Cinta

Cinta
dia setia dengan keluarga Shinoda!


__ADS_3

"Nike! Novak berteriak memanggil Niken yang tidak menghiraukan lukanya karena berlari ke arah ibunya Rissa.


" panggil Ambulance! " teriak Nori.


ayah nya Mira memanggil Ambulance dengan sigap.


"tuan Mike, titip putri ibu. " aku serahkan dia kepada kalian. " ujar ibu Lastri dengan terbata.


"Ibu, jangan khawatir kan apa-apa bu, sekarang ibu akan sehat, berhentilah bicara bu. " jawab Rissa sambil memegang tangan ibu-Nya.


Mike bengong melihat keadaan ibu Lestari yang sekarat karena menolong nya.


"aku akan menjaga putri mu! " ujar Ken menghampiri badan bu Lastri yang sedang terbaring di pangkuan Rissa.


Rissa menatap mata Ken, begitu juga dengan Ken mereka adu pandang begitu lama.


"aku sudah tenang sekarang, walau aku harus mati sekarang tidak menyesalinya. " ujar bu Lastri tangannya terjatuh dari genggaman Rissa.


"pluuukk! "


"Ibu bangun bu! " jangan begini bertahanlah. " histeris Rissa.


Ken meraba pergelangan tangan bu Lastri dengan kedua jarinya dan leher nya.


Ken merunduk lemas, Niken yang melihat gelagat Ken tiba-tiba menangis sesegukan seolah orang di hadapan nya adalah ibu-Nya.


Mike hanya mematung berdiri menatap semuanya, tangan nya bergetar tidak sanggup menyaksikan orang yang di cintainya kehilangan Ibu nya gara-gara menyelamatkan diri-Nya.


"ini sudah tugasnya! " dia setia kepada keluarga Shinoda sampai akhir. " ujar Novak memegang tangan adiknya.


Mike terkulai lemas, Novak menahan badan Mike dan memeluknya.


"ini semua karena salah ku kak! " dia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan nyawaku! " isak nya.


Rissa langsung berhenti dari tangisnya setelah mendengar perkataan Mike, mata nya beralih menatap Mike yang sedang memeluk Novak kakak nya.


dia melepaskan genggaman nya dari tangan ibu-Nya, berdiri berlahan setelah membaringkan ibu-Nya di lantai.


berjalan berlahan menghampiri Mike, semua orang menatap Rissa dengan penuh pertanyaan.


Rissa memegang pundak Mike, Novak menatap tajam wajah Rissa.


"hentikan! " plak tanpa di sadari semua orang Rissa menampar wajah Mike.


"kau! " Novak mendelik ingin menghentikan Rissa.


"ini semua bukan salah mu! " teriak Rissa.

__ADS_1


Novak mengurungkan niat nya sambil menatap Rissa dengan mengerutkan kedua alisnya.


"jangan menyalahkan dirimu! " semua ini bukan salah mu! " ujar Rissa sambil memeluk badan Mike yang bergetar karena merasa sangat bersalah atas kematian ibu Lastri.


"ini semua salahku! "


Rissa melepaskan pelukan Mike dia memegang kedua bahu Mike menatapnya tajam.


"dengar kan aku baik-baik! " ibu melakukan apa yang seharusnya ku lakukan juga! " jika bukan ibu yang menghalangi aku sendiri yang akan menggantikan nya juga. " ujar Rissa sambil memegamg wajah Mike.


Mike memgang tangan Rissa dan berkata, "aku akan menjaga mu lain kali! " aku akan lebih hati-hati lain kali. " ujar Mike.


semua orang menatap keduanya, suara sirine Ambulance pun terdengar di luar rumah tersebut. beberapa orang petugas kesehatan berlari membawa Bu Lastri ke dalam Ambulance.


"tuan, silahkan anda pergi dari sini, tempat ini biar kami yang menangani. " ujar ayahnya Mira kepada Novak.


Novak dan yang lainnya meninggalkan tempat tersebut. Anderson akhirnya dia harus tewas di tangan anak buahnya Novak Shinoda.


Rissa memakamkan Ibu Lastri dekat dengan makam kedua orang tua Niken, setelah selesai pemakaman dan tidak ada yang harus di lakukan Niken di sana, akhirnya mereka memutuskan kembali ke negara B.


"kamu begitu tegar Riss, jelas-jelas di matamu masih tersimpan duka yang dalam karena kehilangan ibu mu di waktu kamu juga baru menemukan nya, tapi kamu masih menunjukan dirimu kuat kepada semua orang. "


aku tidak akan melupakan ini, kamu kehilangan Ibu mu karena melindungi kami. "


Niken terus saja menatap Rissa yang duduk agak jauh dari kursi mereka...


Nori juga begitu syok, karena pengalaman seperti ini baru ia rasakan kali pertama, apa lagu melihat kematian beberapa orang di depan mata nya langsung.


