
setelah pemberitaan di media rame akan pernikahan seorang CEO dari Shinoda grup, Mike pun merasa lega sekarang waktunya dia memperkenalkan wanita yang dia cintai kepada kakaknya Novak.
musuh bebuyutan keluarga Shinoda pun sudah berada di tempat yang tepat, yaitu penjara.
satu persatu yang mengikuti nya tumbang.
Sarah Anderson di vonis hukum an penjara 20tahun, Jony si penjaga CCTV pun di vonis hukuman seumur hidup, dan Fathur di deportasi ke negara nya, namanya masuk dalam daftar blacklist di negara B.
Orang-orang jahat tersebut satu persatu berada di tempatnya yang tepat.
sedangkan Niken yang sibuk menyiapkan acara pernikahan nya begitu antusias. Nori sangat membantu sahabat sejatinya itu, dia antusias membantu dalam acara persiapan sahabat dengan bahagia.
hotel Bintang 5 yang di gunakan oleh Novak Shinoda untuk resepsi pernikahan nya itu yang merupakan salah satu hotel kepunyaan Grup Shinoda sudah sibuk menata hall yang akan di gunakan oleh CEO nya itu, kartu undangan exclusive dan VVIP pun sudah di sebarkan nya.
Niken tidak menyangka hidupnya akan sebahagia ini, mendapatkan orang-orang yang begitu tulus mencintai dirinya, pertama orang tua angkatnya, Nori sahabat nya, dan Novak Shinoda yang akan menjadi suaminya.
Niken Teringat kedua orang tua nya di sisi lain dia sangat bahagia, tapi di sisi lain dia merindukan kedua orang tua nya.
"hey, kenapa kamu kelihatan memikirkan sesuatu Nike? ada apa? semestinya kamu senang, karena beberapa hari lagi kamu akan menjadi istri dari Novak! " tanya Nori yang melihat raut wajah Niken yang sedih.
"aku bahagia, karena aku di kelilingi kalian orang-orang yang baik, tapi? "
"tapi apa Nike? " apa ada hal yang menganggu pikiran mu? "
"aku merindukan kedua orang tua ku Nor! "
Nori pun mendekati Niken dia yang sedang membantu Niken dalam pembikinan gaun pengantin yang dia design sendiri.
"apa kamu mau kembali sebentar ke negara A? " jika kamu ingin aku bisa mengantar mu? " tanya Nori.
"untuk apa aku ke sana! " toh aku juga tidak akan bisa bertemu dengan mereka. "
"kamu bisa mengunjungi makam kedua orang tua mu Nike! " jawaban Nori membuat mata Niken berbinar, benar juga, semenjak ibunya meninggal Niken hanya sekali menengok makam Ibu nya. apa lagi semenjak dia tinggal di negara B, tidak pernah sama sekali dia mengunjungi makam ibu-Nya.
"tunggu di sini sebentar, ! ujar Nori sambil pergi keluar dari ruangan tersebut.
Nori mencoba mengirim pesan singkat kepada Novak, memberi tahu Novak bahwa dia dan Niken berniat mengunjungi makam kedua orang tua Niken di Negara A.
Novak yang mendapat pesan singkat dari Nori pun, dia segera menyiapkan pesawat pribadinya. Mike yang sedang berbincang dengan kakak nya mendengar kakaknya menyuruh orang untuk menyiapkan jet pribadinya dia pun bertanya.
"ada apa kak? " kenapa kamu tiba-tiba menyuruh orang menyiapkan semua itu, mau pergi kemana? " tanya Mike.
__ADS_1
"Mike, tadi Nori massage kakak, Niken ingin mengunjungi makam kedua orang tua-Nya di negara A, jadi kakak tidak bisa menemani nya, bisa kah kamu dan Nori menemani Niken? " ujar Novak kepada adiknya.
"aaahh, kenapa tidak terpikir oleh kita yah Kak! " baiklah aku akan pergi menemani nya! "
"Kira-kira Rissa ikut bersama kakak ipar apa gak yah! "
" hey kenapa bengong? apa yang ada dalam otak mu! " jangan bilang kamu akan membawa kekasih mu itu yah Mike? "
"aah tidak kak! " lagian tidak aku ajak juga dia pasi akan ikut? " jawaban Mike sontak membuat Novak membulatkan matanya, dia berpikir adiknya sangat aneh.
"heyyy! siapa maksud mu! " Niken! " tanyanya sepontan.
"hahhahaah, kakak bicara apa! " jelas-jelas bukan Niken, dia kan calon kakak ipar ku! "
"awas kamu Mike jangan aneh-aneh sama kakak ipar mu yah! "
" bukan dia kak! " tapi Rissa. " Mike pun keceplosan berbicara tentang Rissa.
