
sesampainya di rumah sakit, Novak langsung di bawa ke ruang UGD, perasa'an Ken capur aduk antara senang dan sedih.
setelah sekian lama, setelah semua orang kecuali Niken menganggap Novak sudah tewas dalam kecelakaan itu.
"aku benar-benar masih belum percaya ini! Tuan muda masih hidup. terimakasih Tuan." batin Ken.
diapun teringat setiap ucapan Niken yang selalu yakin bahwa suaminya masih hidup, bahkan semua orang menentangnya bahwa suaminya sudah tiada, tapi kekuatan cinta Niken membuktikannya sekarang.
"*nona maafkan aku, jika saja aku percaya keyakinanmu, pasti aku tidak akan menghentikan pencarian Tuan, dan dia tidak akan menderita seperti ini! "
"tapi yang aku tidak mengerti, kenapa Tuan muda berada di apartementnya Jeslyn? " apa mungkin selama ini Tuan dan Jeslyn? " aku benar-benar tidak mengerti*"
Ken terus saja bergumam dalam hatinya, dia masih tidak habis pikir, kenapa Tuan Mudanya berada di tempat itu.
setelah sekian lama, lampu ruang UGD pun menyala, Ken berdiri dengan tidak sabar di depan pintu tersebut.
"Dok bagaimana keadaannya? " Ken langsung bertanya kepada dokter yang baru saja keluar dari pintu UGD tersebut.
"syukurlah, masa kristinya sudah lewat, dia sekarang sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap. " jawab dokter tersebut.
"syukurlah, terimakasih dok! " Ken menarik napas lega. hatinya begitu senang sampai dia lupa mengabari kediaman Shinoda.
"anda ini siapanya pasien? " tanya dokter.
"saya keluarganya dok. "
"baiklah kalo begitu, silahkan urus administrasi, Tuan. "
"Kendo," jawab Ken.
di apartement Syam beberapa kali menghubungi Jeslyn tetapi ponsel Jeslyn tidak aktif.
tidak berapa lama, Jeslyn membuka pintu apartementnya, dengan tergesa-gesa. " di mana Novak? " apa dia baik-baik saja? " dokter bilang apa? " beberapa pertanyaan langsung mendarat di telinga Syam.
"maafkan aku Jess, semua salahku! " dia."
"apa yang terjadi Syam, di mana Novak? "
Jeslyn tidak sabar menunggu jawaban dari Syam, dia berjalan, ke dapur, ruang tamu, balkon, untuk mencari keberadaan Novak.
"Nov, Novak sayang kamu di mana? " apa dia di kamarnya Syam? " tanya Jeslyn lagi.
Syam yang bingung harus mulainya dari mana, untuk menceritakan kejadian tadi.
"dia sudah tidak di sini Jess! " teriak Syam, Jeslyn seketika itu langsung terdiam menatap Syam.
"sebenarnya apa yang terjadi Syam? apa kamu sengaja? dan juga tidak menjawab panggilan ku! kau? "
"dia bertemu Ken! " teriak Syam.
membuat Jeslyn langung tergetar, lututnya langsung terjatuh ke lantai.
"bagai mana bisa Syam? " ucapnya lirih.
"ini salahku, aku membawanya berenang di lantai 8! " jawab Syam.
"apa! " apa kau sudah tidak waras!
"dia yang meminta ku, karena dia merasa kegerahan, karena itu dia mengajak ku berenang, dan siapa sangka Ken berada disana! "
Jeslyn terduduk lemas, dia sekarang sudah tidak bisa berkata apa-apa, Ken dan keluarga Shinoda pasti sangat membenci dirinya sekarang. terlebih Novak, jika ingatannya kembali pastinya dia akan sangat membenci dirinya.
__ADS_1
"tingtong! " tingtong! " suara bell pintu berbunyi.
Jeslyn menatap ke arah pintu tersebut, badannya tergetar wajahnya pucat pasi.
"pasti ini adalah Ken, atau Mike? " bukalah! " ujar Jeslyn kepada Syam.
"tapi Jes? "
"buka! " teriaknya.
Syam pun membuka pintu tersebut, seseorang berdiri membelakangi Syam.
kemudian membalikan badan ke arahnya, "hebat, hebat! kalian selama ini menyembunyikan Tuan Muda di sini rupanya? " ujar Pak tua, yang merupakan Pak Moriis.
Jeslyn tertunduk tidak menjawab, Pak Moriis berjalan memasuki, menghampiri dirinya.
"Pak, semua ini bukan salahnya, karena Tuan Novak yang hanya bisa mengingat Jeslyn, maka dari itu! "
"diamlah kau! " bentak Pak Moriis kepada Syam.
"aku sudah tau semuanya! " dokter! " teriak Pak Moriis memanggil seseorang di luar pintu.
dokter tersebut pun masuk, dia adalah dokter yang selama ini merawat Novak.
"Kau! " ujar Jeslyn.
