
ke esokan harinya Jeslyn sudah terbangun pagi-pagi sekali, menyiapkan breakfast untuk Novak, sejak lama dia memimpikan hal tersebut, sekarang walaupun ingatan Novak sakit, dia benar-benar merasa bahagia.
tetapi Syam yang memang tinggal bersama di sana, dia terus saja menyindir Jeslyn sambil memperhatikan bersender di pintu kamarnya yang memegang dekat dengan ruang makan.
"Jess, hentikan semua kekonyolan ini! " ujarnya.
"sudah, diamlah kamu Syam, nanti Novak mendengarmu! "
"tapi Jess, kamu tidak boleh melakukan ini! bagai mana kalo suatu saat ingatannya kembali? dan dia lebih membencimu! "
"aku harap ingatannya tidak kembali! " jawab Jeslyn sambil menatap Syam penuh kekesalan, karna pria kemayu itu dari tadi menganggu dirinya.
"kalo begitu, terserah padamu, aku sudah mengingatkan sejak awal! " pekik Syam yang lensung menutup pintu kamarnya.
"jika kau tidak senang, pergilah dari rumahku Syam! " jawab Jeslyn sambil melempar sarung tangan tahan panas ke sembarang tempat karena kesal.
rasa cintanya sama Novak yang selama ini mendapat penolakan, membuatnya gelap mata. padahal dirinya dan Niken sudah berteman semenjak kecelakaan itu terjadi.
"maafkan aku! aku tidak rela melepaskan mu begitu saja. " aku akan menemani mu sampai kamu ingat kembali, dan aku siap menerima resikonya nanti! " batin Jeslyn, dia pun bergegas ke kamarnya, mengambil barang-barang pemberian Novak dulu. maksudnya untuk meyakinkan Novak bahwa mereka memang sepasang kekasih.
Jeslyn duduk di ruang tamu setelah mengambil barang barang tersebut, di sebuah sofa sambil menatap barang-barang pemberian Novak yang disimpannya di atas meja. setelah cukup lama dia menunggu Novak terbangun, akhirnya Novak keluar dari kamarnya.
dia Jeslyn berdiri dan menghampiri Novak, "kamu sudah bangun? " aku menunggumu dari tadi. " ujar Jeslyn sambil memegang tangan Novak.
"ikut aku. " lihatlah semua itu. " ucap Jeslyn sambil menunjukan barang-barang tersebut di atas meja.
perlahan Novak menhampiri barang-barang yang di tunjuk Jeslyn.
salah satu barang yang di lihatnya adalah sebuah Syal berwana biru muda, dia menatap syal tersebut dan mulai mengingat kejadian sewaktu dia memberikannya di bandara internasional kepada Jeslyn.
sekilas kenangan itu muncul di benak Novak, ciuman perpisahan dirinya dengan Jeslyn sewaktu Jeslyn meninggalkan dirinya untuk belajar di Paris tempo hari.
"bayangan ini! dia memang kekasihku? " lalu apa hubunganku dengan gadis yang bernama Niken, kenapa aku tidak bisa melupakan nama itu. " batin Novak.
diapun melihat barang-barang lain, salah satunya sebuah kotak cincin yang berisi sepasang cincin, diapun terlintas mengingat sebuah kenangan bersama Jeslyn di kala dia melamar Jeslyn di sebuah Restaurant.
"tetapi kenapa cincin ini masih berada di kotaknya, jika memang aku melamarnya, seharusnya dia mengenakan cincin ini dan cincin ini! " tanpa sadar Novak pun melihat sebuah cincin yang melingkar di jarinya.