Rissa yang sudah terlatih untuk menjadi petarung wanita, seperti Ibu nya. dia harus bisa menyembunyikan hati nya yang terluka.


Novak tiba-tiba mengingat bayangan kejadian beberapa tahun silam, dia dan ayahnya sedang berjalan di sebuah pantai ada segerombolan orang menyerang diri-Nya, di saat itu Ibu nya Rissa menolong mereka dengan melawan beberapa pria sekaligus.


Novak tersenyum melihat Rissa, Niken bertanya kepada Novak mengapa gerangan tersenyum melihat Rissa seperti itu?


"kamu tau, sikap gadis itu sama persis seperti ibu-Nya, dia adalah wanita kuat! " ujar Novak.


Niken menganggukan kepalanya pelan matanya tidak lepas dari memandang Rissa.


"Ibu Lastri baru saja menemukan putrinya. "


aku juga begitu menyukai beliau, dia begitu hangat padaku sehingga aku merasa nyaman di dekatnya. "


"aku minta ma'af, ini semua salahnya, aku sudah menyuruh nya untuk tidak ikut campur jika dia mau, tetapi dia selalu bilang padaku, dia akan berusaha melindungi keluarga Shinoda seumur hidupnya! "


dan perkataan itu dia buktikan nya. "


"kamu tidak salah, hanya saja nasib Rissa begitu menyakitkan! " lihat lah dia, seolah tidak ada yang mengizinkan dirinya untuk berkabung! . " perkataan Niken membuat hati Novak terasa miris.

__ADS_1


"heemmmm! " Novak hanya menjawab dengan dehem sambil menatap Rissa.


di sebuah penjara seorang pria mendapat kabar dari petugas kepolisian tempat di mana dia di tahan.


"Jordan, ada kabar untuk mu! " ujar salah satu petugas di sana.


iyah dia adalah Jordan paman nya Sarah Anderson.


"kamu salah satu kerabat Andri Anderson yang masih ada bukan? " setelah putrinya! "


Jordan bingung dia harus menjawab apa, karena putranya juga masih ada.


"iyah betul Pak! "


"baiklah kalo begitu saya izinkan kamu keluar hari ini untuk pemakaman nya. "


"terimakasih Pak. "


Jordan keluar penjara di aping oleh dua orang petugas kepolisian untuk bisa mengikuti acara pemakaman Anderson, sebelumnya Jordan sudah tau bahwa Anderson mencoba menyuap bebrapa petugas untuk bisa bebas dari penjara sebagai tahanan kota. tapi sampai akhirnya dia melakukan kejahatan dengan menculik seorang gadis dan di tembak mati oleh petugas karena melawan. begitu lah surat kabar yang di muatnya.


setelah acara pemakaman selesai Jordan kembali ke dalam sell nya untuk melanjutkan sisa hukumannya.


ke esokan hari nya, Novak membawa Niken ke sebuah tempat yang selama ini menjadi tempat mengadu Novak di kala dia sedang sedih, bingbang, dan ragu untuk mengambil sebuah keputusan.


"kamu bawa aku ke mana? " ini tempat apa? "


"ini tempat favorit ku di kala aku sedang sedih! " hanya tempat ini lah yang selalu aku datangi.


ujar Novak, sambil menghentikan mobilnya di area parkir dia pun keluar dari dalam mobilnya lalu membuka pintu untuk Niken.


"tempat apa ini? kenapa sepi sekali, tidak ada satu orang pun yang terlihat di sini! " pikir Niken yang heran dengan tempat tersebut, jauh dari rumah-rumah warga atau pun lebih tepat nya seperti sebuah pemakaman.


"ini bukan nya? "


"iyah Nike, ini makam orang tuaku, aku mau memperkenalkan mu kepada mereka, karena dalam waktu 3 hari lagi kamu akan menjadi istriku! " ujar Novak.


Niken hanya tersenyum melihat dua makam yang berdampingan, tertulis nama kedua orang tua Novak dan Mike.


"ini makam keluarga? " tanya Niken.


"iyah. lihat lah jalanan raya di bawah itu, itu adalah tempat kami kecelakaan dulu Nike, aku selamat dari kecelakaan tersebut tapi mereka berdua! "" Novak langsung tersungkur di atas makam kedua orang tuannya, dia selalu mengingat kecelakaan itu dengan jelas kala dia mengunjungi makam itu.


Niken lagi-lagi hanya menatap Novak, terlihat jelas ketakutan di masa kecil yang di alamainya terbawa sampai detik ini, tapi yang membuat Niken tidak mengerti kenapa pula dia harus menyiksa diri dengan memakamkan kedua orang tuanya di tempat ini.


bersambung....


Hai Hai readers jangan lupa untuk mendukung karya ini yah, jika kalian menyukai nya jangan lupa juga" like" koment" and vote nya yah"

__ADS_1


__ADS_2