"maafkan saya nona, beliau adalah teman dekat saya, sebenarnya saya sudah mengetahui dari awal bahwa Tuan Novak adalah! "
"kau menipu ku! "
"tiak! kaulah yang menipu dirimu sendiri, kau tidak ingin dia mengingat semuanya, sehingga kau menukar obat yang ku kasih, awalnya ku pikir kau ingin membantu Novak sampai dia mengingat semuanya, dan aku membiarkannya demi kebaikan Tuan muda Shinoda,dan akan mengembalikan Tuan ke kediaman Shinoda."
"tapi aku salah, kau memanfaatkan Tuan Muda dengan ingatannya yang sekarang. "
Jeslyn langsung terdiam, begitu juga dengan Syam. dia tidak menyangka nona nya berbuat senekad itu.
"ini begitu kejam nona Jeslyn! "ujar pak Moriis.
untung saja aku menyelidiki semua ini dengan cepat, jika tidak! entah apa yang akan terjadi kepada Tuan! "
Jeslyn bingung, bagaimana bisa pak tua ini mengenal dokter tersebut.
***""cerita sebelumnya """***
setelah kepergian Jeslyn dari kediaman Shinoda tadi siang, Pak Moriis mendapat telpon dari seseorang teman dekatnya.
" *hallo dok! " apa kabar mu? "
"aku baik Moriss, bagaimana denganmu? "
"aku baik, ada angin apa kau menghubungi ku? "
"sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu! "
"baiklah, katakan! "
"bagaimana jika kamu menemuiku di rumah sakit. "
"baiklah aku akan ke sana. "
"baiklah ku tunggu, " ujar dokter tersebut*.
__ADS_1
tidak berapa lama setelah membereskan kamar Niken, dan menyuruh Ken untuk menemui Jeslyn, Pak Morris berangkat menemui sahabatnya yaitu dokter tersebut.
di sana dokter memberi tau Pak Morris, bahwa Novak belum meninggal, dia di rawat di kediaman Jeslyn. begitu sangat terkejutnya pak Morris setelah mendengar semua itu.
jadi benar selama ini Jeslyn menutupi semuanya dari keluarga Shinoda, tapi dokter tersebut menjelaskan kalo jeslyn tidak bersalah, Novak mengalami hilang ingatan, dan sekarang yang dia ingat hanyalah Jeslyn.
mungkin itu lah penyebab dia tidak memberi tahu keluaraha Shinoda, tapi Pak Morris tidak begitu saja percaya. dia pun menyuruh dokter tersebut menyelidikinya. dan akhirnya terbukti dari obat yang selama ini di berikan Jeslyn kepada Novak, dia sudah mengganti obat tersebut.
________________________________________________
"sekarang kamu pilih? kamu meninggalkan negara ini, atau aku akan memberi tau nona Niken, bahwa kamulah yang selama ini menyekap suaminya! " ujar Pak Morris penuh emosi.
Jeslyn tertunduk, diapun menangis menyesali perbuatannya.
"ma'af! ma'af! " jawabnya serak.
"aku tidak akan mentoleransi orang yang sudah menyakiti keluarga Shinoda, walaupun itu kamu sendiri. " ingat itu Nona! " ujar Pak Morris.
"sekarang katakan, di mana Tuan Muda? " apa Ken sudah menemukannya dan membawanya? " tanya Pak Morris lagi.
"dia sudah membawa Tuan Novak ke rumah sakit! " jawab Syam, dari tadinya hanya diam, dia mencoba menjawab pertanyaan orang kepercayaan keluarga Shinoda tersebut.
"apa! " apa yang terjadi kepada Tuan Muda?".
"dia tenggelam di kolam renang! " jawab Syam.
"kalian! " bentak Pak Morris yang hampir saja menampar wajah dari Jeslyn. kalo saja Syam tidak mengehntikannya.
"hentikan!' ini bukan salahnya dia, ini salahku! "
ujar Syam, sambil berlari menghalangi tangan Pak Morris.
"baiklah, jika begitu kau harus pilih, pergi dari negara ini, atau kau masuk penjara! " teriaknya.
"baiklah, aku akan pergi, tapi aku mohon, jangan ceritakan semua ini kepada Niken. " ujar Jeslyn.
"dan satu lagi, beri aku waktu untuk menyelesaikan pekerjaan ku di sini, setelah itu, aku akan pergi. " jawab Jeslyn.
"baiklah, selesaikan pekerjaan mu, dan pergilah menjauh dari keluarga Shinoda! " ujar pak Morris.
diapun langsung bergegas keluar dari kediaman Jeslyn, dan mencoba menghubungi Ken.
"*Ken, Tuan muda? "
"dia baik-baik saja! "
"syukurlah."
"berikan alamat rumah sakitnya, dan aku akan membawa nona kesana. "
"baiklah akan ku kirim lewat pesan. "
"heemmm*."
Pak Morris pun menutup panggilannya, dia bergegas kembali ke kediaman Shinoda untuk membawa Niken.
setelah saling pamit dokter dan pak Morris pun berpisah di sana.
Bersambung...
***Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat selalu ya, terimaksih atas dukungan kalian.
__ADS_1
salam dari penulis kacangππ
jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. ππ***