali-kali di hpnya, namun tak juga membangunkan Muh dari tidurnya.


" Kenapa Muh tak menjawab telpon ku???" lirih Ambar.


" Who are you calling, baby ?" Nick bertanya pada Citra.

__ADS_1


" I'm calling Muh, I want to ask information about a woman named CINTA."


" Me and mom waiting for you inside. Don't take too long, baby."


"Okay honey, I'll catch up with you soon."


Nick meninggalkan Citra yang masih menghubungi Muh. Citra terus menghubungi Muh, namun tak juga dijawab. Citra memutuskan untuk menghubungi Muh lagi nanti. Ia menyusul kekasihnya Nick dan ibunya yang sudah menunggu di ruang keluarga.


***


Muh terbangun dari tidurnya, ketika ia mendengar suara ketukan di pintu kamarnya. Muh berjalan ke arah pintu.


" Abang baru bangun tidur ? Ada masalah apa nak? Bunda perhatikan beberapa hari ini kamu keliatan kusut. "


" Citra ingin membatalkan pernikahan ini bun. " Muh tidak bisa menahan masalah yang beberapa hari ini berkecamuk dalam hatinya.


" Ada masalah apa nak sehingga Citra ingin membatalkannya? Semua persiapan sudah 90 % selesai. Semua undangan sebagian sudah disebarkan untuk keluarga besar kita dan keluarga besar Citra. "


" Citra sudah mempunyai kekasih bun, bahkan saat ini Citra ada di Singapore di rumah kekasihnya."

__ADS_1


" Mengapa Citra tidak mengatakannya ketika lamaran ? Andai Citra menceritakan semua nya dengan jujur, kita tidak akan memaksa. Kamu sendiri bagaimana bang?"


" Abang juga tidak ingin melanjutkan pernikahan ini bun. Abang ingin menikah dengan wanita yang mencintai abang dan seorang wanita yang shalihah. "


" Masalah ini pelik sekali, bunda akan membicarakannya sama ayah terlebih dulu. Semoga ada solusi yang terbaik . "


" Bun, abang mengancam Citra. Abang katakan ke Citra, kalau dia ingin membatalkan pernikahan ini maka ada persyaratan yang harus dia penuhi. Abang meminta Citra mencari pengantin penggantinya. Muh meminta pada Citra agar ia mencari seorang wanita bernama Cinta untuk menggantikannya."


" Astaghfirullah kamu jangan bercanda bang. Cukup dulu kamu mempermainkan Cinta. Kamu masih waras kan? Jangan coba-coba kamu buat masalah dengan Cinta lagi, kasihan dia."


" Abang mencintai Cinta bun. Dari dulu sampai sekarang hanya Cinta yang selalu menguasai hati abang."


" Cukup Muh, bunda ingin menemui ayah." Bunda meninggalkan Muh, ia berjalan menuju ruang kerja ayah.


Ayah terkejut dengan kedatangan Bunda yang tiba-tiba.


" Kenapa tak mengetuk pintu dan mengucapkan salam ? Wajah bunda kenapa tegang begitu. "


Bunda pun menceritakan semuanya. Ayah mendengarkan cerita bunda sengan serius.

__ADS_1


" Gimana Yah solusinya? bunda kasihan dengan Muh. Atau kita mengikuti saja rencana Muh dan Citra?"


__ADS_2