Cinta

Cinta
di sebuah penjara


__ADS_3

seorang wanita sedang menunggu di ruang tunggu, dan seorang sipir penjara mengantarkan Anderson menemui wanita tersebut, Anderson menatap wanita di hadapan nya.


"hanya kamu yang peduli dengganku saat ini! " ujar Anderson kepada Jeny, wanita yang menunggunya tidak lain adalah Jeny.


"bagai mana putra kita? " apa dia masih marah dengan mu? " tanya Anderson kepada Jeny.


Jeny merunduk, dia tidak tau lagi harus berkata apa? karena Fathur tidak ingin memaafkan Anderson dan diri-Nya.


"justru itu aku datang kesini untuk memberi tahu mu, bahwa Fathur pergi ke kota dan sudah lama dia tidak kembali, aku sangat mengkhawatirkan diri-Nya. " jawab Jeny sambil terisak menangis di hadapan Anderson.


"sekarang semua orang sudah berani melawan ku termasuk putriku! " ujar Anderson yang mengingat Sarah putri yang selama ini dia sayangi dengan sepenuh hati, dia telah tega menghianati dirinya pikirnya.


"tuan, aku mohon cari Fathur, suruh anak buahmu mencari nya. " bagai mana pun dia adalah darah daging mu! " ujar Jeny yang meminta Anderson untuk mencari Fathur.


"baiklah kamu tidak usah khawatir aku akan menyuruh anak buah ku untuk mencari putra kita! " jawabanya.


"terimakasih tuan. " Jeny pun berpamitan kepada Anderson, begitu juga dengan Anderson jam besuk sudah habis dia harus kembali ke dalam jeruji besi.


"Jordan! pengkhianatan mu tidak akan pernah bisa aku Terima! " gumam Anderson dalam hatinya, yang mengumpat Jordan atas semua kejadian yang menimpanya.


di sisi lain, Jordan masih di dalam tahanan menunggu untuk di sidang atas kesalahannya karena telah menyembunyikan bukti-bukti kejahatan Anderson.


sedangkan Fathur merasa sangat marah atas pengakuan Ibu nya dan Jordan, bahwa dirinya adalah putra dari Anderson. tidak ada hal yang lebih menyakitkan selain kebohongan Ibu nya selama itu. Fathur putus asa dan mencoba melarikan diri dari masalah tersebut, dan entah di mana dia sekarang.


****


kembali kepada Niken yang sibuk berbicara dengan penangung jawab di sebuah pabrik kain, ternyata di situ ada sabotase yang di sengaja oleh orang-orang gudang nya.

__ADS_1


"pak, kenapa anda menghentikan kerjasama antara kita!" tanya Niken kepada pemilik pabrik tersebut.


"nona, bukan nya dari pihak anda sendiri yang menghentikan kerja sama antara kita? " jawab pemilik pabrik tersebut, membuat Niken mengerinyikan kedua alisnya heran, karena dia sendiri tidak tau atas pembatalan kerja sama tersebut.


"lihat lah ini nona, surat pembatalan kerja sama antara kita yang langsung di tanda tangan oleh anda! " ujar pemilik pabrik kain tersebut yang memperlihatkan sebuah dokumen yang telah di tanda tangan.


"Nike, ini tanda tanganmu! " ujar Novak yang memang betul tanda tangan tersebut mirip dengan tanda tangan dirinya.


"tapi aku tidak pernah menandatangani dokumen ini! " seru Niken terkejut.


Novak yang mendengar penjelasan tersebut harus turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.


"penghianatan! siapa sebenarnya mereka? berani sekali menggali kuburannya sendiri! "


gerutu Novak dalam hatinya.


"sudahlah, sekarang hentikan dulu semua produksi untuk minggu ini! " tidak ada pilihan lain! " ujar Novak.


"heemm, aku sudah menghentikannya untuk sementara ini! " jawab Niken.


"pak, bisakah sekarang kita buat ulang perjanjian kerjasama kita,! " ujar Niken kepada pemilik pabrik kain tersebut.


"baik nona, kamu akan membuat ulang surat perjanjian tersebut! " jawab pemilik pabrik kain tersebut.


"baiklah pak, ini kartu namaku, mulai sekarang jika Bapak tidak melihat aku sendiri yang menandatangani dokumen tersebut jangan mau menerimanya begitu saja. " ujar Niken


"baik nona. " ujar pemilik pabrik tersebut.

__ADS_1


"kalo begitu kami pamit! " Niken pun berpamitan kepada pemilik pabrik tersebut.


Niken dan Novak kembali kedalam kendaraannya bersama di ikuti oleh Rissa dan pengamat stap mengamat kain.


mereka berempat kembali ke Kantor.


di perjalanan Novak masih memikirkan orang yang berani menghinati perusahaan nya.


"mereka sengaja menginginkan perusahaan kita merugi, mereka pikir dengan menghentikan kerja sama dengan pemilik pabrik kain tersebut produksi dan pemasaran akan berhenti untuk sementara, dan kerugian perusahaan tidak bisa di hindari" ujar Novak kepada Niken.


"heemm, dan butuh waktu tidak sedikit untuk mengulang kerja sama dengan pemilik pabrik kain tersebut, sedikitnya dua minggu! " jawab Niken, dan dalam kurun waktu itu jika perusahaan menghentikan produksinya otomatis akan menghentikan pemasaran juga. dan kerugian perusahaan tidak bisa di hindari.


"memang itu lah yang mereka ingin kan! " jawab Novak Shinoda.


"Rissa! selidiki ini semua. " perintah Novak kepada Rissa.


"baik tuan,! " jawab Rissa sambil menyetir kendaraannya.


"tuan, Nona, ada sedikit saran dariku, sebaiknya kita pergunakan sisa bahan yang terdapat di gudang untuk di produksi, tetapi? " ujar pengamat bahan berhenti, mencoba memberi saran kepada Niken.


"ide, bagus pak, tapi apa Pak?" jawab Niken..


" maaf sebelumnya nona, bahan yang terdapat di gudang hanya cocok di gunakan dengan baju musim semi! " jawabnya.


"nanti kita bicarakan lagi pak! " jawab Niken sambil menegadahkan kepalanya ke atas sandaran jok. menarik napas panjang.


"sebegitinya dia mengkhawatirkan perusahaan ini! " kasihan dia pasti sangat cemas. pikir Novak sambil menatap wajah Niken yang bersender di atas senederan kursi mobil sambil memejam kan matanya kedua alis nya mengerut tanda memikirkan sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2