"lalu cincin ini apa? " batin Novak, selama ini dia baru menyadari bahwa dirinya memakai sebuah cincin di jari manisnya.
keadaan tersbut pun membuat dirinya semaikn bingung, dia pun satu-persatu melihat barang-barang yang berada di atas meja.
satu-persatu kenangan bersama Jeslyn pun muncul di benaknya. kebersamaannya bersama Jeslyn begitu bahagia yang terlihat di bayangan Novak.
diapun mengingat semua kejadian dan kenangan manis bersama gadis itu.
dia menatap Jeslyn dengan penuh penyesalan, "maafkan aku, karena telah melupakanmu selama ini! " ujar Novak sambil menghampiri Jeslyn dan memeluknya dengan erat.
tentu saja semua itu membuat batin Jeslyn begitu bahagia. saking senangnya dia meneteskan air mata di hadapan Novak.
"syukurlah, dia mengingat kebersamaan kita dulu! " batin Jeslyn.
__ADS_1
"aku tidak akan meninggalkanmu lagi Jess! " ujar Novak.
"tidak apa-apa, aku bahagia kamu seperti ini! " ucap Jeslyn yang membuat Novak heran dengan ucap yang ucapkan Jeslyn.
"maksudnya? "
"aah, maksud ku aku senang kamu mengingat semuanya. " jawab Jeslyn gugup.
karena yang dia maksud berbeda dengan yang dia ucapkan.
"jika begitu, aku memerlukan dokter! " ujar Novak.
"dokter? " Jeslyn terkejut karena Novak menginginkan dokter.
"Iyah dokter, agar aku bisa mengingat semuanya dengan baik, agar kamu tidak menderita lagi, karena aku melupakan mu. " jawab Novak.
"tidak! aku tidak menginginkan mu mengingat semuannya Nov! " aku ingin selamanya kamu hanya mengingat diriku! " batin Jeslyn.
"heyyy, kenapa malah bengong? " aku perlu dokter. " ujar Novak, sambil mencubit hidung Jeslyn lembut.
" aah, baiklah, aku akan membawakan dokter untukmu nanti, sekarang ayo kita sarapan dulu. " ajak Jeslyn.
"aku harus memikirkan cara, supaya dia tidak menginginkan ingatannya untuk kembali. " dan tidak memerlukan dokter! batinnya sambil berjalan ke arah meja makan.
"di mana asisten mu?, kenapa dia tidak ikut sarapan dengan kita? " tanya Novak sambil melihat kesekeliling untuk mencari keberadaan Syam.
"apa kamu mengingatnya juga? " tanya Jeslyn terkejut.
"heemm, dia kan selalu menempel padamu! " di mana dia sekarang? "
"aku di sini! " potong Syam sambil menghampiri Novak yang sudah duduk di meja makan.
"Syam! " ikutlah sarapan dengan kami! " ajak Novak, Syam syok mendengar Novak memanggil namanya dengan lancar.
"kenapa malah bengong Syam! makanlah bersama kami, aku tau hubungan kalian bukan sekedar atasan dengan bawahan, kamu sudah seperti teman baik bagi Jeslyn kan? " terimakasih sudah menjaga kekasihku dengan baik. " ujar Novak, sontak membuat Syam menatapa Jeslyn dengan penuh pertanyaan.
Syampun menarik tangan Jeslyn sedikit menjauh dari Novak berada, "Jess, kenapa dengan dia? "
"sudah ku katakan Syam, dia hanya bisa mengingatku! " jawab Jeslyn.
"apa? "
"Iyah!
" jadi dia? "
"jangan banyak tanya, ayo kita sarapan bersama, jangan buat Novak curiga! " ingat itu, jika tidak, aku tidak akan segan memecat mu! " ancam Jeslyn.
"haah! " dengus Syam. dia pun terpaksa mengikuti permainan Jeslyn.
"bagai mana bisa dia hanya mengingat Jeslyn? " ini aneh! " batin Syam.
__ADS_1
hari itu pun di lewati dengan kebahagiaan yang di rasakan Jeslyn dan Novak, Novak melupakan semuanya kecuali kenangannya bersama Jeslyn.