"apa! " apa kakak tidak salah dengar? "
"ups!" Mike langsung menutup mulut nya tapi terlambat pendengaran Novak begitu baik, sehingga dia mendengar yang baru saja di katakan adiknya.
"kak, apa kakak menyetujui kami? " tanya Mike dengan sungguh-sungguh dia menunggu jawaban baik dari kakak nya.
"bagai mana ini, kalo aku melarang nya dia pasti akan kecewa, tapi ku pikir-pikir Rissa juga gadis yang pandai! "
"heeemmm, tapi ku pikir Rissa dan Ken! "
"tidak kak, merek hanya teman biasa! "
"baiklah, tapi kakak harap kamu kembali selesaikan kuliah mu setelah pernikahan kakak nanti! " jika tidak kakak tidak ijinkan kamu berpacaran! "
"uuuh! kumat lagi dia! " baiklah aku akan kembali menyelesaikan kuliahku, tapi jangan larang aku menjalin hubungan dengan nya! jika tidak aku juga tidak akan menginginkan siapapun untuk menikah dengan ku nanti! " sifat keras kepalanya Mike dan kakaknya memang tidak bisa di bandingkan, Novak yang selalu mengalah dari kecil kepada adiknya tersayang pun hanya tersenyum miring.
"heemm, baiklah, sekarang kamu pergi ke rumah Pak tua itu, dan ajak Niken untuk bersiap-siap, juga ingat, kamu jangan pacaran dengan Rissa! aku menyuruh mu ikut untuk jagain kakak ipar mu! "
"baiklah kak, siap gan, aku berangkat! "
Mike pun berpamitan kepada kakaknya dia bergegas keluar dari kantor kakak nya.
sedangkan Novak harus menyelesaikan beberapa pekerjaan penting apa lagi dia tidak ingin di hari H nya dia memikirkan pekerjaan yang belum tuntas.
__ADS_1
"Hai Riss! aku akan mengajak kakak ipar ku ke negara A, apa kamu juga ikut bersama kami? " tanya Mike du dalam panggilan telepon nya sambil mengendarai kendaraan nya.
"Oowh, benarkah!
" sebenarnya aku ingin sekali kamu ikut, tapi ya sudah lah kalo kamu tidak bisa ikut dengan kami. " dengan rasa kecewa Mike pun mengiyakan hal tersebut. Rissa yang tidak bisa ikut alasannya tidak bisa meninggalkan pekerjaan nona nya dia di butik.
di kediaman Simon, Niken yang baru saja menyelesaikan Design gaun pengantin nya menyuruh risa membawa nya ke tempat modiste, (sebutan untuk penjahit)
Rissa dengan sigap dia membawa bahan yang sudah Niken Design, dia pun berpamitan kepada nona nya.
setelah Rissa pergi, Nori dan Niken duduk di balkon teras rumah nya, Niken menyuruh pelayan di rumah tersebut membawakan nya dua gelas kopi.
sedangkan Merryssa duduk berhadapan dengan suaminya di ruang tamu.
"sayang apa hari ini kamu akan ke kantor? " mama mendengar pembicaraan putri kita tadi, dia merindukan kedua orang tua nya, dan Nori mengajak Nike pergi menengok makam orang tua nya di negara A. " ujar Merryssa yang khawatir jika Niken pergi ke sana.
"benarkah? " apa tuan Novak mengizinkan Nike pergi ke sana? " atau dia yang akan menemani Putri kita? " rasanya tidak mungkin, karena hari ini dan besok kita ada meeting penting. " jawab Simon.
"entahlah, mungkin Nike akan pergi bersama Nori Pap! "
"ya sudah, biarkan dia pergi jika ada yang menemani, jika tidak Papa juga khawatir. "
"apa Mama boleh ikut Pap? "
"tidak! mamah tunggu aja di rumah, lagian masih banyak persiapan yang harus kita siapkan untuk pernikahan Putri kita. "
"baiklah Pap. " dengan rasa kecewa karena tidak dapat izin dari suaminya untuk menemani Putri nya Merryssa pun tidak bisa berbuat apa-apa.
"tapi Pap, bagai mana jika terjadi sesuatu dengan putri kita? "
"jangan berpikir yang macam-macam, jika tuan Novak mengizinkan Niken pergi pasti dia sudah menyiapkan segalanya dengan matang sayang! "
"Mudah-mudahan yah Pap. "
"baiklah, Papa berangkat, tunggu Papa di rumah baik-baik. " jika butuh sesuatu minta tolong lah pada Rissa. "
"baik sayang hati-hati I love you. "
"love you too sayang. " bye..
Bersambung....
__ADS_1