Novak menganggap Jeslyn adalah kekasihnya, dia saat itu tidak memikirkan yang lain.
hari berlalu sangat cepat, satu bulan telah di lewati Jeslyn dengan menjadi kekasihnya Novak kembali, sedangan perut Niken sudah sedikit membesar.
" Jess, apa kabar mu? kenapa sudah lama kamu tidak mengunjungi kami? " apa kamu baik-baik saja? " sebuah pesan yang di kirim Niken kepada Jeslyn.
Jeslyn hampir melupakan Niken, janjinya kepada Niken tempo hari dia sudah tidak mengingatnya kembali.
" Niken, aku harus menemuinya! " batin Jeslyn setelah membaca pesan singkat di ponselnya.
"Nov, sepertinya aku harus keluar sebentar, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, kamu tunggu di sini, nanti dokter akan datang untuk memeriksa keadaanmu! " aku tidak akan lama. " ujar Jeslyn yang kala itu sedang duduk di meja santai di balkon Apartemen nya bersama Novak.
"heemmm, pergilah sayang, Hati-hati, biarkan Syam bersama mu! " jawab Novak.
"tidak! tidak! " jangan, dia biarkan di sini menjaga mu, aku akan pergi sendiri. " tidak akan lama kok. " Jeslyn menolaknya untuk pergi dengan Syam.
"baiklah kalo begitu" ujar Novak.
Jeslyn pun menghampiri Syam di kamarnya, dia memperingati Syam untuk menjaga Novak dengan baik selama dia berada di luar nanti.
Syam hanya bisa menuruti perintah tuannya. Jeslyn pun berpamitan kepada keduanya, tidak butuh berapa lama, dia sudah berada di kediaman Shinoda duduk berhadapan dengan Niken.
seperti biasa Niken duduk di taman bunganya di belakang kediaman Shinoda.
"Jess, sudah lama sekali kamu tidak berkunjung? apa kamu sakit? " tanya Niken.
"tid-dak Nike, aku hanya sedikit sibuk, maaf yah, aku baru sempat menengok anak ku! " jawab Jeslyn.
Niken yang heran dengan perkataan yang di ucapkan jeslyn dengan sebutan anak pun dia menatap Jeslyn dengan penuh pertanyaan.
"ma-ma-ksudku, anak ini kan anak dari sahabat ku, apa aku boleh menganggap dia anak ku juga Nike? " maaf aku hanya asal bicara! " ujar Jeslyn gugup. dia tidak sengaja karena mengucapkan hal yang seharusnya tidak di ucapkannya.
Niken tersenyum, dia melihat sikap Jeslyn yang berbeda dari sebelumnya membuat dia bertanya-tanya. " ada apa dengannya, kenapa sikapnya begitu berbeda dari sebelumnya. " batin Niken.
"Jess, sebenarnya aku merasakan Novak sudah berada sangat dekat dengan kami belakangan ini? " apa mungkin dia berada di sekitar kita? " atau aku merasa dia sudah di sekap seseorang dan dia? "..
" jangan bicarakan tentang dia lagi Nike! " Tiba-tiba Jeslyn menghentikan perkataan Niken dengan sedikit meninggikan suaranya kesal.
"jess, kenapa dengan mu, kamu tidak seperti biasanya, jika aku membicarakan Novak, kamu dengan antusias mau mendengarkannya! "
"sudahlah Nike, dia sudah tiada! " apa yang kamu harapkan dari orang yang sudah tiada! " pekik Jeslyn.
wajah Niken berubah menjadi sangat sedih, dia benar-benar tidak menyangka Jeslyn yang biasanya mendukung dirinya, sekarang malah dengan kejamnya berkata Novak telah tiada.
Pak Moriss yang memperhatikan itupun merasa aneh dengan perubahan sikap Jeslyn saat itu.
Bersambung....
***Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat selalu ya, terimaksih atas dukungan kalian.
__ADS_1
salam dari penulis kacangππ
jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. ππ***